Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 49


__ADS_3

Nikhil kecewa dengan hasil kerja Abhi yang tak membuahkan hasil. Abhi pulang dengan tangan kosong, dia tak berhasil mencuri dokumen yang disuruh Nikhil.


" kau lihat dengan kegagalanmu sekarang rumah itu dijaga oleh polisi, keamanannya diperketat dan kau.... kauuu juga meninggalkan senjata disana.., apa yang kau pikirkan..Hahh...,kenapa kau tak menembak orang yang menghalangimu itu..". hardik Nikhil melotot dan merasa kesal. Abhi terdiam dan menunduk.


" aku minta maaf.., sungguh.. ".


Nikhil terdiam sejenak.


" baiklah..,aku memaafkanmu kali ini karena adikku., tapi aku punya rencana lain ". ucap Nikhil berjalan pelan.


" apaa ". tanya Abhi penasaran. Nikhil tak langsung menjawab pertanyaan Abhi, dia hanya melemparkan senyuman liciknya. Lalu meninggalkan Abhi dengan terburu-buru. Abhi memandang kepergiannya dengan rasa penasaran.


Disisi lain


Alia pergi check up untuk mengetahui kondisi kandungannya, diantar oleh ibu Sumitra dan Kabir. Dokter sedang melakukan Usg, ibu duduk sambil memperhatikan seksama.


" bagaimana kondisinya dokter? " tanya ibu Sumitra, dokter selesai dengan tindakannya, Alia duduk kembali disebelah ibu.


" tidak apa-apa nyonya, semua baik-baik saja..hanya saja untuk nona Alia jangan terlalu stres.," jawab dokter sambil tersenyum. Ibu merasa lega mendengarnya.


" terima kasih dokter." jawab ibu Sumitra. Mereka kemudian berpamitan.


Diperjalanan


" Alia.. kau dengar sendiri kan dokter berkata apa, jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi., ibu mohon padamu.. demi anakmu ". ucap Ibu memegang tangannya.


" iyaa.. bu " jawabnya singkat. Ibu Sumitra senang mendengarnya. Mobil terus melaju.


" Kabir berhenti dikuil dulu., Alia ibu ingin ke kuil sebentar.. kau mau ikut? " tanya Ibu mengajaknya. Kabir memarkirkan mobilnya.


" ibu aku disini saja.. tidak apa kan? " tanya Alia.


" baiklah.., tunggu disini ya ".


Ibu Sumitra meninggalkan Alia dimobil, lalu Kabir mengikutinya dari belakang. Alia mengambil majalah dari saku bangku mobil, dan membacanya. Tak berapa lama seseorang mengetuk kaca mobilnya. Alia menengok tapi tak melihat siapa pun, dia kembali membaca, tapi seseorang lagi-lagi mengetuk kaca mobilnya. Karena penasaran Alia membuka pintu dan keluar untuk melihatnya. Alia celingak celinguk memandang tapi tak melihat siapa pun. Tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dengan saputangan dari belakang. Alia tak sempat meronta atau melakukan perlawanan, dia keburu tak sadarkan diri. Tubuh Alia diangkat dan dimasukkan ke sebuah mobil yang menghampiri tak berapa lama. Mobil itu kemudian melaju pergi dari sana.


Ibu Sumitra selesai melakukan pemujaan, dia segera kembali ke mobil, diikuti oleh Kabir dibelangkangnya. Ibu Sumitra terkejut melihat pintu mobil terbuka, cepat-cepat dia melangkah. Alia tak ada disana, ibu dan Kabir memeriksa disekitar sambil memanggil Alia.


" ya Tuhan.. kemana dia? " ucap ibu panik.


" nyonya bukankah ini ponsel nona Alia? " tanya Kabir lalu memungut ponsel yang jatuh tak jauh dari pintu mobil. Lalu memberikannya pada majikannya itu.


" yaahh.. ini ponselnya.." jawab ibu cemas. Ibu mulai kebingungan.


" nyonya sebaiknya telpon tuan segera ". ujar Kabir mengingatkan. Ibu Sumitra cepat-cepat mengeluarkan ponsel dan menelpon suaminya.


" hellooo.. suamiku ". Ibu Sumitra berbicara dengan suaminya dengan menangis.


Sesampai dirumah


" haayyyee.. apa yang sebenarnya terjadi, kakak ipar sebenarnya bagaimana kejadiannya ? " tanya bibi panik juga. Ibu terduduk lesu sambil menangis. Takut terjadi hal buruk pada menantunya.


" ya bibi..,kira-kira kemana kakak ipar? " tanya Ananya juga.


" entahlah.., aku meninggalkannya saat aku ke kuil., ini salahku.. seharusnya aku membawanya juga hik.. hiks..hik.. ". ibu menagis tersedu. Menyalahkan dirinya sendiri.


" haayyyeeee..semoga saja dia baik-baik saja "


ucap bibi.


" tenanglah.. aku dan Rajeev akan ke kantor polisi, kita akan menemukannya ". ucap Ayah menenangkan istrinya.


" tapi kakak bagaimana kalau kita telusuri ditempat kejadian saja dulu, karena kalau kita melapor sekarang itu percuma..pengaduan kita hanya akan diproses setelah 2 x 24 jam" ucap Paman juga.


"haayyyee.. kalau kita menunggu selama itu keburu Alia dibawa pergi jauh oleh penjahat itu " . ucap bibi ceplos. Ibu merasa semakin bersalah, lalu beranjak pergi ke kamar sambil menangis. " haayyeee... aku salah bicarakah ". bibi menutup mulutnya dengan tangan kanan.


" ya sudah..kau pergilah, aku akan mencoba melapor dulu, siapa tahu mereka mendengarkan ku ". Setelah itu ayah dan paman Rajeev sama-sama pergi keluar untuk mencari tahu keberadaan Alia.


Disisi lain


Alia dibawah pengaruh bius, masih belum sadarkan diri. Mobil yang membawanya tadi sampai dipinggir kota M, beberapa penculik mengangkat tubuh Alia, lalu mendudukannya disebuah kursi dan mengikat kedua tangannya ke kursi itu. Mulut Alia diikat dengan kain agar dia tak bisa berteriak nanti. Kemudian meninggalkan Alia diruang kosong yang tampak pengap itu, lalu seorang penculik menelpon bosnya.


Tak berapa lama Nikhil dan Abhi datang ke tempat itu untuk melihat hasil kerja anak buahnya. Nikhil tertawa senang melihat Alia yang tak berdaya. Sedangkan Abhi terkejut melihat Alia disana, dalam pikirannya dia berkata inikah rencana Nikhil.


" hahahaaah.. bagus..,kerja bagus.. " .ucap tertawa.


" Nik.. ini rencana yang kau katakan? " tanya Abhi agak kesal.

__ADS_1


" yaaa.. kenapa? "


" tapi.. dia sedang mengandung, kau tega menyakitinya? "tanya Abhi tak terima.


" heiii.. kenapa memangnya, justru dialah yang akan membuat kita kaya nanti, kau tahu dia siapa.. dia adalah menantu keluarga Malhotra..". jawab Nikhil.


" aku tidak menyangka kalau kau tega melakukan hal rendah seperti ini ". bentak Abhi. Nikhil sepertinya tak terima dengan perkataan Abhi.


" lalu kau mau apa haahh.. " . ucap Nikhil mendorong Abhi. Abhi tersendat ke tumpukan kardus. Alia terbangun saat mendengar hal itu. Perlahan mulai membuka matanya.


Siddd..


Alia terkejut melihat sekitarnya, penuh dengan orang-orang berwajah sangar. Penampilan mereka semua seperti bandit. Alia semakin ketakutan. Matanya mulai mengeluarkan airmata. Dilihatnya Abhi yang berdiri tak jauh, dalam ingatanya hanya mengira itu Siddarth.


"heii.. berikan ponsel mu., aku akan menghubungi Malhotra untuk menebusnya ". ucap Nikhil. Abhi terdiam dipojok tak berbuat apa-apa. " helloo.. Malhotra.. ". Nikhil mengeluarkan ancaman pada Tn. Malhotra.


" siapa kau.. kenapa kau menculik putri kami "


" kau jangan khawatir Malhotra., selama kau menuruti perintahku dan menuruti keinginanku., maka menantu tersayangmu itu akan baik-baik saja ". jawab Nikhil sambil mematik korek api dan menyalakan rokok.


" apa yang ku inginkan "


" baguss.. akhirnya kau mengerti., serahkan dokumen tanah pinggir kota M padaku, dan juga sejumlah uang ". Nikhil menghembuskan asap rokok ke wajah Alia.


" baiklah.., tapi jangan sakiti putriku "


" jangan khawatir., dia tidak akan kurang satu apapun., tapi ingat pesanku.. jangan berpikir untuk lapor pada polisi atau kau tidak hanya akan kehilangannya tapi juga anak yang ada dalam kandungannya., kau mengerti..,aku akan menghubungi mu nanti ". lalu Nikhil menutup telponnya. Sambil berjalan perlahan kedepan Alia, dan memandangnya dengan rasa puas. Nikhil keluar meninggalkan ruangan Alia, diikuti oleh anak buahnya.


Abhi masih berdiri mematung. Perlahan dia berjalan menatap Alia, dan membuka penutup mulutnya. Setelah itu dia melangkah keluar.


" Sidd.. " tegur Alia menghentikan langkah Abhi. " kenapa kau diam saja melihat aku seperti ini, apa kau bukan Sidd.. siapa kau? " tanya Alia menangis. Abhi membalikkan badannya.


" Abhi...,Abhimanyu.. " jawabnya singkat.


Airmata Alia semakin berderai mendengarnya. Abhi kemudian berbalik lagi dan melangkah pergi meninggalkan Alia.


" Sidddd... aku tahu itu kau., jangan tingalkan akuuuu huu..huu.. huu.," teriak Alia menangis. Abhi terus saja berjalan meninggalkan Alia. Tak terasa air matanya jatuh, Abhi terheran apa yang terjadi dengan dirinya. Abhi merasakan sakit saat melihat penderitaan Alia tadi. Dadanya terasa sesak.


Abhi kembali kerumah Nikhil. Dia duduk termenung didepan rumah. Zoya keluar dan melihatnya, lalu dia menghampirinya.


" Zoya siapa aku sebenarnya ?"


Zoya menatap heran Abhi,


" pertanyaanmu aneh sekali heheee" jawab Zoya tertawa mengira Abhi bercanda.


" Zoya.. aku serius ". Abhi mulai memasang wajah serius. Zoya menghentikan tawanya.


" Abhi pertanyaan macam apa itu., kita akan menikah.. kau Abhi.. siapa lagi " . jawab Zoya memegang tangannya.


" kau mencintaiku? " tanya Abhi lagi.


Zoya kemudian memeluk Abhi.


" yaa.. aku mencintaimu ". lalu melepaskan pelukannya, dan menatap dalam mata Abhi. " aku mencintaimu sepenuhnya " tambah Zoya lagi. Abhi mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Zoya. " ada apa "? tanya Zoya melihat Abhi bengong.


" tidak apa-apa " jawab Abhi singkat.


" aku akan bicara dengan kakak agar pernikahan kita dipercepat "


" kenapa " tanya Abhi pula


" yaahh.. aku takut kau akan jatuh cinta pada gadis lain nanti ". jawab Zoya tersenyum manis.


Dirumah Malhotra


Ayah dan seluruh keluarga cemas memikirkan keselamatan Alia. Apalagi ibu tidak bisa makan apapun karena memikirkannya.


" kakak apa yang harus kita lakukan ". tanya paman Rajeev. Ayah masih berdiri diam sejenak untuk berpikir.


" haayyyyee.. kakak ipar, apalagi yang kau pikirkan, berikan saja apa yang penculik itu mau..demi Alia ". sahut bibi Manorama pula.


" aku yakin ini semua bagian dari rencana Chedi Singh.,kalau aku menyerahkan dokumen itu maka nasib penduduk disana akan terusir, mereka pasti menderita ". ujat ayah bimbang.


" tapi kak.. bagaimana dengan nasib Alia, kita tidak mungkin membiarkannya disandera terus ". sahut paman lagi. Karena bimbang ayah meninggalkan mereka semua diruang tamu, ayah menuju ke kamar untuk menemui ibu Sumitra yang masih shock.


Disisi lain

__ADS_1


Nikhil tak keberatan jika pernikahan Zoya dan Abhi dipercepat. Lagipula sebentar lagi mereka akan pindah dari kota itu. Sebelum pindah ke kota lain sebaiknya pernikahan adiknya secepatnya dilangsungkan. Dan lagian juga pekerjaannya disana juga belum tuntas.


" yaaahhhh.. sebaiknya dipercepat, aku akan menyuruh anak buah ku.. minggu depan saja".


Zoya tampak bahagia mendengar perkataan kakaknya. Abhi masih merasa janggal dan tak merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan Zoya. Setelah perbincangan mereka selesai, Zoya pergi meninggalkan mereka.


" Abhi pergilah periksa wanita itu, pastikan dia tidak kabur ". ucap Nikhil mematik rokoknya. Abhi mengangguk. " oh ya.. aku akan melakukan persiapan pernikahanmu dan adikku, tolong kau jaga juga wanita itu ". Setelah mengatakan semua itu Nikhil meninggalkan Abhi.


Abhi kemudian pergi menuju tempat Alia disekap. Disana ada beberapa orang anak buah Nikhil berjaga. Tampak Alia sedang tertidur dengan posisi duduk. Abhi merasa kasihan melihatnya. Saat hendak duduk tak sengaja Abhi menginjak kaleng hingga membuat Alia terbangun.


Perlahan Abhi mengeluarkan bungkusan yang berisi makanan. Abhi mengambil sendok berniat memberikan makanan untuk Alia. Alia tak langsung membuka mulutnya, dia hanya menatap Abhi saja.


" ayo makan.., kasihan anakmu ". ucap Abhi.


" aku tidak mau.," jawab Alia menolak.


" kalau kau tidak makan, kau bisa sakit ". ucap Abhi masih bersabar.


" aku bilang aku tidak mau ". tegas Alia pula dengan nada tinggi. Abhi menghembuskan nafas panjang. Lalu melemparkan makanan itu dengan kasar hingga berserakan, membuat Alia terkejut dan ketakutan dengan tindakannya. Alia kembali menangis. Abhi dengan perasaan kesal meninggalkan ruangan Alia disekap. Diluar Abhi tampak frustasi, sebenarnya dia kasihan, tapi Alia sangat keras kepala.


" heii.. kemari ". panggil Abhi pada salah seorang anak buahnya. " sana belikan makanan lagi ". suruhnya pula. Anak buahnya itu langsung pergi membelikan makanan lagi. Abhi kembali masuk ke dalam untuk melihat kondisi Alia. Disana Alia tampak masih menangis, Abhi memperhatikanya dari balik pintu. Abhi masuk ke dalam, Alia menghentikan tangisnya ,dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Tak berapa lama anak buahnya tadi kembali, tapi dia tidak sendiri, Zoya bersamanya.


" Zoya.. kau kemari ". ucap Abhi terkejut melihat kedatangannya.


" yaahhh.. aku sangat merindukanmu ". jawab Zoya lalu melingkarkan tangannya pada pundak Abhi. Mereka tampak sangat dekat. Alia melihatnya semakin sakit hati. " kau tidak merindukanku? ". tanya Zoya pula. Abhi tersenyum. Zoya semakin mendekati wajah Abhi, Alia tak sanggup melihatnya lalu memejamkan kedua matanya.


" oh ya.. aku tadi membeli makanan ". ucap Abhi cepat hingga Zoya tak sempat menciumnya. Zoya kemudian duduk.


" heii.. bukankah dia wanita yang memelukmu di mall waktu itu ". ujar Zoya memandangnya dengan wajah tak suka. " apa yang dia lakukan disini ". tanyanya pada Abhi


" Zoya.. dia tawanan kita ". jawab Abhi.


" hahaahahaa.. waoooww.. luar biasa, " jawab Zoya tertawa senang.


" kalian manusia-manusia hina.. menjijikkan ". ucap Alia. Zoya tak terima dengan perkataan Alia, lalu mendekatinya.


" apa kau bilang "


" kalian menjijikkan..,mencari nafkah dengan memeras orang Cih ". jawab Alia lagi dan meludah merasa jijik dengan perbuatan mereka.


plllaakkk


Zoya menampar pipi Alia membuatnya terpekik. Cepat-cepat Abhi menarik Zoya agar tidak menyakiti Alia lagi.


" Zoya.. hentikan "


" lepaskan aku Abhi.., dia harus kuberi pelajaran ". ucap Zoya meronta.


" Zoyaa aku bilang cukup., hentikaann.,kau menyakitinya.. dia sedang hamil, kau tidak kasihan ". Abhi menenangkannya.


" untuk apa,, kau kasihan padanya haahh"


" Zoyaa cukuuupp.., kalau kau menyakitinya lagi..aku pergi " . ancam Abhi, laku perlahan meninggalkan Zoya disana. Zoya yang masih kesal dan ditambah lagi ditinggalkan Abhi dia pun menyusul Abhi pula.


" Abhi.. tunggu.. Abhi.. ". panggil Zoya. Abhi menghentikan langkahnya. " Abhi kau kenapa, kenapa kau membelanya ".


" kau yang kenapa., aku tidak suka kau bertindak seperti itu.. kau wanita.,dia wanita apalagi dia sedang mengandung.. dan kau tega menyakiti nya. "


Zoya terdiam.


" kau tahu.. sebenarnya dia berkata benar, bukankah selama ini kita mendapatkan uang dari cara yang tidak benar.. merampok, mencuri, merampas hak orang lain., bukankah dia benar., lalu kenapa kau marah ".


" Abhi.. apa yang kau katakan "


" yaa Zoya..selama ini aku selalu mendukung tindakan kakakmu, tapi kali ini aku tidak suka.. kau tahu kenapa.. karena aku tidak tega melihat wanita yang sedang mengandung itu tersiksa.. kita tidak hanya menyakitinya tapi juga anak yang masih dalam kandungannya ".


Zoya tak menyahut perkataan Abhi. Perlahan dia meninggalkan Abhi yang membelakanginya. Abhi kembali ke gudang untuk melihat Alia. Pipinya memerah karena tamparan Zoya tadi, jejak tangan Zoya masih menempel dipipinya yang putih. Abhi kemudian mengambil makanan yang sudah dibeli tadi.


"aku tidak mau kau sakit.. jadi sebaiknya kau makan " .ucapnya duduk dikursi didepan Alia. Lalu membuka bungkusan itu dan mulai menyuapi Alia. Alia terpaksa menerima dan memakannya. Abhi senang Alia akhirnya mau menerima makannya. Tak terasa airmata Alia jatuh berderai, teringat Siddarth yang menyuapinya dulu, saat tangannya sakit dulu.


" heii..kenapa kau menangis " .


" hiks.. hiks.. hikss..,aku teringat saat kau menyuapi ku dulu., kau ingat Sidd ". ucap Alia pelan, jauh didalam hati dia ingin sekali memeluk lelaki dihadapannya itu.


" aku.. aku.. tidak tahu., " jawab Abhi.

__ADS_1


__ADS_2