Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
14 - Datang Menjemput


__ADS_3

Fatur baru saja mendaratkan diri nya di kursi kerja nya di kantor, menyala laptop nya. tiba-tiba pintu kantor nya terbuka dan Ferly masuk ke dalam ruangan nya.


"Pagi tur." Sapa ferly.


"Hei, tumben kau datang sepagi ini?, kau tidak ke kantor??" Tanya Fatur sembari menatap monitor laptop nya.


"Aku sengaja singgah dulu kesini, ingin mendengar proses kau mendapatkan wanita itu, apa itu berhasil?." Tanya Ferly. Fatur pun menyungging kan senyuman nya kala mendengar kata proses.


"Menurut mu, apa proses ku akan panjang untuk hal seperti ini?."


"Iya, iya, aku tahu kau tidak bisa di ragukan dalam hal ini, makanya kau menjmblo begitu lama."Ucap Ferly.


"Kau mengejek ku??".


"Iya-iya, lalu kapan kalian akan menikah??"


"Secepat nya."


"Tunjukkan pada ku, mana orang nya, aku sungguh penasaran, barang kali nanti kalian bukan hanya 1 tahun, tapi bisa bersama selama nya." kata Ferly yang penasaran dengan Sosok wanita bernama Davina yang akan menjadi istri sahabat nya itu.


"Nanti kau juga akan tahu "Balas Fatur merahasiakan nya, kalau pun ia ingin menunjukkan pada Ferly foto Davina, ia pun tidak memiliki nya.?


Ferly tersenyum menatap Fatur. "Apa kau mengaminkan perkataan ku??" Ucap Ferly, kini tatapan nya serius dengan senyuman tipis.

__ADS_1


Fatur yang menatap laptop nya pun mengangkat kepala nya, menyandarkan tubuh nya di kursi dan melihat Ferly.


"Aku tidak mengerti?."


"Ah, sudah lah kalau tidak mengerti, Aku akan ke kantor dulu." Ferly menarik nafas dan membuat nya sembari beranjak berdiri.


"Hati-hati."Balas Fatur.


•••


Sementara di rumah. Davina baru saja akan bangun saat Bu Asna membangunkan nya.


"Davina, Bangun sayang." Panggil Bu Asna.


"Iya ma."


Davina lansung melompat bangun dari berbaring nya.


"Mama, kenapa tidak membangunkan ku dari tadi, aku tidak biasa bangun sesiang ini ma." Tutur Davina merasa kesal.


Ia kesal pada diri nya yang akhir-akhir ini sering bangun siang, ia pun tak mengerti apa penyebab nya. Ia sangat takut ketika menjadi istri Fatur nanti, ia akan dalam masalah karena sering bangun siang, apa lagi ia mengingat bagaimana sosok Kakek dan Bibi Fatur yang menyeramkan bagi Davina.


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Suara mobil terdengar saat Davina menuruni anak tangga, mata nya mencari dan melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Tak berselang lama, Lucas menaiki anak tangga dan berdiri di ambang pintu, Davina pun segera pamit pada ayah dan Ibu nya dan menghampiri Lucas.


"Sudah siap Nona?."


"Kita mau kemana?." tanya Davina.


"Nanti anda akan tahu nona." Lucas lalu berjalan ke mobil lebih dulu. membukakan pintu untuk Davina. Davina mendonggakkan kepala nya melihat ke dalam mobil, berfikir Fatur ada di dalam nya. namun tidak ada orang di dalam nya.


"Dimana Dia?." Tanya Davina.


"Tuan sudah menunggu anda di sana Nona, Silakan Naik, agar tuan muda tidak menunggu kita terlalu lama."Balas Lucas. Davina mengangguk dan mendekati pintu yang sudah di buka oleh Lucas.


Sebelum Davina masuk ke mobil, ia berdiri di samping mobil dan menatap Lucas, Lucas pun menatap Davina menunggu wanita itu yang seperti ingin bicara sesuatu. namun Davina ragu, ia malah berdiri diam.


"Ada apa Nona?." Tanya Lucas.


"Em, Apa pakaian ku sesuai dengan tempat yang akan kita datangi?." Tanya Davina. ia sungguh takut melakukan kesalahan lagi dan akan membuat ia kembali di hina oleh Bibi Sonia yang masih teringat jelas kata-kata nya di pikiran Davina.


"Silakan Nona." Lucas tanpa menjawab pertanyaan Davina, Davina pun dengan cemberut ia masuk ke dalam mobil, dan Lucas segera menutup pintu nya.


Lucas menarik nafas berat dan membuang nya sebelum ia masuk ke dalam mobil dan membawa Davina ketempat di mana Fatur telah menunggu mereka.


Davina duduk di belakang, melihat Lucas yang menyetir. melalui kaca spion Lucas melihat Davina memandangan nya dengan sinis.

__ADS_1


"*Kenapa dia harus bersikap seperti itu?, memang semua sekertaris seperti itu?, Drakor yang ku tonton seperti nya tidak begitu."Batin Davina jengkel karena Lucas tidak menjawab pertanyaan nya tadi, bagaimana kalau ia melakukan kesalahan lagi.


Davina lalu melihat diri nya, pakaian nya cukup tapi, ia rasa tidak ada masalah*.


__ADS_2