Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 46


__ADS_3

Alia dan seluruh keluarga masih menunggu Siddarth, untuk mengisi ke kosongan sambil menunggu kedatangan Sidd, mereka mulai membuka pesta dengan nyanyian dan tarian. Alia masih duduk gelisah menunggu suaminya, Ananya mengajaknya menari tapi ditolak.


Sidd masih berada dirumah Parineeta, gadis itu terlihat seperti seorang psikopat. Tatapan matanya yang menusuk bak jarum membuat Sidd semakin kesal. Pari mencoba menghalanginya untuk pergi.


" Parii..aku minta maaf padamu.,karena menyebabkan penderitaan mu, tapi kita bisa membicarakan hal ini dengan cara baik-baik " ujar Sidd mencoba menenangkan. Pari mendekati Sidd dan memeluknya.


" aku sudah mempersiapkan semua ini, ini adalah ritual pernikahan kita, jangan tinggalkan aku lagi Sidd "


" Pari..hentikaaaann semuaa inii.. " hardik Siddarth dan melepaskan pelukan Pari. " aku sudah menikah.., dan aku hanya mencintai istriku..,aku mencoba menghargaimu tapi kau membuat kesabaran ku pada batas nya., cukuupp.. "


Pari terdiam menahan amarah, Sidd membuka pintu lalu pergi, Pari berusaha mengejarnya. Sidd langsung tancap gas dengan motornya, dan mencoba melupakan kejadian tadi. Dia tak menyangka peristiwa lalu akan mengganggu kehidupannya yang sekarang. Saat akan melintasi jambatan panjang, tiba-tiba motornya ditabrak dari arah belakang oleh sebuah mobil yang melaju kencang. Motor yang dikendarai Sidd hilang kendali hingga terjungkal, kepalanya membentur pagar besi jembatan, dan tubuhnya langsung terlempar ke sungai yang arusnya sangat deras. Sedangkan motornya masih menyangkut disalah satu pagar jembatan, hadiah untuk Alia yang dibelinya tadi terlempar tak jauh dari lokasi. Pari keluar dari mobilnya dengan senyuman sadis.


" kalau aku tidak bisa memiliki mu, maka wanita manapun juga tidak bisa memiliki mu Siddarth " gumamnya dengan senyuman liciknya. Kemudian dia pun pergi meninggalkan tempat itu.


Alia mulai khawatir dan gelisah, lalu dia kembali ke kamar untuk menelpon suaminya. Telpon rumah pun berdering, semua orang tengah sibuk menari, karena suara musik yang begitu keras jadi mereka tak mendengarnya. Nenek yang saat itu hendak ke kamar memdengar suara telpon dan mengangkatnya.


" helloo.., siapa ini " tanya nenek di telpon. Tubuh nenek bergetar, nafasnya sesak, seketika tubuhnya ambruk, telpon masih terjuntai,.Semua orang terkejut melihat hal itu. Suara musik pun berhenti.


" ibuuu.. " teriak paman Rajeev, lalu cepat-cepat mengangkat tubuh nenek. Ayah langsung mengambil telpon itu dan bicara.


" helloo.., apaaa.. " , seketika wajah ayah tampak lemas, semua orang jadi heran dan bingung.


" suami ku ada apa? " tanya ibu mulai khawatir. Ayah menatapnya dengan wajah sedih hampir menangis.


" Siddarth.. " ucap Ayah tak sanggup berkata-kata.


Alia yang berada dikamar heran tak mendengarkan suara musik dan nyanyian lagi, dia pun keluar dari kamar, dan semua orang diam membisu. Alia melihat nenek terbaring tak berdaya disofa, ayah dan ibu mertuanya menangis sambil berpelukan, begitu juga bibi dan Ananya. Ibunya Parwati menghampiri dan mencoba menenangkan.


" ibu ada apa., kenapa musiknya berhenti " tanya Alia heran. " apa yang terjadi dengan nenek, apa dia sakit " tanya nya lagi dan duduk disampingnya. Ibu Parwati memegang bahunya dan mencoba menahan kesedihan nya. " ibu ada apa ini.., kenapa kalian semua menangis.., jawab aku " tanya Alia lagi mulai gelisah.


" Alia sayang.. Sidd.. Sidd. " jawab ibu Parwati terbata. " Sidd mengalami kecelakaan " terusnya. Alia melangkah pelan ke belakang, tubuhnya tak berdaya. " Alia tenangkan dirimu " ucap Ibunya lagi.


" tuan mobilnya sudah siap " ucap Kabir menghampiri.


" Rajeev bawa ibu ke rumah sakit, aku akan ke lokasi tempat kejadian melihat situasi " ucap kakaknya Alokh. Lalu Paman, bibi dan Ananya membawa nenek ke rumah sakit.


" ayah aku ikut " ujar Alia. Mereka berempat pun menuju jembatan tempat dimana Sidd mengalami kecelakaan. Sesampai disana telah ada beberapa petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan. Alia langsung berlari melihatnya dengan tersedu.


" Siiiidddd.. Siiiiddddd.. " panggilnya. Beberapa petugas mencoba menahannya. " lepaskan aku.. aku ingin melihatnya " teriak Alia meronta. Tangisnya semakin pecah saat melihat motor yang biasa dia naiki bersama Sidd ringset, dia berusaha meronta lagi dan berlari ke arah motornya, lalu menangis lagi.


" pak bagaimana kejadiannya " tanya Ayah.


" maaf tuan.,saat ini kami masih melakukan penyelidikan, kami belum menemukan mayat korban "


" apa kau bilang..mayat, putraku masih hidup."


teriak ibu menangis.

__ADS_1


" maaf nyonya., kami masih melakukan pencarian " jawab salah satu opsir.


" Sidd tidak mungkin meninggalkan ku.hiks..hiks.. hiks.. Siiiddd.. " teriak Alia meratap dan penglihatannya menjadi gelap, kepalanya pusing, tubuhnya langsung tergelatak tak berdaya. Ibu Parwati langsung menahannya, dan minta pertolongan.


" Aliaaa.. aliaaa.. " panggil ibunya, tapi tak disahuti. Beberapa petugas membopong tubuh Alia ke ambulance dan membawanya ke rumah sakit.


*****


Sidd menghampiri Alia yang sedang tertidur, menggenggam tangannya dengan erat, lalu mengecup keningnya, kemudian tangan satunya membelai mesra perut Alia.


" Sidd.. " Alia tersentak dari tidurnya, tapi tak melihat Sidd, dipandangi sekeliling terlihat sepi, ibu Parwati berdiri disampingnya. " ibu "


" iya sayang "


" dimana Sidd.., tadi dia kemari bu., sekarang dimana dia " tanya Alia. Ibu Parwati bingung mau jawab apa, dia tak ingin anaknya menangis lagi. Ibunya terpaksa diam.


Diruangan perwatan yang lain, nenek telah terbujur kaku. Matanya telah tertutup dan tangannya sudah terlipat. Semua orang menangis tak kuasa menahan perasaan, nenek telah pergi untuk selamanya. Karena kabar kecelakaan yang menimpa Siddarth membuat nenek shock berat, hingga penyakitnya kambuh, membuatnya drop dan kali ini tak tertolong lagi. Semua orang kembali ke rumah dalam kesedihan, pertama kehilangan Sidd ,yang belum ditemukan juga dan sekarang harus kehilangan nenek juga. Mereka melakukan upacara kematian nenek, walau tanpa Alia. Kondisinya menjadi bertambah shock saat mendengar kematian nenek dari ibunya. Alia menangis dipangkuan ibunya.


********


Berita kematian ibu dari pengusaha tersukses langsung tersebar di media. Juga kabar kecelakaan yang menimpa putranya, Siddarth juga langsung tersebar seperti angin berembus. Varun yang saat itu berada dirumah Shradda terkejut saat membaca koran pagi itu. Sahabatnya Siddarth telah meninggal dalam kecelakaan itu. Shradda masih belum mau bicara dengan dengannya. Selalu menghindar saat Varun memcoba mendekatinya, belum lagi Ny. Tara yang selalu menelponnya setiap waktu untuk menyuruh putranya pulang ke rumah, dan menebarkan ancaman jika dia menolak. Varun berencana untuk mengunjungi Alia nanti.


Alia telah kembali dari rumah sakit, ibu matanya masih bengkak karena menangis setiap waktu, ayah dan paman sibuk bolak balik ke kantor polisi untuk informasi keberadaan anaknya. Bibi berusaha untuk menghibur kakak iparnya, tapi masih tetap saja tak berhasil.


" kakak ipar ayo makan dulu., kau tidak makan apa-apa dua hari ini., kau bisa sakit " ucap bibi prihatin dengan kondisi Ibu Sumitra. " kakak pikirkan juga dirimu, kau masih punya Alia dan juga anak yang dikandungnya, anaknya Siddarth, kalau kau terus bersedih seperti ini menantu mu itu juga akan semakin terpuruk, Alia juga pasti sangat bersedih, saat ini dia sedang mengandung bukankah kita harus menjaganya juga " ucap bibi sambil menangis. Ny. Sumitra memandang ke arahnya, lalu mengambil makanan yang dibawa adik iparnya itu dan mulai memakannya. Bibi pun menghapus air matanya.


" sayang.., " sapa ibu pelan. Alia menoleh dan mencoba untuk tersenyum. " kau sudah makan., ibu membawakan makan malam untukmu "


Lalu membawa Alia duduk disofa dekat ranjang. Ibu kemudian mencuci tangan dan mulai menyuapi Alia, Alia menatap dan perlahan memakannya. Tak terasa air matanya kembali jatuh membasahi pipinya. Ibu Sumitra memeluknya dan membiarkan Alia menangis.


" kau harus kuat., kita pasti akan menemukan Sidd secepatnya " ujarnya menenangkan. Alia hanya menangis.


Keesokan harinya Varun datang berkunjung ke rumah Siddarth. Suasana rumah tak seperti biasa, semua orang masih dalam keadaan berkabung.


" salam " sapa Varun saat melihat bibi sedang berada diteras. Bibi pun tersenyum dan bengong. " aku sahabatnya Sidd "


" haayyee..,ya-ya-ya.. aku ingat, ibumu yang judes itu kan..,masuklah.. ayo.., aku akan panggilkan Alia " jawab bibi, lalu masuk ke dalam menemui Alia. Varun juga menyusul dan langsung duduk disofa. Tak lama Alia keluar dan menemuinya. Mata Alia masih terlihat sembab.


" Alia " ucapnya berdiri,


" Varun " balas Alia pelan. Mereka kemudian duduk.


" Alia aku turut berduka atas semua yang terjadi, maaf aku baru menemuimu sekarang.


" terima kasih,tidak apa-apa.," jawab Alia singkat.


" lalu bagaimana dengan keadaanmu ?"

__ADS_1


" aku baik-baik saja.,bagaimana kabar Shradda " tanya Alia balik.


" baik.,"


Tak berapa lama ayah berjalan keluar dengan tergesa-gesa, begitu juga dengan ibu.


" bibi.. ada apa, kenapa ayah dan ibu terburu-buru begitu? "


" mereka ke kantor polisi, mungkin ada informasi baru "


Alia bergegas keluar menyusul, tapi mertuanya sudah terlanjur pergi.


" bibi.. aku akan menyusul mereka "


" haayyyeee.. jangan., sebaiknya kau disini saja ya " ucap bibi menahannya. Alia merasa kesal tak dapat pergi.


" aku akan mengantarmu, bibi kau jangan khawatir aku akan menjaga nya " ujar Varun, Alia tersenyum mendengar tawaran Varun. Bibi mengizinkan Alia pergi bersama Varun.


Sesampai dikantor polisi, Tn. Alokh shock saat mendengar penjelasan petugas polisi itu. Sidd tidak mengalami kecelakaan tunggal tapi kecelakaan yang disengaja, seseorang mencoba membunuhnya. Tn. Alokh dan istrinya semakin sedih saat mengetahui hal itu.


" pak polisi lalu siapa yang melakukan hal itu, apa motifnya " tanya Ayah.


" ya.., Sidd tidak pernah punya musuh " sanggah ibu.


" itu yang sedang kami selidiki, secepatnya kami akan kabari "


Saat hendak meninggalkan kantor kepolisian, mereka berpapasan dengan Alia dan Varun.


" Alia.. kau disini? " tanya ibu


" ibu.. kenapa tidak mengajakku, apa ada kabar tentang Sidd " . Ibu menggeleng pelan. Alia kembali lesu mendengarnya.


" seseorang mencoba membunuh Siddarth " ucap ayah pula, mengagetkan Alia dan Varun.


" apa.."? tanya Alia


Varun juga terkejut mendengarnya.


" nanti polisi akan memberi tahu, sebaiknya kita pulang sekarang., ayo " ajak ibu.


" bibi.. izinkan aku mengantar Alia pulang " ucap Varun. ayah mengangguk. Alia kembali pulang diantar oleh Varun. Diperjalanan Varun memperhatikan Alia yang melamun.


" Alia.. kau yang sabar ya., aku akan membantumu menemukan Siddarth kembali "


" terima kasih., " jawabnya singkat.


Varun kembali fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2