
Ayo-ayo jejak dulu๐ tinggalkan like, rate dan votenya. Tulis komen dibawah yahโ๐.
.
...
.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
.
...
.
Di Kampus.
Hari kelulusan pun tiba. Varun sudah mendapatkan sertifikat yang dia nantikan selama ini.
Sidd dan Alia juga telah menerima kelulusan mereka. Pada saat mereka tengah bersorak sorai merayakan, beberapa mobil mewah tamoak memasuki pekarangan Kampus.
Varun dan yang lainnya pun terdiam saat Ny. Tara dan para pengawalnya datang menghampiri mereka.
Ny. Tara menatap tajam ke arah Alia yang saat itu tengah menggandeng tangan putranya. Ny. Tara kemudian mengalihkan pandangan kepada Varun.
"Varun sayang.., sekarang sudah mendapatkan kelulusanmu, congratulation my son" ucap ssembari memeluk dan memberikan ciuman di dahi putranya itu.
"Terima kasih Ibu" jawabannya singkat.
Ny. Tara kemudian mengarahkan pandangannya kepada Siddarth.
"Selamat juga padamu Tuan muda Siddhart Malhotra" ucapnya sambil menunggingkan senyuman. "Oh iya apa keluargamu tidak datang memberimu selamat hhmmm.." lanjut Ny. Tara kemudian sambil tersenyum kecut.
Sidd hanya diam saja.
"Oh maaf.., aku lupa. Mereka kan sudah.."
"Ibu.. hentikan," timpal Varun cepat sebelum wanita paruh baya itu meneruskan kata-katanya. Ny. Tara menghentikan perkataannya seketika.
"Apa yang Ibu inginkan ?" tanya Varun kemudian.
Ny. Tara tersenyum kecil, dengan perlahan merapikan pakaian Varun. "Sayang.., apa lagi yang ibu inginkan, selain mengumumkan kau sebagai pewaris dari Khanna Industries secepatnya" ujar Ny. Tara dengan tersenyum selesai merapikan sedikit pakaiannya.
Varun terdiam sejenak.
__ADS_1
"Ayo kita pulang dan merencanakan semua nya" ucapnya lagi.
Varun memandang ke arah Alia, gadis itu mengangguk pelan memberi isyarat pada Varun untuk menerima ajakkan Ibunya.
"Baiklah.., ayo..," cetus Varun. Ia pun beranjak meninggalkan Sidd dan Alia yang masih terdiam.
Setelah kepergian mereka, Alia menarik nafas dalam. Keberadaannya sama sekali tidak diacuhkan oleh Ibunya Varun.
"Alia, kau kenapa?" tanya Sidd memperhatikan raut wajahnya yang murung sejak kedatangan Ny. Tara tadi. Alia menggeleng perlahan.
"Tidak usah dipikirkan, aku yakin Varun akan melakukan sesuatu untuk memperjuangkan cinta kalian" ucap Sidd mencoba menghibur suasana hatinya.
"Aku hanya tidak mengerti, dizaman sekarang masih ada yang memandang kasta seseorang seperti itu. Kau lihat kan, bagaimana Ibunya tadi menatapku" ucap Alia lesu.
"Apa aku salah bila mencintai putranya?" ujar Alia mencurahkan kekesalannya.
Sidd menggelengkan kepalanya pelan.
"Hanya dikarenakan statusku yang miskin, Ny. Tara tidak menyukai hubungan kami. Aku mencintai putranya bukan uangnya" ujar Alia dengan suara agak serak.
"Sifat antara Ibu dan Anak sangat jauh berbeda, Ibunya terlihat sangat sombong, arogan, huuhh.. menyebalkan" gerutu Alia sembari menghapus airmatanya yang tak sengaja menetes.
"Ya sudah, aku pulang dulu" sahut Alia lagi.
"Mau kuantar pulang ?" tanya Sidd menawari.
"Aku ambil motor dulu."
Sidd beranjak menuju parkiran mengambil sepeda motornya, sedangkan Alia menunggunya didepan gerbang.
"Ayo," ajak Siddarth menghampirinya.
Alia berpegangan pada bahu lelaki itu saat menaiki sepeda motornya. Perlahan Alia melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Sidd.
Sidd merasa sedikit canggung, walaupun merasa senang tapi dia tetap saja merasa tidak enak dengan sahabatnya.
"Sidd.., ayo." Ujar Alia menepuk pelan lengannya.
"Iyah," sahutnya. Sidd kemudian melajukan motornya meninggalkan kawasan Kampus.
Diperjalanan, Alia merasa sangat nyaman dengan terpaan angin. Sejenak ia melupakan permasalahannya dengan Ny. Tara tadi.
Sidd merasakan pergerakan tangan Alia yang mulai melonggar. Sidd memutar sedikit kaca spionnya untuk melihat gadis itu dibelakangnya.
Tampak pantulan wajah Alia yang tersenyum lebar.Gadis itu merentangkan kedua tangannya menerima terpaan angin yang kencang.
__ADS_1
Siddarth tertegun saat kibasan angin menerpa setiap helai rambut dari gadis itu.
Tak berapa lama, tiba-tiba datang beberapa motor lain yang melaju kencang mengapit motor Sidd. Sidd tersentak, Alia mengeratkan tangannya berpegangan pada lekaki itu.
Sidd berusaha untuk mengelak, namun tidak bisa menemukan celah untuk melarikan diri. Dengan terpaksa Sidd menepikan kendaraanya dan berhenti ditengah jalan.
Sidd dan Alia turun.
"Siapa mereka dan mau apa?" ucap Alia berdiri dibelakang lelaki itu.
"Aku tidak tahu, menepilah" balas Sidd mencoba melindunginya.
Beberapa pemotor berandal itu mengitari mereka yang terpojok didalamnya. Alia ketakutan, tidak melepaskan pegangannya dari Sidd sedikit pun.
Para berandal itu kemudian berhenti. Salah satu dari mereka berjalan menghampiri.
"Ooooee.., berikan gadis itu" ucapnya.
Alia semakin ketakutan saat mereka menginnginkan dirinya. Karena Sidd tak menggubris berandalan itu, bandit itu nekat merampas Alia dengan paksa.
Namun sebelum tangannya berhasil menyentuh Alia, terlebih dahulu Sidd menghalangi tangan pria tersebut. Dengan tatapan geram, sekuat tenaga Sidd melempar tubuh pria itu.
Teman-teman dari berandalan itu pun maju setelah melihat tubuh temannya terlempar. Mereka menyerang Sidd secara bersamaan. Dengan kemampuan bela diri yang dimilikinya, Sidd mampu menghadapi serangan dari mereka berempat.
Setelah para penjahat itu tumbang satu per satu. Sidd dan Alia kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Diperjalanan, Alia masih tampak cemas. Ia tak melepas rangkulannya dari tubuh Sidd. Namun tak terasa tangan Alia menyentuh sesuatu yang cair.
Ia pun menoleh dan melihat luka disisi samping kepala lelaki itu.
"Sidd kau terluka" ucap Alia dibelangkangnya.
Sidd hanya diam saja, ia terus melajukan kendaraannya. Alia juga semakin mengeratkan pelukannya dibelakang.
.
...
.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
.
...
__ADS_1
.
To be continueโ๐