
Terima kasih bagi yang selalu mampir dan setia menyimak ceritaku. Yuk tekan like, rate dan vote bagi yang belumπ.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Disebuah bar, tampak Varun sedang meneguk minuman keras. Gelas demi gelas ia teguk tanpa henti. Lelaki itu benar-benar frustasi dengan orang-orang terdekatnya yang telah mengkhianatinya.
Pertama Ibu yang telah melahirkannya, Alia wanita yang dicintainya dan Sidd sahabat terbaiknya.
Keputuasaannya beralih pada minuman keras. Dengan meneguk minuman-minuman itu, dia merasa tanpa beban apapun.
"Tuan, kami akan tutup" ucap Pelayan menghampirinya.
Suasana di bar sudah terlihat sepi, Varun pun bangkit perlahan. Dalam keadaan teler, ia berjalan sempoyongan menuju pintu depan. Penampilannya juga sudah tak terurus. Sesampai dimobil dia pun terlelap karena kelelahan.
Hinggs pada pagi harinya, cahaya matahari menerpa wajah Varun disisi-sisi kaca mobilinya. Ia terbangun dan mengucek kedua matanya.
Dipandanginya sekeliling ternyata orang sudah ramai beraktivitas. Lalu lalang disekitaran mobilnya. Varun keluar dan mencari air dikamar mandi umum untuk membasuh mukanya.
Saat membasuh muka dia termenung saat menatap wajahnya, yang sudah penuh dengan brewok dan kumis. Penampilannya juga tak karuan, pakaiannya tampak dekil dan lecek.
Perlahan Varun beranjak pergi dan mengendarai mobilnya meninggalkan area parkir Bar.
Pagi itu, Alia sedang membuat teh di dapur. Sidd sedang mandi dikamarnya, sedangkan Kabir berada dibengkel. Ia terlihat sangat sibuk untuk mencuci mobil yang akan diambil pemiliknya nanti.
Namun air yang keluar dari selang tersendat-sendat, hingga kemudian terhenti. Ia pun memeriksa saluran pipa air yang mengalir ke bengkel karena tidak menyala. Tanpa pikir panjang, Kabir mematikan sementara aliran air ke dalam rumah.
Sidd yang waktu itu tengah mandi, terperanjat saat aliran airnya tiba-tiba mati. Tubuhnya masih berbusa, matanya terasa perih karena busa shampoo dikepalanya.
Sidd melangkah perlahan sembari meraba-raba untuk menghidupkan airnya kembali.
"Apa yang terjadi dengan airnya?" ucap Sidd sendiri.
"KABIIIRRRR.., KABIIIRRR..," teriak Sidd dikamar mandi memanggil pelayannya itu. Kabir tak mendengar panggilan Sidd. Sidarth mendengus kesal sembari mengedip-ngedipkan penglihatannya.
"Kemana orang itu, KABIIRRR " teriak Sidarth lagi.
Alia yang mendengar teriakan Sidd membuka pintu kamar dan mengetuk kamar mandinya.
Tok..tok..tok
"Dari mana saja Kau bodoh?" hardik Sidd dari dalam kamar mandi. Alia sedikit terkejut mendengarnya. "Airnya mati, cepat ambilkan air. Mataku sudah perih" teriak Sidd lagi dengan kesal.
Alia bergegas mengambilkan air ke dapur. Karena tak melihat persediaan air, Alia menyambar teko yang ada diatas meja. Ia pun kembali ke kamar Sidarth dengan cepat.
Sesampai disana Alia kembali mengetuk pintu kamar mandinya. Sidd membuka dan menariknya ke dalam kamar mandi.
"Cepat siramkan airnya..!!" teriak Sidd lagi menampungkan tangannya.
__ADS_1
Alia terkesiap mendapati Sidarth mandi mengenakan celana dalam saja. Ia langsung menutup kedua matanya dan menuangkan airnya perlahan. Tangannya gemetar dan jantungnya berdegup kencang saat itu.
Tak berapa lama Sidd perlahan mulai membuka matanya yang sudah tak perih lagi. Samar-samar Sidd menangkap sosok wanita didepannya.
"Aa-alia..," ucapya kaget dan langsung mengambil handuk untuk menutupi bagian bawah perutnya.
Alia masih menutup matanya karena malu melihat Sidd.
"Kenapa tidak bilang kalau Kau yang datang?" ucap Sidarth merasa semakin merasa malu.
"Kau berteriak, lalu Aa-aaku kemari. Aku membawakan air tapi Kau langsung menarikku" ucap Alia gugup.
"Tapi Kau bisa memberitahuku. Ya sudah, terima kasih. Kau boleh pergi" sahut Sidarth menekuk wajahnya.
Alia mengangguk dan segera beranjak dari sana.
"Tunggu,"
Alia kembali menghentikan langkahnya. Namun tidak berani menoleh ke belakang lagi.
"Panggilkan Kabir kemari..!" pinta Sidarth kemudian.
"Baik," jawab Alia berlalu.
πππππππππ
Siang harinya, Alia sedang membawakan makanan untuk Sidd ke bengkel.
"Sidd makan dulu" panggil Alia dari balai-balai. Sidd mengangguk dan melangkah menghampiri gadis itu.
Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara gubrak dari arah depan. Sebuah mobil berhenti dan menabrak mobil yang sudah diperbaiki oleh Sidd.
Mereka semua kaget dan langsung memeriksanya. Sidd melihat bagian depan mobil itu penyok, begitu juga dengan mobil Si penabraknya.
"Sidd, apa mobilnya rusak ?" tanya Alia menghampirinya.
"Hmm, padahal nanti orangnya akan kemari untuk mengambil" jawab sidd memperhatikan setiap sisi penyoknya.
Tak berapa lama terdengar tepuk tangan seseorang.
"Waaoww, kalian sangat menikmati peran sebagai Suami Istri rupanya" ucap Varun menghampiri mereka.
Sidarth dan Alia tersentak kaget.
"Varuunn," ucap Alia pelan.
Wajah Alia tampak sedih dengan keadaan Varun saat itu. Ia tampak tak terurus, didalam hati dia merasa iba melihatnya. Sidd hanya menatapnya kesal.
"Apa ini ? Kenapa Kalian menatapku seperti itu ? Apa kalian telah melupakan Aku ?" tanya Varun meledek mereka.
__ADS_1
Sidarth tak menggubris semua pertanyaan Varun.
"Varunn, apa yang Kau inginkan ? Kenapa Kau kemari lagi?" tanya Alia kemudian.
"Sayang, Kau tidak merindukan Aku?" ucap Varun mendekati Alia perlahan. Alia terdiam sejenak.
"Aku bahkan datang kemari karena aku sangat merindukanmu" ucap Varun menatap Alia dalam.
Alia mengalihkan pandangannya, ia tidak ingin terbawa perasaan. Karena saat ini, tengah berusaha untuk melupakan lelaki itu.
Namun tiba-tiba, Varun berlutut dihadapannya sambil menggenggam tangan dengan erat.
"Alia, Aku mohon kembalilah padaku. Kau tahu, hidupku hampa tanpamu. Bukankah kita saling mencintai, Aku sangat menderita tanpamu. Aku merasa sendiri didunia ini" ucap Varun mulai menangis.
Tak terasa air mata Alia jatuh berderai saat mendengar ucapan Varun. Sidd yang melihatnya juga merasa kasihan melihat sahabtnya itu. Jujur saja, ini semua juga bukan kehendakanya.
"Aku sangat mencintaimu. Kenapa Kau menyiksaku seperti ini Alia" tambah Varun sembari menangis disisi kedua tangan Alia.
Alia menghapus air matanya dan mencoba untuk tegar.
"Cinta tidak harus memiliki Varun. Aku bahagia Kau pernah menjadi milikku walau hanya sesaat. Cintamu akan selalu kuingat, Kau adalah bagian dari hidupku. Tapi, Aku tidak mungkin kembali kepadamu, Aku mohon maaf" jawab Alia.
Varun terenyuh dengan jawaban Alia, dia pun bangkit dan menghapus airmatanya.
"Aku tidak menyangka kalau cintamu tidak sebesar cintaku padamu" rungut Varun putus asa.
Alia hanya diam tak menjawab.
"Aku tidak tahu apa sekarang Kau masih mencintaiku atau tidak. Atau mungkin sekarang sudah mulai jatuh cinta padanya" ucap Varun sembari menunjuk ke arah Sidarth. Sidd sedikit terkesiap mendengar tuduhan Varun.
"Apa yang Kau katakan Varun?" tukas Alia.
"Aku benarkan?" pungkas Varun hingga membuat Alia terdiam kembali.
"Buktikan kalau Aku salah Alia, buktikan..!!" bentak Varun dengan keras.
Alia dan Sidarth terdiam sejenak.
"Ikutlah bersamaku kalau Kau masih mencintaiku..!!" tambah Varun lagi menggenggam jemari Alia. Alia masih terdiam dan menundukkan wajahnya.
"Aku tidak bisa" jawab Alia.
Varun pun berang, dengan cepat ia menarik Alia dengan paksa.
"Varunn, hentikan. Aku tidak bisa" tukas Alia mencoba melepaskan tangannya.
Namun Varun tidak memperdulikan, ia terus menariknya dengan paksa, dan semakin memperkuat cengkeramannya.
"SIIDDD.." jerit Alia memanggil Sidarth.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
To be continueβ