Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 36


__ADS_3

Semua keluarga Malhotra sedang berkumpul diruang keluarga, Sidd duduk disebelah Alia. Alia tampak sudah mulai akrab dengan semua orang.


" nak Alia..,bagaimana keluargamu., siapa saja yang ada dikeluargamu " tiba-tiba Tn. Alokh bertanya, senyum Alia sirna saat mendengar nya, tiba-tiba perasaan menjadi cemas untuk menjawab. Ditambah lagi semua orang memandang ke arah nya menunggu jawaban.


" aku hanya punya ibu.., ayah ku sudah lama meninggal " ucapnya menunduk sedih.


" heeiii.. kenapa kau jadi sedih begitu..," ucap nenek.


" nak.. sekarang kami ini juga keluargamu.., kenapa harus bersedih " sambung ibu.


" yaa..., bukankah aku juga sudah menjadi ayah bagimu " tambah Tn. Alokh. Alia tersenyum, merasa bahagia dengan sikap mereka.


" terima kasih..,tapi aku ingin bertanya sesuatu " ucap Alia


" ya katakan.., " ucap nenek.


Alia tampak ragu-ragu.


" aku.. aaku.. putri seorang narapidana.., apakah kalian akan membenciku setelah mengetahuinya? " tanya Alia, membuat seua orang kaget, termasuk Sidd. Mereka terdiam sejenak.


" aku tahu kalian akan membenciku setelah mendengarnya., tapi a. aaku... " ucap Alia terbata-bata, Sidd langsung mengenggam tangannya perlahan mengelengkan kepalanya.


" nak.., kejujuran mu telah menggambarkan siapa dirimu, aku yakin orang tua mu adalah orang yang baik dan jujur, mereka pasti telah mengajari nilai-nilai kebaikan padamu " ucap ayah Sidd,


" ya..,tidak peduli kau berasal dari keluarga narapidana atau miskin., selama nilai-nilai kebaikan yang kau miliki maka kebahagiaan akan selalu ada bersamamu " ucap Ibu juga.


Alia merasa tenang dengan jawaban mereka.


" haayeee... sudah cukup untuk bersedihnya.., sekarang sudah larut malam.., sebaiknya aku beristirahat dulu.., " ucap bibi.


" heeii.. tunggu aku ". Ucap paman menyusul.


" ya sudah.. sebaiknya kalian istirahat " sahut ibu.


" baiklah bu.., selamat malam " ucap Sidd. Dia pun ke kamar bersama Alia.


" aku juga akan beristirahat " ucap nenek.


Alia selesai mencuci muka, Sidd sedang merapikan tempat tidurnya, disofa. Kemudian Alia mengambil bantal dan selimut itu lagi, dan meletakkan kembali dikasur.


" Alia.. apa yang kau lakukan "


" aku tidak ingin ada yang masuk dan melihatmu tidur disana, mereka pasti akan berpikir kita bertengkar lagi " jawabnya sambik merebahkan tubuhnya. Perlahan Sidd juga merebahkan badannya disebelah Alia. Mereka sama-sama menatap langit-langit kamar


" keluarga mu sangat ramai dan mereka semua sangat baik " kata Alia.


" hhmmm.. "


" aku teringat pada Varun., dia hanya mempunyai ibunya, aku rasa dia pasti kesepian " tambah Alia. Sidd bangun dan duduk menatap Alia,.


" apa kau merindukan nya " tanya nya.


" aku hanya kasihan..,menurutmu apa yang dia lakukan sekarang? " tanya Alia menoleh.


" entahlah. " jawab Sidd mengalihkan pandangan. " kalau ingin tahu kenapa tak menelponnya? " kata nya lagi sambil berdiri dan membuka jendela.


" untuk apa.., " ucap Alia, lalu bangun dan mengikuti Sidd melihat ke jendela.


Hembusan angin malam menerpa wajah Sidd, langit terlihat lebih gelap, mungkin akan turun hujan.


" bukankah kau sedang merindukan Varun " ucap Sidd.


" waoow.. malamnya yang sangat dingin " jawab Alia tak menghiraukan ucapan Varun tadi, angin malam bertiup menyentuh pipi Alia, kibasan rambutnya menyentuh wajah Sidd.


" apa kau pernah mencintai seseorang Sidd " tanya Alia memandangnya.


" yaa.., "


" siapa.., " wajah Alia mulai gusar.

__ADS_1


" bukan siapa-siapa "


" huuhh.., kau selalu begitu.., kalau tak ingin mengatakannya jangan katakan " ucap lalu pergi.,tapi keburu tangan nya ditarik kembali oleh Sidd, dan jatuh ke pelukannya. Mata mereka kembali saling berpandangan, tatapan mata kedua saling menusuk jantung masing-masing. Semakin dalam, semakin dekat, perlahan saling mendekati bibirnya.


Ggrrrrrrhhhh... Gggrrrrrrhhhhh


Suara guruh mengejutkan keduanya, langsung melepaskan tangan mereka. Alia langsung berbalik, Sidd merasa grogi setelahnya. Kemudian langsung tidur disebelah Alia yang dibatasi dengan guling, keduanya saling membelakangi, hanyut dalam perasan masing-masing, waktu berlalu begitu cepat hingga keduanya tertidur lelap.


*****


Pada pagi harinya, matahari langsung menyinari wajah Alia hingga mengucek matanya karena cahaya nya yang menusuk ke kelopak matanya. Saat hendak bangun tubuhnya terasa agak berat, dilirik sebalah kiri ternyata Sidd berada dekat dengan tubuhnya. Tangannya telah menindih tubuh Alia, memeluknya seperti guling. Alia hendak mencoba mengangkat tangannya tapi terasa berat, malah semakin menjadi erat.


Dia pun terpaksa menahannya beberapa saat. Hatinya semakin berdebar saat menatap wajah Sidd ,tapi cepat-cepat mengalihkan pandangannya, takutnya seperti waktu itu lagi, pikirnya.


toookkk tokkk.. tookkk


Suara ketukan membangunkan Sidd, saat membuka matanya tampak wajah Alia yang begitu dekat, tapi dia hanya diam. Begitu sadar tangan nya memeluk Alia, dia pun langsung melepaskan nya.


" maaf..." ucapnya.


" tak apa " jawab Alia, lalu bangun dan membukakan pintu.


Ananya telah berdiri didepan pintu.


" pagi..." sapanya. Alia memberikan senyuman . " waahh.. wahhh.. kakak masih tidur.., maafkan aku mengganggu mu " ucapnya saat melihat sebagian tubuh Sidd masih tertutup selimut.


" tidak apa.., kami juga sudah bangun.. " jawab Alia.


" baiklah.., sekarang bersih kan badan kalian dan turunlah ke bawah.., semua sudah menunggu "


" menunggu.., untuk apa " tanya Sidd.


" yaa.. untuk sarapan lah..., untuk apa lagi " jawabnya bercanda, lalu pergi.


" ada apa ya " tanya Alia. Sidd mengangkat bahunya, lalu bangun dan hendak berjalan ke kamar mandi, tapi Alia lebih cepat mendahului nya.


Setelah Siddarth dan Alia selesai mereka langsung turun ke bawah, dan bergabung bersama yang lain. Mereka semua tampak senang, Alia kagum dengan keluarga ini, andai saja dia benar-benar menjadi salah satu bagian dari anggota kelarga mereka, pasti sangat bahagia rasanya memiliki keluarga yang lengkap, pikirnya. Akan tetapi, saat pandangannya tertuju pada Siddarth, akankah dia memang menjadi takdirnya. Selama ini Sidd adalah pria yang sangat baik, selalu ada disaat dia dalam kesulitan, apakah mungkin baginya untuk jatuh cinta pada Siddarth. Sidd menoleh pada Alia, dengan pandangan heran.


" ada apa " bisik nya.


" tidak.., " jawab Alia mengalihkan pandangan.


" kalau kau...selalu memandangku seperti itu..,kau bisa jatuh cintah nanti " goda Sidd perlahan. Alia menoleh, wajah nya memerah saat mendengar itu, Sidd hanya menggerakkan kedua alisnya, lalu kembali duduk menyuap makanannya.


*****


Sore itu


Alia sedang berada dikamar nenek, sambil mendengar kan nya membaca buku doa-doa.


" Alia.. kemari lah nak., " ucap nenek selesai membaca.


Alai mendekatinya.


" apa Sidd merepotkan mu selama ini " tanya nya.


" tidak nek.., kenapa?


" tidak apa.,. nenek hanya berpikir tingkahnya akan manja.., nenek masih ingat saat dia kecil dulu.., kalau di dimarahi ayah atau ibunya..,pasti dia lari padaku "


" benarkah.. "


" hhmmm... kau ingin lihat wajah nya waktu kecil? " Alia mengangguk. " tolong ambilkan album yang itu.., " tunjuk nenek. Alia pun mengambilnya dan memberikan pada wanita tua itu, sambil membuka tiap lembaran album itu, nenek menceritakan masa kecil Siddarth. Sesekali Alia tergelak mendengarnya.


" wahh.. wahh.., ibu kalau sudah bercerita pasti lupa waktu. " ujar ibu Sumitra menghampiri. " ini minum obat dulu.., lalu ini waktumu untuk istirahat "


" Sumitra... kau akan tahu nanti saat menantu mu ini mnengaturmu " omelnya, lalu meminum obatnya.


" Alia datanglah ke kamar ibu., ada sesuatu yang ingin tunjukkan " katanya, lalu pergi.

__ADS_1


" pergilah.., atau dia akan mengomel nanti " bisik nenek pelan dan tersenyum. Alia pun bangkit dan pergi. Ibu Sumitra telah menunggunya. Kamar yang begitu besar dan sangat elegant tapi sederhana.


" sayang.. kemarilah " ucapnya. Alia mendekati.


" sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini..,tepatnya menantu keluarga Malhotra.., ini " sambil memberikan sebuah kotak berwarna merah.


" apa ini bu? "


" ini adalah warisan turun temurun dari keluarga Malhotra, dulu mertua ku memberikan nya padaku saat pertama kali datang ke rumah ini..,dan sekarang aku memberikan nya padamu " .Alia tampak agak ragu menerimanya.


" tapi bu.., aaku.. "


" sayang.. ibu yakin dan percaya padamu.., kau akan menjadi istri terbaik untuk Siddarth, cinta akan membuat kalian saling melengkapi " ucap ibu lagi. Alia membuka kotak itu dan melihat 2 gelang emas, memiliki ukiran yang unik dan terlihat sangat istimewa, dia pun semakin merasa bersalah dengan sikap ibu, yang terlalu baik padanya.


" pakailah gelang itu disaat waktu yang tepat " ujarnya lagi. " oh iya.. ibu akan pergi ke kuil bersama paman dan bibimu..,kau bersenang-senanglah dirumah.. hhmmm.. " membelai pipi Alia dan pergi.


Saat itu rumah terlihat sepi, Sidd baru kembali ke rumah setelah berjalan-jalan sebentar diluar, kemudian mengambil minuman dingin, lalu menuju kamarnya. Saat hendak masuk kamar langkahnya terhenti ketika Alia memperlihatkan foto dirinya waktu berumur 6 tahun, tanpa memakai pakaian dan sedang menangis ditambah ingus yang meler dihidungnya.


" ternyata dulu kau seperti ini hahahaaah.. ,aku baru tau kalau kau sangat jorok juga..," ledek Alia sambil tertawa. Sidd terbelalak melihat foto dirinya yang memalukan itu.


" Aliaa.. berikan padaku.. " ucapnya meminta, tapi Alia malah lari dan meledeknya lagi


" wahhh... waahhh... dulu kau bahkan tak bisa membersihkan ingusmu ..hahhaaaah.. " gelak Alia lagi. Sidd terus mengejarnya, Alia berlari keluar kamar.., dan memutari sofa.


" Alia... aku tidak bercanda..,berikan padaku cepat.. "


" ya.. yaa.. yaa.. aku tak akan memberikannya.., kau tahu aku akan menyimpannya.." goda gadis itu lagi, dia kembali berlari masuk ke kamar. Dengan cepat Sidd meraih tangan Alia, dan mempelintirnya ke belakang, gerakannya pun terkunci.


" aaaauuuuhhhc... " Alia histeris, melepaskan fotonya. Sidd mendengar teriakan histeris Alia melepaskan tangannya, tak menghiraukan lagi soal foto dirinya.


" ada apa.. " Sidd mulai khawatir. Alia meringis kesakitan. " maaf aku menyakitimu " ucapnya merasa bersalah, kemudian memeriksa tangan Alia.


" aaauuhhhhh.. " ringis Alia lagi. Kemudian Sidd cepat mengambil kompress,


" maaf... aku benar-benar tidak sengaja.." ujarnya lagi.


" tidak apa.., " Sidd lalu mengoles minyak dan mengurutnya perlahan, Alia melihat ke khawatiran di wajah Sidd.


" sebaiknya kau istirahat saja.., aku akan kembali nanti " ucap Sidd, saat hendak keluar Sidd kembali melihat foto dirinya tergeletak di lantai, lalu mengambil nya. " ini.., simpanlah " ujar Sidd memberikannya pada Alia lagi. Alia pun menerima nya. Setelah itu Sidd pun pergi.


*****


Pada malam harinya semua keluarga Malhotra sedang makan malam bersama. Semua orang sudah mulai mengambil makanan dan minum, tapi Alia masih diam tak mengambil apapun, tangan masih terasa nyeri digerakkan.


" Alia.., kau tidak makan? " sapa ibu Sumitra.


" iyaa.. bu.. " Alia mencoba menggerakkan tangannya, Bibi Manorama melihatnya meringis.


" haayyeeee... kau baik-baik saja., kenapa tanganmu seperti itu " ujar bibi heran. Semua orang pun melihat ke arah Alia bingung.


" Alia sayang.. kenapa dengan tanganmu " tanya nenek juga, tangannya terlihat agak bengkak. Alia kemudian menatap Sidd.


" aa.. aku..tidak sengaja melakukan nya " ucap Sidd tiba-tiba, semua orang terbelalak dan terkejut mendengar nya. Ananya saat itu sedang minum jadi tersedak.


" lakukan.., apa yang kau lakukan ?" tanya ayah bingung.


" yaa.., kau memukulnya? " tanya nenek juga


" haayyeee... kakak ipar ,ibu.., melakukan apalagi..,Alia.. apa dia memaksamu hah.. " ucap bibi, semua orang pun jadi tergelak.


" bukan begitu bi.. " jawab Sidd.


" bukan begitu bagaimana.., seharusnya kau mencari lawan yang seimbang kalau ingin mematahkan tangan seseorang " sahut paman.


" paman bukan itu maksudku " mencoba menjelaskan, tapi keluarganya malah justru semakin meledeknya.



segerin mata dulu 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2