Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 9 "Rencana Pernikahan"


__ADS_3

Dukung author dengan nglike setiap episode ya, beri rate 5 dan vote juga bagi yang baru mampir✌.


.


...


.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


.


...


.


Sesampai di rumah Alia, Sidd menghentikan motornya.


"Ayo turun dulu," ajak Alia.


"Alia tidak usah, aku langsung pulang saja" tolaknya hendak pergi.


"Baiklah, kalau kau pergi kau jangan bicara denganku lagi setelah itu" ancam Alia.


Mendengar ancaman gadis itu, Sidd terpaksa menuruti keinginan Alia. "Baiklah," jawabnya.


Sidd pun duduk. Alia kemudian bergegas ke dalam untuk mengambil kotak P3K dan air minum untuk lelaki itu.


"Ini.., minum dulu" ucapnya menyodorkan air.


"Biar aku saja" tolak Sidd lagi.


"SIIIDDD.." ucap Alia menatapnya dengan jengkel.


Sidd kembali menuruti perkataan gadis itu. Ia pun meminum air dari tangan Alia. Kemudian Alia mengambil kapas dan cairan pembersih luka. Perlahan ia menyibakkan rambut Sidd dan mulai membersih darah yang merembes ke sisi telinganya.


Sidd kembali tertegun dengan perlakuan gadis itu. Sesekali ia mencuri pandangan dengan menatap wajah Alia yang hanya beberapa inci darinya.


Tak lama Ibu Parwati, muncul dan terkejut melihat Sidd dan Alia. "Apa yang terjadi ?" tanyanya tiba-tiba.


"Ibu kau sudah pulang" sahut Alia.


Ibu Parwati terlihat cemas khawatir. "Sidd bagimana bisa kau terluka seperti itu" tanyanya kemudian.


"Ibu tadi dijalan kami dihadang preman" jawab Alia yang telah selesai memberikan perban pada luka Sidd. "Dan Sidd terluka saat menghadapi mereka" sambungnya lagi.


"Ya Dewa.., kenapa begitu? Apa kalian bermasalah dengan mereka ?" tanya Ibu Parwati terkejut.


"Tidak bibi.., aku bahkan tidak mengenal mereka" sahut Siddarth pula.


"Lain kali kalian harus lebih berhati-hati lagi" ujar Ibu Parwati.


"Iya Bu,"

__ADS_1


Sidd juga mengangguk. "Iya Bibi,"


"Oh ya.., selamat ya atas kelulusanmu, maaf Ibu tidak bisa menemanimu. Hari ini Ibu ada pemujaan dikuil."


"Tidak apa-apa bu, jangan khawatir" ucap Alia tersenyum.


Ibu Parwati mengalihkan pandangannya kepada Sidharth. "Sidd.., kau juga. Selamat untukmu" ucap Ibu Parwati pula.


"Terima kasih Bibi," jawabnya.


"Ya sudah, Ibu ke dalam dulu. Kalian silakan lanjutkan bicaranya" ucap Ibu Parwati beranjak pergi.


Alia kemudian menatap Sidd dekat.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Sidd merasa canggung. Ia pun beralih mengambil minum lagi menghilangkan rasa groginya.


"Sidd, boleh aku bertanya sesuatu ?" tanya Alia kemudian.


"Hmmm, apa?"


"Kenapa Ibunya Varun bicara seperti itu padamu, maksud ku tentang keluargamu" tanya Alia.


Sidd hanya diam dan menghela nafas.


"Kalau kau tidak ingin mengatakannya tidak apa-apa" ujar Alia sambil memutar-mutar nola matanya.


"Tidak ada masalah apapun" jawab Sidd.


"Apa Ny. Tara juga tidak menyukaimu ?" tanya Alia lagi.


"Oh iya, dimana keluargamu. Selama ini kau tidak pernah menceritakan tentang keluargamu. Dan satu lagi, kenapa kau tinggal sendiri di Kota ini?" ujar Alia sembari mendekatinya. Pertanyaan Alia begitu beruntun kepadanya.


"Kau ini ingin tahu sekali" celetuk Sidd.


" yaahhh.. kalau kau tidak keberatan."


"Aku tidak tinggal sendiri, ada temanku. Terkadang aku pulang menemui Ibu sesekali" jawab Sidd.


"Hanya Ibu saja, lalu bagaimana dengan Ayahmu?"


Sidd menoleh Alia. "Kau ini seperti wartawan saja, ingin tahu segalanya" ujar Sidd menarik hidung Alia pelan dan tersenyum.


"Sidd... kau.."


"Maaf..., aku pulang dulu. Hmmm.., terima kasih sudah mengobati lukaku" ujar Sidd dan beranjak pergi. Alia terlihat kecewa karena lelaki itu tidak menggubris pertanyaannya.


"Ya sudah, aku juga berterima kasih karena kau sudah menolongku hari ini" ujar Alia melambaikan tangan.


"Hmmm.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian

__ADS_1


Sidd memberi tahu Varun tentang penyerangannya tempo hari. Varun semakin cemas dengan keselamatan Alia. Namun dia masih bingung dan bertanya-tanya, siapa orang yang berniat mencelakai Alia dan sahabatnya itu.


Pikirannya kini tertuju pada Ibunya, tapi ia masih belum menanyakan hal itu kepadanya. Varun berniat ke rumah Alia untuk memastikan keadaannya.


"Kau tahu aku sangat cemas setelah mendengar kabar itu. Untung saja kau bersama Siddhart waktu itu, aku benar-benar cemas" ujar Varun sambil membelai rambut Alia.


"Aku baik-baik saja, hanya saja Sidd terluka karena menolongku waktu itu."


Varun terdiam sejenak.


"Varun, apa kau mencurigai seseorang" tanya Alia.


Varun menggelengkan kepalanya. "Jangan dipikirkan lagi" ucap Varun. Ia mencoba menghilangkan pemikiran buruknya terhadap Ibunya untuk sementara. Varun berpikir untuk mencari kebenarannya terlebih dahulu.


"Oh ya, bagaimana acara pengangkatanmu menjadi presdir ?" tanya Alia.


"Sangat baik, tapi kau tahu aku sangat jenuh dengan semua itu."


"Kenapa ?"


"Karena pasti aku akan sangat sibuk, dan tidak ada waktu bersamamu" jawab Varun.


"Tidak apa-apa, kau jalani saja dengan hatimu. Lagipula kau masih bisa menelponku setiap kali kau merindukanku" ujar Alia menenangkan dirinya.


Varun terseyum kecil. "Aku akan bicara dengan Ibu secepatnya" ucap Varun sambil memeluk Alia dari belakang.


"Untuk apa?"


"Tentu saja untuk menikahimu" unggah Varun sembari menggelitik pundak Alia dengan puncak hidungnya.


"Tapi Varun,"


"Kau tenang saja, aku akan mengurus segalanya. Bukankah kau juga ingin segera menjadi pengantiku?" goda Varun membalikkan badan Alia ke depannya.


Alia tersenyum lebar. Perlahan Varun melingkarkan tangannya ke pinggang Alia. Alia juga melingkarkan kedua tangannya ke pundak Varun.


Mereka saling melempar senyuman bahagia.


.


...


.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


.


...


.


__ADS_1


Ibu Parwati (Mak nya Alia😁)


To be continue✌😁


__ADS_2