
Keesokan harinya.
Fatur bangun dan menemukan Davina sedang duduk menikmati sarapan. "Kamu pesan makanan?." tanya Fatur, Ia lalu duduk Sembari menatap Davina yang tengah melahap makanan. Davina tersenyum dan mengangguk.
Davina masih begitu kecewa pada Fatur, Karena Fatur sudah membohongi nya, Hal yang paling tidak bisa Davina terima apa lagi tentang Mantan.
Fatur tidak merasa ada yang aneh dari Davina, Ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. saat laki laki itu masuk, Senyuman tipis itu pun memudar.
"Kenapa tidak makan di luar saja, Bukan kah lebih nyaman sembari jalan jalan di luar?." Tanya Fatur saat ia keluar dari kamar mandi.
"Seperti nya aku akan di hotel saja, Aku tidak ingin keluar, tubuh nya sedang tidak nyaman."Ucap Davina.
"Kamu sakit?." Fatur berjalan menghampiri Davina dan menyentuh kening wanita itu dengan punggung tangan nya. Davina segera menghindar.
"Tidak, hanya tidak nyaman saja, mungkin aku tidak cocok dengan cuaca disini."Balas Davina.
__ADS_1
"Aku hari ini ada pertemuan dengan Rekan bisnis ku. kau tidak apa apa di hotel saja?." Tanya Fatur. Davina mengangguk.
Fatur melihat Davina, Ia pun baru merasa ada yang berbeda dari wanita itu. namun segera ia. menepis nya sendiri, Mungkin karena Tubuh wanita itu yang sedang tidak enak, pikirnya.
Ia lalu duduk di samping Davina menyantap makanan yang sudah di pesan Davina, Tidak ada obrolan di antara mereka, Ia merasa tumben sekali Davina tidak banyak bicara, Karena biasa nya ia yang menciptakan kebisingan di antara mereka.
•••
Fatur pun lalu pergi setelah menyelesaikan sarapan nya. Davina pun dengan perasaan kecewa itu memilih untuk berada di kamar saja, Untuk apa jalan jalan kalau hati nya tidak tenang, Sekarang kalau Fatur ingin bertemu dengan Vania, ia pun sudah tidak peduli, yang penting ia tidak melihat lansung seperti kemarin.
Davina memilih menonton Drakor, Ia menangis sesegukan menonton adegan yang menyayat hati, sejenak ia melupakan sakit hati nya karena di bohongi.
Bel kamar Davina berdering. ia pun membuka pintu dan mengira Fatur kembali karena melupakan sesuatu. namun saat ia membuka pintu, Melihat pelayan hotel yang mengantarkan sesuatu pada Davina.
Pelayan hotel itu mengantarkan sebuah cake untuk Fatur. Davina pun menerima nya dan melihat secarik kertas yang bertulis.
__ADS_1
"Terima kasih untuk kemarin Fatur." Melihat Nama pengirim yang Ada V, Sudah bisa Davina tebak kalau itu adalah Vania.
Davina mengepalkan tangan nya menatap kesal, Rasa nya ia ingin memukul kue itu hingga hancur berserakan.
Saat Siang Fatur kembali, Ia membawakan kue untuk Davina. Namun Mood Davina sudah sangat tidak baik.
"Ini kue siapa?." Tanya Fatur. Davina mengabaikan nya.
Saat melihat pesan di kertas itu, Fatur menelan Saliva nya, Lalu menatap Davina.
"Mungkin dari klain."Ucap Fatur.
"Mau sampai kapan berbohong pada ku?." Balas Davina. Fatur terdiam sejenak melihat wanita itu yang tampak sudah tidak ada senyuman yang biasanya Menghiasi wajah manis nya itu.
"Apa maksud mu?" Suara Fatur seolah mendadak serak di perhadapkan dengan situasi yang menegangkan seperti ini. kamar yang dingin karena AC seolah menjadi sangat panas dan membuang nya berkeringat.
__ADS_1