Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
25 - Panggilan Om Om


__ADS_3

"Apa anda butuh pengawal Nona??" Lucas pun dengan serius bertanya hal itu.


"Pengawal?, Tidak, Itu terlalu berlebihan, Aku bukan orang kaya, aku tidak butuh itu."Balas Davina menolak. ia merasa sangat konyol dengan perkataan Lucas yang ingin memberinya pengawal. Bahkan rasa nya Davina ingin tertawa mendengar nya, namun ia tahan.


"Lagi pula, bahkan Tuan mu itu tidak punya pengawal, lalu untuk apa aku punya, lagi pula aku bisa mengatasi nya." lanjut Davina. Lucas yang menyetir pun menganggukkan kepala nya mengerti.


Pria itu hanya ingin mendengar kata iya dan tidak, Karena Davina tidak membutuhkan nya, Lucas pun tak lagi membahas nya.


"Em, sekertaris Lucas." Panggil Davina dengan ragu, Davina bisa melihat pria itu mengangkat wajah nya dan menatap ny la dari kaca spion. siap untuk mendengarkan apa yang ingin di katakan wanita di belakang nya.


"Menurut mu, Apa Tuan Fatur itu galak??" Tanya Davina.


"Apa dia pernah memarahi anda Nona?."Tanya Lucas. Davina mengelengkan kepala nya.


"Lalu apa yang anda khawatirkan?."Tanya balik Lucas.


"Aku selalu penurut dan tidak melakukan kesalahan, tapi kalau nanti, aku kan tidak tahu, dia tidak marah saja sudah menyeramkan." Ucap Davina.


"Apa, Alan terus ke rumah mu, Gila si Alan, setelah tak terlihat beberapa Tuhan, lalu tiba-tiba muncul."Ucap Jesi menggelengkan kepala mendengar tentang Alan.


Davina menghela nafas berat, Ia begitu pusing memikirkan apa yang harus ia lakukan saat Alan terus mendekati nya. Tiba-tiba terlintas di pikiran nya tentang perkataan Lucas yang menanyai nya, apa ia membutuhkan pengawal. Davina tersenyum dan merasa konyol.


•••

__ADS_1


Setelah jam pulang kelas, Davina dan Jesi harus berpisah saat Davina melihat mobil Fatur memasuki halaman kampus nya, Bukan hanya diri nya, bahkan hampir semua mahasiswa siswi ikut terperangah saat melihat mobil mewah masuk ke dalam kampus mereka.


Melihat reaksi orang-orang, Davina menelan Saliva nya, saat ia turun dari mobil Lucas tak ada tatapan semacam ini, Lalu bagaimana kalau ia sekarang masuk ke dalam mobil itu, Apa yang akan di pikirkan Orang-orang, sementara diri nya di kenal sebagai seorang wanita yang hanya menaiki bis dan bahkan naik Taxi itu pun sangat jarang, lebih sering mengunakan Bis.


"Mobil siapa ya Itu Vin, mewah banget."Ucap Jesi.


"Em.." Davina mendadak gugup, dan tidak tahu harus menjawab apa.


Tiba-tiba ponsel nya berdering. Davina pun lekas mengambil nya. dan melihat kalau itu telefon dari Fatur.


"Kau ingin aku menyeret mu masuk, atau kau masuk sendiri ke sini??" Suara itu terdengar setelah Davina mengangkat nya.


"Apa boleh, menunggu aku di trotoar, aku merasa malu karena orang-orang melihat nanti."Ucap Davina dengan berbisik. Panggilan lansung di matikan Fatur.


Jesi pun agak terkejut saat Fatur berjalan mendekati mereka.


"Cari Siapa Om?, Em Mas."Ucap Jesi yang mendadak gugup.


Mendengar Jesi reflek memanggil Fatur Om, Davina menutup mulut nya dan rasa nya ia ingin tertawa, namun ia menahan nya, Fatur yang melihat Davina tertawa mengertakan gigi nya, memegangi tangan Davina dan membawa nya ke mobil.


"Aku pergi dulu Jes. Bye." Davina masih melambaikan tangan nya pada Jessi, sembari berjalan.


Jesi yang masih bingung hanya menatap Davina yang di bawa pergi, Tangan nya pun spontan melambaikan tangan nya.

__ADS_1


"Siapa pria itu?." Batin Jesi.


Di mobil, Davina masih senyum-senyum menahan tawa nya, Panggilan Jesi yang tanpa sengaja rasanya begitu lucu bagi Davina.


"Apa ada yang lucu?." Tanya Fatur.


"Ha ha ha, Maaf, Maaf." Tawa itu terlepas.


"Aku tak menyangka Ada yang memandang mu seperti Om om." Ucap Davina masih tertawa.


Lucas yang melihat Davina tertawa begitu lepas karena panggilan Jesi yang ia dengar dari Davina barusan pun, membuat ia ingin tertawa juga, namun ia bisa menahan nya dan kembali dengan raut wajah biasa saja.


Perlahan tawa Davina perlahan hilang, saat ia menoleh dan melihat wajah Fatur yang mulai tampak Buram. Davina menundukkan kepala nya, dan memandang keluar jendela dengan salah tingkah.


Mungkin saja tawa nya sebentar lagi akan membuat Fatur menelan nya hidup hidup. "Jalan." Ucap Fatur Pada Lucas.


•••


Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.


Hi, Terima kasih ya masih terus memb


aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.

__ADS_1


Follow Ig Shanti_san18.


__ADS_2