Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
34 - Malam Pertama


__ADS_3

Saat Davina masih mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, Ia melihat Fatur sudah Menganti pakaian nya dan lansung ke tempat tidur membaringkan diri nya. Namun sebelum itu, Ia mematikan lampu membuat Davina membuat Davina menoleh ke arah Fatur. kini penerangan mereka hanya lampu tidur yang ada di samping tempat tidur mereka.


Remang-remang membuat Davina merasa takut.


"Aku belum selesai." Ucap Davina kembali di buat jengkel.


"Lagi pula aku tidak bisa tidur dengan ruangan gelap begini." Lanjutnya lagi, namun nada nya kini sangat pelan karena ia malu mengatakan nya, Namun meski suara itu pelan Fatur mendengar nya.


"Kalau kau takut, Aku bisa merelakan diri ku untuk memeluk mu."Ucap Fatur.


"Cih, Itu sih mau mu." Balas Davina. Fatur hanya menyunggingkan senyuman nya, lalu berbaring membelakangi tempat tidur Davina.


Setelah ia rasa rambut nya cukup kering. Davina segera meninggalkan meja rias nya, ia takut akan melihat sesuatu yang tidak ingin ia lihat di pantulan cermin yang juga sudah rada gelap karena ruangan itu.


Davina membaringkan tubuh nya di samping Fatur dengan ragu-ragu, melihat sekitaran sebelum ia menutup diri nya dengan selimut tebal dari kaki hingga ujung kepala.


Karena belum biasa 1 tempat tidur dengan laki-laki membuat Davina begitu gelisah, ia terus bergerak di tempat tidur mengubah posisi nya. tentu hal itu membuat guncangan di tempat tidur dan membuat Fatur terganggu.


"Apa kau bisa lebih tenang sedikit saat tidur, Kau sangat menganggu."Ucap Fatur.

__ADS_1


Davina memutar bola mata malas nya saat Fatur memarahi nya. "Maaf, Siapa suruh kau mematikan lampu, Aku kan tidak terbiasa."Ucap Davina.


"Kalau kau masih menganggu ku, Lebih baik kau tidur di sofa."Ucap Fatur lagi.


Davina tidak menjawab nya, tentu saja ia tak mau tidur di sofa yang lebih jauh dari cahaya yang ada di samping tempat tidur nya.


Davina mencoba menenangkan diri nya untuk tidak banyak bergerak, dan pada akhir nya, ia pun tertidur lelap.


Saat ia terbangun seorang membangunkan nya. "Nona."


"Nona." Panggilan pelan dengan sentuhan di tangan nya membuat Davina membuka mata nya.


"Hm." Dengan mata yang masih mengantuk ia menatap pelayan yang ada di samping tempat tidur nya.


Davina menatap jam dinding, Ia terbelalak saat menatap jam sudah menunjukkan ke arah jam 9.keterkejutan nya sontak membuat ia meloncat dan menoleh ke arah Fatur. Namun pria itu sudah tidak ada.


"Dimana Tuan Muda?." Tanya Davina.


"Tuan Muda Sudah di meja makan sarapan dengan kakek."Ucap pelayan.

__ADS_1


"Astaga, Dia bahkan tidak membangunkan ku. dasar penjahat ini."Batin Davina.


Setelah bersiap ia pun lekas menuju ke meja makan, dengan canggung ia menundukkan kepala nya menyapa kakek.


"Pagi Kek."sapa Davina. Davina menatap Fatur, Fatur dengan lirikan mata nya ia meminta Davina duduk di samping nya, Davina pun mengangguk dan duduk di samping Fatur.


"Bangun lah lebih pagi lain kali, Bukan kah tugas seorang istri adalah melayani suami nya, menyiapkan semua yang di butuhkan suami nya sebelum bekerja."Ucap Kakek.


"Perempuan kok bangun nya siang-siang."Ucap Bibi Sonia menambahkan.


"Iya Kek, saya tadi malam kelelahan, jadi bangun kesiangan, besok tidak lagi."Ucap Davina. Kakek mengangguk kecil.


"Apa kamu bisa memasak Davina?." Tanya Bibi Sonia.


"Bisa Bi."jawab Davina yang keceplosan, Davina jadi salah tingkah. ia bahkan tidak nyakin dengan masakan nya sendiri.


"Kalau begitu, Besok kami ingin menyicipi masakan mu, Boleh kan?." Tanya BibI Sonia.


"Iya kan Pa?." Kakek mengangguk pelan kepala dengan wajah datar saja.

__ADS_1


"Baik Bi."


"Mati lah kau Davina, Nenek lampir ini akan menindas mu lebih parah dari ini kalau masakan mu tidak enak, Mama tolong aku..." Batin Davina.


__ADS_2