
Dukung selalu Author dalam menulis yah, kamu hanya perlu me-like setiap bab yang udah dibaca. Makasih semuanyaπ.
.
...
.
πππππππππ
.
...
.
Diperjalanan, Varun memukul-mukul stir mobilnya dengan kesal. Dia pun tak menyangka Ibunya akan melakukan hal seperti itu, untuk menggagalkan pernikahannya. Varun melajukan mobilnya menuju kediaman Alia.
Sesampainya disana, masih tampak beberapa orang dirumah itu untuk membantu Ibu Parwati berberes-beres. Varun pun bergegas masuk untuk menemui Alia dan Ibunya.
Praaaaannnkkk,
Karena terburu-buru tak sengaja Varun menabrak seorang yang membawa nampan pemujaan, semua orang disana terkejut dan melihatnya. Varun terlonjak, ia menghentikan sejenak langkahnya.
"Apa yang terjadi? Apa yang jatuh ?" ucap Ibu Parwati muncul dari dapur. Ia pun terkejut melihat kedatangan Varun. Dengan wajah yang tampak kusut Varun pun menghampiri Ibu Parwati.
"Ibuu..," ucap Varun sambil melipat tangannya. Tapi dengan cepat ibu Parwati mengangkat tangannya, mengisyaratkannya untuk tetap ditempatnya. Ibu Parwati kemudian melangkah menuju kamarnya, perlahan Varun mengikuti hingga ke dalam. Ibu Parwati menutup pintu kamar. Lalu berdiri membelakangi Varun.
"Kenapa kaku datang kemari, apa yang Kau inginkan?" ketus Ibu Parwati dengan nada datar tapi menusuk.
"Ibu Aaa-aku ingin minta maaf, dan Aa-aaku ingin bertemu dengan Alia" jawab Varun gugup.
"Alia tidak ada,"
"Ibu Aku mohon" ucap Varun sembari ingin mendekati Ibu Parwati.
"Tetap ditempatmu."
Varun menghentikan langkahnya. "Aa-aku akan menjelaskan semua yang terjadi, pada Ibu dan juga Alia" ujar Varun kemudian.
"Tidak perlu, penjelasan dari Ibumu sudah cukup jelas" pungkas Ibu Parwati.
"Tidak Bu, semua yang dikatakan Ibuku bohong, semua ini adalah rencananya. Aku benar-benar dikhianati oleh Ibuku sendiri" ucap Varun mulai menangis.
"Kau tidak perlu mengatakan apapun saat ini Varun, semua sudah terlambat."
"Tidak Bu, Aku akan menjelaskannya dulu kepada Alia, Alia pasti bisa mengerti" ucap Varun masih berharap.
"Aku sudahkan katakan padamu" bentak Ibu Parwati sembari berbalik badan menghadap Varun. "Cukup sampai disini. Jika Kau masih menghormatiku, maka pergilah dari rumah ini sekarang" ucap ibu Parwati menahan amarahnya.
"Baiklah, Aku akan pergi. Tapi izinkan Aku bertemu Alia sekali saja, setelah itu Aku akan pergi selamanya" ucap Varun memohon.
"Alia tidak ada disini, dia dirumah Suaminya" sahut Ibu Parwati. Sontak saja membuat Varun terkejut mendengar jawaban Ibu Parwati.
"Aa-apa?"
"Yah, Alia sudah menikah. Aku menikahkan Putriku dengan Laki-laki pilihanku" tambahnya lagi.
Varun masih berdiri kaku mendengarnya. "Siapa?" tanya Varun dengan nada pelan. Wajahnya tampak terhenyak lesu saat menanyakannya.
"Sidarth" jawab Ibu Parwati dengan lantang. Tubuh Varun semakin lunglai mendengar namanya. "Mulai hari ini lupakan Alia untuk selama-lamanya" ucap Ibu Parwati lagi. Lalu berlalu meninggalkan Varun yang masih terpaku.
Varun berjalan dengan penuh kekecewaan, tubuhnya seakan tak bernyawa mendengar penjelasan Ibu dari Alia tadi. Ia masih sulit untuk mempercayai kalau sahabatnya juga mengkhianatinya. Mobilnya pun melaju, diperjalanan pikirannya masih kalut, tak terasa air mata pun jatuh dipipinya. Orang-orang terdekat telah mengkhianatinya begitu banyak.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mobil Varun sampai didepan rumah Sidd. Pekerja dibengkel Sidd terkejut mendengar dentuman keras saat mobil yang dikendarai Varun menabrak pagar rumah Sidd.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa Varun masuk ke dalam rumah sahabatnya itu sambil memanggil Alia.
"ALIAAA.., AL...," Namun ucapannya terhenti saat melihat jejak kaki dengan warna merah dilantai. Varun berpikir itu adakah jejak kali Alia, ia menantapnya dengan geram.
"Kurang ajar, ternyata Sidd menyambut Alia dengan ritual, itu artinya dia benar-benar menikahi Alia" gerutunya menatap setia jejak kaki itu.
"ALIAAA.., ALIAAAA., ALIA.." teriak Varun memanggil Alia.
Sidd pun keluar dari kamarnya saat mendengar teriakan Varun. "Varun..," ucap Sidd melihatnya dari depan pintu kamarnya.
Tanpa menghiraukan Sidd, Varun menyerobot masuk ke kamarnya, sambil memanggil Alia.
"Alia., Kau dimana sayang, Aliaa ?" teriak Varun lagi memeriksa kamar tidur Sidarth.
"Varun.." ucap Sidd mencoba untuk menenangkannya.
"Diam Kau !! Dimana Alia ? Dimana Alia Ku?" ucap Varun tiba-tiba mencengkram pakaian Sidarth. Sidd tak menjawab pertanyaan Varun.
"VARUUNN.." teriak Alia dari arah lain. Ia masih mengenakan gaun pengantinnya. Varun menoleh dan melepaskan cengkramanannya, lalu bergegas menghampiri Alia. Lelaki itu langsung memeluk Alia dengan erat.
"Alia, tolong maafkan Aku. Aku benar-benar minta maaf" ucapnya dipelukan Alia. Alia masih terdiam seribu bahasa.
"Semua ini karena Ibuku, Aku mohon percayalah padaku" ucap Varun dengan wajah berbinar-binar, tapi Alia masih tidak menjawabnya. "Alia, jawablah!! Kenapa diam saja, Kau tidak percaya padaku?" tanya Varun melepaskan pelan pelukannya.
"Yah, Aku percaya" jawab Alia singkat.
Varun pun tersenyum mendengarnya. Dari kejauhan Sidd memandang dengan sedikit wajah kecewa.
"Terima kasih, Aku yakin Kau pasti percaya padaku. Kita bisa menikah walau tanpa restu Ibuku. Aku akan meninggalkan semuanya asal kita akan selalu bersama" ucap Varun dan memeluknya lagi, namun Alia tak membalas pelukannya.
"Ayo., kita pergi dari sini. Kita akan melanjutkan pernikahan Kita di Kuil saja, tanpa Ibuku" ajak Varun sembari meraih tangan Alia. Namun gadis itu tampak enggan, ia menahan tangannya. Varun kemudian membalikkan badan menatapnya heran.
"Alia, ada apa?" tanya Varun berbalik.
Alia terdiam sejenak. "Aku tidak bisa pergi denganmu, Varun" ucap Alia kemudian. Pernyataan itu membuat Varun terkejut.
Alia memandang kearah Sidd yang sedari tadi melihat kebersamaan mereka.
"Karena Aku sudah menikah" jawab Alia, hingga membuat Varun melepaskan tangan Alia seketika. "Sidarth adalah Suamiku sekarang" sambung Alia lagi.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Varun memandang Alia seakan tak percaya dengan ucapannya. "Aa-apa ? Apa yang Kau katakan Alia ?" tanya Varun semakin mendekatinya.
"Aku bilang, Aku sudah menikah dan Sidd adalah Suamiku saat ini" jawab Alia lagi.
Tubuh Varun seakan lunglai seketika, tak berdaya. Perlahan dia memundurkan langkahnya sambil memegang kepala.
"Aa-aku tidak percaya Kau akan mengatakan itu" ujar Varun dengan nafas tak karuan memandang Alia. "Benarkah yang kudengar ini?" tanya Varun lagi.
Saat itu Alia tak menjawab Varun. Ia hanya terhening menatapnya. Begitu pun Sidd, Ia sangat merasa bersalah karena telah menikahi Kekasih Sahabatnya itu.
"Ii-iitu berarti cintamu selama ini hanya kebohongan belaka ? Kau tidak benar-benar mencintaiku Alia?" ucap Varun sembari bertanya kepada Alia.
Alia masih tak bergeming. Sebenarnya, didalam hati ia masih sangat mencintai lelaki itu. Tapi ia juga telah berjanji kepada Ibunya untuk tidak berhubungan lagi dengan Varun.
Varun mendekati Alia kembali sambil meraih kedua lengannya. "Katakan padaku Alia, apa Kau masih mencintaiku? KATAKAN..!!" ucap Varun sembari menggoyangkan tubuh gadis itu. Ia merasa geram karena Alia tidak mau jujur dengan perasaannya.
"KATAKAN ALIAAA.., KATAKAAANN..!!" teriak Varun mencengkramnya dengan kuat.
"Varun lepaskan Aku.." ringis Alia karena merasa tersakiti.
"Varuunn, lepaskan..!!" ucap Sidarth menepis tangan Varun. Ia merasa tidak terima dengan perlakuan Varun yang kasar terhadap Alia.
Alia terlepas dari cengkeraman Varun.
__ADS_1
"Apa yang Kau lakukan, Kau menyakitinya" bentak Sidarth mencoba melindungi Alia.
Pandangan Varun beralih kepada Sidarth. Ia semakin murka saat melihat Sidarth mencoba melindungi Kekasihnya.
"Kau adalah Sahabatku, Sahabat terbaikku, bahkan Aku menganggapmu seperti saudaraku sendiri. Tapi kenapa, kenapa Kau menikah dengannya" umpat Varun dengan kemarahan.
"Varun..,"
Belum sempat Sidarth untuk bicara, Varun mendaratkan pukulan terlebih dahulu ke rahang.
Buuuussshh
Sidarth tersungkur. Sontak membuat Alia tersentak kaget melihat tubuh Sidd terhempas.
Lagi-lagi Varun meraih baju Sidarth, Ia masih belum puas dan masih ingin membalas rasa sakit hatinya. Varun memukul Sidarth hingga beberapa kali. Sidd tidak ingin membalasnya, karena ia pun menyadari kesalahannya.
Alia tidak tahan melihat Sidarth yang hanya pasrah menyerahkan dirinya dihajar oleh Varun mencoba untuk menghentikan lelaki itu.
"HENTIKAN, CUKUUUP...!!" jerit Alia histeris.
Varun tidak menggubris teriakan Alia, ia masih terus menghajar Sidd bertubi-tubi.
"VARUUUN HENTIKAAAN..," teriak Alia lagi. Karena tidak tega melihat Sidd menjadi pelampiasan amarah Varun, Alia mendekati dan menarik tubuh Varun.
"VARUUN..," jerit Alia.
Plaaaakkkk...
Alia menampar Varun keras. Varun tersentak, ia terdiam seketika, tak percaya Alia akan memukuknya demi lelaki lain.
"Aa-alia.., Kau..," ucap Varun shock.
"DIAAM.., CUKUUPP..," teriak Alia dengan tatapan kesal.
Varun pun terdiam sesaat ketika melihat Alia menghampiri Sidarth dan membantunya bangkit.
"Sidd, Kau baik-baik saja?" tanya Alia memeriksa memar-memar yang ditorehkan Varun.
"Aku baik-baik saja" jawab lelaki itu meringis.
"Berhentilah berpura-pura bodoh" bentak Varun hendak mendekati Sidd lagi.
"Varun cukup..!" bentak Alia sembari berdiri. Varun menghentikan langkahnya. "Aku minta padamu pergi dari sini..!" ucap Alia mengusit Varun.
"Alia, Aku kemari untuk menjemputmu dan memulai dari awal lagi. Dan.., dan Kau mengusirku?" ucap Varun terlihat hampir menangis.
"Yah.," tukas Alia cepat. "Kenapa Kau masih tidak mengerti juga ? Mulai hari ini, jangan ganggu kehidupanku lagi. Aku sudah menikah..," ucap Alia menambahkan. Suaranya terasa berat untuk mengatakan semua itu.
Alia terduduk lunglai dilantai sabil menangis. "Aku memang sangat mencintaimu Varun, tapi Aku tidak bisa menjadi bagian dari hidupmu lagi. Penghinaan yang Ibumu berikan telah melukaiku dan Ibuku. Keluargaku masih punya harga diri. Jadi, Aku mohon padamu, tinggalkan Aku. Semua sudah berakhir hiks.. hiks.. hiks.." ucap Alia menangis terisak. Varun dan Sidd pun terdiam mendengarkan luapan perasaan Alia.
"Pergilah.., pergii..!!" jerit Alia histeris.
Varun kemudian memundurkan langkahnya perlahan. Langkahnya terlihat gontai menuju pintu. Perasaanya terasa hampa. Alia menatap setiap langkah lelaki itu, hingga akhirnya hilang dari pandangan.
.
...
.
ππππππππππ
.
...
__ADS_1
.
To be continue