Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 15 "Rencana Pernikahan"


__ADS_3

Di Kediaman Keluarga Khanna,


Varun tengah bersiap untuk ke Kantor. Setelah selesai berpakaian, ia beranjak menuruni tangga.


"Varun sayang, tunggu nak..," panggil Ibunya saat melihat putranya hendak berangkat. Varun menghentikan langkahnya sejanak tanpa membalikkan tubuhnya menghadap Sang Ibu.


Ny. Tara mendekati dan berdiri didepan Varun. "Sayang, hari ini Shradda akan datang ke rumah bersama dengan Keluarganya (sambil merapikan dasi Varun), jadi Kamu pulang cepat ya hari ini" pinta Ibunya selesai merapikan dasi putranya.


"Hari ini Aku sibuk Ibu, banyak meeting yang harus Aku selesaikan" jawab Varun mencari alasan.


"Sayang, Kau itu Presdirnya, kekuasaanmu jauh lebih tinggi dari mereka bukan? Semua keputusan ada ditanganmu, Kau bisa melakukan cancel atau yang lainnya."


"Tidak bisa Ibu, pekerjaan adalah pekerjaan. Bukankah ini keinginan Ibu ?" pungkas Varun, lalu beranjak pergi. Ny. Tara masih merasa tidak puas, ia kembali mencari akal agar Varun mau menuruti keinginannya.


"Ibu akan suruh Sam untuk membatalkan semuanya. Jadi hari ini Kau bisa libur" ucap Ny. Tara yang membuat Varun menghentikan langkahnya, dan berbalik menghampiri ibunya.


"Ibu.., Aku tahu untuk apa Ibu melakukan ini. Sebenarnya Ibu ingin menjodohkan Aku dengan Shradda bukan ? (menghela nafas). Itu tidak akan mungkin Ibu, Ibu tidak bisa memaksaku" jawab Varun.


Lelaki itu hendak beranjak ke kamarnya lagi, namun kembali berbalik karena merasa masih terdapat ganjalan dihatinya. "Lakukan apapun yang Ibu inginkan, tapi dihatiku hanya ada Alia. Dan Aku tidak akan menikah dengan wanita manapun" sambung Varun, Lalu meneruskan langkahnya.


"Kita lihat saja nanti" ujar Ny. Tara pelan.


Ia menghembuskan nafas kesalnya. Walau bagaimana pun, ia akan melakukan cara apapun untuk menjauhkan Varun dari gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada sore harinya, Keluarga Shradda datang berkunjung ke Kediaman Keluarga Khanna. Ny. Tara menyambut mereka dengan hangat dan tersenyum ramah.


"Salam Bibi," sapa Shradda memberi salam.


Ny. Tara tampak melebarkan senyumannya dan membelai lembut pipi gadis itu. "Ayo, silakan duduk," ajak Ny. Tara mempersilakan.


Mereka pun berkumpul di ruang tamu. Beberapa pelayan datang membawakan minum dan beberapa kudapan untuk tamu Ny. Tara.


"Silakan dicicipi," pinta Ny. Tara.


"Oh ya Nyonya, dimana Varun ? Apa masih di Kantor ?" tanya Tn. Mahesh, Ayah Shradda.


Ny. Tara terdiam sejenak. Sebenarnya, Varun pergi sejak pagi, dan masih belum kembali sampai saat ini.


"Yah, begitulah Tuan. Sejak menjabat sebagai Presdir, dia sangat sibuk. Hingga sampai lupa waktu untuk pulang" jawab Ny. Tara mencari alasan.


"Bibi, boleh Aku bertanya sesuatu ?" tanya Shradda. Masih terbesit dihati gadis itu tanda tanya besar soal pertengkaran Varun dengan Ibunya waktu itu.


"Ya sayang, katakan" balas Ny. Tara sembari tersenyum.


"Apa Varun sudah mempunyai seseorang yang dia cintai ?"

__ADS_1


Sontak Ny. Tara terdiam sejanak.


"Sayang, kenapa bertanya seperti itu. Yang pasti saat ini Varun belum mempunyai siapa-siapa kan?" timpal Ny. Bindu, Ibunya. "Nyonya, tolong maafkan Shradda yang asal bicara," tambahnya Ny. Bindu kemydian.


Ny. Tara hanya membalas senyuman kecil disudut bibirnya. Merasa tidak enak bertanya seperti itu, Shradda beranjak untuk izin ke kamar mandi.


"Aku ke kamar mandi dulu" ucapanya beranjak.


Melihat Shradda telah benar-benar menjauh, Ny. Tara menghembus nafasnya dengan kasar. Hingga membuat Tn. Mahesh dan Istrinya saling beradu pandang. "Aku juga sedang bingung saat ini" ujar. Ny. Tara dengan wajah memelas.


"Kenapa Nyonya ?" tanya Tn. Mahesh merasa penasaran.


"Pemikiran Shradda memang benar. Varun memang mencintai wanita lain" ujar Ny. Tara. Orang tua Shradda terhening seketika. "Tapi Aku tidak menyukai gadis itu" tambahnya lagi. Ayah dan Ibu Shradda masih terdiam mendengarkan.


"Dia gadis dari kelas bawah" Ny. Tara kembali meneruskan perkataannya. "Latar belakang Keluarganya juga tidak baik, Keluarga kriminal. Bagaimana mungkin Menantu Keluarga Khanna seorang gadis dari seorang Ayah yang krimunal ? ujarnya dengan kesal.


"Nyonya, tapi kalau Varun menyukainya, apa salahnya ?" pungkas Ny. Bindu.


Ny. Tara menoleh tajam padanya, tidak menyukai perkataannya barusan.


"Aku sudah melakukan berbagai cara untuk menakuti gadis itu, tapi sepertinya dia tidak takut apa pun. Dia masih saja menemui Varun diam-diam" ujarnya kesal.


"Kalau Varun menyukai gadis lain, lalu bagaimana bisa Shradda menikah dengannya Nyonya?" celetuk Tn. Mahesh.


"Kalian jangan khawatir, walau bagaimanapun juga Aku akan tetap membuat Varun menikah dengan Shradda" sahut Ny. Tara dengan tersenyum kecil.


.


...


.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖


.


...


.


Malam itu, Ny. Tara menyendiri di kamarnya. Ia berpikir keras untuk mencari cara menjauhkan Varun dari Alia.


"Apa yang harus kulakukan untuk memisahkan mereka?" gumamnya sendiri.


Ia kemudian bangkit dan berniat untuk melihat Varun ke kamarnya. Mencari tahu. apakah dia sudah pulang atau belum ?


"Selamat malam Nyonya" sapa salah seorang pelayannya.

__ADS_1


"Apa Varun sudah kembali ?" tanya Ny. Tara tanpa membalas ucapan selamat malam pelayannya itu.


"Tuan Muda baru saja masuk ke kamar" jawabnya menundukkan pelan.


Ny. Tara merasa lega mendengarnya. "Ya sudah," sahut Ny. Tara beranjak meninggalkan pelayanmya itu.


Sesampai didepan pintu kamar Varun, Ny. Tara mengintip disela-sela pintu yang tidak tertutup rapat itu. Tampak Varun yang baru keluar dari kamar mandi. Tanpa pikir panjang Ny. Tara membuka pintunya perlahan.


"Varun," sapa Ibunya.


Varu menoleh, lalu kembali berbalik untuk mengambil baju tidurnya.


"Sayang, Kau darimana saja ?" ujar Ny. Tara sembari bertanya. Varun tak langsung menjawabnya, ia masih dengan sikap Ibunya hari ini.


"Varun, Kau diam saja. Hari ini Keluarga Shradda datang kemari. Bukankah Ibu sudah memintamu untuk tetap dirumah, kenapa Kau pergi ? Kau kemana saja hari ini?"


Varun menerima berbagai pertanyaan dari Ibunya.


"Aku bertemu Alia" jawabnya singkat.


Sontak raut wajah Ny. Tara berubah kesal. Jawaban Varun sudah dapat ia tebak.


"Kenapa Kau masih menemuinya?" pungkas Ny. Tara berang.


Varun melangkah perlahan menghadap Ibunya. "Untuk memastikan kondisinya, apa dia baik-baik saja setelah orang-orang suruhan Ibu menyerangnya" sahut Varun menatap tajam Ibunya.


Ny. Tara tak bergeming.


"Kenapa Ibu semakin bertindak gila seperti ini, apa salah dari gadis itu ?" tanya Varun dengan raut wajah kecewa. Varun mendengar semua kabar itu dari Sidarth. Dan ia merasa yakin, kalau semua itu didalangi oleh Ibunya sendiri.


"Ibu sudah bertindak sangat jauh. Aku semakin khawatir dengan keselamatannya. Untuk itu, Aku sudah memutuskan" ujar Varun menghentikan perkataannya sejenak. Ia berjalan semakin mendekati Ibunya.


"Aku tidak akan membiarkan Ibu menyakitinya lagi, Aku akan menikah dengan Alia secepatnya" pungkas Varun dengan tegas.


.


...


.


💗💗💗💗💗💗💗


.


...


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2