
Di kantor.
Fatur teringat dengan perkataan Davina, Yang mengatakan kalau diri nya terlalu membosankan, dan dia tidak masuk dalam kriteria laki laki yang ia sukai. Perkataan itu seperti menjatuhkan harga diri nya sebagai laki laki yang biasa nya mendapatkan banyak tatapan kagum dan di cintai banyak wanita, Lalu kenapa wanita itu tiba tiba seorang wanita ini bisa mengatakan hal itu.
"Apa aku benar benar tidak menarik."Kini ia berdiri di depan kaca wastafel, Melihat diri nya di cermin yang besar itu.
"Maksud mu, kau tak akan jatuh cinta pada ku?."Pertanyaan yang harus nya ia tujukan pada Davina, tapi hanya mampu ia tujukan di dalam cermin.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan itu sangat menganggu, membuat laki laki itu menghela nafas dengan kasar. Karena ia sedang asik melihat diri nya dengan banyak penuh tanya di pikiran nya.
__ADS_1
"Ada apa?." Fatur membuka pintu dan sudah tahu itu pasti Lucas.
"Bos, Kita ada Meeting 3 menit lagi."Ucap Lucas.
Fatur mengangkat tangan nya dan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya, Ia menghela nafas lagi.
"Astaga, Aku hampir lupa."Fatur segera mengambil Jas kantor nya. "Ayo." Ajak nya pada Lucas yang berdiri menunggu nya.
Saat meeting selesai dan klain sudah pergi, menyisahkan Fatur dan Lucas. Fatur masih duduk di sana memikirkan Davina.
"Menurut mu, Apa pakaian ku hari hari terlalu formal?." Tanya Fatur
"Iya bos, Karena ini kan Kantor, tidak mungkin berpakaian santai bos." Balas Lucas agak terbata bata dengan pertanyaan yang begitu aneh.
"Berarti benar kata nya." Fatur segera beranjak dari tempat duduk nya. Lucas hanya diam agak terkejut melihat bos nya berdiri seolah begitu banyak Power di dalam tubuh nya secara tiba tiba.
__ADS_1
•••
Davina yang sedang mengobrol dengan kakek di lihat oleh Fatur, ia mengerutkan kening nya saat ia melihat Wanita itu tampak begitu akrab dengan Kakek nya, entah sejak kapan mereka berdua bisa saling berbicara, Apa karena Masakan Nya Enak?. pikiran Fatur pun teringat Pada Davina yang akhir akhir ini memasak, dan berfikir Davina berhasil mendapatkan hati Kakek nya yang biasa bersikap dingin dengan wanita itu.
Fatur berjalan masuk dan menghampiri kedua nya. "Sudah pulang tur."Ucap Kakek.
"Iya Kek." Fatur melihat Davina, Davina mengedipkan mata nya untuk menggoda nya.
"Aku ke kamar dulu kek."Balas Fatur.
Mata nya melihat Davina sembari melangkahkan kaki nya meninggalkan ruangan santai kakek nya, Davina mengerutkan kening nya karena di tatap seperti itu oleh laki laki itu.
Fatur masuk ke dalam kamar dan membuka lemari nya dan mencari pakaian yang santai untuk ia kenakan, ia melihat pakaian jalan nya dan mengambil nya, mencoba untuk mengenakan nya, tapi ini terlalu sempit, Fatur bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir ia memakai pakaian ini, Karena hari hari nya biasa hanya ia habiskan di kantor dari pagi hingga malam, dan dengan pakaian kantor juga ia habiskan hari hari nya.
Davina melihat Fatur dari luar dengan mengintip di sela pintu yang tidak tertutup sempurna pun tersenyum menahan tawa nya.
__ADS_1