
Seseorang wanita masuk ke dalam lift dan Fatur tanpa sengaja menoleh, Ia melihat Vania menangis dengan pipi yang merah. membuat Fatur agak terkejut melihat wanita yang pernah mengisi hati nya dulu. ragu untuk menghampiri Vania, Hingga akhir nya ia memutuskan menghampiri dan bertanya ada apa.
"Ada apa dengan mu?." Tanya Fatur, Apa lagi saat ia melihat Di tepi bibir Vania mengeluarkan Darah.
Vania menundukkan kepala nya, tidak mau menatap Fatur. Fatur menarik nya keluar dari lift untuk menanyakan keadaan nya, semua hanya karena kemanusiaan. Fatur merasa iba dan ingin menolong saat melihat seseorang dalam bahaya.
"Aku tidak apa apa." Balas Vania datar.
"Siapa yang melakukan ini pada mu?." Tanya Fatur lagi. tangisan Vania pun kembali pecah, Ia lalu memeluk Fatur. Fatur agak terkejut, namun kondisi Vania membuat ia tidak bisa menolak nya. ia hanya berdiri diam dan membiarkan wanita itu memeluk nya sejenak.
"Mungkin ini karma yang harus ku terima karena sudah menyia-nyiakan mu Fatur, Maafkan aku."Ucap Vania. Fatur menelan Saliva nya saat mendengar kata kata itu.
__ADS_1
"Vino yang melakukan nya?." Tanya Fatur lagi.
"Aku tidak apa apa, Aku akan kembali ke kamar ku."Ucap Vania.
"Aku akan mengantar mu ke kamar."Ucap Fatur sembari melepaskan pelukan Vania dan membuka pintu lift.
Semua yang tadi terjadi di lihat oleh Davina yang keluar dari toilet. Davina hanya diam melihat suami nya masuk lift dengan mantan nya.
saat pintu kamar di buka, Ia berharap menemukan semua nya ada di dalam, Namun tidak, Fatur Tidak ada di dalam kamar, Kemana ia bersama Vania tadi. Davina pun menunggu dengan perasaan yang masih syok dan Cemas. Menunggu hingga setengah jam berlalu, Fatur pun baru kembali ke kamar.
Davina menyambutnya dengan senyuman. "Kamu dari mana?, aku pikir tadi kamu sudah ke kamar duluan." Tanya Davina.
__ADS_1
wanita itu pura pura tidak tahu dan bersikap biasa saja, Ia ingin mendengar lansung jawaban dari Fatur. Namun ia tidak berharap Fatur akan membohongi nya.
"Aku tadi cari makanan dulu, tapi ternyata tidak ada."Ucapan itu keluar dengan terbata bata, Karena itu adalah perkataan kebohongan nya.
Davina masih dengan senyuman nya, Walau hati nya kecewa pun menganggukan kepala nya.
"Oh, Aku mau tidur dulu."Ucap Davina. ia lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur dan berbaring menyamping membelakangi laki laki itu.
Fatur menatap Davina, Ia merasa sangat bersalah karena sudah membohongi wanita itu, ia tidak pernah menyangka kalau Wanita itu sudah tahu, Ia berbohong karena ia tidak ingin Davina salah paham pada nya.
ia pun rasa tidak perlu menjelaskan hal semacam ini, karena hubungan nya dan Davina Hanya sebatas Nikah Kontrak saja.
__ADS_1
Davina hanya berbaring menyamping saja, Ia tidak benar benar tidur. Ia merasa sakit hati dan sedih karena Fatur membohongi diri nya, Untuk apa harus berbohong kalau bisa di ungkapkan jujur. Davina tidak mengerti kenapa dan apa yang terjadi antara Vania dan Fatur tadi. ia tidak memiliki jawaban dan hanya bisa menerka nerka saja.