Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 13 "Ingatan Masa Lalu"


__ADS_3

Udah like belum say..? Cuzz... like dulu yah โœŒ. Yang baru mampir salam kenal yah.., kasih rate5 dan vote dulu yah ๐Ÿ‘.


.


...


.


๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


.


...


.


Dikediaman Keluarga Khanna,


Ny. tara berada diruang kerjanya. Ia sedang memeriksa beberapa file kontrak kerjasama yang sedang ditangani Varun beberapa waktu lalu. Ia harus memantau dan memastikan bahwa pekerjaan Varun benar-benar sempurna. Dikarenakan Varun baru menekuni profesi barunya itu beberapa bulan.


Tak berapa lama, Asisten pribadinya Sam datang menghampiri.


"Maaf Nyonya," ucapnya didepan pintu.


"Ada apa ?"


"Ini tentang Tuan Muda Nyonya," ujar Sam. Ny. Tara mengangguk menyuruh lelaki itu lebih mendekat. Sam berdiri disamping meja Ny. Tara.


"Apa yang terjadi ?" tanya wanita paruh baya itu menghentikan sejenak pekerjaannya.


"Tuan Muda saat ini sedang bersama gadis itu Nyonya, mereka saat ini sedang bertemu di sebuah Cafe Shop" ucap Sam memberitahu informasi yang ia dapat dari mata-matanya.


Ekspresi wajah Ny. Tara berubah kesal setelah mendengarnya. Tanpa bicara, wanita paruh baya itu menggerakkan jemarinya menyuruh Sam keluar. Asisten Sam mengangguk dan berbalik meninggalkan majikannya.


Ny. Tara tampak berpikir sejanak.


"Sepertinya gadis itu terlalu keras kepala, Aku harus lebih keras lagi kepadanya" gumam Ny. Tara didalam hatinya. Ia kemudian mengambil ponsel dan menelpon seseorang.


"Lakukan seperti yang aku minta" ucap Ny. Tara pada orang itu. Sebelum akhirnya, ia memutus panggilan telponnya.


...โ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆ...


Di Cafe Shop,


"Varun, katakan ada apa ?" tanya Alia lagi.

__ADS_1


Varun masih terlihat bimbang. "Iya, tapi ini agak sedikit sensitif" jawab Varun khawatir jika Alia berpikir yang tidak-tidak tentangnya. "Kau janji tak akan marah ?" sambung Varun sembari memberikan janji kelingking.


"Baiklah..., cepat katakan !!" ujar Alia mengaitkan kelingkingnya dan tak sabar untuk mendengarnya.


"Alia.., Aku ingin bertanya tentang Ayahmu" lirih Varun.


"Ayahku..??" Alia mengerutkan dahinya. Ia merasa ada sesuatu yang menyebabkan lelaki itu ingin mengetahui perihal kehidupan Ayahnya. Padahal ia tahu, bahwa Varun tahu bahwa Ayahnya telah lama meninggal.


"Yah.., Kau tidak keberatan ?" tanya Varun membuyarkan pemikirannya.


Alia pun menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu bisakah Kau menceritakan padaku tentang Ayahmu, seperti misalnya pekerjaannya ?" tanya Varun memberi contoh.


"Ayahku adalah seorang Ayah yang bertanggung jawab, penyayang, dan selalu memberikan apa yang Aku inginkan. Dulu Ayahku seorang pejabat Pemerintah. Hidupku dan Ibu sangat bahagia waktu itu. Kami juga memiliki rumah di Shimla, rumah yang besar. Ayah membangunnya untuk masa depanku. Kami bahagia disana, tapi kebahagiaan itu hancur seketika.." ucapan Alia terhenti. Ada gumpalan bening disudut matanya.


Varun terperangah, timbul rasa bersalahnya karena telah membuat gadis itu mengingat masa lalunya. Namun, ia masih penasaran dan ingin mengetahuinya lebih lanjut. Ingatan masa lalu Alia masih tampak jelas dipelupuk matanya, walau saat itu usianya masih bocah.


๐ŸFLASHBACK ON๐Ÿ


"Selamat sore Nyonya," ucap salah seorang petugas yang mendatangi kediamannya sore itu. Ibu Parwati tersentak dan mulai cemas karena kedatangan beberapa Aparat ke rumahnya.


"Ss-sselamat sore," jawabnya agak tegang.


Ibu Parwati pun kaget, lalu mengambil surat itu dan membacanya. Saat Ibu Parwati tengah membaca surat itu, tak berapa lama kemudian Suami dan Putrinya Alia kecil pulang. Tn. Mukesh pun merasa heran melihat beberapa petugas itu.


"Istriku, apa yang terjadi ?" tanya Tn. Mukesh pada Istrinya yang hampir menangis. Tn. Mukesh baru saja datang setelah membawa Alia jalan-jalan. Ia kemudian merebut surat yang dipegang oleh Istrinya itu, lalu membaca keseluruhan isinya.


"Anda ditahan atas dugaan penggelapan dana Tn. Mukesh."


"Apa..? Tunggu dulu, ii-iini semua tidak benar" ucap Tn. Mukesh seakan tidak percaya seseorang menuduhnya melakukan perbuatan itu.


"Nanti saja dijelaskan di Kantor Tuan," ucap salah seorang petugas itu.


Dengan terpaksa Tn. Mukesh menyetujui perintah aparat itu. Masih diliputi perasaan shock bercampur sedih, ia memandang Istrinya, Parwati dan Putrinya Alia yang masih berumur 6 tahun itu.


"Suamiku.," ucap Ibu Parwati mulai menangis.


"Jangan menangis," ucap Tn. Muakesh sembari menghapus air mata istrinya. "Aku tidak bersalah Parwati, Aku difitnah," ujar suaminya. Ibu Parwati tak kuasa menahan tangisnya.


"Jika Aku memang dipenjara nanti, Aku mohon jaga Alia Kita" ucapnya memberi pesan. Tn. Mukesh pergi sambil tersenyum menatap keluarga kecilnya.


Ibu Parwati berlari sambil menggendong Alia, mencoba mengejar mobil tahanan yang membawa Suaminya pergi. Dia pun berhenti dan memandang mobil itu sampai menghilang ditikungan.


Beberapa hari kemudian di Persidangan,

__ADS_1


"Tn. Mukesh Bhat, berdasarkan semua bukti-bukti yang ada, Kau dinyatakan bersalah. Dikarenakan telah menyebabkan kerugian Negara dalam jumlah yang sangat besar. Dengan ini, demi menegakkan keadilan. Pengadikan India memutuskan untuk menjatuhimu hukuman seumur hidup" ucap Hakim membacakan hasil keputusan Pengadilan.


Tok tok tok


Seakan petir menyambar, Ibu Parwati tak kuasa menahan airmatanya. Beberapa Opsir menggiring Tn. Mukesh keluar dari pengadilan. Beberapa awak Media tampak berlari mengelilingi Tn. Mukesh. Berbagai macam pertanyaan dilontarkan wartawan-wartawan itu. Tn. Mukesh masih diliputi perasaan shock.


๐ŸFLASHBACK OFF๐Ÿ


"Tiba-tiba Ayah mendapat serangan jantung mendadak, tubuhnya ambruk didepan mata Ibuku. Saat itu juga adalah hari terakhir Kami melihat ayah. Karena tidak sanggup mendengar ocehan orang-orang sekitar, Ibu terpaksa menjual semua yang Kami miliki. Lalu membeli rumah kecil yang saat ini Kami tempati." ucap Alia sembari menghapus airmatanya.


Varun menelan salivanya. Ikut terbawa suasana mendengar masa lalu Kekasihnya itu.


"Lalu kenapa Ibumu tidak membayar Pengacara untuk menyelidiki kasusnya kembali?" tanya Varun.


"Ibu tidak ingin memperpanjang masalah itu. Ia takut orang-orang yang terlibat didalamnya akan menyerang Kami. Lagipula tidak akan ada yang akan membantu Kami," ucap Alia.


Varun bangkit dari tempat duduknya lalu memeluk Alia. "Sayang, maafkan Aku," ujar Varun menenangkannya.


" Tidak apa-apa," ucap Alia dan kembali menghapus air matanya. Varun melepas pelukannya dan duduk kembali ke kursinya. "Mungkin bagi orang-orang yang mengenal Ayahku mengecapnya sebagai Koruptor, tapi bagiku dan Ibu Dia adalah Ayah yang sangat baik" ujar Alia sembari melebarkan senyumannya.


"Iya, Aku percaya padamu" jawab Varun.


Alia mencoba melupakan pembicaraan itu. "Oh iya.., bagaimana kabar Ibumu ?" tanya Alia kemudian. "Apa dia masih tidak menyukaiku ?"


Varun hanya menatap Alia dan tidak menjawab pertanyaan gadis itu. Alia begitu mengerti dengan kebungkaman Varun. Ia kemudian menatap jam dipergelangan tangannya.


"Varun sepertinya Aku harus segera pulang, nanti Ibu bisa curiga karena Aku tidak di rumah" ujar Alia berdiri.


"Aku akan mengantarmu" sahut Varun menawarkan.


.


...


.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


.


...


.


To be continueโœŒ๐Ÿ˜„

__ADS_1


__ADS_2