
Pada malam harinya, Sidd melihat Alia sedang berdiri di depan jendela sedang melamun, entah apa yang dipikirkan gadis itu.
" Aliaa " sapa Sidd menghampiri , membuyarkan lamunan nya. " apa yang sedang kau pikirkan, kau baik-baik saja? "
" hhmmm..., tidak ada, aku hanya melihat bulan.,
Saat itu bulan purnama , mereka berdua pun sama-sama memandang bulan.
" boleh aku bertanya sesuatu " tanya Sidd, dia mengangguk.
" kau masih merasa takut pada Varun ?" Alia pun menoleh menatapnya tapi tak ku menjawab.
" melihat cara Varun meminta maaf tadi, aku rasa dia tulus "
" aku tidak tahu " jawabnya.
" kau masih mencintainya? " tanya Sidd lagi, dia pun kembali terdiam.
" kenapa kau bertanya hal itu? " tanya Alia balik
" tidak apa-apa.., aku hanya ingin tahu. Varun masih sangat mencintai mu..,aku terus merasa bersalah "
" aku tidak tahu apa cinta itu masih ada., saat ini aku benar-benar bingung., apa itu cinta. Harta telah mengalahkan cinta. Aku tidak bisa berharap banyak, tapi dia akan selalu ada dalam hatiku " ungkap Alia. Tak berapa lama Alia kembali menatap Sidd dalam, lama-lama Sidd merasa malu-malu.
" apa ada yang aneh " tanyanya.
" tidak " Alia menjawab.
" lalu..., kenapa menatapku seperti itu? "
" oh iya...aku tidak pernah melihatmu mempunyai teman wanita.., kenapa "? tanya Alia tiba-tiba sambil melipat tangannya.
" teman wanita.., bukankah kau teman wanita ku, teman yang mana lagi "
" bukan itu..., maksud ku kekasihmu "
" aku tidak punya " jawabnya mengalihkan pandangan.
" apaa..., benarkah.., kau pasti bohong " ujar Alia mulai tersenyum.
" tidak..., aku tidak bohong " jawabnya senyum
" lagipula untuk apa, bukan kah kau sudah ada disini " tambahnya lagi.
" apaa..? " tanya Alia tercengang
" apaa.. " Sidd balik bertanya.
" kau bilang apa tadi., "
" tidak mengatakan apapun " sambil tersenyum dan menaikkan bahunya. Alia yang jengkel pun mulai tak sabaran.
Mereka kembali bercanda, terlihat Alia mendesak Sidd untuk menjawab pertanyaan nya, mengikuti tiap langkah Sidd, tapi dia mencoba menghindarinya. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu, menghentikan candaan mereka. Alia mencoba mendekati Sidd lagi namun beri isyarat agar membuka pintu. Terpaksa Alia berbalik dan pergi buka pintu. Sidd kedapur mengambil air minum.
Saat Alia membuka pintu terlihat beberapa orang yang memandangnya dengan raut wajah bertanya-tanya. Tampak 2 orang wanita paruh baya, 1 wanita muda dan 1 laki-laki paruh baya, mungkin suami salah satu wanita ini pikir Alia.
" salam " sapa Alia. Mereka masih menatap Alia heran. Alia masih terpaku berdiri.
" haaayeee ....,siapa dia " ungkap salah satu wanita itu, mereka saling berpandangan.
" Aliaa..., siapa yang datang " ucap Sidd dari dalam. Alia masih tak menjawab. Salah satu wanita itu pun masuk ke dalam saat mendengar suara Sidd, dia menoleh dan kaget melihat kedatangan keluarganya yang tiba-tiba.
__ADS_1
" ibuu.. " ucap Sidd, dia pun menghampiri dan meminta berkat, lalu memeluk ibunya, Sumitra Devi. Alia baru menyadari kalau keluarga Sidd yang datang. " kenapa ibu tidak bilang akan datang, dengan begitu aku bisa menyuruh Kabir untuk menjemput tadi " . Kemudian yang lainnya pun masuk, diikuti oleh Alia dibelakang.
" kau ini bagaimana.., ini adalah kejutan " jawab ibunya tersenyum. Sidd pun tersenyum senang, lalu meminta berkat paman dan bibinya,dan memeluk adik sepupunya Ananya.
" haayyeeee... lalu siapa gadis ini " tanya Bibi Manorama tiba-tiba, mereka semua pun kembali memandang Alia yang hanya melihat kedekatan mereka dari tadi.
" hhmmm...,. ibu dia... dia.... "
" aku sudah tahu " potong ibu Sumitra, lalu menghampiri Alia. Dia pun mulai agak canggung dan panik ,begitu juga Sidd, darimana ibu tahu,pikirnya.
" dia menantu ku bukan.. " jawab ibu Sumitra membelai pipi gadis itu. Alia menoleh tak percaya dan menatap mata ibu Sumitra. Paman, bibi dan sepupunya terkejut, ternyata mereka baru mengetahui nya saat itu.
" jadi karena itu kakak ipar bersikeras datang kemari " tanya paman. dia pun mengangguk.
" haaayyee.., " sahut bibi tak percaya sambil memegang kedua pipinya sendiri.
" ibu tahu darimana " tanya Sidd.
" maafkan saya tuan " sahut Kabir tiba-tiba menghampiri. Sidd memplototi Kabir jengkel.
" tapi ibu bahagia mendengar nya., " ujarnya lalu kembali menoleh ke Alia dan memeluknya. "ibu hanya marah karena kalian tidak mengabari ibu "
" haayyyyee..., ini betul-betul luar biasa " sahut bibi.
" bibi...itu kata-kata ku " ujar Kabir.
" iisshhh... " jawab Bibi menepisnya.
" yaahh... kakak.., kenapa tidak memberitahu kami... haaahh.. " sahut Ananya menghampiri menepis nya jengkel.
"maafkan aku.. tapi.., "
"tapi apaa.. " potong paman. " kau pikir kami ini siapa, hal seperti ini kau tidak memberitahu kami " tambahnya lagi sambil menimpuk perlahan kepala putra dari kakak laki-laki nya itu. Lalu perlahan memeluknya. Sidd tahu itu hanya pukulan sayang karena kekecewaan pamannya. Alia jadi merasa tidak enak.
" yaayaaayaa.. siapa namamu sayang " sahut ibunya, Manorama.
" Aliaa.. "
" nama yang yang sangat indah dan orangny juga cantik " puji paman. Alia merasa terharu dengan perlakuan keluarganya Sidd, kemudian Alia meminta berkat dengan menyentuh kaki paman dan bibi.
" semoga kau selalu bahagia " ujar paman.
" haayyeee.. sangat manis " ucap bibi terharu.
Mereka pun bercengkerama bersama, saling bercanda gurau dan bercerita diruang tamu. Pandangan Sidd terfokus pada Alia, dia merasa sangat bahagia saat melihat keceriaan terpancar dari wajahnya. Senyuman lepas seperti itu yang setelah sekian lama tak terlihat. Kedekatan Alia dan ibunya seperti mertua dan menantu sebenarnya, tapi Sidd sadar pernikahan nya karena sesuatu hal yang tak diketahui oleh keluarganya.
" haayyyeeee... ternyata sudah larut malam, aku rasa mulai mengantuk " ucap bibi.
" heeii.. dimana kamar kalian "? tanya nya menepuk Sidd,
" disana.. " jawab mereka bersamaan, tapi dengan arah yang berlawanan. Semua keluarga pun heran dan saling berpandangan.
" disana " jawab mereka lagi tapi kembali berlawanan. Tak tahan Kabir pun tergelak menahan tawa.
" haaayyeee... (menepuk jidatnya karena bingung).
" apa ini.. kalian berbeda kamar? "tanya paman heran.
Sidd dan Alia saling berpandangan.
" apa kalian bertengkar " sahut Ananya juga.
__ADS_1
" yayaya...kurasa saat ini mereka bertengkar " sahut Kabir mengerti keadaan,
" haaayyeee... ini sangat buruk " mulai tegang. Sidd dan Alia semakin bingung.
" hhmmm.. tidak apa-apa.., hubungan suami istri juga terkadang tidak selalu baik kan.., tapi aku yakin mereka pasti bisa menyelesaikan dengan bijak..,ibu benarkan? " Sidd dan Alia pun mengangguk perlahan.
" dan mulai sekarang kalian harus berbaikan segera.., ayo kemari.. " ucap bibi lalu meraih tangan mereka berdua dan menyatukannya. Sidd dan Alia pun terpaksa menuruti.
" ya sudah.. kalian sekarang istirahat " ucap ibu. Mereka pun saling berpandangan lagi.
" haayyeeee... apa lagi..,sudah sana "
Ananya lalu menarik mereka berdua.
" kalian berdua pasangan yang aneh.., ayo cepat sana "
" tunggu...Ananya.., dengarkan dulu " ucap Sidd, tak peduli Ananya langsung menutup pintu kamar.
Sidd memandang Alia yang masih berdiri.
" maaf.., mereka tidak tahu kalau kita hanya.. " ucap Sidd tak meneruskan ucapan nya.
" aku yang harusnya minta maaf.., aku telah merepotkan mu "
Lalu Sidd melangkah untuk mengambil bantal dan selimut.
" aku akan tidur disofa.., kau tidur lah disana "
ucap Sidd lagi sambil merapikan sofa dan bersiap untuk tidur. Alia duduk dipinggir tempat tidur dan memandang Sidd. Sidd mulai membaringkan tubuhnya dan mencoba menutup matanya. Begitu juga dengan Alia mulai menarik selimut dan juga berbaring.
Tak berapa lama pintu kembali terbuka, mereka sama-sama kembali terbangun.
" haaayeeee... apa ini.., kalian masih bertengkar juga " ujar bibi tiba-tiba masuk.
" bibi "
" aku rasa Permasalahan mereka sangat rumit ibu " ucap Ananya.
" tidak.. tidak.., bukan seperti itu " ujar Alia.
Ananya dan ibunya saling berpandangan.
" nnnggg.. maksud ku.., kami... baik-baik saja..," ujar Alia, lalu berjalan mengambil bantal dan selimut Sidd kembali dan menaruhnya di atas tempat tidur.
" bibi lihat.. kami sudah berbaikan., " ucap Alia.
" haayeee.. haayeee.. sangat manis., aku suka itu " ujar bibi tersenyum kembali.
" kalian ini.,benar-benar membuat ku kagum " tambah Ananya tergelak.
" oh iya... ada apa " tanya Sidd
" tidak ada.., hanya memberikan susu ini saja"
jawab Ananya.
Alia pun mengambil nya.
" ok.., kalau begitu selamat beristirahat.., ayoo bu..., ibu ayooo.. " ucap Ananya memaksa ibunya.
" yayayaaa...,"
__ADS_1
Mereka pun keluar.