
Siang Itu.
Davina dan Jesi duduk di sebuah Cafe, kedua nya duduk mengobrol, tertawa dan makan.
"Davina."
Davina mengangkat Wajah nya saat ia melihat Alan ada disini, Jesi sungguh takut Davina akan amrah pada nya, karena tanpa izin Davina memberi tahu Alan keberadaan nya.
Ia mencoba diam, seolah ia tidak tahu kenapa Alan disini.
"Jes, kita ganti tempat saja."Ajak Davina.
Jesi memegangi tangan Davina, seolah tak ingin wanita itu beranjak bangun, membuat Davina Terkejut menatap Jesi.
"Vin, Kau tak ingin coba dengar penjelasan Alan sebentar?." Tanya Jesi.
"Jes.." Davina tidak menyangka itu yang akan di katakan Jesi.
"Vin, Tak ada gunakan terus menghindar, Coba lah duduk dan dengar kan, toh juga setelah itu Alan akan berhenti mengejar mu kalau kau mau mendengarnya."Ucap Jesi.
Davina menatap Alan. Alan menganggukan kepala nya, mengiyakan.
Davina walau enggan dan kesal pada Jesi yang mendukung Alan pun terpaksa duduk kembali, namun wajah nya sudah tak lagi ada senyuman, begitu masam menunjukkan ketidak senangan nya.
__ADS_1
Alan pun menceritakan semua yang terjadi, semua hanya salah paham, bahkan Alan menunjukkan rekaman Cctv bagaimana sekertaris nya mengoda nya dan ia sudah berusaha menolak nya dan bahkan memecat nya.
"Aku simpan video ini bertahun lama nya, hanya untuk menjelaskan pada mu Vin, Aku tahu aku tidak tegas saat itu sampai membuat ke salah pahaman di antara kita.
Melihat dan mendengar penjelasan Alan, Davina hanya diam saja. Namun amarah nya kini telah mereda, berganti penyesalan karena tidak mendengarkan perkataan Alan.
Namun nasi sudah jadi bubur, Tak akan bisa merubah apa pun, Kini Ia sudah di pilih Fatur sebagai seorang istri, meski tanpa cinta, tetap saja status nya akan berubah beberapa hari lagi.
"Percuma saja jelaskan sekarang, toh aku tidak akan kembali pada Mu."Balas Davina datar.
"Kenapa Vin, apa kau sudah punya pacar?."
"Aku akan segera menikah Alan, aku sudah mendengar penjelasan mu, sekarang tolong mengerti lah, berhenti menganggu ku kalau kau peduli pada ku."Ucap Davina.
Kini ia beranjak berdiri dari duduk nya, Ia pun lalu beranjak meninggalkan meja mereka. Jesi pun cemas menatap Alan lalu berjalan mengikuti Davina.
"Davina akan menikah?."Batin nya.
"Vin, Davina." Jesi menyusul Davina, Namun Davina terus melangkah menghiraukan Jesi.
"Vin, Maafin aku Vin." Ucap Jesi dengan sedih.
Davina menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Jesi
__ADS_1
Davina menatap Jesi penuh kecewa dan Marah.
"Alan ada disini karena kamu kan?." Tanya Davina.
"Maafkan Aku Vin, Alan datang pada ku dan aku tidak tega, apa lagi aku juga mendengar penjelasan nya kalau ini hanya salah paham saja, jangan marah pada ku Vin." Ucap Jesi memegangi tangan Davina.
Davina menghela nafas berat, mencoba merendamkan amarah dan kekesalan nya.
"Aku tidak marah, hanya sedikit kesal Jes. Tapi semua sudah di jelaskan Alan, Aku hanya berharap dia gak mengangguku lagi, terlebih kau tahu kan, Kalau aku sudah akan menikah, Aku tidak mumgkin dan tidak akan membatalkan pernikahan ku hanya karena Alan menjelaskan kesalah pahaman ini, biar lah aku dan Dia menjadi teman saja, yang lalu sudah berlalu." Tutur Davina. Jesi mengangguk.
"Iya Vin, kalau Alan bicara lagi pada ku, aku akan memberi tahu nya pesan mu ini."Kata Jesi.
Davina mengembangkan senyuman nya, Jesi membuka kedua tangan nya, Ia dan Davina pun berpelukan.
Alan yang berada tidak jauh dari mereka sudah mendengar semua nya, Saat Davina pamit pulang pada Jesi, Alan segera menghampiri Jesi.
"Kau sudah dengar Kan Alan?." Ucap Jesi. lalu ia berjalan pergi kesal pada Alan karena hampir membuat ia dan Davina bertengkar.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus memb
__ADS_1
aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
Follow Ig Shanti_san18.