Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
49 - Bulan Madu


__ADS_3

Hari ini, Davina dan Fatur pun berangkat keluar Negri untuk Berbulan madu. Kakek pun sangat senang dan ikut mengantar mereka sampai di bandara, Walau di bantu dengan kursi roda, kakek sangat senang bisa mengantar kedua cucu nya untuk menikmati hari pernikahan mereka yang tertunda.


Di dalam pesawat, Davina duduk di sebelah Fatur, Fatur sesekali melihat kewanita itu yang tertidur saat pesawat baru saja jalan.


"Apa dia kelelahan, baru saja duduk dia sudah tidur." Batin Fatur.


Namun setelah nya ia Tersenyum dan masih melihat wanita itu yang tampak cantik saat tertidur. "Jangan melihat ku seperti itu, nanti kau jatuh cinta pada ku, dan aku tidak bisa bertanggung jawab."Ucap Davina membuat Fatur segera memalingkan wajah nya.


Davina tersenyum namun masih tidak membuka mata nya, Fatur menoleh melihat Davina masih menutup mata nya pun tertawa kecil tanpa suara.


•••


Saat mereka Sampai, Mereka pun dengan mobil menuju ke sebuah Hotel bintang lima, cuaca di sana sangat dingin, Membuat Davina ingin segera masuk ke dalam hotel.


"Benar kata kakek, cuaca disini sangat dingin."Ucap Davina. Fatur segera membuka Jaket nya dan menutupi Davina yang kedinginan di dalam mobil menuju ke hotel.


Davina pun tidak menolak dan menutup diri nya dengan jaket Fatur hingga mereka sampai di hotel. wanita itu benar benar kedinginan saat ini.


•••

__ADS_1


Saat Mereka sampai di hotel dan masuk ke dalam Kamar, Davina sangat senang dan segera membaringkan tubuh nya di tempat tidur.


"Akhirnya sampai juga."Ucap Davina.


Baru saja Ia mendaratkan Tubuh nya di tempat tidur, Fatur sendiri baru saja Menaruh koper nya di lantai, Ponsel Laki laki itu sudah berdering.


"Hallo, selamat siang."


"Iya, saya sudah sampai."


"Iya, Nanti saya akan atur jadwal pertemuan kita."


"Baru saja sampai, Dia sudah berunding urusan kerjaan."Batin Davina.


Setelah mematikan sambungan telefon Fatur membaringkan diri nya di tempat tidur. dengan senyuman ia memejamkan mata nya.


"Nanti malam kita ada acara makan malam bersama Rekan rekan Bisnis ku, Kau juga harus ikut."Ucap Fatur.


"Aku?."

__ADS_1


"Biasa nya kau tidak pernah mengajak ku, kenapa aku harus ikut." Ucap Davina lagi.


"Karena kamu istri ku." kata Fatur.


"ingat, Jangan menyebut nama ku, Jangan Memanggilku Tuan di depan orang orang."


"Tentu saja, Aku kan profesional, Aku akan memanggil mu...."Wanita itu berfikir. "Sayang." Goda Davina.


"Begitu lebih bagus."Kata Fatur. padahal itu hanya candaan, tapi Fatur menyetujui nya.


Davina pun akhir nya mengiyakan, Panggil yang tida begitu buruk. "Itu sih kemauan nya."Batin Davina memutar bola mata malas nya.


Davina membuang nafas berat. Ia lalu berjalan menuju ke jendela, Ia membuka tirai yang menghalangi pencahayaan masuk, Meski tidak ada Matahari, Tapi terang nya langit menyinari kedalam kamar mereka.


Davina melihat indah nya pemandangan dari atas sini, Rasa lelah dan dingin nya membuat ia tidak fokus melihat di lantai berapa kamar mereka terletak.


"Indah sekali pemandangan nya, Tapi kalau sudah keluar, Astaga dingin sekali."Ucap Davina.


"Sayang, kita berada di lantai berapa."Panggil itu di coba Davina agar tidak begitu canggung saat ia mengucapkan nya, Tapi malah tidak mendapatkan jawaban, saat ia menoleh, Ia melihat Fatur seperti nya sudah tertidur lelap.

__ADS_1


__ADS_2