Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 26 "Depresi Varun"


__ADS_3

Hai-hai.., terima kasih sudah menyimak ceritaku sejauh ini. Mudah-mudahan masih berkesan yah✌yuk like, rate dan vote yah👍.


.


...


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


.


...


.


Beberapa Minggu kemudian,


Varun masih belum kembali ke Rumahnya. Ny. Tara tampak kebingungan dan cemas mencarinya. Perusahaan diambil alih sementara olehnya. Beberapa orang suruhannya sudah diperintahkan untuk mencari keberadaan Varun.


"Apa sudah ada kabar dari Varun?" tanya Ny. Tara pada Sam yang berdiri dibelakangnya.


"Belum Nyonya" jawab lelaki itu singkat.


Ny. Tara menghembus nafas panjang. "Kemana Anak itu?" gerutunya didalam hati.


Ny. Tara beralih kemudian duduk disofa. "Bagaimana dengan gadis itu ?" tanyanya kemudian.


"Dia menikah dengan Tn. Sidarth Nyonya" jawab Sa


"Hemmm.., seperti yang diinginkan" gumam Ny. Tara. Ia memandang Sam sumringah. "Bagus, begitu lebih baik" ucap Ny. Tara sembari menunggingkan senyuman tipis.


"Dengan begitu Varun tidak akan bisa bersama gadis itu lagi. Aku hanya perlu menekan Siddarth sedikit saja" tambahnya kembali memikirkan sesuatu hal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada malam harinya, Varun pulang ke Rumah dengan botol minuman ditangannya. Penampilannya terlihat acak-acakan. Ia berjalan sempoyongan hingga tak sengaja menyenggol vas bunga hingga terjatuh.


Praaaaaannngg


Seorang pelayan mencoba membantunya karena ia hampir tersungkur.


"MINGGIIIRRR.." bentak Varun mendorong tubuh pelayan itu.


Seorang pelayan wanita menghampiri untuk membersihkan pecahan kaca dari vas bunga itu.


Varu menggeser duduknya mendekati pelayan itu, hingga membuat pelayan itu sedikit ketakutan.


"Kau punya kekasih?" tanya Varun pelan. Pelayan itu tak menjawab pertanyaan Varun.


"Eeeii.., Kau punya Ibu ? Apa dia menyayangimu?" ucap Varun terus meracau. Perlahan pelayan itu mengangguk.


Varun tampak tersenyum. "Kalau begitu bagaimana kalau Ibumu jadi Ibuku, dan Ibuku menjadi Ibumu hmm.., bagaimana?" tanya Varun sembari tertawa pelan.


"Ibuku tidak menyayangiku, dia sangat kejam. Kita tukaran saja ya aahhahaha..😄" ucap Varun tertawa.


Pelayan itu pun menunduk saat melihat Ny. Tara sudah berada dibelakang Varun.


"Pergilah..!!" ucap Ny. Tara pada pelayan itu.


Semua pelayan meninggalkan ruangan itu, yang tinggal hanya Varun dan Ibunya. Varun menatap ibunya dengan kebencian, sambil terus meneguk minumannya dan bersendawa. Ia kemudian mendekati Ibunya perlahan.


"Kau senang melihatku seperti ini kan Ibu ?" tanya Varun sembari meneguk minumannya.


"Apa yang Kau katakan ? Kenapa Kau seperti ini, Kau sudah membuat Ibu khawatir" ucap Ny. Tara sambil memeluk Varun.


"Jangan menyentuhku Nyonya Besaaarrrr.," tukas Varun sembari mendorong Ibunya.

__ADS_1


"Varun..,"


"Hehehee..., Kau senang dengan panggilan itu kan Nyonya Tara Singh Khanna" ujar Varun meledek Ibunya.


"Varuuunn, maafkan Ibu.."


"Sshhhhhttt.., Aku tidak mendengar apa pun. Kau dengar sesuatu Nyonya?" tanya Varun seraya meletakkan tangannya ke samping telingaya. Ny. Tara terdiam sejenak. Saat ini Varun tidak bisa diajak bicara dulu. Pikiran Anak itu benar-benar sangat kacau hari ini.


Varun kemudianlalu berjalan perlahan ke kamarnya.


"Varunn..," ucap Ny. Tara pelan. Ia merasa kasihan melihat kondisi Varun saat ini. Ia tampak sangat terpukul dengan semua ini.


"Ini semua karena gadis itu. Dia telah berhasil membuat Putraku menjadi depresi seperti ini" gumam Ny. Tara memandang setiap langkah Varun yang tergopoh-gopoh.


"Aku tidak akan mengampuni gadis itu" ucapnya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Varun mengunci dirinya di Kamar. Dia pun duduk berjuntai disisi tempat tidurnya, sesekali meneguk minumannya.


Tak sengaja pandangannya beralih saat menatap fotonya bersama Alia. Dia pun meraih dan menatapnya. Tak terasa air matanya pun mengalir. Varun memeluk foto itu ke dadanya sambil menangis.


Tangisnya berhenti saat melihat ke bagian belakang pintu kamarnya. Disana masih terpampang gambarnya saat bersama Sidarth dulu. Gambar dengan ukuran besar.



Varun bangkit dan menatapnya tajam. Ia kemudian mengambil botol minumannya lalu melemparkannya ke gambar itu.


Priiiiiaannkk


Botol itu pun pecah. Varun kemudian mengambil pecahan kaca itu dan menyayat-nyayat bagian gambar Sidarth dengan marah.


"Aku membencimu, Aku membencimu" teriak Varun membabi buta. "Aku akan merebut Alia kembali darimu" ucapnya lagi dan terus menyayat gambar Sidarth hingga hancur.


.


...


.


.


...


.


Dirumah Sidarth,


Malam itu Alia sedang merapikan tempat tidurnya. Namun, tak berapa lama telponnya berdering, tampak panggilan dari Ibunya.


"Helllo Bu..,"


"Hello Nak, bagaimana kabarmu? Maaf Ibu menelponmu malam-malam begini" ucap Ibu Parwati merasa bahagia mendengar suara Putrinya.


"Tidak apa-apa Bu. Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan Ibu?" jawab Alia sembari bertanya balik.


"Ibu baik.., bagaimana dengan Sidarth?"


"Sidd juga baik Bu," jawab Alia kemudian.


"Syukurlah. Ibu hanya khawatir, apa Varun pernah datang kesana?" tanya Ibu Parwati merasa cemas.


"Ii-iiyaa, tapi Aku sudah katakan padanya untuk tidak menemuiku lagi. Ibu jangan khawatir" tukas Alia terhenyak.


"Baiklah, Ibu percaya padamu. Ibu harap Kau tidak akan mnegecewakan Ibu" sahut Ibu Parwati.


"Iya Bu, Aku mengerti."

__ADS_1


"Baiklah, Ibu akhiri dulu. Sampaikan salam Ibu untuk Sidarth ya.," ucap Ibu Parwati.


"Iya..," telpon berakhir.


Alia meletakkan kembali ponselnya. Namun tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering, dan ternyata panggilan dari Varun.


Alia kembali teringat dengan janjinya kepada Ibu Parwati,. Tanpa pikir panjang, ia menolak panggilan itu. Berkali-kali Varun menelponnya tapi tetap tak dihiraukannya. Karena merasa bosan, Alia pun mematikan ponselnya.


Dengan wajah sedih, Alia meletakkan ponselnya dilaci. Sejujurnya, ia masih belum bisa melupakan Varun, tapi dia juga tak bisa menyakiti Ibunya sendiri. Karena didalam hatinya, ia juga sakit hati dengan perlakuan Ny. Tara waktu itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sidd masih terlihat sibuk memperbaiki salah satu mobil dibengkelnya. Kabir membantunya dalam mengambilkan alat-alat yang diperlukan lelaki itu.


"Sudah malam begini Kau masih sibuk bekerja?" ucap Alia menghampiri.


"Hehehee, Kakak Ipar. Sejak kapan disana?" celetuk Kabir.


"Baru saja," jawab Alia tersenyum.


"Kau belum tidur?" tanya Sidarth yang terus memeriksa kondisi mobil.


"Belum. Ini Aku membuatkan kopi untukmu" jawab Alia sembari membawa baki dengan gelas kopi diatasnya.


"Kakak ipar, apa Kau juga membuatkan kopi untukku heheehe..?" ujar Kabir tertawa.


"Tentu saja, ini. Ambilah..!!" jawab Alia memberikan.


Kabir bergegas mengambil gelas kopi itu. Ia tampak sumringah.


"Terima kasih Kakak Ipar" jawab Kabir tersenyum lebar.


"Ya sudah, udara mulai dingin. Kembalilah tidur" ujar Sidarth kemudian.


"Kau ini bagaimana Tuan, Kakak Ioar ingin menemanimu. Kau malah mengusirnya" celetuk Kabir.


Seketika Sidarth membulatkan matanya memplototi Kabir.


"Maaf, dia memang suka bercand."


"Tidak apa-apa. Aku masuk dulu, selamat malam" ucap Alia pamit.


"Baiklah, terima kasih kopinya. Selamat malam" sahut Sidarth.


Alia pun meninggalkan Sidd, dan masuk ke rumah. Sidd masih memandangnya dari jauh. Kemudian


"Jangan hanya memandangnya, ayo sana susul Kakak Ipar..!!" goda Kabir tiba-tiba muncul dibelakang Sidd mengagetkannya.


"KAU.., TUTUP MULUTMUU..!!"


Kabir pun berlari sambil terus menggoda Sidarth.


"Kakak Ipar tolong Akuuuu... Hehehehee.," sorak Kabir terus menggoda Sidarth. Ia tampak berlari ke dalam rumah, membuat Sidd berhenti mengejarnya.


"Awas Kau.." gerutu Sidd.


.


...


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


.


...

__ADS_1


.


To be continue✌


__ADS_2