Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 22 "Pernikahan Tak diduga"


__ADS_3

Makasih karena selalu nyimak ceritaku. Dukung terus dengan ninggalin like dan komennya dibawah. Itu sangat berarti untuk AuthorπŸ‘.


.


...


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


.


...


.


"Menikahlah dengan Alia" lirih Ibu Parwati.


Alia dan Sidd pun tersentak kaget mendengar permohonan Ibu parwati.


"Ibu..," ucap Alia tersentak. Sidd tampak terpaku mendengarnya.


"Ibu mohon Sidd, Ibu mohon πŸ™. Pernikahan ini tidak boleh terhenti, Ibu berjanji ini hanya untuk sementara saja. Setelah tiga bulan nanti, Ibu akan menjemputnya kembali" tambahnya lagi Ibu Parwati lagi.


"Ibu bangunlah, ayo duduklah" ucap Sidarth merasa segan.


"Tidak Nak, Kau tidak mengerti. Kalau pernikahan ini gagal, Alia akan sulit mendapatkan suami. Ibu mohon, tolong sekali ini saja" ucap ibu Parwati memelas dan menangis dihadapannya.


Sidd pun jadi tidak tega. Dia pun memandang Alia yang masih menangis, dia pun merasa iba. Ibu Parwati kemudian bangkit dan menghampiri Alia.


"Alia, menikahlah dengan Sidarth. Kau mengertikan bagaimana tradisi dan budaya kita. Ibu meminta padamu, Kau harus menikah dengan Sidarth. Hanya dia yang bisa membantu kita saat ini" ujar Ibu Parwati menatapnya.


"Ibu..," ucap Alia menangis. Hati Alia masih belum menerima kenyataan, ditambah lagi ia masih terpukul dengan pernyataan Ny. Tara tadi.


"Semua orang disini tahu Kau akan menikah, pernikahan itu akan tetap terjadi. Tapi Kau akan menikah dengan Sidd" tegas Ibu Parwati. Alia bangkit berdiri dan memeluk Ibunya. Ibu Parwati melepas pelan pelukan Putrinya.


"Mulai hari ini, Ibu mohon Kau lupakan Varun. Ibu tidak ingin Kau berhubungan lagi dengan lelaki itu. Berjanjilah kepada Ibu Alia..!" pinta Ibu Parwati memohon kepada Alia.


"Ibu..😭" tangis Alia. Sejujurnya didalam hati, ia sangat mencintai Varun, bagaimana ia akan melupakan lelaki itu dengan mudah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sidd tampak bersiap dikamar. Ibu Parwati memberikan pakaian untuknya, lalu memasangkan turban yang dihiasi oleh untaian bunga didepannya.


"Semua orang tidak akan menyadari kalau pengantin laki-lakinya diganti. Maafkan Ibu karena harus melakukan ini padamu" ucapnya sedih.

__ADS_1


Semua orang sudah mengenali wajah Sidarth, karena Sidarth sudah berada disana beberapa hari. Jika mereka mengetahui bahwa pengantinnya diganti, sudah jelas akan berpikir macam-macam terhada Alia dan Ibunya.


Setelah selesai berpakaian, Sidarth duduk di Mandap menunggu kedatangan Alia. Hatinya berdegup kencang, apa yang Ia lakukan adalah benar. Varun adalah sahabatnya, apakah ia termasuk orang yang telah berkhianat ? Namun ia kemudian berpikir kembali, ia melakukan ini semata-mata hanya untuk membantu Ibu Parwati saja.


Tampak Alia keluar dari kamar dibantu oleh Ibu Parwati mengantarnya menuju Mandap. Alia sengaja menurunkan dupatta-nya agar semua orang tidak menatap matanya yang sembab. Alia kemudian duduk disamping Sidarth.


Pendeta pun memulai ritual pernikahan dengan membacakan mantra (sesuai tata cara pernikahan Adat dan Budaya mereka ya).


Sidd sesekali menatap Alia dari balik untaian bunga yang menutupi wajahnya. Ia masih tak percaya akan menikah dengan gadis itu. Begitu pun Alia yang hanya menekuk wajahnya.


Ibu Parwati juga merasa lega dengan pernikahan mereka, walaupun hatinya masih terluka dengan kenyataan yang ada. Ia sebenarnya terpaksa melakukan itu dei menyelamatkan reputasi Alia juga.


"Silahkan pakaikan sindoornya..!" ujar pendeta sembari menyodorkan kotak sindoor kepada Sidd. Perlahan Sidarth mengambil sejuput sindoor dan menorehkannya pada dahi Alia. Pendeta kemudian membacakan mantra lagi.


Tak berapa lama. "Silahkan pakaikan Manga Sutranya..!" ujar pendeta lagi.


Sidd kemudian mengaitkan kalung suci sebagai tanda ikatan suami istri itu pada leher Alia. Setelah itu, Pendeta meminta mereka untuk melakukan ritual terakhir yaitu mengitari Api Suci sebanyak tujuh kali sambil mengucapkan tujuh sumpah pernikahan.


Sidd dan Alia kemudian berdiri, lelaki itu melangkah perlahan didepan Alia. Setelah mengitari beberapa putaran. Kini giliran Alia yang berjalan didepan, Sidarth perlahan mengikuti langkahnya. Semua orang yang menyaksikan pernikahan mereka saling melontarkan bunga-bunga.


Ritual pernikahan pun selesai, Sidd dan Alia telah resmi menjadi sepasang Suami dan Istri. Mereka kemudian menghampiri Ibu Parwati dan menyentuh kakinya meminta restu.


Ibu Parwati pun langsung memeluk mereka. "Semoga Kalian bahagia dan selalu bersama" ucapnya tersenyum, lalu kembali memeluk mereka.


Ibu Parwati menatap Alia yang masih berlinang air mata. "Jangan ada air mata lagi" ujar Ibu Parwati menyeka air mata Putrinya.


"Jangan khawatir Ibu, Aku pasti akan menjaganya" jawab Sidarth.


"Bila saatnya tiba nanti, Aku akan menjemput Alia kembali" tambah ibu Parwati dengan suara serak, ia mencoba menahan air matanya agar tak keluar.


Sidd tak menanggapi perkataan terakhir Ibu Parwati. Setelah semua rangkaian acara selesai, Sidd pamit untuk pulang ke rumahnya dan tentu saja bersama Alia juga.


Kedua mempelai itu masuk ke dalam mobil pengantin yang telah disiapkan oleh Sidarth sebelumnya untuk Varun dan Alia. Namun sepertinya kali ini, Sidd menyiapkan itu untuk dirinya.


Didalam mobil Sidarth melepas turban kemudian. Pandangannya sedikit terganggu karena itu. Suasana di dalam mobil terasa sunyi dan hening. Kedua insan itu masih berasa asing dengan keadaan mereka yang sekarang. Yang biasanya mereka adalah sahabat, kini posisi mereka antara Suami dan Istri.


Biasanya juga Sidd dan Alia saling bercanda dengan leluasa, tapi kali ini mereka merasa canggung, seakan ada penghalang yang membatasi mereka.


Tiba-tiba mobil yang mereka naiki jalan dengan perlahan, lalu kemudian berhenti ditepi jalan.


"Ada apa Pak ?" tanya Sidd pada supirnya.


"Maaf Tuan, sepertinya mogok atau mungkin kehabisan bahan bakar" jawab supir itu.


"APAA...?"

__ADS_1


"Aku akan periksa sebentar Tuan. Anda didalam saja" sahut supirnya lagi.


Kemudian Supir itu turun dari mobil. Ia pun memeriksa mesin, yang ternyata masih baik-baik saja. Lalu kemudian dia beralih memeriksa bahan bakarnya.


"Tuan, bahan bakarnya habis, Aku akan membeli dulu Tuan" celetuk supir itu kembali menghampiri Sidarth.


"Ya.. Ya.. Cepatlah, seharusnya Kau bisa memeriksanya tadi" sahut Sidd sewot.


"Maaf Tuan," ucap Supir itu. Kemudian dia beranjak pergi untuk membeli bahan bakar sebentar.


Alia masih duduk dan diam tanpa berkata apapun. Sidd ingin mengajak Alia berbicara tapi bibirnya masih terkatup untuk mengatakan sesuatu. Sebenarnya didalam hati Alia juga ingin mengatakan sesuatu kepada lelaki itu.


"Alia..," ucap Sidd.


"Sidd..," ucap Alia.


Keduanya jadi salah tingkah saat mereka sama-sama mengucapkan nama satu sama lain. Keduanya kembali terdiam.


"Kau ingin mengatakan sesuatu ?" tanya Alia memecah kesunyian.


"Hmm.., tidak.., maksudku iya.." jawab Sidd agak gugup.


"Katakan..!" pinta Alia.


"Tidak terlalu penting, kau ingin mengatakan sesuatu. Katakan saja..!" tukas Sidd pula.


Alia sedikit terhening sejenak.


Belum sempat Alia untuk menjawabnya, Si Supir pun kembali dengan membawa bahan bakar minyak. Setelah mobil menyala, mereka kembali melanjutkan perjalanan kerumah menuju Kediaman Sidarth.


Sidarth dan Alia kembali saling diam hingga sampai ditempat tujuan.



.


...


.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


.


...

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2