Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
39 - Buaya darat


__ADS_3

Malam Saat Davina membaringkan tubuh nya, mencoba memejamkan mata nya karena rasa lelah dan kantuk yang datang bersamaan. Davina mendengar pintu kamar di buka, Namun ia sudah enggan membuka mata nya karena ia sudah bisa menebak itu adalah Fatur.


Fatur berjalan menghampiri Davina, Ia berdiri di samping wanita itu, Menutupi tubuh wanita itu dengan selimut, perlakuan hangat dari Fatur tentu saja bisa Davina rasakan karena Davina baru saja memejamkan mata nya, Tapi Fatur berfikir Wanita itu sudah tidur lelap.


Fatur membaringkan tubuh nya di samping Davina, Memejamkan mata nya untuk ikut mengistirahatkan tubuh nya. Davina yang Posisi nya membelakangi Fatur pun membuka mata nya, Apa yang di lakukan Fatur sangat membuat Davina tersentuh karena ia sangat tidak menyangka.


Seulas senyuman di bibir Davina pun mengantar wanita itu tidur.


•••


Keesokan hari nya.


Saat Fatur membuka mata nya, Ia sudah tidak menemukan wanita itu ada di samping nya, ia melihat jam yang masih sangat pagi, tapi kemana wanita itu pergi saat ini. untuk apa dia bangun sepagi ini. pikir Fatur.


Ia pun turun dari tempat tidur dan keluar mencari Wanita itu. Di luar masih tampak gelap karena masih subuh, Namun Fatur tidak tahu dimana Davina. Hingga seorang pelayan lewat di hadapan Fatur.


"Pagi Tuan." Sapa pelayan itu.

__ADS_1


"Dimana Davina?."Tanya Fatur pada Pelayan.


"Oh Nona Davina ada dapur Tuan, sedang menyiapkan sarapan untuk Semua." Tutur pelayan.


"Sepagi ini?, Apa dia sudah gila." Fatur mengacakan kedua tangan nya di pinggang.


Fatur lalu berjalan ke dapur dan benar saja, ia melihat wanita itu ada di dapur tengah memasak. "Selamat pagi suami ku, kenapa kau bangun sepagi ini?." Tanya Davina.


"Kau sangat semangat dan antusias ya memasak untuk Kakek dan Bibi Sonia."Ucap Fatur.


"Tentu saja, Aku akan memenangkan hati Bibi dan Kakek dengan masakan ku." mulut wanita itu berkata tapi tangan nya terus bekerja.


Fatur pun lalu duduk di meja makan, memainkan ponsel nya. Davina yang melihat pun mengerutkan kening nya.


"Pergi lah istirahat, ini masih pagi." Ucap Davina.


"Aku sudah tidak sabar mau menyicipi sayuran mu yang aku yakin rasa nya akan asin."Ucap Fatur dengan senyuman yang sangat mengejek bagi Davina, Davina cemberut mendengar ucapan yang meragukan nya.

__ADS_1


•••


Hingga makanan sudah siap, mata hari pun sudah menampakkan diri nya, Fatur pun sudah masuk kembali ke kamar untuk bersiap ke kantor.


Davina pun yang sudah selesai memasak pun segera akan ke kamar untuk membersihkan diri nya. Namun berpapasan dengan Fatur yang baru saja akan masuk ke kamar mandi.


"Kau ingin mandi?." tanya Fatur pada Davina.


"Tentu saja, aku merasa gerah sekarang."Balas Davina.


"Ayo kalau begitu, Kita mandi bersama."Ucap Fatur.


"Dasar buaya."Balas Davina memutar bola mata malas dan duduk di sofa untuk menunggu Fatur mandi lebih dulu.


"Iya, Aku buaya dan aku akan melahap Mu sebentar lagi." Kata Fatur berjalan masuk ke kamar mandi.


Davina mencoba mencoba mencerna apa yang ingin di ucapkan Fatur pada nya. Pikiran negatif pun bermunculan.

__ADS_1


"Kenapa dia sekarang seperti om om genit. aku jadi merinding." Ucap Davina bicara sendiri. menggelengkan kepala nya merasakan merinding nya saat membayangkan hal hal dewasa yang mungkin di maksud oleh Fatur.


__ADS_2