Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
06 - Melamar


__ADS_3

"Aku tahu kedatangan kalian kesini, Aku sudah katakan, Aku tidak mau, kau cari saja wanita lain, aku bukan pemilik foto itu." Davina terus bicara sebelum ibu nya datang, karena tak akan ada kesempatan lagi bagi nya untuk bicara, karena hanya dia dan Fatur yang tahu tentang pertemuan kemarin.


"Semua yang kau minta akan aku berikan, termaksud membebaskan ayah mu." Ucap Fatur yang membuat wanita itu berhenti mengumpat.


"Bagaimana kau tahu?." Dengan tatapan Syok Davina menatap Fatur. tak menyangka akan keluar kata itu dari mulut pria itu.


"Semua tentang mu mudah saja untuk ku mendapatkan nya, termaksud alamat rumah mu ini." Ucap Fatur dengan senyuman dingin.


Fatur yang dari sudut pandang Davina begitu menyebalkan sebelum nya, mendadak seolah berubah menjadi menakutkan bagi Davina. Karena terus memaksa nya dan mencari tahu tentang diri nya.


Apa begitu muda data Davina di dapatkan oleh Fatur, hanya berjarak 1 hari saja Fatur telah menemukan diri nya, kalau ia harus bersembunyi, apa masih akan di temukan juga. Batin Davina.


Di tengah pembicaraan serius mereka, bu Asna datang dengan minuman di tangan nya, Davina melihat ibu nya dan berfikir mungkin saja Fatur tahu tentang ayah nya yang di penjara, karena sebelum dirinya turun dari Kamar ke ruang tamu, Ibu nya sudah sempat mengobrol dengan Fatur.


"Oh, jadi dia hanya menggertak sambal saja, dia benar-benar penjahat, semua tentang Papa dia pasti tahu dari Mama."Batin Davina.


"Silakan di minum Tuan."Ucap Bu Asna mempersilakan. Fatur dengan senyuman tipis mengangguk dan mengambil gelas dan meneguk nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan Pak Winto?." Tanya Fatur sembari meletakan kembali gelas di atas meja.


"Saya tidak menyangka Kasus suami saya sudah sampai ketelinga Anda Tuan."Ucap Bu Asna menatap Fatur tak percaya.


"Panggil saja Fatur."Balas Nya lagi.


"Iya Nak Fatur, Suami saya masih di penjara, saya belum memiliki uang untuk membebaskan nya, tapi saya nyakin suami saya tidak bersalah, dia bekerja dengan jujur, pasti ada yang ingin menjebak nya."Tutur Bu Asna dengan sedih, ketika mengingat kembali Suami nya itu. Sontak ucapan ibu nya itu mematahkan dugaan Davina, tentang Fatur yang mungkin tahu tentang ayah nya dari ibu nya.


Davina terdiam dan menatap Fatur tanpa melepaskan pandangan nya, siapa dia, kenapa dia bisa begitu kuda mengetahui nya, kenapa Mama juga begitu sungkan dan canggung pada nya. semua terlintas di pikiran Davina saat ini.


"Cih, sedih kata nya?, dia saja memanfaatkan ku, jangan pura-pura sedih, itu semakin menyebalkan."Davina menguntuk pria yang ada di depan nya itu di dalam hati nya, menatap nya dengan sinis dan malas.


"Terima kasih nak."


"Em Maaf Nak Fatur, kalau boleh tahu apa yang membuat Tuan, Em maksud saya Nak Fatur sampai ke rumah kami?, Apa Nak Fatur mengenal putri saya Davina?." Tanya Bu Asna saat teringat ia tidak mengetahui tujuan Fatur Datang.


Fatur menatap Davina dengan senyuman yang begitu manis jika di lihat begitu saja, tapi bagi Davina itu senyuman yang mengerikan.

__ADS_1


"Tentu saja kami kenal, Kami saling mengenal."Balas Fatur.


Bu Asna menatap Davina penuh heran, karena tadi putri nya bilang tidak mengenal yang nama nya Fatur.


"Jadi Kamu kenal nak?, tadi kamu bilang gak kenal."Ucap Bu Asna.


Davina pun tersenyum ragu. "Tadi kan Davina baru bangun tidur ma."Balas Davina beralasan dengan senyuman bodo.


"Kedatangan saya untuk melamar Davina menjadi istri saya Nyonya." Ucap Fatur lekas membuat kedua mata Davina terbelalak.


"Apa yang dia katakan, Aku rasa dia sudah gila karena kebelet menikah, Astaga, apa yang harus ku katakan pada Mama." Davina menutup kedua mata mau, Sesak sekali dada nya, membuat ia rasa nya malu untuk membuka mata nya kembali.


"Bagaimana dia bisa dengan pede berfikir aku akan menerima pernikahan ini." Davina rasa nya ingin meremas mulut Fatur yang seenaknya ingin melamarnya, padahal ia belum menyetujui.


"Benarkah itu Davina?, Kamu sudah tahu kedatangan Tuan Fatur untuk melamarmu?." Tanya Bu Asna.


Davina tak bisa menjawab ucapan ibu nya saat ini, ia lekas berdiri, membuat semua orang mengangkat kepala melihat nya.

__ADS_1


__ADS_2