Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 32 (Dalam proses revisi)


__ADS_3

Varun masih terbaring dikamarnya, dengan kepala yang terluka. Dia pun merasa menyesal telah memperlakukan Alia dengan sangat memalukan. Dia juga tak menyadari akan bertindak sejauh itu. Ny. Tara menghampiri nya dengan semangkuk bubur.


" sayang.. ayo makan dulu " . Varun tak mendengarkannya, dia masih terpaku. " Varuuunn.. kau belum makan beberapa hari ini.., kau mau membuat ku mati pelan -pelan melihatmu tak berdaya seperti ini " ucapnya.


" ibu akan membuat perhitungan dengan Siddarth karena telah membuatmu seperti ini "


Tak berapa lama seoranga pelayan menghampiri.


" maaf nyonya.., ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan muda "


" kau tidak lihat putra ku sedang sakit.., aku akan menemuinya "


Ny. Tara tak menyangka kalau yang datang ke rumahnya adalah ibu Parwati.


" waahhh.. wahhh.. lihat siapa yang datang "


ibu Parwati tak suka mendengar ucapannya.


" apa yang membuat mu datang kemari nyonya, apa putrimu membutuhkan uang? "


" aku kemari untuk bicara dengan putra mu "


" apaa.., huuhh... kenapa.., apa putrimu telah dicampakkan oleh suaminya, dan datang kemari untuk merayu putra ku lagi "


" aku hanya akan bicara padanya.., panggil dia kemari " ucap ibu Parwati dengan nada agak meninggi.


" kau pikir siapa dirimu memerintah dirumahku, putra ku sedang sakit, dan itu semua karena ulah menantumu " tukas Ny. Tara


" tutup mulutmuu.. " ujar ibu Parwati membentak.


" ibuu " sapa Varun yang telah berada dibelakang ibu Parwati. Dia pun berbalik dan menatap tajam pada Varun.


pllaaakkkk


Tamparan keras diterima Varun.


" heeiiiii... " teriak Ny. Tara tapi keburu ibu Parwati menunjuknya dengan amarah.


" ini adalah peringatan terakhir dariku..,sekarang kau telah menunjukkan sifat aslimu..,beruntung putriku tidak menikah dengan orang sepertimu..,mulai hari ini jangan pernah ganggu pernikahan putri ku lagi..,kenapa kau tidak sadar juga, nyawa putriku dalam bahaya jika dia terus bersama mu..,sebaiknya kau pikirkan itu baik-baik.," tegas ibu Parwati.


" berani sekali kau menampar putraku dirumah ku sendiri " bentak Ny. Tara tak terima.


" kenapa kau tidak bertanya pada putramu nyonya..,apa yang telah dia lakukan. Apa ini yang kau ajarkan padanya sebagai ibu.,melecehkan seorang wanita, yang mana wanita itu tekah menikah.. Cih.. memalukan sekali.. "


Ny. Tara pun terdiam mendengar penuturan ibu Parwati.


" kau hanya tahu melihat kesalahan orang lain tapi kau tidak bertanya apa kesalahan putramu..,sebelum mencela orang lain sebaiknya kau mengajarkan nilai-nilai moral padanya " . Setelah menumpahkan kemarahannya, Parwati pun pergi dengan amarah. Ny. Tara masih bungkam mendengar ocehan Ibu Parwati.

__ADS_1


Varun sedari tadi hanya terdiam mengingat ucapan ibu Parwati, di akui nya memang dia bersalah telah mencelakai Alia, ditambah lagi dengan perlakuan kasarnya. Perlahan dia pun berjalan kembali ke kamarnya.


" Varuunnn... tungguu.., Varuuunn " panggil ibunya.


Varun masuk ke kamar dan menguncinya. Ibunya masih mencoba mengetuk, tapi tak dihiraukannya. Varun meraih ponselnya lalu menelpon Alia. Panggilannya pun tak masuk, no Ponsel Alia tidak aktif. Ingin sekali dia berbicara dengan gadis itu untuk minta maaf.


" dia pasti marah dan sakit hati padaku..,


aaaggghhhh... kenapa aku begitu bodoh " gumamnya.


Lalu melihat botol minuman dimejanya.


" semua karena minuman ini.., membuat aku tidak menyadari nya "


" Aliaaa... tolong maafkan aku " gumamnya lagi.


" ibumu benar..., selama ini aku terlalu terobsesi padamu.. , aku bahkan berkali-kali tidak bisa melindungi mu saat orang-orang ibu ku menyerang mu " . Dia pun menghempaskan badannya dikasur lalu terlelap.


*****


Ibu Parwati kembali ke kediaman Sidd, dengan wajah datar dia menemui putrinya yang sedang berada dikamar.


" Aliaa..., apa yang sedang kau lakukan nak "


Tampak Alia sedang menjahit saree yang dibelikan Sidd waktu itu.


" saree yang bagus..,apa ini milikmu "


" hhmmm..., Sidd membelikannya untukku "


Ibu Parwati pun tersenyum mendengar jawaban Alia, lalu mengelus pucuk kepala pitrinya. Tampaknya Alia sudah agak membaik, pikirnya. Sambil terus memperhatikan jahitan Alia.


" kau begitu perhatian pada barang pemberian Sidd " ujar Ibunya, hingga menghentikan jahitannya, lalu menoleh dan menatap ibunya.


" ibu keluar dulu yaa.., teruskan pekerjaanmu "


Alia masih terdiam mengingat perkataan ibunya. Dipandangi saree yang berwarna merah maroon itu, dan kembali mengingat ketika saat dia membelinya bersama Sidd.


" Aliaa.. " ,ibu Parwati menghampiri dan menepuk pundak nya, hingga membuyarkan lamunannya.


" ibuu. "


" kenapa melamun.., ini.., berikan pada Sidd., ini waktu nya untuk minum obat "


Alia pun mengambilnya, dan beranjak pergi.


tok tok tok

__ADS_1


Sidd membukakan pintunya.


" waktunya minum obat " ucap Alia. Sidd pun mengambil obat itu lalu meminumnya. " bagaimana kaki mu " tanya Alia.


" sudah membaik.. ,bagaimana denganmu ?"


" hhmmm..., tidak apa-apa.., "


" baiklah.. " ujar Sidd . Alia pun pergi tapi kembali berbalik.


" Sidd... "


" iya.. "


" terima kasih waktu itu kau sudah menolongku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau saja waktu... "


" Alia.. " potong Sidd. " lupakan saja.., bukankah sudah seharusnya aku melindungi mu " jawab Sidd. " aku senang sekarang kau sudah membaik " ujar Sidd lagi. Alia pun berbalik dan pergi.


*****


Keadaan Siddarth dan Alia telah membaik, Sidd juga telah bisa kembali berjalan tanpa tongkat, hanya saja masih tinggal satu kali jadwal kontrol untuk memastikan kakinya telah pulih. Cedera dikepalanya pun sudah membaik. Ibu Parwati juga telah kembali kerumahnya. Siang itu Sidd pergi bersama Kabir untuk kontrol terakhir kalinya ke rumah sakit. Alia berada dirumah sendirian, saat itu dia sedang berada didapur. Saat dia berbalik, ternyata...


pprreeenkkkk..


Panci yang dibawanya pun terjatuh. Alia sangat terkejut mendapati Varun telah berada dibelakangnya. Alia mulai ketakutan dan melangkah pelan kebelakang. Varun menatapnya dan mulai mendekati nya pelan.


" Varun.."


Alia mulai panik, semua orang sedang tidak ada dirumah.


" apa yang kau inginkan.., jangan mendekat "


Varun merasa sedih melihat keadaan Alia, yang begitu ketakutan saat melihatnya.


" Aliaa..., dengarkan akuu.. " ujar Varun mendekat.


" jangaaannn..., jangaannn..mendekat " teriak Alia.


" Aliaa.. aku hanya ingin minta maaf "


" tidaaakkk..., pergilah... jangan sakiti akuu.. "


Varun yang ingin mendekat pun menghentiakan langkahnya. Sidd yang baru saja sampai terkejut mendengar teriakan Alia, langsung mempercepat langkahnya ,disusul dengan Kabir.


" Varruuunnn " bentak Sidd, dia pun langsung mencengkram Varun, tapi Varun malah mengangkat kedua tangannya, sambil mengalah. " apa yang kau inginkan.., kau ingin menyakitinya lagi haahhh.. " gertak Sidd. Varun tak memberontak, Sidd pun mendorongnya. Dia mendekati Alia yang ketakutan,


" Aliaa. " ucap Sidd. Mendengar suara Sidd, dia pun langsung bangkit dan memeluknya, Varun semakin sedih melihat kedekatan mereka, hatinya terasa teriris saat Alia memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


" aku kemari untuk meminta maaf.., " ucap Varun dengan suara serak, Alia masih tak ingin melihatnya. " aku berjanji tidak akan mengusik kalian lagi.., mungkin Alia memang lebih aman bersama mu..selamat tinggal " tambahnya, lalu berbalik sambil menghapus air matanya, dan pergi meninggalkan kediaman Sidd.


__ADS_2