
Perjalanan menuju ketempat Yang Davina tidak tahu dimana, Ia hanya duduk di kursi penumpang dan mata nya menyusuri jalanan, saat melewati sebuah kampus, Davina lansung teringat pada kuliah nya, Sudah beberapa hari ia tidak kuliah, teman-teman kampus juga sudah menghubungi nya, tapi masalah yang Davina hadapi membuat ia tidak ingin pergi, tidak ada gairah bagi Davina untuk belajar, apa lagi setelah ia akan menikah Dengan Fatur, apa ia masih di perbolehkan untuk Kuliah?." Batin nya.
Davina menghela nafas berat dan itu semua di lihat oleh Lucas.
Mobil pun sampai di sebuah butik yang sangat besar, mobil mobil mewah berjejeran menandakan ini adalah butik orang-orang kaya.
"Silakan Nona."
Davina turun dari mobil dan melihat sekitaran, sebelum ia akhirnya masuk ke dalam bersama Lucas.
Tampak Fatur tengah bicara dengan beberapa orang disana, Davina menghampiri nya mengikuti langkah Lucas dan berhenti di depan Fatur. Davina dengan sopan menundukkan kepala menyapa orang-orang disana.
Fatur yang melihat pun tampak datar, namun seperti tidak senang dengan Davina.
Davina yang melihat reaksi Fatur pun kembali hilang kepercayaan diri nya saat mengira ia sudah tampil dengan baik.
Fatur mengangkat tangan nya untuk memanggil, dan meminta manager butik itu membawa Davina untuk beranjak dari sana.
"Mari Nona ikut dengan saya."Ucap seorang wanita yang tinggi dan cantik, bak model membuat Davina yang hanya setinggi di bawah bahu wanita itu pun merasa minder.
Davina lalu berdiri mematung melihat begitu banyak gaun yang indah, Kini Davina pun mengerti mengapa ia ada disini.
__ADS_1
"Silakan di pakai Nona."Ucap Seorang wanita.
Davina mengiyakan, di tuntun ke sebuah ruangan dan mencoba pakaian itu.
Davin tersenyum melihat diri nya yang tampak aneh dengan gaun pengantin, bak putri dalam dongeng, itu yang dapat menggambarkan gaun yang sedang di kenakan Davina saat ini.
Di depan cermin yang begitu besar, Davina mutar sedikit tubuh nya ke kiri dan kanan untuk bisa melihat lekuk tubuh nya.
Senyum Davina perlahan memudar saat Fatur masuk dan melihat nya dengan gaun pengantin, Mata Itu seolah terhipnotis, membuat ia membeku dan menatap Davina begitu Lama.
"Bagaimana Tuan gaun nya, ini terlihat cantik di tubuh calon istri anda."Ucap Manager butik itu. Fatur mengangguk kecil kepala nya.
"Baik Tuan."
Manager pun berlalu pergi sebentar, hingga hanya meninggalkan Davina Dan Fatur.
Davina hanya melihat Fatur dari balik pantulan cermin.
"Ternyata kau tidak begitu buruk mengenakan ini."Ucap Fatur.
"Aku juga tidak jelek sekali seperti yang kau kata kan, Aku masih laku kalau di penjual beli kan, tidak seperti yang kau katakan."Ketus Davina dengan suara kecil.
__ADS_1
"Jadi kau siap untuk ku jual??" Tanya Fatur dengan senyuman mengejek.
"Hei, awas saja kalau kau macam-macam."Balas Davina, ia tahu itu tidak serius, tapi amat menyebalkan saat terdengar.
"Mari Nona." Ajak Manager itu saat kembali bersama seorang wanita cantik lain nya, Fatur pun berlalu pergi dari ruangan itu.
"Sudah mau di buka ya?." Tanya Davina.
"Tidak Nona, bukan Nona akan melakukan pemotretan dengan Tuan Fatur."Ucap wanita itu yang adalah seorang MUA. mendengar hal itu Davina hanya diam saja.
Fatur mau pun Lucas tidak memberitahu nya apa-apa pada nya, tentu saja Ia tidak tahu. Davina pun memilih diam dan mengikuti kemana dan apa yang harus di lakukan.
"Nona Davina sangat beruntung bisa menikah dengan Tuan Fatur."Ucap MUA mengajak Davina mengobrol. Davina membalas dengan senyuman nya.
"Sudah berapa lama pacaran nya Nona?." Tanya MUA lagi.
"Baru-baru."Balas Davina.
"Wah Banyak wanita pasti patah hati bersama karena Tuan Fatur menikah dengan wanita cantik seperti Nona Davina."Ucap nya lagi.
"Patah hati bersama, memang nya sebanyak apa wanita yang menyukai Fatur, apa dia sepopuler itu, meski dia lumayan tampan, tapi aku bahkan tidak terpesona saat aku bertemu dengan nya pertama kali, pakaian nya malah seperti Om Om, dengan jas dan celana kantor."Davina tertawa di dalam hati nya, rasa nya ketawa nya itu ingin ia keluar kan tanpa harus di tahan-tahan.
__ADS_1