
Semua orang tergelak dengan penuturan Siddarth. Perlahan Alia menepuk jidatnya, dengan ke konyolan keluarga Siddarth.
" haadeeeuuhh.. Kakak.., lain kali bersikap lemah lembut lah pada wanita ,kau jangan memaksanya " sahut Ananya pula. Ibu hanya geleng-geleng kepala melihat gurauan mereka.
" Alia sayang.., nanti biar nenek yang memeriksa tangan mu..,Siddarth akan membawakan makan malam ke kamarmu nanti " ucap Ibu Sumitra. Sidd merasa sangat bersalah karena kejadian itu.
Saat selesai makan malam, nenek memeriksa tangan Alia sebelah kanan, mereka semua ada disana, ayah, ibu, paman, bibi, ananya dan juga Sidd disampingnya.
" untuk sementara kau jangan mengangkat benda-benda berat dulu " ucap nenek selesai memijitnya.
" untung saja kau tidak sampai mematahkannya Sidd " sahut paman.
" ya sudah.., sebaiknya kita keluar.,ayoo.." ucap Ayah. Ibu membelai pipi Alia lagi, lalu meninggalkan mereka berdua. Sidd berpindah duduk menghadap Alia.
" Alia aku benar-benar minta maaf.., aku tidak tahu akan jadi seperti ini " ucap Sidd memelas.
" Sidd..aku bilang tidak apa-apa..,"
" tapi aku hampir mematahkan tangan mu ..."
Alia melekatkan jarinya pada bibir Sidd, dia pun terdiam.
" aku tidak apa-apa.., kau lihat.., hanya terkilir sedikit " ucap nya tersenyum. Sidd merasa agak tenang.
" baiklah..., kalau begitu biarkan aku yang menyuapi., kau belum makan apa-apa tadi " sambungnya, lalu mengambil makanan yang sudah disiapkan ibu tadi. Sidd menyodorkan tangannya, perlahan Alia mulai membuka mulut dan memakannya. Dia merasa sangat senang menerima makanan dari tangan Siddarth.
Setelah beberapa hari dirumah besar keluarga Malhotra, kondisi tangan Alia juga sudah pulih,karena Sidd selalu memperhatikan dan membantunya. Hari-hari dijalani seperti biasanya, Hubungannya dengan Siddarth juga sudah agak dekat, hanya saja masih memiliki jarak, keduanya masih terlihar ragu-ragu dengan perasaan masing-masing.
Sore itu ayah, ibu dan Siddarth sedang berada ditaman belakang. Alia datang menghampiri membawakan teh dan cemilan.
" Sidd ayah berencana untuk mengadakan kembali upacara pernikahan kalian "
Sidd terkejut mendengar nya, begitu juga Alia. Mereka pun terdiam.
" karena kalian menikah tanpa memberitahu kami sebelumnya, jadi kami ingin menyaksikan kembali saat-saat sakral itu " tambah ayah lagi dan meneguk teh nya.
" sayang... ada apa ?" tanya ibu heran melihat wajah mereka tegang.
" tidak.., maksud ku.., sebaiknya tidak perlu " jawab Siddarth
" iya bu.., itu hanya akan merepotkan kalian " sahut Alia juga.
Tn. Alokh dan istri saling berpandangan.
" tidak.., kenapa harus repot.., bukankah itu sudah menjadi kewajiban kami " jawab Ayah.
" tapi ayah... "
__ADS_1
" Sidd... kau jangan khawatir.., kami akan mengurus semuanya.., jika kau menolak ibu tidak mengizinkanmu kembali ke rumah mu " ucap ibu. Sidd pun terdiam, lalu menatap ke arah Alia.
" maaf tuan.., ada surat untuk anda " seorang pelayan menghampiri, lalu memberikan pada Tn. Alokh. Dia pun membacanya sambil tersenyum. Sumitra memandangnya dengan wajah penasaran.
" Sidd... ini dari keluarga Khanna.., Varun.. , apa dia putranya Tn. Khanna yang terkenal itu "
" iya.. "
" dia akan menikah.., mereka mengundang keluarga kita.." ucap ayah, lalu memberikan undangan itu padanya.
" mereka tahu alamat kita? " tanya ibu.
" sayang.., aku dulu pernah bertemu dengan Tn. Khanna, dan kami saling bekerja sama tapi setelah beliau meninggal semua diambil alih oleh istrinya, setelah aku tidak pernah melakukan kerjasama lagi dengan mereka " jawab Suaminya. Istrinya manggut-manggut mendengarnya.
Alia terdiam saat mendengar kabar itu, ternyata Varun sudah melupakan nya, dan akan sekarang akan menikah dengan gadis lain, pikirnya.
" oh iya... menikah..,dengan siapa? " tanya ibunya kembali.
" Shradda..," jawab Sidd
" apa dia juga teman mu " tanya ayah, Sidd menggeleng.
" kau lihat Sidd teman mu juga akan menikah, nanti dihari pernikahan mu kita juga akan mengundang mereka " jawab ibu. Alia semakin tegang, kembali teringat saat-saat nya bersama Varun. Wajah nya berubah sedih,
" aku ke dalam dulu " ucap Alia, lalu berbalik dan pergi. Sidd merasakan sesuatu, Alia pasti merasa sedih dan hancur saat ini, gumamnya.
" ayah, ibu.. aku masuk dulu ", laku meletakkan undangan tersebut, dan pergi.
Alia masuk ke kamar dan menutup pintunya, tak terasa air mata mengalir dari matanya yang bening. Walau sedih tapi dia merasa bahagia, Varun tak terpuruk lagi karena nya. Kemudian mengambil ponsel dan membuka album fotonya, melihat kembali ketika dia bersama Varun. Lalu menangis dan mendekap ponselnya. Perlahan Sidd membuka pintu dan masuk, melihat Alia yang sedang menangis. Sidd ingin memegang bahunya, tapi di urungkan. Dia pun keluar dan meninggalkan Alia.
Pada malam harinya mereka kembali tidur saling membelakangi. Sidd gelisah tak dapat tidur karena masih khawatir dengan kondisi Alia, lalu menoleh pada Alia.
" Alia.. kau sudah tidur " ucapnya perlahan, Alia tak menjawab.
" Alia.. kau tidak apa-apa.," masih tak ada jawaban.
" Alia.., aku tahu kau masih bisa mendengarku.., aku minta maaf karena kau harus terjebak dalam pernikahan ini denganku.., kalau kau mau aku akan membawamu pada Varun.., aku akan urus semua nya.. agar kau bisa bersama nya., tapi setelah itu kau dan Varun harus tinggalkan negara ini.., agar Ny. Tara tidak bisa menemukan kalian " ucap Siddarth, Alia masih tak menjawab. " kau jangan khawatir tentang keluargaku, aku akan menjelaskannya nanti pada mereka, tapi aku hanya ingin melihatmu bahagia terlebih dahulu., jika kebahagiaan mu bersama Varun., aku akan membawa mu padanya " . Setelah mengucapkan semua itu, Siddarth pun tidur.
Keesokkan harinya, Alia sedang merapikan tempat tidur nenek. Sidd yang baru bangun tak melihat Alia disampingnya, dia pun bangun dan mandi, lalu cepat-cepat mencari Alia.
" ibu dimana Alia "
" haayeeee.. masih pagi begini kau telah merindukan nya ,haayyee.. haayyee.., kenapa.. semalam tak cukup ..hhmmm.. " ledek bibi yang kebetulan lewat. Sidd tak menanggapi.
" dia dikamar nenekmu " jawab ibu kemudian. Cepat-cepat Sidd pergi menuju kamar nenek. Tampak Alia sedang duduk disamping nenek sedang memijit tangannya. Sidd pun langsung masuk.
" Alia.. "
__ADS_1
Nenek yang saat itu tertidur ayam langsung membuka matanya setelah mendengar suara Siddarth.
" cucuku.., ada apa.., "
" Alia.. "
" kau ini... tak bisa kah aku meminjam istrimu sebentar saja " goda nenek juga. Sidd pun duduk disamping nenek, dan mulai memijit tangan nenek yang sebelah lagi.
" Alia... are you okey?" bisik Siddarth perlahan.
Alia tersenyum sambil menaikkan perlahan dahi nya.
" kenapa " bisik Alia lagi
" kenapa kalian bisik-bisik dihadapanku, apa yang kalian bicarakan " hardik nenek. Mereka pun terdiam.
" sudahlah..,kalian membuatku pusing saja.., Sumitraaa... Sumitraaa...," teriak nenek lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Alia juga hendak pergi,
" Alia.." Ujar Sidd, dia pun berhenti. Sidd menghampiri nya, dan memandang.
" kau sudah dengar yang ku katakan semalam.., lalu bagaimana keputusanmu " ujar Sidd, Alia masih menunduk. " aku akan mengantarmu pada Varun..,kau bisa bersama dengan orang kau cintai "
" tidak Sidd..,memang itu akan membuat ku bahagia, tapi bagaimana dengan ibuku..,aku akan menyakitinya seumur hidupku..,"
" tapi.. kebahagiaan mu bersama Varun "
" tidak.., aku sudah melupakannya..,"
" tapi ..,aku melihat mu menangisi gambarnya.., itu artinya kau belum bisa melupakan nya "
" aku menangis karena bahagia, Varun tidak akan kesepian lagi., dia tidak akan merasa kehilangan aku lagi " jawab Alia mulai sedih.
" lalu bagaimana denganmu., sekarang kau yang akan kesepian dan kehilangan "
" tidak..., kenapa aku harus kehilangan ..kalau kau selalu ada disisiku " ucap Alia tanpa sadar.
" apa.. " tanya Sidd, tapi kemudian Alia terdiam dan hendak pergi. " Aliaaa..... " panggil nya lagi, dan mencoba menyusulnya tapi keburu bibi Manorama muncul didepan dan menghalanginya.
" haayyeeee..., hooohhhoo.. kenapa kau memaksanya lagi., nanti bisa-bisa kau membuat tangannya terkilir seperti waktu itu.., "
" bibi.. " Sidd mencoba pergi tapi ditahan bibi, Alia pun telah hilang dari pandangannya.
" ayahmu memanggilmu..,sana cepat.. " ucap bibi. Sidd pun terpaksa pergi ke ruangan ayahnya. Dia masih penasaran dengan ucapan Alia tadi, mungkin kah Alia ada perasaan padanya, gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Tn. Alokh dan Ny. Sumitra Devi
Orang tua Siddarth , mertua Alia yang baik hati dan penyayang.