
Saat Fatur terbangun dari tidurnya, tidak ada Davina di samping nya. Ia pun menoleh ke sembarangan arah dan tidak juga melihat wanita itu ada di kamar.
Fatur segera bersiap untuk berangkat ke kantor, Saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat Davina sedang menyiapkan dasi dan pakaian kerja Fatur, Fatur tersenyum saat ia melihat Davina masih menyiapkan pakaian nya.
"Apa kau masih marah pada ku?, Aku tidak bermaksud membuat mu marah. aku hanya tidak suka kau berdansa dengan musuh ku. Aku minta maaf sudah marah pada mu."Ucap Fatur
"Tidak apa apa, Lagi pula aku tidak marah lagi, Aku hanya kesal sebentar, Lagi pulang aku mengerti gerak gerik orang, katakan saja terus terang kalau kau cemburu, tidak ada yang akan memarahi mu."Ucap Davina sembari tangan nya bergerak masih memilih kemeja untuk Fatur. Fatur tersenyum mendengar hal itu. menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ini, cepat pakai, Kakek dan Bibi sudah menunggu kita di meja makan."Ucap Davina.
Fatur menatap Davina dengan tatapan senang dan kagum. "Terima kasih." Fatur mengambil Kemeja yang di berikan oleh Davina dan mengunakan nya.
Mata nya menatap wanita itu sembari tersenyum tipis, Namun Davina mengabaikan nya dan berjalan keluar dari kamar itu, meninggalkan Fatur yang masih melihat punggung wanita itu.
__ADS_1
Saat Fatur sampai di meja makan, Semua sudah menunggu nya.
"Selamat pagi semua."Sapa Fatur.
"Pagi."
Fatur menarik kursi dan Davina segera memerankan sosok Istri yang baik di hadapan bibi Sonia dan kakek, Mengambil makanan untuk Fatur nikmati. Fatur melihat Davina tak berkedip, membuat Bibi Sonia merasa Keponakan nya sangat aneh.
"Apa secinta itu dia dengan wanita itu, sampai ia tidak berkedip menatap nya."Batin Bibi Sonia.
Semua hanya ia tanya dia dalam hati saja, Ia kembali duduk dan menikmati makanan nya.
"Kapan kalian akan pergi berbulan madu?." Tanya Kakek. Davina pada saat itu langsung tersedak hingga membuat nya batuk batuk. Ia segera meraih Air nya dan meneguk nya.
__ADS_1
"Segera kek, Dalam Minggu ini." Jawab Fatur sembari menoleh menatap Davina yang sudah melihat nya dengan mata besar dan senyuman ragu.
•••
"Kau tidak mengatakan nya kalau kita akan pergi berbulan madu dalam waktu dekat?." Ucap Davina komplen saat tidak ada orang di sekeliling mereka, hanya menyisakan mereka saja di kamar.
"Memang nya itu masalah besar bagi mu?, Ini hanya sebuah Formalitas, Kalau kita tidak melakukan nya, makan semua keluarga ku akan curiga, begitu juga keluarga mu."Balas Fatur.
Davina sejenak diam, ia berfikir. "Berapa lama kita disana?." Tanya Davina.
"Hanya seminggu, hitung hitung bonus jalan jalan untuk mu keluar negri."Ucap Fatur.
"Aku tidak begitu tertarik keluar negri, tapi tidak ada salah nya menerima nya."Batin Davina.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, Hanya seminggu kan."Davina duduk dan melipat kedua tangan nya di pinggang dan melihat keluar jendela kamar.
Fatur melihat nya dan tersenyum kecil. tanpa ia sadari ada perasaan yang berbeda saat ia melihat wanita itu, Ia sendiri tidak tahu apa itu, Tapi begiru menyenangkan saat melihat. nya.