
"Davina." Davina menoleh saat nama nya di panggil.
"Selamat untuk pernikahan mu dengan Fatur."Ucap Alan, sembari memberikan sebuket bunga besar untuk wanita yang pernah mengisi hati nya, bahkan sampai saat ini.
"Makasih Alan." Balas Davina. Ia mencoba untuk berbaikan dengan perasaan nya, tidak lagi membenci Alan.
"Davina." Fatur datang menghampiri Davina yang sedang bicara dengan Alan. Davina menengadahkan kepala nya menatap Fatur yang sudah ada di samping nya.
"Iya."
"Selamat untuk pernikahan anda Tuan Fatur."Alan mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Fatur.
Fatur melihat Alan dan melihat tangan yang di ulurkan, ia menyambut ucapan nya dengan baik.
"Terima kasih Tuan Alan, Kau sudah mau menghadiri undangan yang ku berikan."Ucap Fatur.
Mendengar hal itu Tentu saja Davina sangat terkejut, ia menatap Kedua pria itu bicara.
"Jadi Alan datang karena undangan Fatur, aku kira dia datang karena Jesi, atau memang karena dia ingin mengucapkan selamat pada ku, dari mana dia tahu rumah Alan, Aku benar benar tidak mengerti."Batin Davina. banyak yang ada di pikiran nya saat ini ingin ia tanya pada nya Fatur.
Fatur mengajak Alan untuk bicara bersama Ferly yang kala itu juga ada disana, dan meninggalkan Davina dan Jesi berdua saja. Alan menatap Davina dengan tatapan yang tergambar jelas sedih nya, sebelum ia mengikuti langkah Suami Davina.
"Kau pasti terkejut kenapa mereka bisa saling mengenalkan Vin."Ucap Jesi, Davina menganggukan kepala nya menatap kedua pria itu berjalan pergi, sebelum akhir nya ia menatap Jesi.
"Aku juga baru tahu Vin, ternyata Alan adalah rekan bisnis ayah nya Fatur, Makanya dia juga di undang oleh Fatur."Balas Jesi.
"Begitulah?.
"Davina sangat tidak menyangka ini akan sangat kebetulan sekali, Ia pun tidak tahu apa kah Fatur ingat pertemuan kemarin kalau ia dan alan adalah sepasang mantan yang baru saja bertemu kembali.
Namun kembali terbenak di pikiran Davina, untuk apa Fatur memusingkan hal itu, Toh mereka baru mengenal dan masih belum ada perasaan apa pun, dan bahkan mungkin semua akan berakhir seperti yang di ingin Fatur.
__ADS_1
Setelah Acara selsai Davina dan Fatur pun di antar Robi ke rumah baru mereka, tentu saja iring-iringan mobil pengantin di ikuti oleh orang tua Davina, Jesi dan Alan, serta Ferly.
Davina pun kini akan menjadi anggota baru di rumah Fatur yang hanya di huni oleh Kakek dan Fatur saja.
"Papa pulang dulu sayang, jaga diri mu."Pak Winto memeluk Putri nya dengan erat, rasa senang dan haru bercampur jadi 1, karena putri mereka harus ia lepaskan tinggal dengan suami nya.
Mendengar ucapan ayah nya, Davina menitikkan air mata.
"Pintu kami selalu terbuka untuk mu."Ucap Bu Asna setelah nya.
Setelah keluarga nya pulang, Davina pun masuk ke dalam bersama Fatur, kakek yang sudah lebih dulu pulang karena harus istirahat menghampiri mereka.
"Kakek." Sapa Davina dengan sopan nya.
"Kakek belum tidur?." ,,Tanya Fatur.
"Belum, Istirahat lah Davina, Itu kamar kalian, saya mau bicara dengan suami mu sebentar."Ucap kakek sembari menunjuk ke sebuah arah kamar.
Dengan Sopan Davina menundukkan kepala nya lalu berjalan melewati mereka.
Tak berselang lama, Fatur pun masuk ke dalam melihat Davina tampak masih memandangi kamar itu.
"Tidur lah, Aku akan keruangan kerja ku."Ucap Fatur sembari mengambil pakaian di dalam lemari.
"Dan ini lemari kosong untuk mu."Ucap Fatur.
Davina baru menoleh dan melihat kamar itu di isi 2 lemari yang berdempetan, tampak sangat bagus.
•••
Fatur yang berada di ruangan kerja nya di hampiri Lucas yang masuk dengan sebuah undangan yang tampak mewah, tentu saja itu bukan undangan biasa.
__ADS_1
Itu adalah Undangan ulang Tahun perusahaan, yang hanya di hadiri oleh orang-orang penting.
"Ini undangan dari Emerald group." Ucap Lucas.
Mendengar nama perusahaan Emerald Group, Reaksi Fatur agak terkejut, Ia sungguh tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, walau hanya untuk bersaling sapa.
hubungan Fatur dengan Anak Pemiliki Emerald Group bernama Vino menegang, karena Vino merebut mantan kekasih Fatur dulu.
"Buang saja." Ucap Fatur.
"Sebelum nya utusan mereka yang datang mengantar undangan juga mengatakan pesan dari Tuan Vino."
"Apa pesan nya?."
"Kalau sudah melupakan Nona Vania, jangan bersembunyi lagi." Lucas mengatakan apa yang di katakan pengantar Undangan.
Mendengar hal itu, Fatur mengertakan gigi nya, Ia memukul keras meja.
"Lain kali, Tunggu esok hari baru memberi ku ini."Fatur tampak Marah dan menunjukkan undangan di depan Lucas, sebagaimana yang di maksud.
"Maaf Tuan."
"Kau boleh pulang."
Lucas menundukkan kepala nya pada Fatur, sebelum berjalan keluar.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus memb
__ADS_1
aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
Follow Ig Shanti_san18.