Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
41 - Acara


__ADS_3

Davina uring uringan di dalam kamar, menanti kan malam tiba ia menjadi tidak sabar menunggu waktu itu tiba untuk menyelesaikan kerjaan nya.


Setiap acara, dan apa yang ia harus lakukan demi Fatur atau pun keluarga Fatur, adalah sebuah Misi bagi Davina.


Davina yang berbaring di tempat tidur, menatap langit langit kamar nya, kecupan di kening nya karena Fatur benar benar membekas di pikiran nya saat ini. Laki-laki itu benar benar berhasil membuat ia berhasil salah tingkah.


•••


Hingga malam tiba.


Davina pun sudah bersiap dengan gaun yang di berikan sekertaris Lucas. Fatur yang kembali dari kantor pun lekas menghampiri wanita itu yang masih di dalam kamar.


"Apa kau sudah siap?." Tanya Fatur sembari membuka pintu kamar. Berpapasan dengan Davina yang memang sudah siap akan keluar.


Kembali Davina membuat Fatur terpukau dengan apa yang ia lihat saat ini. Perlahan Fatur berjalan mendekati Davina. Davina yang di lihat dengan tatapan


"Aku sudah siap." Ucap Davina menyadarkan Fatur yang terdiam.


"Baik lah. Ayo." Fatur memberikan lengan nya pada Davina.


Davina pun mengandeng tangan nya layak pasangan yang tampak Elegan dan penuh pesona.


"Selamat malam Nona." Sapa Lucas pada Kimmy, sembari membuka kan Pintu mobil untuk wanita itu.


"Malam Sekertaris Lucas."Balas Davina.


Di mobil, Davina dan Fatur duduk di kursi penumpang. sementara Sekertaris Lucas menyetir ke arah tempat acara.


"Bersikap tenang, tidak usah terlalu banyak bicara saat di sana, untuk menghindari kau salah bicara."Ucap Fatur.

__ADS_1


"Baik lah, Tapi memang nya ini acara apa?." tanya Davina penasaran.


"Acara ulang tahun perusahaan."


"Wah, Pasti disana banyak pengusaha pengusaha besar di sana ya."Ucap Davina. Fatur hanya diam saja.


Davina teringat pada ayah nya, seharusnya ayah nya ada disini juga, Agar bisa bertemu dengan orang orang penting untuk saling menjalani hubungan pertemanan, karena bagus untuk menambah relasi untuk perusahaan.


Saat sampai, Davina menelan Saliva nya, mendadak kaki nya terasa berat untuk kembali melangkah masuk, saat ia melihat orang orang yang ada disana tampak sangat elegan, terlihat sekali mereka adalah orang orang kalangan atas.


"Memang bagus nya aku tidak banyak bicara disini." Batin Davina.


Saat mereka melangkah masuk ke dalam, bergabung dengan orang orang disana, tiba tiba sebuah suara menyapa Fatur. membuat Fatur dan Davina menoleh bersama.


"Fatur." Seorang wanita cantik, sangat cantik datang menghampiri Fatur dan Davina.


"Apa kabar Fatur?, Aku sangat senang melihat mu ada disini." Ucap Vania sembari mempertanyakan di dalam hati nya, Siapa wanita yang berada di samping Sang Mantan.


"Aku baik."


"Ini siapa?."


"Perkenalkan Aku..." Davina baru saja akan memperkenalkan diri nya sendiri, Namun di potong oleh Fatur.


"Istri ku."


"Kau sudah menikah?." Vania mendengar tidak percaya dengan apa yang di katakan Fatur.


"Iya."

__ADS_1


Davina bisa melihat sikap Fatur yang begitu dingin dengan Sosok wanita di depan nya itu. tanpa Davina tahu kalau Vania adalah wanita yang pernah di cintai oleh Fatur.


Tiba-tiba seseorang datang merangkul Vania, membuat Davina dan Fatur melihat.


"Tuan Fatur, selamat datang, Saya sangat senang anda menghadiri undangan saya."Ucap Pria bernama Vino, pemiliki perusahaan emerald group yang memiliki acara malam ini.


"Sama-sama."


"Lama sudah kita tidak bertemu, Terakhir kita bertemu saat..." Vino melihat Vania. Vania pun hanya diam saja.


"Ah sudah lah, itu hanya masa lalu kan." Ucap Vino lagi tertawa.


Fatur melihat Wajah Vania yang tegang dan diam, seperti tidak nyaman.


Vino menatap Davina yang tampak cantik mengandeng tangan Fatur.


"Hallo Nona, saya Vino, yang punya acara malam ini." Insiatif menyapa Davina yang tampak cantik dan anggun.


"Davina." balas Davina. Vino tersenyum mendengar balasan Davina.


Seseorang memanggil Vino, membuat Vino harus berjalan pergi.


"Tuan Fatur, Nona Davina, silakan Nikmati semua hidangan yang ada, saya permisi dulu, nanti kita bicara lagi." Ucap Vino. Fatur hanya diam saja tidak membalas nya. Vino merangkul Vania berlalu pergi dari sana. Vania menatap sendu Fatur sembari melangkah mengikuti langkah Vino.


"Entah kenapa, aku merasa sesak saat mereka berdua di depan ku, Ada apa ya."Batin Davina.


Acara pun di mulai, Davina dan Fatur melihat dan mendengar kata sambutan dari pemilik acara. Sesekali Davina melihat sekeliling, saat ini ia benar benar merasa kalau ia bukan pada zona diri nya.


Ia memegangi tangan Fatur dan menggenggamnya nya, Fatur merasakan genggaman Tangan Davina, Ia tersenyum tipis, dan membiarkan gadis itu menggenggam tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2