
Rencana pernikahan Zoya sudah direncanakan oleh Nikhil. Beberapa anak buahnya telah bekerja, ada yang mendekorasi rumah, mencari pendeta, membuatkan mandap pernikahan dan lain-lainnya. Sementara yang lain stay dirumah, Nikhil dan beberapa anak buahnya berencana akan menemui Tn. Alokh Malhotra, mertua Alia disuatu tempat.
Ditempat yang jauh dari keramaian, pertemuan rahasia itu dilangsungkan. Mobil yang dikendarai Tn. Alokh telah tampak dari kejauhan. Sambil mematik korek api dan memperhatikan Tn. Alokh yang turun dari mobil. Dengan perlahan ayah mertua Alia menghampirinya dengan membawa koper berisi dokumen.
" dimana putriku ". tanya Tn. Alokh sebelum memberikan permintaan Nikhil. Nikhil menoleh pada salah seorang kaki tangannya, hanya dengan memberi isyarat, anak buahnya itu langsung merampas koper yang dipegang Tn. Alokh dengan kasar.
" aku akan menyerahkannya nanti ". jawab Nikhil tersenyum licik.
" apa.., apa maksudmu nanti. aku sudah menyerahkan apa yang kau inginkan ". tukas Tn. Alokh mulai kesal.
" kau tenang saja tuan, dia akan baik-baik saja . saat ini aku sedang sibuk ".
" kau.. ". Tn. Alokh hendak mendekati Nikhil, tapi keburu anak buahnya menahannya.
" hehee.. tunggulah sampai lusa, akan kuserahkan., saat ini aku tidak ingin merusak hari bahagia ku ". jawab Nikhil lalu berjalan ke mobilnya dan meninggalkan Tn. Alokh yang masih cemas.
Dimobil Nikhil memeriksa dokumennya, dia tampak senang melihat dokumen itu. Selanjutnya dia menuju kediaman Chedi Singh, orang yang menyuruhnya melakukan hal itu.
" ya.. yah.. aku puas dengan kerjamu.,". ucap Chedi Singh tersenyum. Lalu dia mengambil uang yang sudah dijanjikan pada Nikhil sebelumnya. Nikhil sangat senang memperhatikan uang itu.
" terima kasih tuan., lain kali kalau ada tugas lagi jangan sungkan ". ucap Nikhil. Lalu dia berpamitan dan meninggalkan kediaman Chedi Singh.
Dirumah Zoya
Beberapa gadis menghias tangan Zoya dengan inai, lalu mengukir nama Abhi juga ditangannya. Nikhil yang baru sampai melihat keceriaan diwajah adiknya itu, merasa sangat bahagia. Setelah selesai menghias tangannya, Zoya berdiri dan pergi menemui Abhi dikamarnya.
" Abhi ".
Abhi menoleh dan melihat Zoya berdiri didepan pintu kamarnya.
" bagaimana penampilanku? " tanya Zoya sambil berpose didepan Abhi. Saree yang dipakai Zoya sangat mirip dengan saree yang dibelikan Siddarth untuk Alia.
" kau.. cantik ". jawab Abhi singkat dan memegang kepalanya agak pusing.
" oh iya lihat.. bagus tidak, aku juga mengukir nama mu disini ". balas Zoya memperlihatkan hiasan inainya. Abhi kembali merasa pusing memperhatikan hiasannya. " ada apa., apa kau sakit? ". tanya Zoya, saat wajah Abhi terlihat pucat.
" tidak apa., aku baik-baik saja ". jawab Abhi berusaha berdiri tegak. Saat Zoya hendak berbalik, tiba-tiba Abhi merasa bertambah pusing dan langsung ambruk seketika.
" Abhi.. ". pekik Zoya. Hingga terdengar keluar. Nikhil dan beberapa orang langsung menghampirinya. " Abhi.. bangun, ada apa denganmu ". Zoya mulai cemas. Abhi masih tak sadarkan diri. Beberapa orang mengangkat tubuh Abhi ketempat tidur.
" kakak.. aku tidak ingin terjadi sesuatu dengannya, cepat panggilkan dokter ". rengek Zoya.
" hei.. cepat panggil dokter ". perintah Nikhil pada anak buahnya.
Zoya terus mengusap kepala Abhi dengan lembut. Tak peduli dengan inai yang masih belum kering ditangannya dia langsung mencucinya tadi, jadi warnanya tidak terlalu gelap. Tak berapa lama dokter sampai disana dan langsung memeriksa Abhimanyu.
" dokter bagaimana.. kenapa dia tiba-tiba pingsan seperti itu ". Zoya bertanya tak sabar ingin mengetahui. Dokter masih memeriksa dengan stetoskopnya, lalu membuka mata Abhi.
" Aalia ". bisik Abhi pelan. Zoya yang mendengarnya terkejut dan melepaskan pegangannya.
" tidak apa-apa nona, hanyak kelelahan saja ". jawab dokter sambil membereskan peralatannya. " saya akan tuliskan vitamin untuknya, nanti tolong ditebus di apotik ". lalu dokter itu menuliskan resep dan memberikannya pada Zoya. Setelah itu dokter keluar diantar oleh Nikhil hingga kedepan pintu.
" terima kasih dokter ". ucap Nikhil. Setelah itu dia kembali kedalam.
" Abhi.. ". panggil Zoya pelan.
" Alia ". ucap Abhi lagi perlahan. matanya masih tertutup.
" Alia.. siapa Alia., " Zoya bertanya-tanya dalam hatinya. Abhi memanggil nama itu sekali lagi, membuat Zoya semakin kesal, dia pun langsung keluar dengan raut wajah cemberut. Saat didepan pintu Nikhil hendak masuk pula untuk melihat keadaan Abhi lagi.
__ADS_1
" Zoya.. " tegur Nikhil. Zoya menghentikan langkahnya. " ada apa., kenapa kau terlihat kesal seperti itu ".
" kakak.., siapa Alia., kenapa dia terus mengigau nama itu ". ucap Zoya manja. Nikhil terkejut mendengarnya. Tak berapa lama Abhi membuka matanya, pandangannya masih berkunang-kunang.
" lihat.. Abhi sudah sadar ". ucap Nikhil. Zoya menoleh.
" Zoya.. ". panggil Abhi perlahan. Zoya kemudian menghampiri dan duduk disampingnya. " apa yang terjadi? ". tanya Abhi tidak mengingat apapun.
" kau pingsan.," jawabnya.
Abhi memegang kepalanya mencoba mengingat. Bayangan Alia terlintas dipikirannya. Dia kembali meringis kesakitan pada kepala sebelah kanannya.
" kau masih sakit ". tanya Zoya khawatir lalu membaringkan tubuh Abhi. " istirahatlah ". tambahnya lagi. Abhi mencoba untuk memejamkan matanya. lalu Zoya meninggalkannya dikamar. Abhi kembali membuka matanya, masih terlintas dipikirannya bayangan Alia, wanita yang disekap oleh Nikhil. Abhi mencoba untuk duduk, dan berpikir sejenak.
kenapa aku membayangkan wanita itu, siapa dia
Abhi berpikir semakin membuat kepalanya pusing. Kemudian dia bangun dan pergi menyelinap diam-diam menemui Alia. Tanpa sepengetahuannya Nikhil memperhatikan gerak-gerik Abhi, dan mengikutinya dari belakang.
Sesampai disana Abhi langsung menemui Alia yang masih terkulai lemas. Alia menetapnya.
" hei.. siapa kau sebenarnya? ". tanya Abhi memandang Alia.
" kenapa kau masih bertanya, tanyakan pada hatimu ". jawab Alia pelan. Abhi tak puas dengan jawabanya. Dia masih tak mengerti.
" apa maksudmu.,"
" pergilah.. kau bukan suamiku ". balas Alia lagi. Abhi masih berdiri disana. " apa yang kau lihat..kau memang terlihat seperti Sidd tapi kau bukan dia ". Abhi kemudian mendekati Alia dan melepaskan ikatan tangannya.
" pergilah dari sini " ucap Abhi. Alia terkejut mendengarnya. Abhi langsung berbalik dan terperanjat saat melihat Nikhil berdiri didepannya. Tatapan kemarahan terpancar diwajahnya. Tanpa basa basi Nikhil langsung memberi pukulan pada muka Abhi.
" kenapa kau datang kemari dan membebaskan dia hahh.," hardik Nikhil tanpa memberi ampun Abhi. Pukulan demi pukulan diterimanya. Nikhil menghajar Abhi habis-habisan. " kau tahu kan kalau aku sangat membenci pengkhianatan, kenapa kau mengkhianati ku ". teriak Nikhil lagi.
" hentikannn...jangan... jangan.. pukul lagi.," Alia mendekati Abhi dan melihatnya terluka. Nikhil yang murka menarik tangan Alia, dan menampar pipinya dengan keras. Alia langsung tersungkur. Nikhil memanggil anak buahnya. Beberapa orang menarik dan menahan Alia, Alia mencoba meronta tapi tak berdaya.
" Siddd.... ". teriak Alia. Abhi seakan pernah mendengar teriakan itu. " lepaskan aku ". Alia menangis histeris. Abhi bangkit dan memohon pada Nikhil.
" Nikhil.. tolong lepaskan dia., aku..aku yang salah membebaskannya ". ujar Abhi memohon.
" kenapa.. kenapa kau membebaskannya ". tanya Nikhil.
" aa-aaku.. hanya kasihan.., karena dia sedang mengandung.,hanya itu ". jawab Abhi terbata-bata. Nikhil menatap matanya.
" kau peduli sekali.,apa kau mengenalinya., jangan pernah berpikir untuk mengkhianati adikku, atau kau akan menyesal ". ancam Nikhil. Abhi mencoba untuk tenang.
" tidak.. tidak akan pernah, tapi tolong lepaskan dia., aku mohon ".
" baiklah.., aku akan melepaskannya nanti., sekarang kau pergilah kembali karena Zoya mengkhawatirkanmu ".
Abhi bangkit dan berjalan perlahan sambil meringis. Lalu kembali menoleh pada Alia yang masih ditahan oleh anak buahnya Nikhil. Abhi ingin menolongnya tapi tak berdaya karena jumlah mereka sangat banyak. Alia kembali diikat dikursi. mulutnya dilakban karena terus meratap.
Sesampai dirumah Zoya terkejut melihat keadaan Abhi yang memar dan lebam.
" Abhi.. kau darimana saja., kenapa wajahmu lebam seperti ini ". tanya Zoya, lalu menuruh pelayan mengambilkan air. Zoya mengompres luka lebamnya. " kenapa kau pergi keluar sih.,kau ini masih sakit ". ujar Zoya lagi sambil terus mengompres. " besok adalh hari pernikahan kita, dan sekarang lihat wajahmu., hancur seperti ini., apa kakak yang melakukannya ". tanya Zoya. Abhi tak menjawab pertanyaannya. Kemudia perlahan Zoya memeluknya dengan hangat. Tak seperti biasa Abhi hanya merasa linglung melihat Zoya, dia tak membalas pelukannya.
" ada apa.,kenapa kau diam saja ?". tanya Zoya mulai merasa aneh dengan sikap Abhi.
" tidak apa ". jawab Abhi singkat lalu membalas pelukan Zoya. Setelah beberapa lama Zoya meninggalkan Abhi dan membiarkannya untuk istirahat. Setelah Zoya pergi Abhi mengambil handphonenya.
Keesokan harinya
__ADS_1
Alia terkulai lemas, memar bekas tamparan Nikhil masih terlihat jelas dipipinya. Tiba-tiba terdengar suara gaduh diluar. Beberapa anak buah Nikhil yang berjaga mengawasinya bertarung dengan polisi dan beberapa orang. Seseorang membuka ikatan Alia, dia yang tak berdaya mencoba untuk membuka mata dan melihat orang itu.
" Varun ". ucap Alia pelan. Dia langsung memeluk sosok yang pernah dia cintai itu dan menumpahkan airmatanya dipelukkan lelaki itu.
" tenanglah.., kau sudah bebas ". jawab Varun menenangkannya. " ayo.. ". ajak Varun.
" kau tahu aku disini ". ucap Alia heran.
" ya...," Varun diam sejenak. " Sidd yang memberitahuku ". tambahnya lagi. Jantung Alia berdegup kencang saat mendengarnya.
" Sidd.. ".
" ya..,dia menelponku ".
flshback
Abhi meraih ponselnya dan menekan sebuah nomor. Dengan perasaan dag dig dug Abhi mencoba menekan kembali nomornya.
" helloo ". jawab seseorang nun jauh disana.
" helloo.. Varun ". balas Abhi perlahan. Sejenak terdiam.
" Sidd ". jawab Varun terkejut saat mendengar suara Siddarth. " kau Sidd ". tanya Varun tak percaya.
" yaah.. ini aku.,Sidd ".
" kau masih hidup.. astaga.. kau kemana saja.. bagaimana kabarmu, bagaimana kabar Alia ". tany Varun dengan suara girang.
" aku dalam masalah., bisakah kau menolong ku, aku mohon ".
Abhi/Sidd menceritakan kisahnya saat pertemuannya dengan Pari dulu sewaktu bertemu di apartemennya, hingga terjadinya kecelakaan ynag menimpa dirinya. Hingga akhirnya sampai berteman dengan Nikhil n the genk dan juga Zoya. Dia mendapatkan kembali ingatannya saat bertarung dengan Nikhil tadi. Teriakan Alia berdengung ditelinganya, mengingatkannya akan kejadian saat Alia diperlakukan kasar oleh Varun dulu. Tapi dia pura-pura tidak ingat agar Nikhil tak menyakitinya lagi.
" tolong selamatkan Alia..,aku mohon ". Sidd mulai menangis dan gusar.
" Sidd tenanglah.., aku akan kesana..okey ". balas Varun.
" okey.. terima kasih., aku akan mengirimkan alamatnya, tolong cepatlah kesana., aku ridak ingin sesuatu yang buruk menimpa Alia". ujar Sidd lalu menutup telponnya.
flashon
Varun mengakhiri ceritanya. Dengan wajah berseri Alia kembali bersemangat.
" jadi...dia adalah Sidd.., Sidd ku ". tanya Alia meneteskan airmatanya. Varun mengangguk. Alia tersenyum sambil menangis. " Varun.. tolong antar aku padanya.. aku mohon ".
" tapi aku tidak tahu dimana dia, dia tidak memberitahukan keberadaannya ". jawab Varun. Senyuman Alia sirna seketika.
" apa ". wajah Alia kembali sedih.
Varun kemudian menarik anak buah Nikhil yang terkapar.
" cepat beri tahu dimana bos mu ". ancam Varun menarik krah orang itu. Dia tak menjawabnya. Varun kemudian menarik senjata dari salah seorang polisi dan menodongkannya." cepat katakan ". bentak Varun. Dia masih tak menjawab. Varun kemudian menembak kaki lelaki itu.
Duuuarrrr
" aaaaagghhh " teriak lelaki itu kesakitan.
" cepat katakan dimana bosmu ". Lelaki itu terpaksa menuruti kata-kata Varun, dan mengatakan keberadaan Nikhil. Tanpa berpikir lama Varun, Alia dan beberapa anggota kepolisian langsung bergerak cepat menuju kediaman Nikhil.
Alia sudah tak sabar ingin segera memeluk suaminya itu. Varun bahagia melihat Alia kembali tersenyum seperti itu setelah sekian lama. Senyuman itu sirna saat dia kehilangan Siddarth.
__ADS_1