Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 20 "Hari Pernikahan"


__ADS_3

Mari dukung author biar selalu bersemangat untuk berkarya. Jangan pelit yah ngasih jempolnya😁.


.


...


.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


.


...


.


Di Kediaman Keluarga Alia,


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tak akan berapa lama lagi, Alia akan segera menjadi Ny. Varun Khanna. Suara gendang pun bertabuh diiringi oleh alunan musik Punjabi. Pengantin Wanita pun sedang berhias saat ini.


Alia mengenakan gaun pernikahan yang diberikan oleh Ny. Tara waktu itu. Kemudian Alia juga memakai perhiasan yang diberikan oleh Keluarga mempelai pria.


Sidd memandang gadis itu dari balik pintu. Tak sengaja pandangan Alia beralih saat melihat pantulan dirinya di cermin.


"Sidd, kenapa Kau disana ? Ayo kemari..!" ucap Alia sembari memanggilnya.


Sidd pun melangkah masuk dan berdiri dibelakang Alia. Lelaki itu menatap bayangan Alia dicermin.


"Apa Aku boleh jujur ?" tanya Sidd memperhatikannya.


"Hemm..,"


"Kau sangat cantik hari ini" ucap Sidd tersenyum manis.


Alia pun tersenyum. Ia kemudian berdiri menghadap Sidarth. "Hmm.., jadi maksudmu Aku cantik hari ini saja? Katakan, apa hari-hari Aku terlihat jelek?" goda Alia sembari bercanda.


Sidarth merasa tersirap. "Tidak, Kau selalu cantik setiap hari" sahut Sidd cepat. Senyumannya tadi tampak memudar.


"Hehee..Kenapa wajahmu terlihat tegang begitu, Aku hanya bercanda" tukas Alia terkekeh.


Disaat mereka tengah asyik bercanda, Ibu Parwati datang menghampiri mereka.


"Alia, Kau sudah selesai berhiasnya?" tanya Ibunya masuk.

__ADS_1


"Iya Bu, ini mau keluar" sahut Alia.


"Ya sudah, ayo ikut Ibu menemui Pendeta dulu" timpal Ibu Parwati sembari membawanya pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Kediaman Keluarga Khanna,


Ny. Tara bergegas menuju kamar Varun untuk membangunkannya. Sejak subuh, Ny. Tara telah menyuruh beberapa pelayan untuk membangunkan Putranya itu.


"Ya ampun Varun, hei.. ayo cepat bangun..!" teriak Ny. Tara dengan suara keras. "Varun, bukankah hari ini adalah hari pernikahanmu, kenapa Kau masih belum bangun juga?" ucap Ny. Tara lagi.


Sontak membuat Varun terbelalak mendengarnya. "Astaga.., sudah jam berapa ini?" tanya Varun mulai panik.


"Sudah hampir jam 10. Ayo cepat Kau mandi dulu, lalu bersiap-siap segera." tegas Ny. Tara.


"Iya Bu," balas Varun sembari beranjak ke kamar mandi.


"Nanti habiskan sarapanmu dulu, Ok..," ujar Ny. Tara pula.


"Ibu, Aku tidak akan sempat untuk sarapan dulu" jawab Varun pula.


"Kau harus sarapan dulu, jangan sampai kau pingsan pada saat upacara nanti" teriak Ny. Tara dari balik pintu.


"Iya-iya.."


Beberapa menit kemudian, Varun pun selesai mandi. Sambil bersiul Varun berjalan ke arah cermin dan memandangi dirinya dipantulan cermin itu.


"Sebentar lagi Alia akan berada disini bersamaku, Alia..." ucap Varun tersenyum lebar.


Kemudian dia mengambil dan memakai baju sherwani yang telah disiapkan oleh pelayan sebelumnya. Setelah selesai berpakaian rapi, Varun kembali menatap cermin dan tersenyum melihat dirinya.


Lalu dia meraih ponsel berniat menelpon Alia, tapi tak ada jawaban. Beberapa kali dia mencoba lagi, masih tak ada jawaban.


"Mungkin dia sibuk berhias juga 😊😊" batin Varun meletakkan kembali ponselnya.


Karena merasa lapar, ia kemudian mengambil roti lapis yang disiapkan Ibunya tadi. Lalu meneguk segelas susu disebelahnya. Setelah itu Varun berniat untuk mengambil sepatunya, tiba-tiba Varun merasa sangat pusing.


Penglihatannya berputar-putar. "Kenapa kepalaku terasa pusing seperti ini, apa yang terjadi denganku? " gumam Varun sembari memegangi dahinya. Tak berapa lama kemudian tubuhnya ambruk tak sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Kediaman Alia,

__ADS_1


Suasana dirumah Alia masih tampak ramai. Semua tamu sudah berbondong-bondong untuk menyaksikan upacara pernikahan Alia. Pendeta juga telah tampak duduk di Mandap pernikahan.


Alia tampak bercengkerama didepan meja riasnya dengan beberapa teman Kampusnya. Ibu Parwati terlihat sibuk menyambut dan mengatur beberapa hal. Sedangkan Sidarth tampak melayani beberapa tamu yang sudah datang.


Setelah beberapa lama, Ibu Parwati menghampiri Alia yang sedari tadi telah selesai berhias.


"Alia..," panggil Ibunya.


"Iya, Bu.,"


"Alia, kenapa Varun dan Keluarganya belum datang juga?" tanya Ibu Parwati tampak khawatir.


Sebelumnya, upacara pernikahan akan dilaksanakan pada pukul 2 siang. Namun, sekarang sudah lewat seperempat menit. Keluarga Varun masih belum kelihatan.


"Ibu, mungkin mereka terjebak macet dijalan. Mungkin sebentar lagi" jawab Alia menenangkan Ibunya.


"Tapi Nak, Pendeta sudah menunggu. Kapan mereka akan datang. Coba Kau hubungi Varun, dimana mereka sekarang?" pinta Ibu Parwati gelisah.


"Iya..," Alia kemudian mengambil ponselnya. Tertera disana beberapa panggilan dari Varun sekitar satu jam yang lalu. "Tadi Varun menelponku, Aku tidak mendengarnya tadi" ujar Alia.


"Ya sudah, Kau telpon balik" sahut Ibu Parwati.


Alia menekan nomor Varun.


Nomor yang ada tuju sedang tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi (suara operatornya😁).


"Nomorya tidak bisa dihubungi Ibu" ucap Alia. Gadis itu kembali mencoba menelponnya, namun dengan jawaban yang tetap sama.


"Ya ampun, bagaimana ini?" ucap Ibu Parwati mengelap keringatnya karena khawatir.


"Ibu tenanglah, Aku yakin semua akan baik-baik saja" ucap Alia.


.


...


.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


.


...

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2