
Seminggu setelah pernikahan, Varun terlihat menuruni tangga bersama Shradda. Ny. Tara sedang sarapan, Varun hendak berangkat untuk bekerja.
" pagi sayang..," sapa ibunya.
" pagi bu.. " jawab Shradda, Varun tak menjawab hanya mengernyit saja. Shradda hendak mengambil kan roti dan selai untuk Varun.
" aku minum susu saja, " ucap Varun.
" heeii.. kenapa tidak makan dulu, Shradda sudah membuatkan roti untuk mu "
" tidak apa-apa bu " ujar Shradda
" baiklah.., aku akan membawanya saja, karena aku hampir terlambat ". Kemudian Shradda mengambil tissu untuk membungkus lalu memberikannya pada Varun. Dia pun berangkat, Shradda hendak menyalami nya ,Varun langsung berbalik tanpa menghiraukannya. Shradda duduk dengan wajah sedih.
" Shradda kamu sabar aja.., lama-lama kau pasti bisa merebut hatinya " ucap Ny. Tara. Shradda mencoba tersenyum walau merasa kecewa.
Varun sampai dikantornya, dan langsung memeriksa surat-surat yang datang pagi itu. Perlahan pandangannya tertuju pada sebuah surat undangan, undangan pernikahan Siddarth dan Alia. Lama dia menatap undangan itu, suasana hatinya pun langsung berubah. Merasa tak terima dengan pernikahan mereka.
Keluarga Malhotra tampak sibuk menyiapkan persiapan pernikahan. Sementara waktu Sidd dan Alia tidak boleh bertemu, Alia dipindahkan ke kamar Ananya. Pada malam acara sangeet, semua terlihat bahagia. Alia memakai gaun dengan balutan gold dan pink yang berkilau, tampak duduk disamping nenek. Bunyi gendang dan nyayian mengiringi acara, semua orang menari dan merasa bahagia. Terlihat bibi Manorama menari dengan girangnya, ada Ananya dan hampir semua orang. Alia celingak celinguk mencari sosok seseorang.
" siapa yang kau cari nak. " tanya nenek heran.
" tidak nek.., " kembali duduk. Ibunya Parwati juga bahagia melihatnya. Ibu Sumitra menghampiri nya.
" Alia.., kau tidak memakai gelang yang ibu berikan waktu itu? " tanya mertua nya.
" maaf bu.., aku lupa.., aku akan mengambilnya. " ucap Alia. Lalu beranjak pergi ke kamar atas untuk mengambilnya. Dia kesana kemari mencari, dan mencoba mengingat, lalu membuka lemari, dan menemukan sebuah kotak merah maroon itu. Kemudian mengambil gelang itu dan memakai nya. Saat hendak pergi, seseorang menutup mulutnya dan menariknya masuk ke kamar. Alia sempat panik dan setelah mengetahui orang nya ,dia pun lega.
" Siddd.. ..,kau membuat ku takut " gerutunya kesal. " ada apa " tanya nya.
" kau ini.., aku bersusah payah mencari kesempatan untuk menemui mu tapi kau malah tidak senang "
" kenapa " tanya Alia pura-pura tidak tahu.
" kau tidak merindukan ku ?" rangkuk Sidd, Alia mencoba melepaskan.
" Sidd.. lepaskan.., nanti ada yang kemari.. "
" siapa.., semua orang sedang dibawah., mereka tak akan kemari " ucap Sidd.
" heeii. bukankah besok hari pernikahan kita.., kenapa kau tidak sabar begitu..? " goda Alia pelan.
" entah lah., sekarang hatiku hanya ingin bersamamu..,katakan apa kau mencintaiku.. " ujar nya,
" hhmm.. menurutmu bagaimana.. " sahut Alia tersenyum sambil melingkarkan tangannya ke pundak Siddarth. Mereka pun saling bertatapan sangat dekat, semakin dekat, lalu
tok tok tok
" kakak ipar.., kau ada didalam? " terdengar suara Ananya. Mereka pun terkejut dan saling melepaskan rangkulan. Alia gusar menyuruh Sidd bersembunyi. Kembali terdengar ketukan dan panggilan Ananya. Dengan cepat Alia membukakan pintu.
" kakak ipar.. kenapa lama sekali.., kau bicara dengan seseorang? " tanya Ananya penasaran dengan wajah tegang Alia.
" ti.. ti.. tidak.., tadi aku hanya mengambil gelangku, sekarang aku akan kembali ke bawah.. " ujar nya gugup dan meninggalkan kamar. Sidd bersembunyi dibawah kolong tempat tidur sambil menutup mulutnya. Tak berapa lama Ananya pun keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Alia kembali duduk bergabung bersama nenek, Sidd juga telah kembali. Sesekali Sidd melirik pada Alia, mengajaknya menari bersama, tapi Alia mengalihkan pandangan pura-pura tidak menghiraukan . Tiba-tiba bibi memintanya berdiri untuk menari, Alia berusaha menolak tapi terus didesak bibi, kemudian Ananya juga menariknya. Dia pun terpaksa menari dengan Ananya walau masih malu-malu. Sidd tersenyum melihat kebahagiaan dimata Alia.,perlahan dia mendekati nya, tanpa disadari Sidd telah berada dibelakang Alia. Dengan sengaja Ananya menyenggol Alia, hingga hampir terjatuh tapi cepat disambut oleh Siddarth. Mereka kembali saling menatap, Ananya tersenyum untuk itu. Pasangan yang sedang berbahagia itu pun menari bersama.
*****
Pada hari berikutnya adalah hari pernikahan, Alia sedang berdandan. Ibu Parwati menghampiri nya, berdiri sambil memandang bayang putrinya dicermin.
" Ibu.." ucap Alia tersenyum.
" ibu sangat bahagia.., kau bisa menemukan cinta sejati mu.., kau bahagia "?
" sangat bahagia ibu., " jawabnya.
" ibu senang mendengarnya.., keluarga ini sangat baik.. "
Alia memeluk ibunya.
Sidd juga telah selesai memakai sherwani.,,berdiri sambil menatap dirinya dicermin, lalu membayangkan wajah Alia.
" Sidd.. ayo.., ritualnya akan dimulai " ucap paman, memanggilnya dari arah pintu. Dengan wajah berseri dia pun keluar.
Sidd telah berada di depan pendeta, menunggu kedatangan mempelai wanitanya. Tak lama Alia turun sambil tersenyum bahagia, dia di iringi oleh Ibu Parwati, bibi, Ananya dan beberapa wanita lainnya. Perlahan pandangan Alia tertuju pada sosok yang sangat dikenal dalam ingatannya. Sontak senyum Alia memudar, melihat keberadaan Varun bersama Shradda. Alia berhenti didepan mereka, dari mata Varun terlihat kesedihan yang mendalam, dan menelan kesedihan itu. Varun mencoba untuk tersenyum, Alia masih berdiri kaku. Siddarth pun begitu. Lalu Varun mengulurkan tangannya, untuk memberi selamat. Perlahan Alia membalasnya, mereka saling menyalami. Varun membelai pipi Alia perlahan, sambil tersenyum, walau air matanya berlinang, lalu memberikan kode agar dia segera mendatangi Sidd. Ibu Parwati pun membawa Alia menuju mandap. Sidd telah berdiri disana dengan kalung rangkaian bunga.
Mereka berdiri berhadapan, perlahan Sidd mengalungkan bunga tersebut, kemudian Alia, walau awalnya dibercandain oleh paman dengan menarik Sidd tapi akhirnya, dia bisa mengalungkan bunga tersebut. Kemudian mereka duduk berdampingan, pendeta mulai membacakan doa-doanya, ritual demi ritual dilakukan, hingga pada akhir mereka mengelilingi api suci. Varun melihat kebahagiaan dimata Alia, tanpa diduga ternyata pada akhirnya Siddarth lah yang menikah dengan Alia, wanita yang sangat dicintainya. Shradda yang berdiri disampingnya mencoba untuk menyemangati nya. Setelah upacara pernikahan selesai, Varun menghampiri pasangan yang baru melangsungkan pernikahan itu.
" selamat.. " ucap Varun mengulurkan tangannya
" terima kasih " jawab Siddarth, mereka pun berpelukan.
" aku turut senang., akhirnya Alia bisa menemukan kebahagiaan nya.., berjanjilah kau akan terus bersamanya " ucap Varun sedih.
" pasti " jawab Siddarth, mereka kembali tos seperti waktu berteman dulu.
" kalau begitu kami pamit dulu " ujar Varun. Mereka pun pamit, tapi saat hendak keluar, Varun berpapasan dengan ibu Parwati. Lalu Varun menyentuh kaki ibu dari mantan kekasihnya itu.
" apa kabar bu " tanya Varun agak tegang.
" baik..., kau datang kemari? " bertanya balik
" yaahh.., Siddarth mengundang kami " ujarnya ,lalu memperkenalkan Shradda. " ini istriku..Shradda "
Ibu Parwati memandang ke arah gadis itu. Shradda pun memberi salam dan meminta berkatnya.
" semoga kalian bahagia., terima kasih sudah datang., aku senang kau bisa menemukan pengganti Alia..,jangan sia-sia kan dia hmm.. "
Varun mengangguk, kemudian berpamitan dan pergi.
*****
Sebagian dari tamu telah pulang yang tinggal hanya beberapa saudara yang masih sibuk mondar mandir. Alia telah berada dikamar pengantinnya, duduk di atas tempat tidur, yang sudah ditaburi dengan bunga-bunga. Wajah masih ditutupi oleh selendang nya, pemandangan kamar yang telah dihiasi dengan rangkaian bunga, beberapa lilin pewangi ruangan yang menyala. Jantung nya deg deg an lebih kencang dari yang biasanya.
" kakak..., ayoo..., ini.., sana cepat " ucap Ananya sambil memberikan segelas susu, lalu mendorong Sidd ke dalam kamar pengantin nya. Tak lupa Sidd mengunci pintunya, berjalan perlahan dan meletakkan gelas susu itu di atas meja. Entah kenapa malam ini ada rasa gemetar dan grogi dirasakannya, padahal dia sudah pernah menghabiskan malam bersama Alia sebelum nya, gumamnya.
Perlahan Sidd duduk di depan Alia, tanpa berbuat apa-apa. Alia jadi sedikit heran.
__ADS_1
" kenapa kau hanya menatapku.. " sapa Alia.
" tidak.., aku hanya merasa takut.. "
" takut.., kenapa...? tanya Alia
" aaku tidak tahu.., hati ku berdebar sangat kencang. "
Alia tertawa kecil.
" kau tertawa.., aku rasa kau juga seperti itu kan " tebaknya. Alia mengangguk. Kemudian Sidd mendekatinya, dan perlahan membuka kerudung yang menutupi wajah Alia. Alia pun menunduk malu, Sidd mengangkat dagu istrinya itu dan memandang matanya yang bening. Perlahan Sidd mendekatinya, namun Alia mengelak..
" ada apa "? tanya Sidd heran.
" kau lupa gelas susu nya " ujar Alia menunjuk ke meja.
Sidd pun mengambil gelas berisi susu itu, lalu meminumnya, belum habis dia minum Alia menghentikan nya ,lalu mengambil gelas itu dan meminum sisanya. Mereka pun tersenyum satu sama lain. Perlahan Sidd kembali mendekati wajah Alia, jemarinya perlahan mulai menyentuh pipi Alia. Sidd semakin dekat, dekat, dekat.. namun tiba-tiba ..
tok tok tok
Mereka pun kaget, seseorang mengetuk pintu dengan agak keras. Dengan perasaan jengkel Sidd bangun dan membukakan pintu. Alia tertawa kecil melihat raut wajah suaminya.
" bibi..., " ucap Sidd ,bibi hanya tersengeh.
" ada apa "?
" haayyeeere. ..so sweet..., ini.. " sambil memberikan segelas susu, mencoba mengintip. Dengan cepat Sidd mengambilnya. " eeehhh. .tunggu.. "
" apa lagi? "
" kalau ada yang kurang, panggil bibi saja " . Sidd mengernyitkan Alisnya, dan langsung menutup pintu dan menguncinya lagi. Sidd meletakkan susu itu di meja, dan kembali duduk didepan Alia.
" siapa "
" biasa.., " jawabnya. Alia pun tersenyum melihat wajah Sidd yang kehilangan mood nya.
" Sidd.. " Alia menggenggam tangannya.
"hhmm.. "
" kau mau berjanji padaku? "
" janji.., janji apa? "
" berjanji kau akan selalu bersama ku.., aku mohon kau jangan pernah meninggalkan aku..,tetap lah disisiku.. " ucap Alia dengan mata berkaca-kaca. Sidd melekatkan keningnya pada Alia, dan menautkan jemari nya pada nya.
" aku akan selalu bersamamu..,aku berjanji "
ucapnya, Alia bahagia mendengar nya. Siddarth perlahan merebah Alia. Malam itu menjadi malam pengantin terindah bagi kedua pasangan tersebut. Cahaya bulan semakin menambah ke romantisan mereka yang sedang bercinta.
fotonya Sidd susah banget nyari yang sesuai kostum 😄😄
__ADS_1