
Di dalam mobil.
Fatur tampak duduk diam tidak mengatakan apa pun, Lucas yang tidak tahu apa yang terjadi di dalam pun memilih diam tanpa mau bertanya.
"Kenapa kita pulang, acara nya kan belum selesai?." tanya Davina pada Fatur. Namun Fatur hanya diam, ia menghiraukan pertanyaan wanita di samping nya.
Davina pun cemberut, Ia memilih untuk tidak membahas nya lagi. Mata nya memandang keluar jendela, Menyusuri jalanan yang ia lewati malam itu. sembari memikirkan kenapa Fatur mendiami nya, apa karena wanita itu?.
Setelah mobil sampai di halaman rumah, Davina pun masuk ke dalam rumah lebih dulu. Fatur pun mengikuti setelah nya.
"Kau pasti senang berdansa dengan musuh ku?." Ucap Fatur tiba-tiba, sontak menghentikan langkah Davina saat itu juga, Davina tersenyum mendengar nya, Ia lalu membalikan tubuh nya menatap Fatur. Berjalan perlahan mendekati Fatur. Fatur menatap nya dengan Dingin.
"Apa kau cemburu?." Tanya Davina.
__ADS_1
"Aku tidak cemburu, tapi seharusnya kau bisa menjaga sikap mu disana."Ucap Fatur kesal.
Suara di Barengi nada hentakan membuat senyum Davina perlahan memudar.
"Dengar Tuan Fatur, Saya tidak tahu kalau laki-laki itu adalah Musuh Anda, Kalau pun dia musuh mu, Lalu untuk apa kau kesana, Apa karena Nona Vania?." Ucap Davina kini tatapan nya pun berubah Menjadi dingin.
"Dan soal Berdansa, Kalau kau marah aku berdansa dengan Tuan Vino, Lalu menurut mu, Apa Aku boleh marah karena Kau berduaan dengan Nona Vania di toilet?." Ucap Davina lagi. Fatur terkejut mendengar hal Itu, tak menyangka. Davina mengetahui hal itu.
Davina berjalan penuh dengan kekesalan atas Sikap Fatur yang kasar pada nya, Ia tahu ia salah dengan sengaja berdansa dengan Vino, Lalu kenapa harus semarah itu, Sementara Ia sendiri bersama wanita lain, itu sangat tidak adil.
Lucas yang mendengar pembicaraan mereka pun menghela nafas berat, lalu berjalan meninggalkan rumah itu dengan mobil.
Kakek Fatur yang pada saat itu belum tidur, mendengar semua pembicaraan Mereka.
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa melakukan kesalahan seperti itu Fatur, Lalu kau tidak terima Davina berdansa dengan laki-laki lain, sementara diri mu sendiri di toilet bersama Wanita yang sudah meninggal kan mu demi laki-laki lain." Batin Kakek.
•••
Saat Fatur masuk ke kamar, Davina pun tampak sudah tidur dan menutup diri dengan selimut, Ia berbaring menyamping membelakangi Fatur.
Fatur lalu membaringkan tubuh di samping Davina, mata nya menatap ke langit langit kamar, Davina membuka mata perlahan, kesal pada Pria yang posisi nya sedang ia belakangi.
Fatur kini merasa sangat bersalah Pada Davina, saat masuk kamar, ia ingi meminta maaf pada Davina, Namun melihat Davina sudah tidur, Fatur mengurungkan niat nya.
"Semoga saja besok dia mau memaafkan ku, hubungan kita memang nya sebuah ikatan perjanjian, tidak seharus nya Aku marah pada nya, Dia harus nya memiliki kebebasan mau dekat dengan pria mana saja."Batin Fatur.
"Untuk apa aku marah, Seharus nya aku tidak melakukan itu." Ujar nya lagi di dalam hati nya.
__ADS_1