Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
36 - Belajar Memasak


__ADS_3

Mobil melaju sampai di depan rumah orang tua Davina, Davina dengan segera turun dari mobil. Fatur pun menatap Davina yang turun dari mobil.


Davina memajukan bibir nya seolah menunjukkan kekesalan dengan Fatur. sebelum ia berjalan masuk tanpa mengatakan apa pun lagi.


"Cih, apa kau lihat dia?, Dia bahkan tidak mengucapkan terima kasih pada ku."Ucap Fatur pada Lucas. Lucas hanya tersenyum tipis dan menganggukan kepala nya.


"Aku tak mengerti kenapa wanita seperti itu."Ucap Fatur pun kesal pada Davina yang rasa nya terlalu berlebihan.


Lucas pun hanya menjadi pendengar yang baik, sembari menjalankan mobil nya.


Davina masuk ke dalam rumah, membuat Bu Asna dan Pak Winto terkejut melihat putri mereka pulang di hari pertama nya menikah.


"Davina, Kamu datang sendiri nak??" Tanya Bu Asna, sembari menoleh ke arah pintu utama, tentu saja mencari sosok Fatur, suami putri nya.


"Kamu ga ada masalah kan sama Fatur?." Tanya Bu Asna lagi ketika ia melihat raut wajah Davina yang tampak murung.1


"Ada masalah ma." Ucap Davina. Sontak kedua mata Bu Asna membulat besar saat ia mendengar hal itu.


"Masalah apa?." Tanya Bu Asna lagi, sembari ia megandeng tangan putri nya untuk duduk di kursi.


"Ayo, Ayo duduk sini. coba ceritakan pada Mama, ada masalah apa kamu sama Fatur?." Tanya Bu Asna.


"Bukan sama Fatur Ma, tapi sama keluarga nya, Aku tidak bisa memasak ma, tapi besok mereka meminta ku memasak untuk mereka, apa yang harus aku lakukan ma. aku kan tidak pandai memasak." Ucap Davina dengan tidak bersemangat.

__ADS_1


Bu Asna menghela nafas nafas mendengar, merasa sedikit lega karena Putri nya dan menantu nya tidak ada masalah sama sekali.


"Kalau itu kan bisa belajar, ayo kita belajar kalau begitu."Ajak Bu Asna.


Davina melebarkan senyuman nya, memang itu yang aku mau, makanya aku datang."Balas Davina memeluk lengan ibu nya dengan manja.


"Tapi, Fatur apa dia tidak marah kamu datang kesini?." Tanya Bu Asna lagi.


"Tentu saja tidak ma, dia sangat mencintai ku, jadi Mama tidak perlu khawatir pada ku ma, kan tadi dia yang mengantarku kesini, cuman dia harus lansung pergi ke kantor." Tutur Davina untuk menghilangkan kegelisahan di hati ibu nya.


Meski ia sebenarnya ingin muntah saat mengucapkan kalimat kalau Fatur mencintainya, Pria itu bahkan membuat nya kesal sebelum sesaat ia sampai kesini.


•••


Sementara Fatur tampak duduk di belakang, menatap ke jalanan, tiba-tiba saja pikiran nya di penuhi tentang emerald group, musuh nya sejak dulu.


"Besok Bos, apa kita akan pergi?."Tanya Lucas memastikan pada Fatur.


"Iya, Kau siapkan wanita itu, Aku malas harus bicara dengan nya."Ucap Fatur mengenai Davina.


"Baik Bos."Balas Lucas.


Fatur kembali mengingat tentang Vino yang sudah merebut kekasih nya dulu, Sangat menyakitkan bagi Fatur saat tahu dulu, tapi semua sudah berlalu, Ia pun lagi mau memikirkan hal itu.

__ADS_1


Tapi tentu saja untuk kembali bertemu dengan Vania, wanita yang pernah ia cintai dulu, membuat ia sedikit kacau fokus nya hari ini, hingga ia hanya menghabiskan waktu nya di dalam ruangan dan makan pun ia tidak berselera sama sekali.


•••


Saat tengah asik menatap layar monitor nya, tiba-tiba pintu kantor nya terbuka dan Davina masuk ke dalam.


Sontak saja Fatur mengangkat kepala nya untuk melihat siapa yang masuk seenak nya tanpa mengetuk.


"Selamat siang Mu Husband."Sapa Davina dengan wajah tanpa rasa bersalah. Fatur menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi, lalu melipat tangan nya menatap Davina.


"Apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk?." Tanya Fatur.


Davina memicitkan mata nya menatap Fatur.


"Kau ini, setiap hari harus marah-marah seperti itu?, hampa sekali hidup mu, tidak asik sama sekali."Ucap Davina dan duduk di kursi.


Fatur membuang nafas berat, tak ingin meladeni Davina. "Untuk apa kau datang?." Tanya Fatur.


"Ini, aku buatkan makan siang untuk mu, Ayo makan, dan beri aku nilai."Ucap Davina dengan semangat, ia ingin memastikan selera Fatur yang mungkin saja sama dengan keluarga besar nya, dan ingin tahu juga seberapa layak makanan yang di anggap spesial di keluarga Davina. yang kini sudah Davina masak dan pelajari dari ibu nya itu.


"Aku tidak mau." Ucap Fatur.


"Kau harus Mau Mas Fatur yang tampan, Ini menyangkut harga diri ku sebagai istri mu." Tutur Davina.

__ADS_1


"Kalau kau tidak bisa memasak, katakan saja, Meski tak bisa memasak pun, mereka tidak akan bisa merubah apa pun dalam hubungan kita."Tegas Fatur.


"Enak saja dia bicara seperti ini, dia kira aku mau di pandang rendah oleh Bibi nya itu, tidak, tidak akan." Gumam Davina dalam hati nya.


__ADS_2