
Davina di dalam kamar dan bersantai membaca novel kesukaan nya sembari menunggu malam tiba. Ia masih terlalu baru dan sungkan untuk berbaur dengan mereka. hingga ia memilih untuk berada di kamar saja.
Di tengah asik nya membaca, tiba-tiba Kamar nay di ketuk, Ia pun segera turun dari tempat tidur dan membuka pintu.
"Iya?."
"Nona, ini gaun yang di titip Pak Ben, dia meminta saya mengantarkan ke kamar anda."Ucap Pelayan.
"Apa Fatur sudah kembali?." Tanya Davina pada Pelayan dengan suara pelan agak berbisik.
"Belum Nona, yang mengantar gaun ini orang lain Nona."Balas Pelayan itu.
"Oh begitu kah, Baik lah. terima kasih ya."Balas Davina. lalu menutup pintu setelah Pelayan itu pergi dari ambang pintu kamar nya.
Davina membuka Gaun nya yang tampak terlihat begitu indah dan mewah, Membuat Davina jatuh hati pada pandangan pertama.
Saat hari sudah mulai akan membenamkan diri nya, Davina keluar dari kamar, dan melihat kakek Tampak sedang memijit kaki nya sendiri. Davina pun menghampiri Kakek itu. meski agak canggung karena sikap kakek sangat diam saat ia datang ke rumah ini, Tapi Davina tetap menghampiri nya karena hati nya tergerak untuk bertanya.
"Kek, Kakek kenapa?." Tanya wanita itu dengan hati-hati. Kakek tampak diam, Davina sudah menduga ia tidak akan mendapatkan jawaban. Namun ternyata ia salah.
__ADS_1
"Kaki saya terasa pegal." Ucap kakek. Mendapatkan jawaban nya, Davina tersenyum hanya karena ia mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya itu.
"Saya bantu pijit kek."Ucap Davina dan lekas mendekati kaki kakek tanpa menunggu jawaban kakek.
Dengan hati hati ia memijit kaki kakek. Kakek pun tampak tidak menolak sama sekali.
"Bagaimana kek, Enak kan pijitan ku?." Tanya Davina penuh percaya diri. Kakek pun tampak tersenyum kecil dan menganggukkan kepala nya.
Davina begitu semangat mengajak Kakek mengobrol untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka. begitu semangat mulut nya bicara dan ia juga merasa nyaman karena kakek sangat menjadi pendengar yang baik tanpa menyela nya.
Fatur yang baru saja kembali dari kantor melihat pemandangan di depan nya itu, sejenak dari jarak yang tidak terlalu jauh ia mengamati bagaimana Davina memperlakukan kakek nya.
"Kek." Sapa Fatur lalu duduk di kursi samping kakek nya.
"Sudah pulang kamu, bagaimana kerjaan di kantor."Balas Kakek.
"Seperti biasa kek." balas Fatur.
"Kaki kakek sakit, Tapi ada Davina yang pandai memijit." Tutur Kakek.
__ADS_1
Fatur mengangguk lalu menatap Davina, Davina pun menatap pria itu mengedipkan mata nya dengan centil membuat Fatur salah tingkah dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Hm." Fatur mendehem.
"Kek, Aku ke kamar dulu."
"Iya, pergi lah, habis itu keluar, kita akan makan malam."Balas Kakek. Fatur mengangguk lalu berjalan pergi. mata nya menatap Davina sembari berjalan pergi.
•••
"Kau sangat pandai berakting."Ucap Fatur saat Davina masuk ke dalam kamar untuk mencuci tangan nya.
"Hah?, Berakting?."Davina mengerutkan kening nya menatap pria yang sedang memakaikan baju nya. tampak tubuh nya masih basah baru selesai mandi.
"Oh, Maksud mu soal kakek?." Tanya Davina lagi.
"Hei Tuan Fatur yang terhormat, itu bukan akting, itu tulus. minimal ketulusan saya itu membuatku bisa mendapatkan hati orang rumahmu."Balas Davina cemberut.
"Bagus lah kalau begitu, Kerja yang bagus."Balas Fatur. Davina memutar bola mata malas nya.
__ADS_1