Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 7 "Janji Cinta Kita"


__ADS_3

Yang baru mampir jangan lupa tekan like dulu yah👍,rate n vote kalau bersedia😁. Terakhir tinggal jejaknya di kolom komentar.


.


...


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


.


...


.


Sekembalinya Varun dari kamar mandi, ia tak lagi mendapati Alia di meja makan. Yang terlihat hanya Ibunya yang tengah menikmati makananya.


"Ibu.., dimana Alia ?" tanya Varun merasa kehilangan gadis itu.


"Pergi" jawab Ibunya singkat.


Varun mengerutkan dahinya. "Pergi, maksud Ibu pergi kemana ?" tanya Varun lagi sembari menatap Ibunya.


"Ibu tidak tahu, dia hanya bilang ada urusan mendesak. Tadi ibu sudah mencoba menahannya untuk menunggumu sebentar. Tapi dia tetap saja pergi" jawab Ny. Tara menyudahi makanannya. Ia lalu berdiri dan beranjak meninggalkan Varun yang terpaku.


Varun merasa curiga dengan sikap Ibunya, beranjak mencoba menyusul Alia keluar. Namun ia kalah cepat dari langkah Alia yang terlebih dahulu meninggalkan rumahnya.


Varun semakin yakin, bahwa Ibunya telah melakukan sesuatu terhadap Alia. Ia pun kembali masuk ke dalam rumah untuk menemui Ibunya.


"Ibu.., katakan padaku. Apa yang ibu katakan pada Alia ?" tanya Varun menyelonong masuk ke ruang kerjanya.


Ny. Tara yang saat itu tengah menelpon dengan seseorang tak menggubris perkataan Varun. Varun terlihat jengkel, kembali bertanya pada wanita paruh baya itu.


"Ibu aku bertanya pada Ibu, apa yang Ibu lakukan kepada Alia ?" tanya Varun lagi dengan nada agak tinggi.


Ny. Tara menyudahi telponnya seketika. Lalu meletakkan gagang telponnya dengan suara agak keras. Ia menatap Varun dengan tajam.


"Memangnya apa yang kulakukan ?" jawab Ny. Tara sebaliknya bertanya.


"Ibu berhentilah berpura-pura. Aku sangat mengenalmu, Ibu pasti telah mengatakan sesuatu kepadanya kan" ujar Varun semakin mendesak Ny. Tara.


"Kau ini bicara apa, Ibu tidak paham maksudmu" celetuk wanita tua itu.


"Ibu, aku tahu selama ini Ibu selalu memata-matai kehidupanku. Diam-diam Ibu telah menyuruh Sam untuk menguntitku kan."


Ny. Tara terdiam sejenak.


"Aku akan membiarkannya Ibu, selama itu tidak mengusik kehidupan pribadiku, lakukanlah sesuai keinginanmu" ujar Varun lalu beranjak pergi meninggalkan Ibunya.


Ny. Tara memandang kepergian Varun menahan kesal.


"Gadis itu telah mempengaruhi Varun perlahan, aku tidak akan membiarkan hal itu" cetusnya didalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Kampus.


Varun celingak celinguk mencari keberadaan Alia, namun ia tak menjumpai sosok gadis itu. Lelaki itu juga menanyakan kekasihnya itu kepada teman yang biasa bersama Alia.


"Aku tidak melihatnya pagi ini" ujarnya.


Varun dengan wajah lesu beranjak pergi dan duduk dibawah pohon tempat biasa dia menyendiri.

__ADS_1


"Hai.., kau disini" sapa Sidd tiba-tiba datang menghampirinya.


Varun menggeser duduknya. Sidd dapat melihat wajah kusut sahabatnya itu.


"Kenapa dengan wajahmu, kau terlihat seperti pria yang baru saja kehilangan gairah hidupnya" ucap Sidd meledeknya.


Varun tak menggubris candaan sahabatnya. Ia mengalihkan pandangan, lalu kembali menghadap Sidd lagi.


"Ada apa, kenapa kau menatapku seperti itu?" celetuk Sidd.


"Sidd, apa kau bertemu Alia ?" tanya Varun dengan mata berbinar-binar. Ia merangkul kedua lengan Sidd penuh harap.


"Tenanglah bung, kenapa wajahmu cemas begitu" tepis Sidd.


Varun terhening sejenak.


"Iya.., tadi aku bertemu dengannya. Dia bilang akan pergi Shimla bersama Ibunya" ujar Sidd memberitahunya.


Tapi sepertinya Varun masih tidak percaya. "Apa dia mengatakan sesuatu ?" Varun kembali bertanya. Perasaannya tidak tenang sejak kemarin malam.


Sidd menatap Varun, lalu mengingat perlahan pertemuannya tadi.


FLASHBACK ON


Alia bergegas meninggalkan kantor Tn. Boman. Dari jauh Sidd melihat langkah gadis itu tergesa-gesa.


"ALLIIAAA.."


Alia menghentikan langkahnya dan menokeh pada sumber suara itu. Tampak Sidd berjalan menghampirinya.


"Sidd, ada apa?"


"Kau terburu-buru sekali, mau kemana?" tanya Sidd heran.


"Shimla.., oohh. ."


Sidd tampak mengangguk-angguk. "Oh ya kau melihat Varun?" tanya Sidd kemudian.


Alia menggelengkan kepalanya. Sidd memperhatikan wajah Alia yang terlihat tidak bergairah saat membahas Varun.


"Ada apa, sepertinya kau sedang bermasalah dengan Varun ?"


Pertanyaan Sidd sontak membuat Alia mengingat kembali perkataan Ny. Tara sewaktu di rumahnya.


"Tidak, aku dan Varun baik-baik saja" jawab Alia sembari melangkah perlahan. Ia mencoba menyembunyikan perasaannya yang gelisah dari Sidd.


"Syukurlah, oh ya semalam aku ke rumahmu mengantarkan ini" ujar Sidd sembari memberikan buku miliknya. "Tapi bibi bilang kau sedang pergi ke rumah Varun" sambung Sidd lagi.


"Yah, Varun mengajakku ke rumahnya" balas Alia sembari mengambil bukunya.


"Jadi kau sudah bertemu dengan Ibunya?"


"Hmm..," angguk Alia pelan. "Sangat mengesankan, oh ya aku harus pergi daaah.." ujar Alia beranjak.


"Heii.., kau tidak memberitahu Varun dulu" sorak Sidd pelan.


Namun Alia tidak menggubris perkataan Sidd. ia terus melangkah dengan cepat.


"Ada apa dengannya?" batin Sidd berkata.


FLASHBACK OFF


"Jadi Alia hanya mengatakan itu?"

__ADS_1


"Yah, memang apa lagi?" tanya Sidd balik.


Varun terdiam sejenak. Terakhir Alia pergi tanpa pamit padanya, dan hari ini gadis itu bahkan tidak menemuinya.


"Hei.., kenapa. Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Sidd menata heran.


Varun menggeleng pelan.


"Varun.., kau adalah sahabatku. Kalau kau ada masalah katakan padaku, mungkin saja aku bisa membantumu" ujar Sidd kembali.


Tiba-tiba saja dengan cepat Varun merangkul tubuh Sidd didepannya.


"Kenapa kau ini, aku tidak bisa bernafas" ucap Sidd merasa sesak.


Varun tidak peduli, ia semakin mempererat pelukannya. Hari ini, rasanya ia ingin menangis dipelukan seseorang.


Beberapa mahasiswa lain memandang sambil cengar cengir memperhatikan mereka.


"Hei.., sudahlah jangan menangis lagi. Apa kau tidak malu dilihat orang. Mereka pasti mengira kalau aku dan kau pacaran bodoh" goda Sidd.


Varun pun melepaskan pelukan nya. "Kau ini," ucap lelaki sembari mendorong pelan tubuh Sidd.


Varun tersenyum kembali dan menghapus airmata yang menumpuk disudut matanya. Moodnya sedikit membaik setelah memeluk Sidd sesaat.


Sidd juga tahu kebiasaan dari sahabatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian


Varun menemui Alia di rumahnya. Sudah beberapa hari ia tidak bertemu dengan gadis itu. Ia juga merasa bersalah dengan sikap Ibunya yang ketelaluan tempo hari.


"Alia.., aku minta maaf atas nama Ibuku" ucap Varun memandang Alia yang berdiri membelakanginya.


Perlahan Alia membalik badannya. "Varun, aku rasa mungkin ibu benar. Kita tidak mungkin bersama" jawab Alia pelan.


"Apa maksudmu ?" tanya Varun menatap dekat gadis itu.


Alia terdiam sejenak.


"Alia aku sangat mencintaimu, kenapa kau bilang begitu?" tambahnya lagi.


Alia masih tak menyahut pertanyaan lelaki itu.


"Kau tidak yakin pada cintaku?" tanya Varun semakin mendekatinya. "Aku mohon berjuanglah bersamaku, bersama cinta kita" ucap Varun lagi sembari melekatkan wajahnya dengan Alia.


Alia menatap kedua mata Varun yang bening. Didalam hatinya, ia juga sangat menginginkan dapat hidup bersama lelaki itu.


.


...


.


💘💘💘💘💘💘💘💘


.


...


.


__ADS_1


To be continued✌😁


__ADS_2