Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 30 "SAREE"


__ADS_3

Makasih untuk yang selalu dukung Author yahπŸ™Jangan lupa tekan like dulu sebelum baca. Krisannya dikolom komentar. Makasih lagiπŸ™.


.


...


.


πŸ’—πŸ’˜πŸ’—πŸ’˜πŸ’—πŸ’˜πŸ’—πŸ’˜πŸ’—πŸ’˜


.


...


.


Hari berikutnya,


Pagi itu, setelah selesai membersihkan badan Sidarth keluar ingin menghampiri Alia kembali. Sidd mengintip dari balik pintu kamar Alia, namun ia tidak menemukan sosok gadis itu disana.


"Dimana Alia?" gumamnya didalam hati.


Sidarth beranjak hendak mencarinya ke dapur. Semalam gadis itu merasa tersinggung karena ucapan Sidarth, oleh sebab itu semalam suntuk ia mengunci diri dikamar.


Tampak Alia sedang memotong sayuran. Sidarth perlahan melangkah ke arahnya. Alia dengan cepat mengalihkan pandangan matanya.


"Alia..," tegur Sidd pelan.


Alia terlonjak, menghentikan sesaat pekerjaannya, kemudian kembali melanjutkannya lagi. Ia mengacuhkan Sidarth yang berdiri disampingnya.


"Alia, Aku minta maaf karena menyinggung perasaanmu semalam" ujar Sidarth pelan. ia memperhatikan Alia yang masih sibuk memotong sayuran.


"Alia, Aku.."


"Ya.., ya.., seharusnya Aku yang minta maaf padamu. Sudahlah, lupakan saja. Saat ini, Aku sedang sibuk" tukas Alia tanpa memandangnya.


Sidarth mengerutkan dahinya. Alia seperti membalas perlakuannya semalam. Sidd memperhatikan gadis itu yang tampak sibuk dengan pekerjaannya. Disela-sela keheningan, pandangan Sidd tertuju pada seekor ulat kecil yang bergerak-gerak pada daun.


Alia tidak memperhatikan daunnya, ia fokus ke arah lain sembari memanyun-manyunkan bibirnya.


"Alia..,"


"Sidd, Kau tidak lihat Aku tengah sibuk" pungkas Alia lagi.


"Tapi, ii-itu..,"


"Kalau Kau hanya berdiri saja dan menggangguku, sebaiknya Kau pergi sini" ucap Alia jengkel. Alia merasakan sesuatu yang dingin dan lengket ditangannya. Ia kemudian menoleh dan membelalakan matanya.


"Aaaaaakh.., aaaaaakhh..," teriak Alia histeris. Alia menghambur ke tubuh Sidarth seketika. Ia bahkan melempar sayur dan pisaunya karena merasa geli dengan benda hidup yang bergerak-gerak dikulit tangannya itu.


Sidarth tersentak kaget.


"Aaaaaakh.., ulat.., ulaaaatt.," jerit Alia merinding.


"Hanya ulat kecil saja, Kau sampai memelukku seperti ini" goda Sidarth tersenyum kecil.


"Tapi geli..," rengek Alia manja. Ia masih belum melepaskan pelukannya. Sidarth hanya geleng-geleng kepala menatapnya. Perlahan ia mengambil ulat daun itu.


"Ini, Kau lihat ?" ucap Sidd sembari mengangkatnya.


"Aaaaakh.., buang.., buang.!" ucap Alia geram.


"Iya-iya, cerewet sekali" gumam Sidd pelan. Ia pun membuangnya keluar jendela.


Alia menghela nafasnya. "Huuuft," ucap Alia merasa lega. Namun ia baru teringat tangannya masih melingkar ditubuh Sidarth. Perlahan, ia melonggarkan pegangannya dan membuatnya sedikit salah tingkah.


"Ya sudah, terima kasih" ucap Alia mengalihkan perhatiannya cepat.


"Aaaeeh, kenapa Kau mengusirku. Aku masih ingin disini" sahut Sidarth memperhatikannya lagi. Alia menatap Sidd tajam. "Baik-baiklah, Aku akan pergi. Puas ?" ujar Sidd beranjak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alia sedang menyiapkan makan siang untuk Sidarth dan juga Kabir. Setelah selesai menata masakan yang telah ia masak, ia pun bergegas untuk memanggil Sidarth.


"Siiiidd.., Siiiidd..!" panggilnya melambaikan tangan.


Sidarth menoleh dan menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Makan siang sudah siap. Ayo, ajak Kabir juga..!" ucap Alia kemudian. Sidarth tersenyum dan mengangguk. Alia bergegas kembali ke dalam.


"Waahh.., makan siang sudah siap" ujar Kabir sumringah. Ia pun melangkah terebih dahulu.


"Eeeeii.., apa yang Kau lakukan?"


"Kakak Ipar memanggil untuk makan siang Tuan" ucap Kabir nyengir.


"Suaminya Aku atau Kau?"


"Kau, Tuan," ujar Kabir pelan.


"Kalau begitu biarkan Aku dan Istriku saja yang makan terlebih dahulu. Kau nanti saja, paham?"


"Ii-iiya Tuan," ucap Kabir menelan salivanya.


Sidarth melangkah masuk. Kabir menatapnya dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Biarkan Aku dan Istriku saja yang makan terlebih dahulu. Kau nanti saja, paham" ucap Kabir mengukangi perkataan terakhir Sidarth dengan mencibir.


"Huuuhh, bilang saja ingin berdua" gerutu Kabir dan kembali meneruskan pekerjaanya.


Didalam, Sidarth langsung duduk dan menatap makanan yang telah disajikan okeh Istrinya. Sidd melihat makanan kesukaannya dan hendak mencicipinya sedikit.


"Iiiisshh.., cuci tangan dulu!" tepis Alia sebelum Sidd berhasil menyentuhnya.


"Cerewet sekali," gerutu Sidarth beranjak. Ia pun mencuci tangnnya di wastafel. Setelah selesai, ia kembali duduk di kursinya tadi.


Alia menyajikan makanan dihadapan Sidarth. Tak lupa ayam mentega kesukaannya. Sidarth tampak tersenyum menatapnya.


"Makanlah..!" ucap Alia tersenyum.


"Teirma kasih Istriku," sahut Sidarth spontan. Membuat Alia memalingkan tatapannya kembali. "Mm-mmaksudku, terima kasih" ujar Sidd memperbaiki kata-kata terakhirnya.


Alia terdiam sejenak. Ia memutar bangkunya dan menyembunyikan senyumannya. Entah kenapa, perasaannya senang mendengar kata itu.


Sidarth tampak menikmati makanannya. Alia merasa senang melihat Sidarth makan dengan lahapnya.


"Oh ya, dimana Kabir?" tanya Alia teringat dengan lelaki gendut itu.


"Eeeheemm.., dia belum lapar katanya" ucap Sidd berbohong.


"Ooooww.." sahut Alia mengangguk-angguk.


Saat tengah makan bersama, Sidarth tidak menyadari Kabir telah berdiri menatap mereka.


"Kabir, ayo makan !" ucap Alia melihatnya.


Sidd tersentak dan mengalihkan pandangannya. Sidd membelalakan kedua matanya menatap Kabir.


"Iya, nanti saja Kakak Ipar. Oh ya, ini ada surat untuk Tuan" ujar Kabir sembari memberikan sepucuk surat untuk Sidarth.


"Ya sudah, terima kasih" sahut Sidarth. Pandangan Kabir terfokus pada ayam mentega didepannya. Ia menelan salivanya yang sudah hampir diujung lidahnya.


"Kabir, ayo duduk dulu. Nanti saja bekerjanya" ucap Alia sembari menarik tangan Kabir.


"**-tapi Kakak Ipar.." ucap Kabir yang sudah menghenyakkan tubuhnya ti kursi.


"Aku tahu, Kau pasti sangat lapar. Ini, makan yang banyak ya..!" tukas Alia mengambilkan potongan Ayam ke piringnya.


Kabir melirik ke arah Sidarth. Sidarth mendengus, ia menggerakkan alisnya memberi isyarat agar Kabir menuruti Alia.


"Apa yang Kau tunggu, ayo makan !" ucap Alia lagi.


"Ii-iiya, terima kasih Kakak Ipar" ujar Kabir senang.


Sidd membuka surat yang diberikan Kabir, dan melihat undangan pernikahan dari teman kuliahnya dulu, Max. Max yang ternyata telah kembali ke kota ND beberapa bulan lalu, akan melangsungkan pernikahan dengan Putri dari kolega Ayahnya.


"Ini, undangan pernikahan Max" jawabnya.


"Max,?"


"Hmmm," angguk Sidarth dan memasukkan kembali undangannya setelah membacanya.


"Kau harus pergi ke pernikahannya, dia kan sahabatmu dan juga Var..," ucap Alia terhenti diakhir perkataanya.


"Kita akan pergi bersama," sahut Sidarth kemudian.


"Kita ? Tapi..," ucap Alia tersentak. Ia pun terdiam sejenak.


"Kau takut bertemu dengan Varun?" tanya Sidd menatapnya.


"Bukan itu, Aku tidak punya pakaian yang bagus. Aku hanya akan mempermalukanmu saja nanti" jawab Alia menundukkan wajahnya.


"Kalau masalah itu, Kau tidak usah khawatir Kakak. Tua pasti akan membelikan pakaian yang bagus untukmu" sanggah Kabir disela-sela percakapan mereka.


.


...


.


πŸ’˜πŸŒΊπŸ’˜πŸŒΊπŸ’˜πŸŒΊπŸ’˜πŸŒΊπŸ’˜πŸŒΊ


.


...


.


Pada sore harinya Sidd mengajak Alia keluar dengan menaiki motornya.


"Sidd Kau mau mengajakku kemana?" tanya gadis itu sembari membetulkan selendang salwarnya.


"Sudah, naik saja. Nanti Kau akan tahu."


Tanpa berpikir panjang Alia menaiki motor itu dan merangkul pinggang Sidd dari belakang. Sidarth tersenyum karenanya. Ia pun meninggalkan kediamannya dan bergerak menuju pusat Kota.


Setelah setengah jam perjalanan, Sidd berhenti didepan sebuah Butik terbesar. Ia kemudian menggenggam tangan Alia dan membawanya masuk ke dalam Butik.


"Sidd kenapa kita kesini?" tanya Alia masih celingak celinguk.


"Pernikahannya masih beberapa hari lagi, Kita bisa membeli pakaian untukmu dulu. Kalau Aku tidak mengajakmu, Aku tidak tahu apa yang Kau suka" jawab Sidd sambil terus berjalan.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan dan Nyonya. Ada yang bisa Kami bantu ?" sapa salah seorang Pelayan.


"Iya, tolong tunjukkan saree terbaik untuk Istriku" jawab Sidd kepada Pelayan. Alia mengalihkan perhatiannya kepada Sidarth, ia kembali mendengar kata-kata itu keluar dari bibir lelaki itu.


"Tentu saja Tuan, silahkan duduk" ucap Pelayan itu dan menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu. Sementara, Pelayan yang lain membantu mencarikan beberapa saree terbaik di Butik mereka.


Beberapa Pelayan datang membawakan berbagai macam jenis dan warna Saree, mulai dari polos, hingga bermotif payet.


"Silakan, Tuan!"


"Alia, Kau suka yang mana?" tanya Sidd menoleh padanya.


Alia meraih beberapa Saree.


"Silakan Nyonya, Anda bisa mencobakannya terlebih dahulu. Jika Anda tidak suka, Kami masih punya yang lain" ucap Pelayan itu.


Alia mengambil salah satu saree dan bergerak menuju kamar ganti. Sidd menunggunya sambil melihat-lihat Saree lainnya.


Alia mencobakan beberapa saree, tapi masih belum cocok dengan seleranya, akhirnya dia pun keluar dengan wajah cemberut.


"Bagaimana, ada yang Kau suka?" tanya Sidd.


Alia menggelengkan kepalanya pelan, lalu menyerahkan saree itu kembali. Perhatian Sidd teralihkan pada salah satu saree berwarna maroon yang terpajang.


"Aku ingin melihat yang itu" ujar Sidd menunjuk. Pelayan kemudian mengambilkan saree yang ditunjuk Sidarth.


"Aku tidak tahu apa Kau menyukai pilihanku, tapi Aku rasa saree ini cocok denganmu" ujar Sidarth memberikan saree merah itu keoada Alia.


Alia melihat dan menerima saree pemberian Sidd. Memang terlihat mewah, tapi jika dia menolak tentu akan melukai perasaan Sidd, dan merasa tak dihargai. Alia pun tersenyum mengangguk menerima.


"Yah, yang ini saja" jawab Alia tersenyum.


"Kau yakin..?" tanya Sidd sekali lagi.


Alia kembali mengangguk. Dengan wajah senang Sidd segera membayar saree yang dipilihnya. Alia juga ikut bahagia melihat keceriaan di wajah Sidd.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Varun juga menerima undangan dari Max. Yang membuat wajahnya berubah saat melihat namanya dan Alia tertulis di kartu undangan, Varun dan Alia.


Dia pun meremas kartu itu dan melemparkannya dengan kesal. Varun beranjak pergi dari kamarnya.


"Varuuunnn..," panggil Ibunya saat melihat Varun hendak menuju pintu.


"Kau mau kemana lagi ?" tanya Ny. Tara dan menghampirinya. Varun tak menggubris perkataan Ibunya.


"Kau tahu, Ibu sudah pusing denganmu. Setiap hari Kau hanya mabuk-mabukan terus. Kau membuat malu keluarga ini saja" omel Ibunya.


"Ini Keluargamu, ini rumahmu, ini hartamu, semua milikmu.., Aku bukan siapa-siapa" tukas Varun.


"Kau ini semakin kurang ajar saja..," sahut Ny. Tara jengkel.


"Kau yang membuat Aku seperti ini..," pungkas Varun yang juga kesal.


"Cukup Varun..!" bentak Ny. Tara menunjuk ke wajahnya. Varun terhening seketika.


"Sampai kapan Kau akan seperti ini, lagipula gadis itu sudah menikah. Kenapa Kau masih berharap padanya" ucap Ibunya lantang


"Itu bukan pernikahan, Alia hanya terpaksa melakukannya. Sebentar lagi Aku akan mengakhiri pernikahan palsu itu" cetus Varun membalikka badannya.


"Kau sudah gilaaa? Siddarth tidak akan melepaskan gadis itu."


"Kenapa ? Kalau dia tidak melepaskannya, itu berarti Kau sudah mengacamnya terlebih dahulu" kecam Varun menuduhnya.


"Jangan sembarangan bicara Kau."


"Aku lebih tahu bagaimana Sidarth, karena dia sahabatku" ujar Varun melunak.


"Ciiih.., sahabat ? Kau bagitu bodoh, sahabat yang seperti apa ? Aku tahu diam-diam Sidd memendam perasaan pada gadis itu. Lagipula, pernikahan mereka sudah berjalan cukup lama bukan, mereka juga tinggal bersama. Sidd adalah pria dewasa, Kau pikir setelah pernikahan mereka tidak melakukan.."


"CUKUP IBU..!" tegas Varun menghentikan perkataan Ibunya.


Ny. Tara terdiam sejenak. Varun yang merasa kesal dengan perkataan Ibunya beranjak pergi. Perkataan Ibunya kembali menghantui pikirannya. Dia tak ingin berpikir lebih jauh tentang itu, tapi mungkin juga Ibunya benar.


Ny. Tara tersenyum licik karena berhasil membuat Putranya itu kesal. "Aku akan ciptakan benih-benih kebencian di antara kalian" gumamnya.


.


...


.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


.


...


.


To be continue✌



Saree pilihan Sidarth

__ADS_1


__ADS_2