
Setelah beberapa hari, Ny. Tara terlihat bahagia melihat kedekatan Varun dan Shradda akhir-akhir ini. Tidak sia-sia pernikahan mereka, pikirnya. Tinggal menunggu waktu untuknya menimang cucu pertama keluarga Khanna.
Varun saat itu sedang bersiap-siap untuk bekerja, dia baru akan memakai kemejanya. Sambil menatap body nya dicermin, Shradda merangkulnya dari belakang sambil menempelkan dasi untuk mencocokan nya dengan warna kemeja Varun. Setelah memilih warna yang pas, dia pun langsung memasangkan dasi itu. Varun melingkar kan tangannya ke pinggang Shradda dan menarik ke arah nya.
" Varunn.. " ucap Shradda pelan dan terus merapikan dasinya.
" kau terlihat cantik hari ini.. " puji Varun
Shradda tersenyum dan menatap wajah tampan suaminya.
" kau memuji ku untuk pertama kalinya.."
" aku kan melakukanya setiap hari.., " ujarnya bercanda. Shradda meraih dasi yang dipasangnya tadi dan menariknya pelan. Wajahnya sangat dekat dengan Varun bahkan saling menempel.
" katakan.. apa kau mencintai ku " tanya Shradda pelan.
" yaa.. aku mencintaimu "
" sangat..? "menatap matanya, Varun mengangguk.
Shradda tersenyum lebar, dan mereka pun saling berpelukan. Setelah beberapa saat, mereka turub ke bawah, Ny. Tara telah berada di meja makan. Shradda seperti biasa membuatkan roti selai kacang untuk Varun.
" kalian terlihat bahagia.., ibu senang. "ucap Ny. Tara lalu meneguk minumannya. " oh iya.. secepat kalian punya anak.., ibu sudah tidak sabar menimang cucu " tambahnya lagi, Varun tersedak saat mendengarnya, cepat-cepat Shradda memberikan minum.
" aku berangkat dulu.." ucap Varun. Shradda juga beranjak mengantar suaminya ke depan. Varun berpamitan dan mencium tangan suaminya.
" Shraddaa.. " panggil mertuanya.
" iya bu., ada apa " jawab nya.
" nanti kamu ajak Varun untuk ke dokter, untuk konsultasi kapan kalian akan punya anak.., kau tahu.. ibu ingin sekali kalian segera memiliki keturunan " ujar mertuanya. Shradda mengiyakan perkataannya tanpa membantah.
Dikediaman Siddarth
Siddarth sedang memperbaiki mobil, sebagian tubuhnya berada dibawah mobil itu. Sedangkan Kabir sedang mengganti oli mesin kendaraan lainnya . Kabir dikejutkan oleh sebuah mobil yang masuk ke bengkel mereka. Seorang wanita dengan pakaian mini keluar dari mobil itu. Rambutnya yang ikal terkibas oleh angin, bunyi bootnya menarik perhatian Siddarth untuk melihatnya.
" hello.. " sapa wanita itu sembari membuka kaca mata hitamnya. Kabir ternganga kagum menatapnya, tak terasa oli mesinnya melimpah. Siddarth keluar dan melihat Kabir yang berdiri kaku,
" Kaabiirr.., apa yang kau lakukan? " Kabir terkejut saat mendengar teriakan Sidd. Wanita itu berbalik saat mendengar suara Sidd, untuk pertama kalinya dia terpesona melihat tubuh Siddarth yang sixpect(😁bener ga tulisannya) , walau pun penuh noda tapi terlihat sangat seksi. " kau ini bagaimana..," Sidd menepis tangan Kabir, lalu membereskan pekerjaannya.
" ada yang bisa dibantu nona " sapa Kabir menghampiri. Wanita itu terus menatap Siddarth walaupun dia tak menghiraukan nya. Kabir memperhatikan gelagat wanita itu.
" ng.. ng.. nona.. " tegurnya lagi. Dia pun kaget.
" yaa.., tolong servis mobil ku " ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya.
" baiklah.., silahkan anda duduk disana. " ucap Kabir, lalu mengecek dan mengerjakannya dengan perasaan tidak suka. Wanita cantik itu duduk dan terus memperhatikan Siddarth sambil terkagum-kagum. Setelah menunggu beberapa lama, Kabir kembali menghampiri wanita itu.
" nona..,mobil anda sudah selesai" ujarnya ,lalu memberikan kunci mobilnya. Dia pun berjalan ke arah Sidd, dan sengaja menabrak kan tubuhnya, hingga tak sengaja Sidd menumpahkan minyak ke pakaian wanita itu.
" ya ampun.., maaf.. aku tidak sengaja " ucap Siddarth jadi merasa tidak enak. Wanita itu pura-pura panik sambil mengibaskan bajunya.
" its okey.., oh iya ini.., " ucapnya sambil memberikan uang.
" tidak usah nona.., ambil saja " ujar Siddarth menolak karena telah mengotori pakaiannya.
"heii.. kenapa.., ini atas jasa mu..,ambil lah.. "
Karena didesak Sidd menerimanya, lalu memberikannya pada Kabir.
" aku benar-benar minta maaf, "
" tidak apa-apa.., oh iya.. kenalkan namaku Parineeta.., panggil saja Pari " sambil mengulurkan tangan.
" Siddarth " jawabnya.
" baiklah.., senang berkenalan denganmu " lalu masuk ke mobil dan melaju pergi.
__ADS_1
*****
Pada sore harinya, Varun dan Shradda menemui seorang dokter kandungan. Sebelum nya Shradda telah menelpon suaminya karena usulan ibu mertua, semula Varun menolak tapi karena didesak dia pun luluh. Dr. Singhania adalah seorang dokter kandungan di sebuah rumah sakit ternama di ND.
Varun dan Shradda duduk bersebelahan, dokter sedang memeriksa catat medis mereka.
" semua terlihat baik.., hanya saja kalian harus bersabar.., tunggu lah beberapa waktu lagi..mudah-mudahan Tuhan mendengarkan keinginan kalian.." ujar Dokter, Shradda dan Varun tersenyum senang. " oh iya..aku sarankan untuk Ny. Shradda jangan banyak pikiran., hindari stress yang berlebihan .."
" baik dok..,aku akan berusaha.., kalau begitu kami permisi " ujar Shradda
" terima kasih dokter " jawab Varun. Lalu keduanya mohon diri dan kembali pulang. Sesampai dirumah Ny. Tara telah menunggu kedatangan mereka. Varun langsung ke atas menuju kamarnya.
" Shradda apa yang dikatakan dokter.., kalian sehat kan "
" iya ibu mertua.., kami sehat.., hanya dokter menyarankan agar kami bersabar " jawab Shradda.
" hanya itu? " tanya nya mengernyitkan kening.
" iya..,
" hoooh.. ya sudah.., secepatnya beri aku kabar gembira " ujarnya lalu pergi. Shradda menyusul Varun ke kamar, tampak suaminya sedang sibuk menelpon seseorang, Shradda kemudian meletakkan dompet kecilnya, dan membuka perhiasan dengan wajah lesu. Varun menatapnya dari jauh, setelah mengakhiri telponnya dia menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.
" ada apa.., wajah mu terlihat sedih " tanya Varun, Shradda menghela nafas.
" sayang.., bagaimana kalau aku tidak bisa hamil.,apa kau akan meninggalkan aku ?" tanya Shradda
" kenapa kau berkata seperti itu..,bukankah dokter mengatakan semua baik-baik saja "
" entah lah.., aku hanya berpikir...
" sshhhttt... dokter sudah katakan kau jangan banyak pikiran, aku mohon jangan memikirkan hal yang membuatmu stres..,memangnya kenapa kalau kita belum mempunyai anak.., bukankah kita sudah bahagia.., "
" tapi Varun.., ibu.. "
" biarkan saja.., bukankah aku yang menjadi suami mu.., bukan ibu ..hhmm. " jawabnya sambil mentowel pelan hidung Shradda. Shradda pun merasa lega mendengar perkataan Varun. " oh iya aku berencana akan mengajak mu ke Swiss " ujarnya kemudian.
" Swiss.., untuk apa? "
Alia sudah hampir 1 minggu ditempat ibunya,Parwati, karena sedang sakit. Sidd masih sering bolak balik kerumah dan ke tempat mertuanya. Sebenarnya ibu Parwati sudah menyuruh Alia untuk kembali, tapi dia bersikeras untuk sementara merawat nya, lagipula Siddarth telah mengizinkannya. Sidd menyuruh Kabir untuk menjemput beberapa sparepart dan suku cadang, belum kembali hingga tengah hari. Untung saat itu masih sepi pelanggan.
" haii.,selamat siang., " terdengar suara wanita.
" hai.. siang., nona Pari..? "
" yaa., kau masih ingat "
" tentu saja..,ada yang bisa ku bantu? " tanya Siddarh ramah.
" yah.., mobil ku mogok., kau bisa periksa "
Sidd mengangguk dan segera mengeceknya, Pari mengikutinya dan memperhatikan kerja Siddarth.
" kau sudah lama bekerja sebagai montir? " tanya Pari yang berdiri disamping mobilnya.
" ya.., belum lama juga "
" kau tinggal disini sendirian "? tanya Pari lagi sambil memperhatikan rumahnya yang terlihat sepi.
" tidak., aku bersama pelayan ku yang waktu itu dan...
" tuan.. aku sudah sampai.., ini barang kau perlu kan " tiba-tiba Kabir datang dan mengalihkan perhatian mereka. Kabir lalu masuk ke rumah hendak mengambil minuman dingin.
" nona Pari coba di startr "
" panggil Pari saja.., " ujar nya tersenyum, dan mencoba menghidupkan mobilnya. Senyumnya sumringah saat mobilnya kembali hidup. " yaah.. aku akui pekerjaan mu sangat bagus " pujinya.
" tuaaannn.., ada telpon " Kabir memanggilnya dari pintu rumah.
__ADS_1
" sebentar ya.. " Sidd kemudian masuk kerumah terburu-buru. Kabir kembali ke bengkel sambil membawa dua minuman kaleng. Pari masih berdiri disana dan masih penasaran dengan Siddarth.
" nona.., kau masih disini.., apa masih ada yang kurang? " tegur Kabir. Pari tak menjawabnya. " kau sepertinya tertarik dengan tuan.. " bisik Kabir disampingnya.
" bukan urusan mu " jawabnya ketus, karena terlalu lama Pari kemudian pergi dan memberikan upahnya pada Kabir. Diperjalanan Pari menggerutu, masih kurang puas bicara lebih lama dengan Siddarth.
" baiklah besok aku akan kembali lagi " gumamnya.
Sesampai dirumah, Parineeta langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa, kemudian mengambil sebuah foto yang terletak di atas meja samping kirinya. Dia menatap foto seorang pria paruh baya, dan memeluknya, kembali bayangan masa lalu melintas dibenaknya. Tak terasa air mata menetes, dia pun menghapusnya dengan jemarinya, tatapan tajam bak menusuk terpancar dimatanya. Parineeta tinggal seorang diri disebuah apartemen, memanh ada seorang pelayan wanita yang selalu bolak balik bekerja ditempatnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tapi setiap jam 5 sore dia selalu kembali ke rumahnya.
Beberapa hari kemudian Parineeta kembali lagi ke bengkel Siddarth, dengan membawa rangkaian bunga mawar merah.
" hai.. " sapanya. Kabir menoleh dan terpesona melihat penampilan wanita itu, gaun biru muda hingga batas lutut serta lengan hanya sebelah.
" hai.., nona.. kau kemari lagi.., wahh.. luar biasa..,apa kau kemari ingin bertemu dengan ku? " balas Kabir dengan percaya diri.
" huh.., aku ingin bertemu dengan Siddarth "
Kabir merungut saat mendengar nya.
" apa dia ada dirumah " tanya Pari lagi.
" dia sedang tidak ada.., " jawab Kabir
" benarkah.., kemana " kembali bertanya.
" kenapa kau penasaran sekali., sebaiknya kau jangan berharap terlalu banyak.., " ucap Kabir, membuat Pari menatap tajam ke arahnya.
" kenapa.., apa dia sudah punya kekasih " tanya Pari tepat ke muka Kabir, membuat Kabir menelan kembali kata-kata nya, gadis cantik itu tampak seperti singa betina saat sedang kesal. Suara deru mobil mencairkan suasana yang tegang itu, Siddarth telah kembali. Wajah Parineeta tampak senang melihat kedatangan nya, dia merapikan kembali pakaian dan mencoba memasang wajah manis. Sambil membawa buket bunga mawar merah dia menuju Sidd. Tapi langkahnya kembali terhenti saat melihat Sidd membuka kan pintu sebelahnya, dengan menggandeng tangan seorang wanita. Mereka tampak begitu dekat dan mesra.
" Pari.., kau disini? " sapa Sidd yang telah berada didepan nya. Pari menatapnya dan juga gadis itu. " oh iya.. Pari kenalkan ini Alia., istri ku " tambahnya lagi. Kemudian Alia mengulurkan tangannya sambil tersenyum, tapi Pari masih terpaku saat mendengar nya, senyuman manis nya sirna seketika. Alia merasa heran dan bingung melihat wanita itu, yang tak membalas salamnya.
" Pari.., " tegur Sidd lagi dan membuyarkan lamunan nya.
" iyaa.. ya.., " jawabnya gagap.
" kau kemari.., apa ada yang rusak lagi..? " tanya Siddarth lagi.
" tidak.., aku hanya...hanya ingin memberi kan ini pada Kabir.., yaah. " kemudian Pari berbalik dan memberikan bunga itu pada Kabir sambil melotot. " kalau begitu aku permisi dulu " ucapnya, lalu langsung pergi begitu saja.
" wanita itu aneh sekali.., " ucap Alia pelan lalu memandang ke arah suaminya. Siddarth hanya mengangkat bahunya, lalu kembali masuk kerumahnya. " sayang tunggu dulu " tambah Alia dan menyusul nya.
Malam harinya Alia masih bingung dengan sikap wanita tadi siang, sambil menyisir rambutnya dia kembali mengingat wajah wanita itu.
" sayang.. " Sidd merangkul pinggang gadis itu dari belakang. " aku sangat merindukan mu " bisiknya ke telinga Alia, dan sesekali mencium lehernya. " ada apa? " tanya Sidd karena Alia tak merespon.
" tidak.., aku hanya terpikir teman wanita mu tadi siang.,dia aneh sekali "
" hhmm.., kenapa memikirkan hal yang tidak penting seperti itu.,kau tahu aku kesepian beberapa hari tanpa mu..,jadi...? ucap Sidd tanpa meneruskan kata-kata nya, agar Alia mengerti.
" jadi..., apa? " tanya Alia tak mengerti.
Sidd membalik kan tubuh Alia menghadap padanya. Lalu melingkar kan tangan nya ke pundak Alia.
" jadi.. "
Alia mengerutkan keningnya semakin tak mengerti. Jengkel, Siddarth pun langsung menggedong tubuh istrinya itu, lalu membawanya ke tempat tidur.
" tunggu.. " ucap Alia
" apa " tanya Sidd tak sabar.
" kau mencintai ku? " tanya Alia menatap Siddarth.
" yaah.. aku mencintaimu sepenuhnya " jawab Siddarth langsung membungkam mulut Alia dengan ciuman tanpa sempat berkata apa-apa lagi. Mereka pun menghabiskan malam yang indah itu dengan cumbu mesra.
Parineeta duduk disofa sambil menatap langit-langit apartemen nya yang gelap gulita, hanya cahaya bulan sebagai penerang nya. Dia terbaring lunglai, dan membiarkan tangannya terjuntai sambil memegang vas foto laki-laki tua. Kondisi rumahnya begitu berantakan, pecahan-pecahan kaca dari lemari, meja, guci-guci berserakan bak berlian, bayangan masa lalu kembali terlintas dimatanya, saat detik-detik kematian ayahnya.
__ADS_1
Varun dan Shradda