
Varun memutuskan untuk langsung menikah dengan Shradda, tanpa pertunangan terlebih dahulu. Walau dengan terpaksa dia lakukan, tapi akan mencoba untuk menerima Shradda sebagai istrinya, namun jauh didalam hati masih belum bisa melupakan Alia. Shradda memaklumi hal itu, Varun juga telah mengatakannya, belum bisa memberikan cinta sepenuhnya pada wanita itu. Varun juga meminta ibunya untuk mengundang keluarga Malhotra, juga termasuk Siddarth dan Alia sebagai syarat. Ny. Tara terpaksa mengabulkannya, asal dia mau menikah. Pernikahan akan dilakukan setelah satu minggu. Keluarga Malhotra juga telah sampai ke rumah Siddarth yang di kota ND untuk sementara waktu, agar perjalanan ke kediaman Khanna nanti tidak terlalu jauh, sekaligus untuk bertemu dengan ibu Alia juga, untuk membicarakan soal pernikahan Sidd dan Alia kembali. Ayah, ibu, bibi dan Ananya saja yang ikut, pamannya Rajeev sedang ada pekerjaan, sedangkan nenek menolak karena nanti akan cepat lelah diperjalanan, maklum faktor usia.
Tn. Alokh tampak kagum dengan rumah kediaman Sidd, walau sederhana tapi sangt nyaman. Melihat setiap sudut dan bengkel tempatnya bekerja. Walau dengan diam-diam ibunya kadang-kadang memberikan bantuan untuk Sidd, tapi dia lebih sering menolak kecuali dalam keadaan terdesak. Sebenarnya Sidd dan Alia sudah menolak untuk pergi ke pernikahan itu, tapi ayah dan ibunya bersikeras karena hanya ingin menghargai Tn. Khanna saja. Sidd dan Alia tak bisa mengatakan kalau mereka memiliki konflik masa lalu dengan keluarga itu.
Alia sedang termenung didepan jendela, bingung harus melakukan apa agar tak pergi ke acara itu, terlebih harus bertemu kembali dangan Varun dan ibunya.
" ada apa..? " tanya Sidd menghampiri.
" Siidd..., sebenarnya aku... "
" aku tahu.., pasti tidak ingin pergi ke pernikahan Varun kan "? potong nya.
" aku juga tidak ingin pergi sebenarnya tapi ini hanya karena ayah dan ibu.., aku khawatir Ny. Tara akan berbuat sesuatu nanti pada mereka " ucapnya lagi.
" jadi..?"
" jadi sebaiknya kita ikut saja "
Tak lama kemudian ibu menghampiri mereka.
" Alia..., kalian disini.., Sidd ini untuk mu.., pakai itu saat acara nanti dan Alia... ini untuk mu " ujar ibu memberikan pakaian berbalut benang emas itu.
" terima kasih bu " jawab Alia.
" ya sudah.. nanti malam bersiaplah.., kita akan berangkat bersama " ujarnya lalu pergi.
Pada malam pernikahan Varun, dia masih berada dikamar. Menatap dirinya dicermin, ini adalah hari pernikahan dimana dia akan terikat dalam suatu hubungan yang sakral. Dia berharap nanti dapat bertemu Alia untuk terakhir kalinya.
Siddarth tampak bersiap-siap, begitu juga yang lainnya. Ayah, ibu dan bibi sudah siap, mereka masih menunggu Sidd, Alia dan Ananya.
" haayyeee... kenapa mereka lama sekali? " ucap bibi tak sabaran. Tak lama Ananya menghampiri dengan mengenakan salwar.
" haayeyee.. kenapa kau kama sekali " omel bibi.
__ADS_1
" ibu.., ini sudah cepat.., kakak dan kakak ipar juga belum siap kan "
" itu mereka " ucap ibu.
" haayyeee.. hayyyeee.., kalian butuh waktu lama untuk berdandan.., "
" maaf bi.., ayoo..., ayah.. " ajak Siddarth
" heii.. tunggu dulu " ucap ibu tiba-tiba.
" haayyee.. hayyeee.. kakak ipar ada apa lagi? " sahut bibi.
" kalian melupakan sesuatu.., " ucap ibu, lalu ke dalam kamarnya. Semua jadi bingung dengan sikap ibu.
" istriku.., apa ada yang ketinggalan? " tanya Ayah.
" ini.." membuka kotak kecil yang berisi serbuk merah. " kau lupa memberi titik merah pada Alia.,kau ini bagaimana..," ucap ibu. Alia terkejut melupakan sindoor nya, biasanya dia memakai sendiri, tapi tadi lupa karena buru-buru. Alia menatap dalam pada Sidd, Sidd bingung harus berbuat apa, perlahan dia pun terpaksa mengambil serbuk merah itu. Lalu memberikan warna itu pada pucuk dahi Alia. Setelah selesai keduanya saling menatap lagi.
" ya.. sudah.., ayo.. kita berangkat " ajak ayah.
" aku senang kalian bisa hadir di acara keluarga ku " kata Ny. Tara tersenyum kecut.
" sama-sama nyonya.. kami juga senang "
" oh iya.. aku juga mengucapkan selamat atas pernikahan putra kalian..,"
" terima kasih nyonya.., tapi dari mana anda tahu.., " tanya ibu agak heran, sedangkan Sidd selama ini merahasiakannya dari semua orang.
" oohhoo.. jadi Sidd tak cerita apapun " tanya Ny. Tara pura-pura ikut heran.
" cerita.., cerita apa " ayah mulai bingung.
" yaahh... memang agak membingungkan.., aku kagum dengan putra anda Tn. Malhotra.., mungkin ditempat kalian memang ada tempat untuk gadis itu, tapi dirumah ku tak ada tempat yang layak untuknya..,"
__ADS_1
" apa maksud anda nyonya? " ibu mulai tak suka dengan nada bicara Ny. Tara.
" yaah... maksudku.., putra mu adalah orang baik dan terpelajar harus terperangkap dalam pernikahan dengan gadis itu, semula putra ku Varun yang akan menikahi nya , tapi dihari pernikahan kebusukannya terbongkar..,aku membatalkan pernikahannya.. tapi aku tidak tahu apa yang merasuki putra kalian hingga mau menikahinya "
Keluarga Malhotra terkejut dengan penuturan Ny. Tara. Mereka merasa terhina dengan penjelasan nya. Mereka berusaha menyembunyikan amarahnya.
" haayyeee.. mulut wanita.. akan ku sobek " gerutu bibi, tapi ditahan oleh ibu. Dari jauh ibu memandang Sidd yang sedang berbincang dengan seseorang dan Alia berdiri disampingnya. Pantas saja beberapa kejanggalan dirasakannya, mulai dari rahasia pernikahan, tidur terpisah, pertanyaan Alia waktu itu, hingga sindoor.
" pantas saja mereka tak ingin kemari " gumam ibu, dan tak terasa air matanya jatuh.
" haayeee.. kakak.., kenapa menangis.., jangan sampai Sidd melihatmu seperti itu.., wanita tadi terlalu sombong, aku yakin itu karena dia kesepian " omel bibi kesal.
" yaah... bibi.., aku yakin kakak pasti sudah memikirkan kenapa melakukan itu " sahut Ananya.
Ayah tetap diam tak membalasnya, dia tahu orang seperti apa Ny. Tara ini.
" tapi kalian jangan khawatir., setelah pernikahan ini aku rasa Siddarth akan menceraikannya., karena putraku akan segera menikah.., jadi putra kalian bisa terbebas dengan gadis itu.., terserah dia mau melakukan apa..., " tambah Ny. Tara lagi
" apa..., bercerai? " ayah tak percaya.
" hhmmm.., aku permisi dulu " Ny Tara pergi menyambut tamu yang lain.
" aku rasa ingin pulang.., " ucap ibu mulai tak nyaman.
" yaah.. aku rasa kita salah datang kemari..,kakak benar.. seharusnya kita tidak kemari " ucap Ananya.
Seorang anak kecil meberikan secarik kertas pada Alia. Alia membacanya dan terlihat bingung, kemudian pergi. Varun sedang berdiri melihat langit, menunggu Alia, dia oun menghampirinya.
" apa kabar Alia..? " sapa Varun
" baik "
" aku.. benar-benar tidak menyangka kau akan datang kemari.., (Alia diam) ini adalah hari pernikahan ku.., sejujurnya aku berharap kau akan membatalkannya.., tapi entah kau punya keberanian atau tidak " ujar Varun.
__ADS_1
" kau ingat saat pertama kali kita bertemu.., itu adalah hal paling berkesan untuk ku.., kau telah menikah.., aku pun akan menikah., tapi kau selau ada dihatiku.., kenapa kita tidak bisa bersama padahal kita saling mencintai.."
Suaranya mulai parau karena menahan tangis, mencoba untuk tegar dengan menelan tangisnya.