
Setelah menghabiskan Waktu jalan jalan yang menyenangkan bagi Davina, Mereka pun kembali pulang.
"Besok, Kita akan ke rumah Papa dan Mama untuk memberitahunya kita akan berangkat liburan lusa."Ucap Fatur.
"Hah?, secepat itu?." tanya Davina yang terkejut dan mengira mereka mungkin aka berangkat dalam beberapa Minggu ke depan.
"Aku hanya ingin menyelesaikan tugas ku saja, Aku lelah terus di minta membawa mu bulan madu."Ucap Fatur.
Davina menghela nafas berat, Dan memutar bola mata malas nya. "Aku juga tidak minta liburan bersama mu, Kalau bukan karena demi mendapatkan hati Kakek, Aku tidak Sudi bulan madu dengan mu yang begini saja kau terlihat terpaksa."Davina mengomel di dalam hati nya. tanpa berani mengatakan nya lansung pada Fatur.
Saat sampai di rumah, Kakek tampak masih duduk menonton, Fatur dan Davina segera menghampiri.
"Kalian sudah pulang."
"Kakek kenapa belum tidur?." Tanya Fatur.
__ADS_1
"Ini sudah mau masuk ke kamar."Balas Kakek.
Fatur lalu membantu kakek nya masuk ke dalam kamar, sementara Davina di suruh Fatur untuk masuk ke kamar beristirahat.
"Fatur, Ada sesuatu yang kakek ingin sampaikan."Ucap Kakek saat ia sudah tiba di kamar.
"Apa kek?." Fatur menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur kakek nya berada saat ini. siap mendengar apa yang ingin kakek sampaikan.
"Davina adalah wanita yang baik, Kakek sangat menyukai wanita itu, Dia sangat baik dan ceria. dia selalu berusaha untuk bisa memenangkan hati orang orang di rumah. kakek ingin kamu selalu menjaga nya dan mencintai nya, Jangan sia siakan wanita itu, dan segera lah punya Anak, Agar Kakek lebih tenang meninggalkan dunia ini."Ucap Kakek.
Mendengar hal itu Fatur merasa sangat sedih, Karena ia sudah berbohong pada Kakek tentang pernikahan ini, Hanya demi sebuah kedudukan, mempertahankan perusahaan yang di bangun ayah nya sejak dulu, Fatur harus memalsukan Pernikahan ini dan membohongi semua orang.
Setelah dari kamar kakek, Fatur Pun masuk ke dalam ruangan kerja nya, Ia mengambil sebotol anggur, menuangkan ke dalam gelas dan meneguk nya dengan sekali tegukan.
Perasaan bersalah tengah menyelimuti diri nya saat ini, Perasaan yang sebelum nya tidak pernah terpikirkan akan ia rasakan telah membohongi kakek nya.
__ADS_1
Davina yang berada di dalam kamar, Sedang membongkar pakaian Fatur, menunggu laki laki itu kembali untuk memberikan pakaian yang tadi ia belikan untuk laki laki itu. Namun menunggu 1 jam berlalu, 2 jam berlalu. Laki laki itu tidak kunjung kembali.
"Kemana dia?, Apa dia ketiduran di kamar kakek?."Batin Davina.
Rasa ngantuk sudah menyelimuti wanita itu, namun rasa penasaran nya dimana Fatur berada lebih besar dari itu semua, Ia lalu berjalan akan keluar dari kamar, Berpapasan dengan Fatur yang akhir nya datang dan masuk ke dalam kamar. namun pria itu tampak mabuk berat.
Davina yang melihat laki laki itu menggelengkan kepala nya.
"Kamu kenapa mabuk seperti ini?." Tanya Davina.
"Shut...nanti orang lain tahu, aku hanya Ingin kamu saja yang tahu. "Bisik Fatur. Laki laki itu mulai melantur dalam berkata kata, ia tahu laki laki ini sedang mabuk berat.
"Tidur lah." Kata Davina..
"Davina." tiba tiba saja Fatur memegangi kepala Davina dengan kedua tangan nya, membuat Davina menatap nya, Sontak Davina menjadi gugup dan salah tingkah di lihat oleh laki laki mabuk itu. Namun setelah nya Fatur ambruk di pelukan Davina.
__ADS_1