
Siddarth sedang kedatangan tamu dibengkelnya, seorang direktur yang ingin mengecek kondisi kendaraan nya. Siang itu memang agak sibuk, Alia datang menghampiri dengan membawakan makan siang.
" sayang.., makan dulu " sapa nya sambil membawakan baki berisi makanan. Dengan cepat Sidd langsung mengambil nya.
" Aliaa.., aku sudah bilang jangan lakukan apa pun, nanti kamu cape " ucapnya.
" Sidd kau belum makan apa pun., jadi aku membuatkan makanan untukmu "
Sidd memanggil Kabir untuk melanjutkan pekerjaannya, lalu mengajak Alia kembali masuk ke rumah. Kemudian Siddarth mencuci tangan nya, dan kembali menghampiri Alia.
" ok.. ayo kita makan " ujarnya duduk disamping Alia.
" aku akan menyuapi mu " sahut Alia, lalu mulai menyuapi suaminya. Sedang asyik mereka makan bersama, tanpa disadari Ananya sampai didalam.
" wahh.. kalian tampak mesra sekali " ujarnya mengagetkan mereka.
" Ananyaaa.. "
" haii.. kakak ipar " sapanya lalu memeluk Alia. Tak lama muncul yang lainnya, ayah, ibu, paman, bibi dan nenek, juga beberapa pelayan. Sidd langsung menyentuh kaki orang tuanya, begitu juga Alia tapi langsung ditahan oleh ibu agar jangan membungkuk.
" Aliaa.. bagaimana keadaan mu sayang " tanya ibu ramah.
" baik bu., "
" haayyere.. ayo duduk dulu, aku sangat lelah.., oh iya ibu ayo istirahat dulu " ajak bibi lalu memapah mertuanya untuk duduk.
" ayah ayo.. istirahat lah " ujar Siddarth. Ayah duduk disamping nenek.
" aku akan ambilkan minum dulu " ucap Alia. Tapi keburu ditahan Sidd.
" Alia biar aku saja " ujar Sidd
" tapi Sidd.. "
" yaa kakak ipar., kakak duduk saja, biar aku yang membuat kan teh untuk semua orang, karena mulai sekarang kau tidak boleh melakukan pekerjan apa pun.,benarkan nenek " sahut Ananya
" ya-ya-ya., Alia..ayo kemari lah.., duduk saja disamping ku " ucap nenek. Alia terpaksa menuruti perkataan nenek, lalu duduk disampingnya. Ananya ke dapur untuk membuatkan teh. Mereka kembali berbincang bersama, saling melepas rindu. Sidd mohon diri keluar untuk menyelesaikan pekerjaan nya lagi. Bibi masuk ke kamar untuk istirahat, kareba kelelahan.
Beberapa hari kemudian
Varun mendapat telpon dari rumah Sakit, hasil tes kesehatan dari istri, Shradda, telah keluar. Bergegas Varun menuju ruang dokter kandungan. Dokter langsung memberikan lembaran kertas itu.
" dokter ini maksudnya bagaimana "
" Tn. Varun mohon maaf sebelumnya, kami sudah melakukan tes berkali-kali, tapi hasilnya selalu sama, Ny. Shradda tidak bisa memiliki keturunan tuan " ucap Dokter mengagetkan Varun
" apa.., memangnya kenapa dok "
" tuan mungkin dulu Ny. Shradda pernah mengalami kecelakaan hingga membuat rahim nya rusak, itu berdampak hingga sekarang., itu lah sebab nya anda belum bisa memiliki keturunan hingga saat ini.,Ny. Shradda tidak bisa memiliki keturunan tuan "
Varun seakan lemas mendengar penjelasan dokter. Tak berapa lama, Varun meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantornya. Shradda menelponnya berkali-kali tapi tak direspon. Karena khawatir dia menyusul Varun ke kantornya.
Varun sedang bersandar dikursi sambil memejamkan mata, tak sadar bahwa Shradda telah berada dihadapan nya.
" Varun.., "
Varun membuka matanya.
" Shradda., " lalu Shradda duduk dihadapannya.
" kau sudah mengambil hasil test dari rumah sakit kan., lalu bagaimana hasilnya "
Sebenarnya Varun ingin merahasiakannya dari Shradda, karena itu akan menyakiti perasaannya, tapi karena Shradda telah berada disini, dengan enggan menyodorkan amplop itu. Shradda membuka lalu membaca nya. Tak terasa air matanya jatuh menetes ke atas kertas itu. Lekas Varun memeluk dan menenangkannya.
" Varun aku mandul " mulai menangis.
" sshhhtt.. "
" Varun.. kenapa ini terjadi., lalu bagaimana kita mengatakan pada ibu, dia pasti kecewa padaku "
Varun menghapus air matanya.
" sudahlah..,lupakan saja., aku sudah katakan bukan.,kita saja sudah bahagia."
" tidak Varun..." Shradda terus menangis, ibu mertuanya sangat mengharapkan mereka segera memiliki keturunan, bagaimana kalau dia tahu bahwa menantunya tidak bisa memberi keturunan pada keluarga nya, kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Varun kembali memeluk dan menenangkannya, walaupun sedih tapi mencoba untuk bersabar dan menerima kenyataan.
__ADS_1
Malam harinya
" ayah akan membuat perayaan untuk calon penerus keluarga Malhotra, sebagai wujud rasa syukur kita " ,lalu menyeruput kopi hangat
" yahh.. kita akan menjamu pendeta, anak yatim dan fakir miskin dikuil, lalu setelah itu.."
" hhayayeee.. tentu saja setelah itu kita akan mengadakan pesta disini hahahhaa " bibi menyela sambil tergelak, semua orang menatap ke arahnya dengan ekspresi bengong. " haayyee.. apa aku salah bicara? " tanyanya canggung.
" yaa..kita akan mengadakan pesta dirumah ini heheheee " sahut nenek. Mereka semua tertawa bersama, bibi kembali tersenyum.
" Alia jangan lupa juga beri tahu ibumu ya "
" tentu saja ibu.,aku akan menelponnya nanti "
Malam semakin larut, satu persatu dari mereka mulai beristirahat. Alia masih duduk diranjang sambil menelpon ibunya. Sidd baru keluar dari kamar mandi mencuci muka, melihat Alia mondar mandir menelpon sambik tertawa, tanpa mengacuhkannya. Sidd masih melap wajahnya dengan handuk kecil, Alia masih tak menoleh padanya. Tak berapa lama Alia selesai menelpon, lalu langsung masuk ke kamar mandi. Sidd masih menunggunya sambil berbaring diranjang, setelah cukup lama Alia keluar, lalu langsung merebahkan badannya disamping suaminya, perlahan Sidd mendekati dan menempelkan kepalanya ke perut Alia.
" sayang apa yang kau lakukan " tanyanya heran
" aku ingin tidur bersama anak kita " jawabnya memeluk mesra perut istrinya. Alia mengusap kepala suaminya dan tersenyum manis.
" sayang kau ingin anak laki-laki atau perempuan? "
" apa saja.,kalau dia laki-laki yang pasti akan tampan seperti aku, kalau perempuan dia akan cantik seperti mu " jawab Siddarth dan mencium perut Alia, lalu beralih perlahan mendekati wajah Alia dan membelai pipinya, kemudian Sidd menatap matanya yang bening, lalu pelan-pelan mengecup mesra bibir Alia, memeluk erat tubuhnya. Perasaan Sidd tak terbendung, perlahan mereka kembali bercinta dimalam itu.
*****
Varun menyembunyikan hasil test Shradda dari ibunya. Ibarat kata pepatah sepandai-padainya seseorang menyimpan bangkai, lama kelamaan pasti baunya akan tercium juga. Jika Varun tak mau mengatakannya pada ibunya, Ny. Tara pasti akan mengetahui dari orang lain atau mencari tahu sendiri jawabannya. Sam menyerahkan hasil test Shradda pada Ny. Tara, yang ia dapat dari dokter itu sendiri. Ny. Tara kemudian meremas kertas laporan itu dengan geram, lalu melemparkannya.
Saat itu Varun telah berangkat ke kantor, Shradda kemudian masuk setelah mengantar suaminya ke depan pintu. Ny. Tara sedang membaca koran diruang tengah. Saat melihat Shradda, dia meletakkan korannya kembali.
" Shradda " panggilnya, Shradda menoleh dan menghampiri.
" iya bu "
" bagaimana hasil pemeriksaan kalian ke dokter waktu itu "
Raut wajah Shradda berubah cemas dan tegang seketika.
" ma-maaf bu.., aku belum tahu " jawab Shradda berbohong. Ny. Tara berdiri dan menghadap wajah menantunya itu, lalu mengembang surat hasil test kesehatannya. Shradda terbelalak dan mulutnya terkunci.
" ibu.. aa-aaku "
" jangan bicara lagi., ini sudah membuktikan semuanya., mungkin putraku bisa menerimanya tapi aku tidak, bagaimana bisa menantu keluarga Khanna seorang wanita yang tidak bisa memiliki anak, bagaimana Varun memiliki ahli waris kalau kau tidak bisa memberinya anak "
Shradda mulai menangis tak tahan dengan ucapan mertuanya. Padahal dulu Ny. Tara sangat membanggakan menantu sepertinya.
" ibu maafkan aku., ini diluar kendaliku., kami sudah berusaha " jawab Shradda mulai membela diri.
" aku tidak peduli., sampai kapan pun kau berusaha, yang namanya mandul tetap saja tidak akan memiliki keturunan "
" lalu apa yang harus aku lakukan ibu, aku pun ingin memiliki anak "
Ny. Tara mendekatinya, Shradda mulai was-was.
" ada satu yang harus kau lakukan, tinggalkan Varun " ucap Ny. Tara yang menyayat hati Shradda. Seakan tak percaya mertuanya berkata demikian. " aku akan mencarikan wanita lain yang bisa memberikan keturunan pada keluarga ini, kau bisa tinggalkan dia? " tanya Ny. Tara, Shradda msih berdiri kaku.
" jika kau benar-benar mencintainya maka biarkan dia bahagia, biarkan dia memiliki anak dengan wanita lain " bisiknya pelan. " katakan padanya ini atas keinginanmu sendiri, jika kau berani mengatakan karena aku, maka aku akan membuat hidupmu dan juga keluargamu menderita, kau paham? " tanya Ny. Tara pelan, dan membelai pipinya. Shradda mengangguk dan menghapus airmatanya, lekas Ny. Tara meminggalkan Shradda yang masih menangis. Dia berjalan ke kamar dengan menahan Kesedihan, sesampai dikamar Shradda meraih bingkai foto pernikahannya bersama Varun, lalu kembali menangis tersedu.
*****
Malam harinya Varun pulang ke rumah, biasanya Shradda datang menyambutnya, tapi malam ini ada yang berbeda. Dia langsung menuju kamar, dan melihat Shradda sedang berdiri didepan jendela sambik menatap keluar. Dia terkejut saat Varun memeluknya dari belakang.
" Shradda aku sangat merindukan mu " bisik Varun pelan ke telinga Shradda, lalu mencium punggungnya yang tersibak, karena memakai saree. Shradda memejamkan matanya menahan perasaan karena kelembutan belaian suaminya. " ada apa "? tanyanya kemudian, karena Shradda tak merespon sentuhannya.
" Varun.., aa-aaku. "
Varun membalikkan tubuh istrinya menghadap kedepannya.
" katakan., apa yang kau pikirkan? " tanya Varun lagi, Shradda melepaskan sentuhan Varun dan berjalan perlahan membelakanginya.
" Varun.. a-aku ingin.. ki-kita.. " Ucapan Shradda masih terbata karena gugup,membuat Varun semakin heran dan penasaran. " aaku.. ingiinn ki-kita berpisah " jawab Shradda memejamkan matanya lagi. Bukannya terkejut Varun malah tertawa.
" sayang.. kau ini bicara apa,. sudahlah jangan bercanda seperti itu "
" aku tidak bercanda Varun., aku ingin kita berpisah " jawab Shradda lagi dengan wajah tegang, kali ini senyuman Varun hilang mendengarnya.
__ADS_1
" ada apa Shradda., kenapa wajahmu tegang seperti itu., apa ada seseorang yang bicara buruk padamu ? " tanya Varun menghampiri sambil merangkul istrinya.
" tidak Varun.. " jawabnya dan melepaskan Varun. " ini keinginan ku sendiri, aku ingin kita berpisah., secepat nya " jawab Shradda tegas, lalu meninggalkan Varun yang masih terpaku. Shradda langsung keluar dan mengendarai mobil, Varun mencoba mengejarnya tapi Shradda lebih dulu pergi. Varu kembali masuk ke dalam menemui ibunya.
" ibu.. apa yang ibu lakukan pada Shradda, kenapa sikapnya berubah padaku hari ini, apa yang ibu katakan padanya ? " tanya Varun langsung tanpa basa basi.
" Apa yang kau katakan, jangan menuduh sembarangan., untuk apa ibu bicara yang tidak-tidak padanya, bukankah ibu yang memilihkan dia untuk mu " jawab Ny. Tara menghidari tuduhan.
" tapi kenapa sikapnya berubah padaku, kenapa dia minta pisah denganku "
" apaa..., pisah.. " ucap Ny. Tara pura-pura terkejut. " kenapa.., kau ada masalah apa dengannya haah " tanyanya kembali. Varun masih berdiri memandang ibunya dengan rasa tak percaya, lalu dia berbalik meninggalkan ibunya dan pergi menyusul istrinya. Ny. Tara tersenyum akan hal itu.
" bagus Shradda.., pergilah.., dan jangan kembali lagi kemari " gumamnya.
*****
Keluarga Malhotra membagikan makanan untuk fakir miskin, pendeta dan anak-anak yatim. Mereka mengadakan acara syukuran pertama kali dikuil pada siang hari, lalu setelah itu mengadakan pesta perayaan pada malam harinya dirumah Siddarth dengan mengundang relasi, kerabat dan lainnya. Semua persiapan telah dilakukan, Sidd keluar untuk membelikan hadiah untuk istri tercintanya, sebelumnya dia lupa untuk memberikan sesuatu padanya. Alia telah bersiap-siap dikamar bersama Ananya. Ibu dan ibu mertuanya telah berada diluar bersama yang lainnya menyambut tamu. Hari telah menunjukkan jam 7 malam, Alia dan Ananya telah keluar bergabung dengan yang lainnya.
" ibu dimana Sidd? " tanya Alia celingak celinguk mencari keberadaannya.
" tadi dia bilang keluar sebentar " jawab ibu.
" haayyyerre.. tapi kenapa dia lama sekali, acara akan dimulai " sahut bibi.
Alia mulai khawatir, dia pun mencoba untuk menelpon.
" helloo "
" hello sayang kau dimana? " tanya Alia cepat
" ini aku sedang dijalan., tunggu ya "
tut tut tut
" hello.. hello.., ya.. ammpun kenapa mati segala sih " gerutunya, kemudian mengisi daya ponselnya.
Siddarth keluar dari butik membelikan saree dan sebuah kalung berliontin hati couple untuk istrinya. Saat hendak menaiki motor, ponselnya kembali berdering, dari nomor tak dikenal.
" hello "
" hello Sidd.. ini aku Pari "
Sidd terkejut mendengar suaranya, dari mana Pari mendapatkan nomornya.
" Sidd tolong aku.., seseorang ingin membunuhku.. plizzz.. tolong aku.. aakkkkhhh.." teriaknya diponsel.
Sidd ragu antara percaya atau tidak percaya.
" Pari..
" Sidd pliizzz.. tolong aku.. aakkkhhh "
Siddarth terkejut saat mendengar benda pecah disana, lalu bergegas melajukan motornya ke kediaman Parineeta.
Saat sampai disana, pintu apartemennya telah terbuka alias tak terkunci, Sidd memanggil-manggil Pari tapi tak ada sahutan. Suasana didalamnya begitu gelap, Sidd perlahan masuk kedalam untuk mencari Pari. Tiba-tiba cahaya lampu menjadi terang, terdengar bunyi pintu yang dikunci. Sidd berbalik dan melihat Pari berdiri disana sambil tersenyum. Pari yang telah berdandan seperti seorang pengantin.
" Pari.. apa-apan ini "
Parineeta tertawa melihat ekspresi wajah Siddarth yang marah.
" Sidd ini adalah hari pernikahan kita " jawabnya ,lalu mendekati Sidd.
" apaa.., kau sudah gila "
" yaahh.. aku memang tergila-gila padamu "
" Pari apa yang kau katakan., kita baru saling mengenal beberapa waktu dan kau bilang tergila-gila pada ku ?"
" siapa bilang aku mengenal mu baru sebentar, aku bahkan sudah sangat mengenal mu sebelum Alia " jawab Pari tersenyum, Siddd mengernyitkan keningnya. " aku masih mengingat wajah mu walau pertama kali melihatmu hanya dari gambar saja " tambahnya lagi, lalu menyalakan api suci untuk ritual pernikahan. Kemudian Pari memberikan kotak kecil berisi sindoor pada Siddarth, dengan wajah marah Sidd menepis tangan Pari hingga sindoor itu jatuh dan tumpah.
" kau benar-benar sudah gila, aku bahkan tidak mengenalmu sedikit pun., apa tujuanmu masuk ke kehidupan ku? " ucapnya kesal, Pari mulai marah dan menatapnya tajam.
" huh.. kau ingin tahu.., baiklah.. akan aku katakan.., bukankah ayah mu Alokh Malhotra, aku adalah Parineeta chopra, putri dari Aditya Chopra, beberapa tahun yang lalu ayahmu datang ke rumahku melamarku untuk dirimu, dan dia memberikan gambarmu.,sesaat aku jatuh cinta melihatmu dan setuju untuk menikah, ayahku juga memberikan gambarku pada ayahmu tapi aku tidak tahu apa kau melihatnya atau tidak. Yang pasti aku dan ayah sangat bahagia waktu itu. Pada saat acara pertunangan ,kami telah mempersiapkan segalanya, semua tamu juga telah hadir, namun tiba-tiba ayahmu datang dan mengatakan membatalkan pertunangan itu, dan pergi begitu saja., kau pikir siapa yang tidak akan sakit hati dengan sikapnya.., hati ku begitu hancur, aku sangat malu pada semua orang, mendadak ayahku mendapat serangan jantung, dan meninggalkan ku untuk selamanya, kau lah yang bertanggung jawab atas kejadian itu., " ujar Pari panjang lebar dan menunjukkan jarinya pada Siddarth.
" apa kau tahu bagaimana perasaan ku selama ini, aku hidup sendirian menahan ejekan orang., apa kau tahuuu haah..,bertahun-tahun aku mencoba melupakan kejadian itu tapi saat pertama kali bertemu denganmu kau membawa kenangan itu kembali., aku berusaha masuk ke kehidupan mu lagi melalui Alia hahaaa.,tapi wanita bodoh itu malah mengandung, peluang ku semakin kecil.,aku iri dengan perhatian, cinta dan kasih sayangmu padanya, seharusnya aku lah yang mendapatkan semua itu,.aku sangat membenci nya.. " ujar Pari sambil tertawa dan kemudian menghapus airmatanya. Sidd jadi merasa bersalah karena waktu itu dia memilih kabur dari rumah, dan membuat gadis itu bertindak nekat seperti ini.
__ADS_1