Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 44


__ADS_3

Sidd kembali melanjutkan perjalanan


" sayang.. kita ke rumah dulu ya., setelah itu kau bisa mengantarkan Pari ke apartemen nya.," ucap Alia, Pari terlihat bersemangat mendengar perkataan Alia, Sidd merasa tidak senang.


" lho.. kenapa, " tanya Siddarth


" kepala ku masih pusing sayang., Pari maaf ya aku tidak bisa mengantar mu "


" tidak apa-apa., " jawabnya sambil tersenyum. Sidd jadi kasihan pada istrinya, wajahnya terlihat pucat, jadi tak tega memaksa nya.


Sesampainya dirumah Sidd membantu Alia turun, Kabir menghampiri untuk menurunkan barang-barang majikannya.


" sayang..aku bisa jalan sendiri " ucap Alia agak malu dilihat Pari.


" tidak.., wajahmu pucat., aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu " jawab nya sambil terus berjalan menggendong Alia. Alia menyandarkan kepalanya ke dada suaminya, Pari semakin iri dengan kemesraan mereka. Sidd mengantar Alia ke kamar dan membaringkan nya pelan.


" aku pergi dulu.,kau harus istirahat " ucapnya pelan dan mencium kening istrinya. Setelah itu Sidd berangkat untuk mengantar Pari. Saat akan masuk ke mobil, ternyata Pari sudah pindah duduk ke depan, sambil tersenyum manis. Tanpa memperdulikan Sidd langsung menyetir mobilnya menuju kediaman Pari. Diperjalanan Pari tak memalingkan wajahnya untuk memandang Sidd.


" kenapa kau memandang ku seperti itu? " tanya Sidd tiba-tiba.


" aku hanya kagum pada mu., Alia sangat beruntung memiliki mu., aku sangat iri " jawabnya, membuat Sidd merinding. " kau sangat mencintai Alia? " tanya Pari lagi.


" yaahh " jawab Sidd singkat. " dimana apartemen mu? " tanya Sidd mengalihkan pembicaraan


" casablanca "


Sidd menambah laju kendaraan nya, agar cepat sampai. Setelah satu jam perjalanan Sidd memasuki kawasan gedung apartemen mewah itu. Sidd memarkirkan mobilnya, lalu membuka pintu untuk Pari. Perlahan Pari keluar dan mencoba untuk berjalan.


" aaaaakkhh.. " pekik nya hampir jatuh, untung Sidd meraih nya dengan cepat. " kaki ku sakit sekali., sepertinya aku masih belum bisa berjalan " ucap Pari pelan dengan wajah memelas. Sidd terpaksa menggedongnya. Dengan wajah senang Pari melingkarkan tangan nya pada pundak Sidd, membuat nya merasa tak nyaman. Sidd terus berjalan menuju lift hingga mereka sampai dilantai 25. Pari menggesek kartu untuk membuka pintu apartemen nya, Sidd berjalan terus hingga ke dalam.


" Sidd.. bisa kah kau mengantar ku ke kamar " tanya Pari perlahan. Tanpa menjawab Sidd berjalan menuju kamar. Pari tersenyum bahagia. Sidd membaringkan Pari, perlahan Pari mendekati Siddarth dan mencium pipinya.


" Pari.. kaauu " ucap Sidd dengan wajah kesal.


" maaf Sidd.,aku hanya ingin berterimakasih padamu "


Dengan wajah kesal Sidd langsung meninggalkan Pari, Pari kembali tersenyum licik. Diperjalanan Sidd terbayang dengan sikap Pari tadi, membuat nya semakin kesal.


Di apartemen Pari berjalan perlahan, dan melemparkan tongkatnya. Sambil tersenyum mengingat kedekatan nya bersama Sidd. Sesampai dirumah Sidd langsung memarkirkan mobilnya. Kabir datang menghampiri nya.


" tuan.," sapa Kabir


" apa? " jawab Sidd dengan nada kesal.


" Ny. Sumitra menelpon., tuan disuruh telpon balik " jawab Kabir agak terbata. Sidd langsung masuk ke dalam. Kabir masih bingung dengan raut wajah majikannya yang terlihat kesal. Sidd melihat Alia yang terlelap, dia menghampiri dan duduk disampingnya. Perlahan Sidd mengelus kepala orang yang dicintainya itu, senyumnya kembali setelah memandang Alia.


" sayang.., kau sudah kembali " tanya Alia perlahan membuka matanya.


" bagaimana keadaan mu? "


Alia menggeliat dan tersenyum


" baik..,tapi aku sangat lapar " katanya


" aku akan memesan makanan, kau mau makan apa? " tanya Sidd mengambil ponselnya.


" aku tidak mau makanan luar., aku ingin kau yang memasaknya " pinta Alia.


" tapi masakan ku tidak enak " katanya sambil tergelak.


" tidak apa-apa., kalau kau memasak nya dengan cinta itu akan terasa lebih enak nanti " ujar Alia mneyandarkan kepalanya.


" baiklah., tunggu disini." ucapnya sambil memencet pelan hidung Alia dengan mesra. Sidd lalu ke dapur untuk memasak sesuatu. Dia bingung saat melihat bahan makanan dikulkas, ada kol, terong, telur, daun bawang dan lainnya.


" apa yang harus ku masak? " pikirnya sejenak. Kemudian Sidd mengambil telur dan daun bawang, dia masih terlihat bingung. Sidd mengambil ponselnya.


" hello ibu.. "


" ***haayyyee**..Sidd.. apa kabar nak* " ternyata bibi Manorama yang menjawabnya.


" baik bibi.., oh iya aku ingin bicara pada ibu..penting sekali.. "


" hayyyeee.. hal penting apa..,kau baik-baik saja kan " teriak bibi agak panik


" bibi aku baik-baik saja., aku.. aku sedang bingung., Alia meminta ku untuk memasak sesuatu., aku bingung "


" haayyeee.. apa dia sedang mengandung hingga meminta mu untuk masak " ujar bibi bercanda.


" bibi aku tidak sedang bercanda., kalau kau hanya meledek ku sebaiknya aku bicara pada ibu saja "


" ***haayyeee**.. kenapa kau marah., baiklah baiklah.,katakan kau ingin masak apa*? " tanya Bibi lagi. Sidd kemudian memberitahu bahan-bahan yang tersedia, bibi lalu menyuruh Sidd memotong sayuran, terus menginstruksikan cara-cara membuat sayuran, Sidd memasukkan menumis dan memasukkan sayuran. Setelah itu bibi juga memberitahu cara membuat telur dadar. Sidd menggoreng telur.

__ADS_1


" haayyyeee..kau sudah membalikan telurnya" tanya bibi


Sidd mencoba membalikan telur, tapi telurnya sobek karena Sidd terlalu pelan melakukan nya.


" hayayeee.. kau ini bagaimana., kenapa bisa sobek." teriak bibi ditelpon.


" ya sudah bibi., terima kasih sudah membantu ku., "


" ***hayyeee**..bagaimana kabar Alia, bibi ingin bicara dengannya* " ucap bibi


" bibi.. maaf nanti saja ya.,aku.. aku sedang sibuk., daahh " ujar Sidd dan cepat-cepat menutup telponnya.


" ***haayeee**.. dia menutup telpon nya* " gerutu bibi.


Sidd kemudian memanggil istrinya, Alia melihat makanan yang dibuat Sidd.


" ada apa " tanya Sidd agak malu, kemudian mengambilkan makanan untuk istrinya. Alia kemudian mencoba sedikit omelet yang dibuat suaminya. Dia mengunyah sambil mengangguk dan tersenyum.


" hhmmm.. enak.. " pujinya. Sidd tersenyum.


" benarkah? " Alia kembali mengangguk dan menyuapnya lagi. Tak berapa lama Alia buru-buru ke kamar mandi sambil menutup mulutnya.


uuwweeeeakkk.. uhuukk.. uwweeakk


Alia kembali merasa mual dan muntah. Sidd jadi tambah khawatir.


" sayang.. kenapa akhir-akhir ini kau sering muntah-muntah., sebaiknya kita ke rumah sakit saja " ucap Sidd cemas. Alia kemudian mencuci muka nya dan menatap ke cermin.


" iya ya.. kenapa aku sering muntah dan mual, apa aku.. " gumamnya lalu meraba perutnya.


" sayang.. " tegur Sidd mengagetkan nya. " ada apa.,"


" Aa-aku baik-baik saja..,oh iya kau sebaiknya makan saja, aku ke toilet dulu " ucap Alia lalu mendorong Sidd perlahan.


" tapi sayang.. "


" tunggu ya.., aku ke toilet dulu., " ujar Alia lagi ,lalu menutup pintunya. Sidd masih cemas dengan kondisi Alia, masih mondar mandir didepan kamar mandi.


Alia kemudian mengambil alat tes kehamilan yang tersimpan disebuah kotak dekat pojok kamar mandi. Alia telah mempersiapkan segala keperluan wanita disana, seperti pembalut dan lainnya. Kemudian dia mencelupkan testpack itu ke dalam urine yang telah dia tampung di sebuah cawan kecil. Jantung Alia berdebar-debar saat menunggu hasilnya. Dua garis merah muncul.


" aaakkkhhhh.. " teriaknya tanpa sadar, kemudian menutup mulutnya karena saking gembiranya. Sidd terkejut mendengar teriakan Alia.


pprraakk.. praakkk..praaakkk..


" sayang.. kau baik-baik saja.., apa yang terjadi.,kenapa tadi kau berteriak..kau tahu aku sangat khawatir " ucap Sidd panik.


" Sidd...tenangkan dirimu, aku baik-baik saja"


" tapi tadi.. kenapa kau berteriak seperti itu? " tanya Sidd, Alia kemudian memperlihatkan testpact yang dia pegang. " apa ini " tanya Sidd mengernyitkan kening. Alia meraih tangan Sidd dan mengeluskan ke perutnya. Sidd semakin heran.


" sayang..kau akan jadi ayah, aku hamil " ucap Alia tersenyum. Sidd benar-benar tak percaya dengan apa yang ia dengar.


" aa-apa. "


" yaa. aku hamil " ujar Alia lagi. Perlahan Sidd mulai tersenyum, lalu memeluk Alia dan mengangkatnya sambil berputar. Mereka saling tertawa bahagia.


" Alia.., aku sangat bahagia.., sangaaaat bahagia., anak ini akan menambah kebahagiaan keluarga kecil kita " ucap Sidd dan mengelus perut Alia. " ok.. mulai hari ini kau harus banyak istirahat.,semua biar aku yang mengerjakan " ujar Sidd.


" Sidd.. tenang lah.., nanti kita ke dokter dulu.,"


" apa.., kenapa.., apa ada yang sakit? "


" tidak..,bukan begitu., kita harus memastikan pemeriksaannya "


" hhooh.., baiklah.. aku akan mengantar mu nanti " ucap Sidd, lalu membaringkan Alia. Sidd duduk disampingnya, kemudian mengambil ponsel nya.


" kau mau telpon siapa? "


" ibu.., aku ingin memberi kabar padanya, sekalian tadi Kabir juga berpesan ibu menelpon " ,Sidd menekan no rumah orang tuanya.


" helloooo.. "


" hello.. ibu "


" haayyyee. kau lagi, ada apa lagi.. apa istrimu meminta pasta atau spaggethi? " sindir bibi Manorama. Sidd tertawa mendengar nya. " hhayyyee.. kenapa kau tertawa, sebelumnya kau marah-marah "


" bibi.., ternyata kau benar.., Alia akan jadi ibu "


" haayyyyeeerree... " teriak bibi terbelalak. " benarkah..,hahhhaaa.. kakak, kakak ipar.. ibuuu.., semuanya.. ayo kemarii.. " teriak bibi memanggil semua orang. Nenek datang dan menepuk pundaknya.


" kau ini membuat semua orang cemas, ada apa., kenapa kau berteriak seperti itu? " omel nenek, Sidd dan Alia mendengar suara nenek jadi tertawa.

__ADS_1


" haayyyee.. ibu.., kenapa memukul ku? " sungut nya.


" adik ipar.., ada apa., siapa yang telpon "? terdengar suara ibu.


" Sidd yang telpon. " jawabnya, nenek langsung merebut telponnya.


" helloo.. Sidd.., ini nenek., ada apa sayang., kau dan menantu baik-baik saja kan? "


" iyaa nek.., kami baik-baik saja, aku hanya ingin menyampaikan kabar gembira" kata Sidd dengan semangat.


" ya. ya.. ya., cepat katakan, ada apa? "


" nenek.., saat ini Alia sedang mengandung "


" aapaaa.. benarkah? " ibu jadi khawatir melihat ekspresi nenek. " ohh.. dewa.. terima kasih.., Sumitra.. bersiaplah kau akan jdi seorang nenek " ucap nenek tersenyum, ibu merasa lega dan bahagia, lalu ibu mengambil telponnya.


" helloo Sidd.., bagaimana Alia.,kau harus menjaganya..,tunggu kami disana ya., "


" iya bu.., Alia baik-baik saja., yaa tentu saja.. "


Ibu menutup telpon nya. Lalu Sidd menatap Alia dalam, semua kekesalan yang dibuat Pari sirna dipikirannya. Sekarang yang dipikirkan hanya tentang Alia dan anak yang ada dalam kandungannya. Sidd kemudian berbaring disamping Alia, sambil mengelus-elus perut Alia yang masih datar.


Beberapa hari kemudian, Siddarth mengantar Alia ke dokter. Setelah mengetahui kondisi kesehatan Alia, dia jadi lega. Kandungan Alia telah memasuki minggu ke 8. Dia sangat bahagia ketika pertama kali melihat bayinya dari pemeriksaan USG, yang terlihat masih berukuran sangat kecil, seperti biji kacang polong. Setelah pemeriksaan selesai, mereka pulang, saat hendak keluar dari rumah sakit, mereka berpapasan dengan Varun dan Shradda diparkiran. Varun telah kembali dari Swiss beberapa hari yang lalu, ibunya mendesak agar mereka kembali ke dokter untuk konsultasi.


" Varunn.. hai.." sapa Sidd


" haii.., kalian berdua disini " tanya Varun


" yaah.." jawab Siddarth dengan penuh semangat.


" siapa yang sakit ."? tanya Varun penasaran


" tidak ada yang sakit.., kami dari dokter kandungan " jawab Alia,


" kau hamil? " tanya Varun. Shradda berdiri disampingnya. Alia mengangguk pelan. " itu.. kabar bahagia., selamat ya " ucap Varun .


" terima kasih., kau juga kesini.," ujar Siddarth.


" yaah.. ada konsultasi sedikit "


" baiklah., kami duluan "


Sidd dan Alia meninggalkan Varun dan istrinya. Varun kemudian memasuki rumah sakit dan langsung menemui dokter pribadinya.


" bagaimana kondisi istri ku dokter? "


" Tn. Varun aku akan melakukan beberapa test pada Ny. Shradda, sepertinya memang ada beberapa kendala yang memperlambat anda memiliki keturunan, jadi untuk memastikan suster akan memgambil sampel darah istri anda " ujar Dokter, Shradda mulai tampak khawatir.


" lalu kapan hasilnya akan kami ketahui dok " tanya Varun.


" aku akan menghubungi anda nanti via telpon " jawab nya. Kemudian Varun dan Shradda kembali kerumah.


Pari sampai dirumah Alia, tapi tak menemukan mereka disana, yang dia jumpai hanya Kabir.


" memangnya mereka kemana " tanya Pari gelisah.


" aku tidak tahu nona.. " lalu Kabir kembali mengerjakan pekerjaan nya. Pari masih uring-uringan karena tak menemukan Sidd. Saat hendak pergi, mobil Sidd memasuki halaman rumahnya. Sidd mulai tegang saat melihat Pari disana.


" Pari.., kau disini.., bagaimana kaki mu " sapa Alia


" yaaah.., baik " jawabnya menatap Sidd. " hhmm.. kalian..dari mana " tanya Pari kemudian.


" kami dari dokter., kau tahu sekarang aku sedang hamil " ucap Alia dengan nada senang. Pari terperangah mendengar ucapan Alia, wajahnya berubah cemberut, lalu mengalihkan pandangannya pada Siddarth yang mengacuhkannnya. " Pari.. kau kemari ada apa? " tanya Alia kemudian.


" aa-aaku.. kemari ingin minta maaf " ucapnya.


" minta maaf.., untuk apa? " tanya Alia heran. Sidd menatap tajam ke arah Pari.


" aku ingin minta maaf.. karena..."


" Aliaa..., kau harus istirahat kan., kau ingat yang dikatakan dokter " potong Sidd, lalu mengajak Alia masuk.


" oh iya Pari.., besok mertua ku akan datang kemari., kami akan mengadakan perayaan., kau datang lah.., ok " ucap Alia sebelum masuk. Pari hanya mengangguk. Setelah Alia masuk Sidd menghampiri Pari.


" kenapa kemari? " tanya Sidd


" Sidd.. aku ingin minta maaf padamu., karena waktu itu "


" Pari sudahlah.., aku sudah melupakan nya., oh iya tolong jangan datang kemari lagi " ujar Sidd memotong perkataan nya.


" Sidd.. "

__ADS_1


" pergilah.., dan aku sangat berterima kasih karena bantuanmu selama ini.,"


Pari pergi dengan menahan amarah, sakit hati dengan perlakuan Siddarth. Diperjalanan tak terasa air matanya jatuh berderai, kembali terngiang ucapan Sidd tadi yang membuatnya semakin benci, dia terus melaju kendaraan nya dengan kencang.


__ADS_2