
Davina lalu ke toilet, Vania yang melihat pun ikut menyusul dan memberi tahu vino, Vino yang asik mengobrol dengan yang lain pun hanya mengangguk.
Vania segera menyusul Davina. dan masuk ke dalam toilet.
Davina tengah mencuci tangan nya, agak terkejut saat melihat Vania masuk dan mencuci tangan juga di samping wastafel satu nya.
"Hi Davina."Sapa Vania. Davina membalas dengan senyuman.
"Boleh aku tanya sesuatu?." Ucap Vania lagi.
"Iya Silakan." Davina selesai mencuci lalu mengambil beberapa tissu untuk mengeringkan tangan nya.
"Kapan kamu dan Fatur saling mengenal?." Tanya Vania.
Mendengar pertanyaan itu Davina tersenyum menatap Vania. "Kenapa ya memang nya?." Tanya Davina masih bersikap ramah. Walau di dalam hati nya ia agak kesal saat melihat Vania, Namun ia tetap menjaga diri nya untuk tetap Santai selama Vania tidak menganggu nya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu saja, Aku dan Fatur dulu berpacaran beberapa tahun."Ucap Vania. Davina tersenyum hampir tertawa dan reaksi Davina membuat Vania mengerutkan kening nya.
"Kenapa kamu tertawa."
"Tidak, aku hany tersenyum tidak tertawa."Balas Davina.
"Nona Vania, Aku tidak mengerti kenapa anda selalu muncul di toilet saat Aku atau pun Fatur suami ku sedang masuk ke toilet. mungkin kah kamu penguntit atau bagaimana. dan soal berapa lama saya dengan Fatur bersama, Kami hanya dengan hitungan hari saja kamu sudah saling mencintai dan menikah, kalau Anda, bertahun tahun apa gunanya, toh kamu menikah dengan laki laki lain juga."Ucap Davina.
Sejak tadi wanita itu mencoba menahan diri nya untuk tidak berkata kasar pada Vania. namun ia merasa Wanita itu ia rasanya ingin ikut campur urusan ia dan Fatur.
"Kalau Begitu, saya tidak punya kewajiban untuk menjawab nya."Balas Davina. Wanita itu lalu berjalan pergi dari sana. ia tidak jadi masuk ke toilet untuk buang air kecil karena Vania.
•••
Saat kembali ke acara, Davina tidak lagi ingin melihat wanita itu, Ia sangat kesal karena Vania seperti parasit yang mengikuti nya dan Fatur hingga sampai di toilet. ia menikmati acara dan dengan sengaja ia terus memeluk lengan Fatur untuk memanas manasi Vania yang ia yakini masih memiliki perasaan untuk Fatur.
__ADS_1
Melihat Davina yang tak biasa membuat Fatur tersenyum karena Wanita itu terus merangkul.
Di pikiran Fatur saat ini, mau Davina hanya pura pura mengandeng nya untuk sebuah totalitas kerja atau memang ia ingin, Fatur tidak peduli, ia merasa senang saat Davina memegangi tangan nya.
Setelah selesai Acara.
Davina mengajak Fatur untuk kembali segera ke hotel, Ia sudah tidak tahan menahan ingin buang air kecil nya.
Saat baru sampai di Pintu masuk Hotel, Davina meminta Fatur untuk naik ke atas lebih dulu dan ia akan menyusul.
"Naik lah dulu, Nanti aku akan menyusul." Kata Davina.
"Aku akan tunggu disini."Balas Fatur tapi wanita itu sudah berlalu pergi, entah ia mendengar atau pun tidak. Fatur berdiri disana menunggu di depan Lift.
Seseorang wanita masuk ke dalam lift dan Fatur tanpa sengaja menoleh, Ia melihat Vania menangis dengan pipi yang merah. membuat Fatur agak terkejut melihat wanita yang pernah mengisi hati nya dulu. ragu untuk menghampiri Vania, Hingga akhir nya ia memutuskan menghampiri dan bertanya ada apa.
__ADS_1