
Malam itu Sidd telah selesai membersihkan badannya, Alia tengah mencoba memakai kembali saree yang dibeli Sidd waktu itu. Karena setelah dia jahit, belum sempat dicobakan kembali. Sidd memperhatikannya sambil mengeringkan rambutnya.
" kenapa memakai saree itu " sapa Sidd. Alia memperhatikan dirinya dicermin sambil melihat-lihat belakang tubuhnya.
" huuhh.. " keluh Alia lesu,
" ada apa " tanya Sidd heran
" aku telah menjahitnya kembali.., tapi jahitanya terihat didepan.."
Sidd menghampirinya dan memperhatikan nya dalam.
" saree ini adalah mimpi buruk..., kenapa tidak dibuang "
" apaa..., kenapa.. "
" karena aku tidak ingin kau mengingat kembali mimpi buruk itu..,lagipula saree nya sudah rusak..," ucap Sidd lalu memutar Alia ke arah cermin, bayangan mereka terlihat sangat dekat. Sidd berada dibelakang Alia, dan kepalanya berada disamping Alia
" lihatlah..." ucap Sidd, hembusan nafasnya dapat dirasakan ditelinga Alia. Alia semakin berdebar-debar, kemudian menolehkan pandangannya pada Sidd. Sidd yang semula hanya memandang cermin, menyadari tatapan Alia tapi tak menoleh ke arahnya, kemudian melepaskan sentuhannya.
" maaf... " ucap nya. Lalu mengambil sisir rambut. " nanti aku membawamu untuk membeli saree baru lagi " . Alia hanya tersenyum kecil mendengar nya, lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Tak berapa lama Alia keluar, Sidd masih berada dikamar sedang menelpon pelanggannya. Setelah Sidd mengakhiri telponnya, Alia pun menghampiri.
" Sidd... "
" hhmmm.. "
" aku ingin bertanya padamu "
" iyaa... apa..? "
Alia tampak mengepal tangannya karena gugup.
" apa sebelumnya.. kau juga dijodohkan oleh keluarga mu? " tanya Alia.
" tidak.. " jawab Sidd pendek. Alia tampak kurang puas dengan jawaban Sidd.
" benarkah.. "
" iyaaa..., kenapa..., apa seseorang mengatakan sesuatu pada mu " tanya Sidd balik,
" tidak..., aku hanya bertanya.., ya sudah aku pergi dulu " ucap Alia, lalu pergi. Sidd jadi bingung dengan sikap Alia.
" Alia tunggu.., "ucap Sidd, Alia menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.
" besok kita akan berangkat bersama yang lain.. untuk menemui ayahku dan juga nenek "
" besok.. " tanya Alia balik.
" iya.., maaf.. tapi kali aku yang memohon padamu.., semula aku ingin merahasiakan pernikahan ini dari keluarga ku, tapi karena si Kabir gendut itu semua jadi seperti ini "
" aku mengerti..,aku lah yang merepotkanmu..,tapi aku merasa bersalah harus seperti ini jadinya "
" sudahlah.., aku akan menjelaskan pada mereka nanti setelah pernikahan ini berakhir"
jelas Sidd. " ya sudah...ayo.., ibu pasti sudah menyiapkan makan malam " ucap nya lagi. Alia lesu setelah mendengar ucapan Sidd, entah kenapa hatinya berbisik tak ingin mengakhiri pernikahan ini.
Alia kemudian duduk perlahan, tak ingin duduk disamping Sidd, dia malah duduk didepannya. Ibu telah meletakan piring didepan Alia, tapi masih belum mengambil makanannya. Pandangannya masih tak beralih pada Sidd. Bibi yang terus memperhatikan Alia tersenyum, lalu menyenggol Ananya disebelahnya dan menggerakkan alisnya menyuruh mengalihkan pandangan nya pada Alia. Ananya memandang Alia disebelah kirinya, dan kemudian tersenyum juga.
" kakak ipar.. kau akan makan atau hanya akan melihat kakak makan saja " bisik Ananya, mengagetkan Alia . Lalu dengan cepat Alia mengambil beberapa makanan. Ibu geleng-geleng sambil tersenyum melihat mereka. Sidd pun jadi heran dengan sikap Alia hari ini.
" kakak aku sudah mengatur semua nya, jadi besok kita hanya tinggal berangkat saja..," ucap Rajeev, adik iparnya.
__ADS_1
" yaahh... itu bagus.," jawab Ibu Sumitra. "Aliaa sayang.., kau sudah membereskan barang-barangmu? " lanjutnya lagi.
" iya bu.., nanti aku akan mengemasi nya.." jawabnya sambil tersenyum.
" jangan lupa barang-barang suamimu juga " sambung paman. Alia hanya menganggukkan.
*****
Pada malam harinya dirumah Varun. Keluarga Shradda tengah berada diruang tamu, sambil bercengkerama dengan Ny. Tara. Tepat pukul 8 malam Varun baru sampai dirumahnya.
" Varunn.. " sapa ibunya, lalu Varun pun mencoba untuk tersenyum. " sayang.. kemarilah.."
Varun menghampiri.
" akhirnya kau pulang cepat.., kami semua sudah menunggumu " ucap ibunya lagi. Varun memperhatikan mereka semua, tampak Shradda memberikan senyuman manisnya.
" aku mandi dulu.., aku akan kembali " ujar Varun. Ny. Tara senang mendengar ucapan Varun.
" ayo.., sebaiknya kita menunggu diruang makan " ajak Ny. Tara.
Ny. Tara dan keluarga Shradda menuju meja makan.
" Ny. Tara tampak nya Varun sudah mulai berubah, keliatannya sekarang dia lebih penurut " puji Ny. Bindu sambil duduk.
" hhmmm... yaahh...,aku berusaha keras untuk itu " jawabnya.
Tak berapa lama, Varun pun menghampiri, dan duduk disamping Shradda.
" karena Varun sudah disini, mari kita makan "
Para pelayan pun membukakan penutup makanan, dan membalikkan piring masing-masing mereka.
" silahkan dinikmati..., Shradda kau juga.. jangan sungkan " ucap Ny. Tara ramah.
Varun melihat sikap ramah ibunya, andai saja ibu memperlakukan Alia seperti itu juga, pasti disebelahnya sekarang adalah Alia, pikirnya.
Shradda mengambilkan makanan untuk Varun, lalu meletakkan di piring Varun. Varun pun menoleh, Shradda hanya tersenyum.
" terima kasih " ucap Varun, lalu mengalihkan pandangannya.
Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka selesai makan malam. Sekarang mereka berkumpul kembali diruang keluarga.
" Varun.., maksud ibu mengundang keluarga Shradda kerumah kita untuk membicarakan tentang pernikahan mu "
" yaa.. Varun.., setelah sekian lama kita bisa berkumpul seperti masa kecil mu dulu " sambung ayah Shradda.
" iyaa.. nak.., bukankah kau sudah mengenal Shradda dengan baik., kalian hanya perlu sedikit pendekatan lagi.., " ucap ibunya.
Varun masih terdiam. Jauh didalam hatinya masih belum bisa melupakan Alia sepenuh hati.
" aku permisi sebentar " ucap Varun, lalu beranjak pergi.
" jangan khawatir.., semua akan berjalan sesuai dengan rencana kita " ucap Ny. Tara.
Shradda mengerti dengan sikap Varun, lalu menyusul nya.
Saat itu Varun sedang berdiri di balkon memandang langit malam, Shradda masih celingak celinguk mencarinya. Saat hendak berbalik, Varun melihat Shradda sudah berdiri dibelakangnya, dia pun menghentikan langkahnya.
" haiii... " sapa Shradda menghampiri. " apa aku mengganggumu " tanya nya. Varu menggelengkan kepala. Varun hanya diam saja.
" kau mencintai gadis lain? " ucap Shradda memulai pembicaraan. Varun menoleh menatapnya. " aku tahu ada orang lain dalam hatimu.., aku hanya ingin membuat keluargaku bahagia.., aku tidak akan memaksa mu dalam pernikahan ini..,kau bisa memilih jalan hidupmu Varun "
__ADS_1
" saat ini aku hanya bagaikan boneka " jawab Varun
" maksud mu "
" pilihan saat ini ada ditangan ibuku " jawabnya
" Varun.., kau tampak sangat berduka..,apa duka itu sangat menyakitkan ". Varun tak menjawab nya.
" aku minta maaf..,tapi satu hal yang aku ingin kau tahu.., kalau aku mencintaimu sejak lama.., tapi apapun pilihanmu aku senang untuk itu " ucap Shradda. Varun menatapnya, Shradda tersenyum padanya, lalu hendak pergi.
" walau aku mencintai orang lain..., kau tidak akan keberatan " ucap Varun, membuat Shradda menghentikan langkahnya. " kau benar.., didalam hatiku ada gadis lain..,sampai saat ini hanya ada dia., walau aku menikah denganmu.., dia akan selalu ada., kau sanggup menjalani pernikahan tanpa cinta seperti itu " tanya Varun.
" Varun.., didalam prinsip ku., cinta tidak harus memiliki.,aku akan menerima apa pun pilihanmu.., aku tidak ingin memaksamu.., jika aku memang menikah dengan mu nanti, aku akan menjalaninya sepenuh hatiku..,tapi aku hanya ingin kau tulus menjalani pernikahan denganku., karena bagiku pernikahan adalah hal yang sakral., jika kau merasa keberatan..,jangan lakukan..,aku memang mencintai mu.,tapi aku tidak ingin menjadi penghalang diantara kalian ". Setelah mengatakan hal itu, Shradda meninggalkan Varun yang masih terpaku. Hanya Shradda yang mengerti akan kondisinya.
*****
Keseokan harinya, Siddarth dan keluarga nya bersiap untuk berangkat ke kota M. Mereka berangkat menggunakan mobil saja, satu mobil dibawa oleh Kabir sebagai supir, lalu ibu Sumitra, paman dan bibi, lalu Ananya. Mobik kedua hanya Siddarth dan Alia. Alia mengajak Ananya bersama satu mobil, taoi menolaknya, karena tak ingin jadi pengusir lalat, katanya. Perjalanan jauh pun ditempuh, kira-kira memakan waktu 12 jam. Mereka sampai pada malam hari pukul 8 malam.
Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka, langsung membawa masuk barang-barang bawaan. Ibu Sumitra dan lainnya masuk ke dalam rumah. Nenek yang mendengar kedatangan mereka langsung turun untuk menemui. Ibu Sumitra langsung meminta berkatnya, diikuti yang lain.
" dimana siddarth., dimana cucuku itu..., "
" nenek.. " sapa Sidd berdiri dibelakang bersama Alia. Mereka pun menghampiri nenek, dan menyentuh kakinya. Nenek kemudian memeluk Siddarth sangat erat, karena telah lama tak bertemu.
" ibu.., kenalkan Alia., dia menantu kita " ucap ibu memperkenalkan. Pandangan nenek tertuju pada nya, Alia menunduk meminta berkat.
" kau..menikah.. tanpa memberitahu ku.., " ucap nenek, semua pun tampak tegang. " dasar anak nakal.. kau masih saja sembunyi-sembunyi seperti dulu " tambahnya sambil menjewer kuping Sidd. Semua pun kembali tersenyum. " tapi aku percaya pada pilihan cucuku, kalau kau bahagia aku pun bahagia ."
" haayeee.. syukurlah semua senang.., kita hanya menunggu kakak Alokh sekarang "
" huuuhh ..aku sangat lelah, aku ke kamar dulu " ucap Ananya, lalu pergi.
" ibu.., sebaiknya ibu duduk dulu.., ayo.. " ucap Rajeev.
" kau ini..., aku sudah jauh lebih kuat karena cucu dan menantu ku ini " sahutnya.
Tak berapa lama Tn. Alokh yang sudah berdiri didepan pintu masuk memperhatikan kebersamaan mereka.
" hhayyeeee... kakak ipar sudah pulang " ucap bibi, mengalihkan pandangan semua orang. Tn. Alokh pun perlahan masuk menghampiri. Sidd yang sedang duduk, hanya menunduk tak menoleh. Alia menyentuh bahunya,
" minta lah berkat ayahmu " bisik Alia. Karena didesak Alia, Sidd pun berdiri, lalu melangkah perlahan menghadapi ayahnya. Kemudian menunduk menyentuh kaki ayahnya, yang telah tidak dilakukannya. Perlahan tangan ayahnya menyentuh pucuk kepala putra nya itu,Sidd pun berdiri kembali tepat dihadapan dan menatap ayahnya, perlahan Tn. Alokh menarik Sidd ke pelukannya, pelukan yang sudah hampir dilupakan. Sidd juga memeluk ayahnya, sambil menangis, keduanya saling melepas rindu. Ibu Sumitra menangis terharu melihat mereka,begitu juga dengan nenek dan yang lainnya.
Kesalahanpahaman selama ini telah berakhir. Pada waktu itu Sidd pergi dari rumah karena ingin melanjutkan pendidikannya lebih tinggi, mencari pengalaman, dan mandiri, tapi keinginan ayah nya Sidd melanjutkan bisnis nya dibidang industri, bisnis keluarga Malhotra. Ayahnya telah mengurus semuanya, tapi Sidd menolak waktu itu. Lalu menolak rencana pernikahan yang telah di atur oleh ayahnya, malah kabur dari rumah demi cita-cita nya. Tapi bukan niatnya seperti itu, hanya saja waktunya belum tepat, pikirnya waktu itu.
" kenapa kau begitu lama mengambil waktu untuk datang kemari.., kau tak merindukan ayahmu ini ..haaah.. "
" ayah.., maafkan aku.. " ucapnya menangis.
" ayah tidak bermaksud memaksa mu.., kau tak pernah mengatakan apapun pada ayah.., ayah tidak tahu.., seharusnya ayah harus bertanya dulu.., tapi saat aku menyadari kau sudah meninggalkan ku.. saat itu aku benar-benar marah padamu.. " ucap ayahnya mengingat masa lalu, lalu kembali memeluk putranya.
" aku takut.., aku pikir ayah tidak akan menerimaku "
" anak bodoh.. " ucap ayahnya lagi.
Ibunya pun menghampiri, lalu memeluk ayahnya karena telah memaafkan putranya. Alia merasa bahagia melihat kebersamaan mereka.
" sayang.., putra kita telah menikah " ucap ibu, lalu meraih tangan Alia menghadap suaminya. Dengan perasaan gugup Alia meminta berkat nya, perlahan ayahnya memberkati Alia dengan menyentuh pucuk kepalanya. Sidd benar-benar bahagia saat itu, semua kekuarga bersikap baik pada Alia.
Ananya
__ADS_1
Gadis cantik berusia 20 tahun, sedikit tomboy tapi baik hati. Putri dari Rajeev dan Manorama. Adik sepupunya Siddarth.