
Alia mulai meneteskan airmata mendengar ucap Varun.
" kau mencintai Siddarth? " tanya Varun tiba-tiba. Alia memandang nya dan mengangguk perlahan. Varun tersenyum sambil menangis mendengar jawaban Alia.
" yaah.. Sidd memang lebih pantas untukmu., lagipula Shradda juga mencintai ku., aku juga berusaha untuk itu " ungkap VArun. " boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya.., " wajah Varun memelas memohon.,Alia mengangguk. Varun pun memeluk Alia dengan erat, mereka pun menangisi takdir yang terjadi. Setelah mengucapkan salam perpisahan Varun turun untuk melakukan upacara pernikahan, ritual pernikahan berjalan dengan kancat. Wajah bahagia Ny. Tara terpancar, begitu juga dengan keluarga Shradda. Alia memandangnya dengan perasaan bahagia.
Sidd yang tak melihat keluarganya pun mencoba mencari kesana kemari. Tapi tak menemukan mereka, dia pun mulai bingung.
" Siddarth.. " suara Ny. Tara menghentikan langkahnya. " apa yang kau cari.., keluargamu? " tanya nya. Sidd mulai kesal.
" mereka sudah pulang.. " tambahnyanya lagi.
" apa yang bibi lakukan? "
" tidak ada..., oh iya.. pernikahan Varun sudah selesai.., kau bisa bebas dari gadis itu.. aku sudah tak peduli "
" maksud nya "
" kau boleh menceraikannya.., semula aku melarangmu kan.. tapi mulai hari ini.., kau bisa membebaskannya.., dan menikah dengan pilihanmu..lagipula Varun sudah menikah sekarang.., jadi tak ada penghalang bagi ku.. " jawab Ny. Tara lalu pergi sambil tersenyum. Sidd pun terdiam, itu berarti keluarganya pergi terlebih dahulu karena sudah tahu yang sebenarnya, pasti Ny. Tara telah mengatakan kebohongan lainnya, pikir Siddarth. Alia yang tak sengaja mendengarkan percakapan mereka, merasa sedih, pertama dia telah kehilangan Varun dan sekarang Sidd ,yang ternyata hanya memanfaatkannya, selama ini dia hanya diperintah oleh Ny. Tara saja, selama ini perhatiannya adalah palsu, agar membuat dia selalu dekat dengannya. Siddarth menghampiri Alia dan mengajaknya segera pulang.
Sesampai dirumah, Sidd merasa tegang dan cemas, melihat keluarganya telah sampai dirumah lebih dulu.
" haayeee... aku ke kamar dulu.., Ananya ayo.. " ucap bibi, membiarkan mereka untuk bicara satu sama lain. Ibu menatap Sidd dan Alia yang terpaku, tanpa berkata apa-apa, dia pun ke kamar. Alia yang dari tadi merasa sedih pun pergi ke kamarnya. Sidd menyusul ibunya ke kamar, disana ayah sudah berdiri tegak masih shock mendengar penghinaan Ny. Tara.
" ayah..." tegur Sidd, tapi dia masih diam.
" ibu.., apa ibu percaya padaku " ucapnya dan duduk dihadapan ibunya. " ibu lihat aku.. " ujarnya lagi. "
" apa yang dikatakan Ny Tara itu benar? " tanya ayah tiba-tiba.
" iya ayah.., " Tn. Alokh memejamkan matanya karena kecewa.
" tapi aku melakukan semua itu karena ingin membantunya "
" kau pikir pernikahan itu main-main " tanya Ayah dengan nada tinggi.,Sidd pun terdiam.
" Sidd...ibu tidak masalah kau menikah karena membantu atau apa pun itu..,tapi kalian sudah tidur bersama.., kenapa kau tak jujur dari awal "
" ibu.., aku memang tidur satu kamar dengannya., tapi aku tidak pernah menyentuhnya sedikit pun bu..aku bersumpah..,aku melihat airmata ibunya, seakan aku melihatmu menangis yang memohon padaku, Ny. Tara telah memberikan penderitaan pada Alia dan ibunya, untuk menutupi penghinaan nya aku menikahi Alia, yang sebelumnya mereka saling mencintai .,aku pikir tindakan gila Ny. Tara sampai disitu tapi ternyata tidak.., dia kembali menekan ku.., jika aku menceraikan Alia dia akan menghabisinya dan ibunya, aku bertahan selama ini untuk melindungi nya bu., tapi...apa ibu tahu..., semakin lama aku...mulai merasa nyaman dengan keberadaan nya disisiku..,aku telah jatuh cinta pada nya..,aku.... "
Ibu Sumitra langsung memeluk Siddarth.
" ibu percaya padamu nak.., yaah.. tindakanmu benar..,ibu hanya kecewa saat wanita itu bilang kau akan berpisah dengan nya. .," lalu mengecup kening putranya. Sidd memandang pada ayahnya yang masih diam membelakangi. Tn. Alokh masih sakit hati dengan sikap Ny. Tara tadi jadi masih tak ingin bicara dengannya.
" ayah.. " ayahnya langsung mengangkat tangannya, Sidd pun terdiam. Tn. Alokh berbalik dan mendekatinya.
" aku akan kembali malam ini juga " ucapnya, lalu pergi.
" ibu akan bicara dengan ayahmu.. hm.. " lalu menyusul suaminya. Ny. Sumitra mencoba menghentikan suaminya yang hendak pulang kembali.
" suamiku.. tolonglah.., dengarkan aku sekali saja.., bukankah Siddarth telah menjelaskan nya., lagipula Alia sudah merebut hati kita bukan.., apa salahnya kalau pernikahan mereka terus berlanjut.., bukankah mereka akan melakukan pernikahan lagi dirumah kita..,suamiku..Alia adalah gadis yang baik, Sidd kita mencintai nya..,wanita sombong itu pasti akan menyesal karena telah menolaknya.., kau lihat saja bagaimana sikap nya tadi.. aku tidak suka.. " ucapnya sambil menggerutu.
" lalu..,bagaimana menurutmu sekarang "
Mulai bicara.
" sayang..,apa itu artinya kau sudah memaafkannya "
" apa aku pernah tak mendengarkan nasehat mu " tanya suaminya, Sumitra tersenyum mendengarnya, lalu memeluk suaminya itu. Sidd melihat mereka dan tersenyum.
__ADS_1
" Sidd.. kemari lah.., ayah minta maaf karena telah memaksa mu untuk datng ke acara itu "
" sudahlah ayah.., lupakan.., "
" sekarang kau hanya tinggal meyakinkan Alia.., " Sidd pun lega, karena ayahnya telah menerimanya.
Sidd kembali ke kamarnya, tampak Alia sedang duduk dilantai sambil membenamkan wajah di atas lututnya, Sidd mendengar isak tangis Alia, lalu menghampiri nya.
" Alia.. " tegur Sidd, Alia masih diam.
" Alia.. aku sudah bicara dengan ayah dan ibu.., aku telah menjelaskan kepada mereka dan mereka sudah memaafkan kita.., kau jangan khawatir.. semua sudah terkendali.. " lalu Sidd mencoba menyentuh tangan Alia,
" jangan sentuh akuu.. " tepis Alia.
" Alia.. ada apa.., apa kau marah padaku " Sidd jadi heran.
" yaa... aku sangat marah..., "
" kenapa..., apa aku membuat kesalahan? "
" kau telah membohongi ku.., selama ini kau telah menahanku disisimu karena perintah Ny. Tara..kalian bekerja sama.. iya kan..? "
" Alia..., apa yang kau katakan.?"
" aku sudah mendengar semua percakapan kalian..,kepedulianmu selama ini padaku hanya sandiwara saja.., Varun sudah menikah.., dan sekarang kau sudah terbebas dari tekanan Ny. Tara.., kau bisa membuang ku kapan saja.."
" Alia dengarkan aku dulu..,"
" apa yang harus aku lakukan Sidd.., aku tidak bisa bersama Varun.., disaat aku sudah melupakannya.. dan sekarang kau juga akan meninggalkan aku.., apa salah ku.. " isak Alia, saat Alia hendak melangkah pergi, dengan cepat Sidd meraih tangan nya dan menarik Alia ke pelukan nya lalu bibir Sidd melekat pada bibir Alia untuk pertama kali nya. Alia terkejut saat ciuman itu. Sidd pun melepaskan ciumannya, sambil memegang kedua pipi Alia. Kening mereka saling melekat, kedua nya begitu dekat.
" Sidd... "
" kenapa.., kenapa kau peduli padaku..? "
" kenapa masih bertanya..,aa..aku.. mencintai mu.., tapi aku tidak tahu kau mencintai ku atau tidak..,karena yang aku tahu kau hanya mencintai Varun.."
" bukan Varun..., tapi kau..,aku juga mencintai mu " ucap Alia ,Sidd pun bahagia mendengar nya dan mereka saling berpelukan lagi. Sidd menghapus air mata Alia, lalu mencium keningnya, mata, hidung dan terus ke bagian bibir dengan lembut. Malam itu untuk pertama kalinya mereka menghabiskan malam pertama mereka.
Saat pagi, cahaya matahari menerpa wajah Alia, dia pun terbangun dan mendapati dirinya berada dalam pelukan Sidd, selimut menutupi sebagian tubuhnya. Dia menatap wajah polos suaminya, lalu kembali membayangkan saat-saat semalam bermesraan dengan nya, hingga tanpa disadari telah menjadi istri yang sempurna untuknya. Alia tersenyum dan membelai pipi suaminya, lalu memberikan ciuman selamat pagi. Sidd tersenyum tapi matanya masih terpejam. Saat Alia hendak bangun, Sidd kembali menarik Alia ke pelukan nya.,
" Sidd..., sudah pagi.., nanti bibi menerobos masuk.., " bisik Alia.
" dia tak kan masuk.., aku sudah menguncinya.. " jawabnya perlahan, lalu semakin mempererat pelukannya. Alia pun kembali tidur bersamanya.
*****
" haayeee.. hayeeee.. kenapa mereka belum keluar juga.., padahal sudah pagi begini " keluh bibi. Ibu Sumitra tak menghiraukan, dia terus saja meneruskan sarapan nya.
" ibu.. biarkan saja.., lagipula mereka sudah menikah " jawab Ananya.
Tak berapa lama, Sidd keluar sambil menggeliat, memperlihatkan tubuhnya yang sixpect. Ananya yang memandang nya tercengang dan kagum. Bibi berjalan dan menyenggol nya, Ananya langsung menutup mulutnya.
" haayyeeee... haayyeee.. kau tampak ceria pagi ini.., kenapa ...apa ada sesuatu yang terjadi semalam.. "? sapa bibi menggoda Sidd.
" tidak ada apa-apa.. " jawabnya singkat lalu cepat-cepat menghindari bibi nya. Bibi masih penasaran dan bertanya -tanya, lalu kembali ke meja makan. Siddarth sedang asyik memanaskan badannya disinar matahari pagi.
" waawww.. tuan.., anda terlihat berbeda pagi ini.. " tegur Kabir pula.
" kenapa "
__ADS_1
" entah lah.." lalu Kabir memperhatikan Sidd dari bawah sampai atas dengan seksama dan termanggut-manggut.
" apa yang kau lihat "
" haaa.. aku tahu tuan.., kenapa wajah mu terlihat berbeda pagi ini..,"
" kenapa " . Kabir masuk kedalam dan mengambil cermin, lalu
" pasti karena ini tuan.." Sidd memperhatikan wajahnya dicermin, tanda merah sebelah kiri membuat Sidd terbelalak dan malu. " waaooww.. tuan itu sangat luar biasa heheee"
Dengan muka merah padam dia kembali ke dalam dengan langkah cepat. Tapi saat hendak masuk bibi menghalanginya dengan muka penasaran.
" haayeere... kenapa kau berjalan cepat sekali..,dan kenapa dengan lehermu.., kau salah olah raga? " tanya nya.
" tidak..., aa.. aaku.. masuk dulu " dengan cepat Sidd melangkah pergi.
" kalau bibi sampai melihatnya dia pasti akan mengolok-olok ku lagi " gumamnya, dan mengunci pintu kamar.
" heeii.. kenapa kau menguncinya..," tegur Alia setelah mandi dan hendak keluar. Sidd. melihat ke cermin dan memperhatikan kembali setiap inci tubuh, wajah dan lehernya. Alia merasa heran dan menghampiri.
" ada apa " tanya Alia sambil memperhatikan nya.
" semalam kau sangat buas.. hingga menerkam ku seperti ini " ucap Sidd dan menunjuk tanda merah dilehernya. Alia melihat nya tergelak, mencoba menahan tawa.
" kau tahu.. kalau bibi melihatnya, dia akan menertawakan ku "
" kenapa harus malu.., bukan kah bagus..itu tanda yang superrr.. " ucap Alia menahan tawa.
" benarkah..," ujar Sidd lalu menatap Alia dan mendekati nya.
" aa.. appaa " Alia gugup.
" kalau begitu kau juga harus memiliki tanda seperti ini " goda Sidd dan mencoba menangkapnya. Alia mencoba menghidari dan mengelak.
Siang itu Sidd dan keluarga nya datang kerumah ibu Parwati, ibunya Alia. Sengaja Sidd mengenakan jaket dengan topi belakang,untuk menutupi lehernya.
" haaayeeee.. siang-siang begini kau memakai baju hangat,. apa kau sakit hah.. " tegur bibi heran.
" tidak.." jawab Sidd dan menghindari bibi cepat.
Mereka berangkat bersama dengan satu mobil saja ke kediaman ibu Parwati. Sepanjang perjalanan wajah Alia tampak berseri-seri., sudah lama rasanya ia tak bertemu dengan ibunya, sesampai disana ibu Parwati sedang menjemur pakaian., ibu Parwati tampak bahagia dengan kedatangan putrinya ditambah lagi dengan kedatangan keluarga Sidd. Setelah mendengar maksud dari kedatangan keluarga Sidd, ibu Parwati semakin bahagia. Mereka sangat ramah dan begitu baik.
" aku benar-benar bahagia kalau Sidd dan Alia tetap melanjutkan pernikahan mereka., aku juga berterima kasih karena kalian mau menerima putri sebagai menantu..sekarang aku sudah merasa tenang " ucapnya terharu.
" nyonya.., Alia sudah seperti putriku sendiri.,aku hanya ingin Sidd bahagia " jawab ibu Sumitra.
" yaahh.. itu sebab nya kami kemari, kami ingin mengulang pernikahan mereka dirumah kami " ujar Tn. Alokh.
" apa yang harus aku katakan tuan.., jika itu keinginan anda.. aku tidak bisa melarangnya.., dengan menerima putri ku saja aku sudah merasa bahagia.." ucap ibu Parwati dan membelai pipi anaknya. Keluarga Siddarth tampak bahagia mendengarnya.
" ibu..,aku juga ingin mengajak ibu kesana, ibu tidak keberatan.? " tanya Siddarth., ibu Parwati menggeleng.
" haayyeee... jadi kapan kita kembali? " tanya bibi.
" lusa.. " jawab ipar nya.
Bibi Manorama
__ADS_1
Ibunya Ananya, istri Rajeev. Konyol tapi baik.