
Di Kampus.
Davina sampai di kampus dengan wajah yang buram, Jesi sahabat nya menghampiri nya, Lekas Davina pun tersenyum senang saat ia kembali bertemu dengan Jesi teman nya yang telah lama pindah keluar kota, kini pulang kembali ke kota ini untuk melanjutkan kuliah S2 nya
Davina pun baru saja keluar dari ruangan Dosen. karena ia baru saja di beri surat peringatan oleh dosen karena tidak ada kabar beberapa hari ini.
"Vin, Aku merindukan mu." Jesi dan Davina saling berpelukan beberapa saat melepaskan rindu mereka.
"Aku juga merindukan mu Jes, kau terlihat semakin cantik."Ujar Davina.
"Benarkah?, padahal aku merasa aku semakin gemuk."
"Tidak, tidak, kau terlihat cantik."
"Makasih Vin, Aku senang bertemu dengan mu lagi, selama ini kita hanya bertelefonan aja." Ujar Jesi. Davina tersenyum mengangguk.
"Em... Vin, bagaimana keadaan Paman Winto?, Maaf Vin, kemarin saat aku datang, aku mendengar kabar..." Tanya Jesi ragu-ragu.
"Yang kau dengar itu benar Jes, tapi Ayah ku ssudah baik-baik saja, dia sudah bebas."Balas Davina.
"Tapi kenapa kau tidak pernah cerita pada ku??" Tanya Jesi.
"Aku tak ingin kau khawatir."Balas Davina sembari mengajak Jesi berjalan.
__ADS_1
"Jes, Aku senang kau kembali melanjutkan S2 mu, Aku saja masih menyusun skripsi ku yang tidak kelar-kelar, Hari ini aku bahkan di panggil karena tidak kuliah beberapa hari."
"Kau tidak izin?." Davina mengelengkan kepala nya.
"Sudah lah, yang penting kau sudah ada disini, Ayo kita ke kantin dulu untuk makan."Ajak Jesi, Davina pun mengiyakan walau sebenarnya tadi ia sudah sarapan.
•••
"Apa?, Alan ada disini??" Tanya Jesi terkejut mendengar Cerita Davina tentang ia bertemu Alan pagi ini.
"Lalu kau bicara apa dengan nya?."
"Aku mengusir nya pergi, karena ia tak pergi juga, jadi aku yang pergi, itu sebab nya aku telat datang, maaf ya." kata Davina.
"Mungkin dia masih mencintai mu Vin, itu sebab nya dia masih datang pada mu." Ucap Jesi. Davina mengelengkan kepala nya, ia pun tak ingin membahas soal Alan dan menganti Topix pembicaraan.
Di tengah obrolan mereka, ponsel Davina berdering.
"Iya hallo?."
"Nona, Anda Dimana??" Tanya Lucas.
"Di kampus, Ada apa?."
__ADS_1
"Soal syarat yang ingin anda berikan, apa kah kota bisa bertemu?."Tanya Lucas.
"Iya Bisa, kita bertemu di cafe sky saja dekat kampus ku."Ucap Davina.
"Kau pasti sudah tahu kan aku berkuliah dimana??" Davina mengucapkan nya dengan nada mengejek.
"Baik Nona."
"Aku pikir dia tidak tahu." Batin Davina.
"Siapa Vin??" tanya Jesi pada Davina saat panggilan telefon berakhir.
"Temen." jawab Davina ragu. Jesi pun mengangguk mengerti.
Davina ingin menceritakan pada Jesi tentang pernikahan nya beberapa hari lagi, tapi ia pun ragu untuk mengatakan nya, Ia pun memutuskan untuk menunda memberitahu Jesi tentang hal ini.
"Apa saja syarat untuk pernikahan ku dengan dia?, Aku bahkan belum memikirkan hal itu karena kesibukan ku?." Batin Davina memikirkan syarat yang akan ia berikan pada Fatur setelah menikah.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus membaca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
__ADS_1
Follow Ig Shanti_san18.