Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 51


__ADS_3

Dirumah Nikhil, Zoya telah siap berdandan dan terlihat sangat cantik dengan balutan lehenga silvernya. Abhi telah menunggunya di mandap, Zoya datang dengan senyuman bahagia, lalu duduk disamping Abhi alias Sidd. Zoya menetap Abhi disampingnya, dia terlihat sangat gagah dan tampan. Abhi tak menoleh padanya, pikirannya masih terganggu, apa Varun telah berhasil menyelamatkan Alia atau belum. Pendeta mulai membacakan mantra pernikahan. Nikhil senang akhirnya Zoya menikah juga demgan orang yang dia cintai.


" silahkan pakaikan manga sutranya ". ujar pendeta. Sidd termenung.


" Abhi.. ada apa? " tanya Zoya tiba-tiba mengejutkannya. Semua orang menatap padanya. Perlahan Sidd mengambil kalung pernikahan itu.


" Sidddd... ". teriak Alia, Sidd tak sengaja menjatuhkan kalung pernikhannya. Pandangan semua orang mengalih pada Alia yang berlari menuju Sidd. Alia langsung memeluk Sidd dengan erat dan menangis dipelukannya. Zoya yang berdiri disampingnya merasa tersinggung dan menahan amarah.


kenapa wanita itu bisa kemari


Nikhil bertanya-tanya dalam hati melihat kedatangan Alia. Zoya yang tak terima langsung memisahkan Abhi alias Sidd dengan Alia, dan mendorongnya. Untung Varun cepat menyambutnya dibelakang.


" siapa kau.. berani sekali kau kemari dan menghancurkan hari pernikahanku ". bentak Zoya marah. Alia tak peduli kembali memeluk Sidd. Zoya mencoba menahanyannya


" dia suamiku.., lepaskan aku ". Alia menarik tangannya dengan keras dan terlepas dari cengkraman Zoya.


" Abhi.. kenapa kau diam saja, katakan padaku siapa wanita ini ". tanya Zoya


" dia bukan Abhi., dia Sidd... Siddarth Malhotra.., dan aku Alia Malhotra., istrinya" .tukas Alia dengan lantang. Mengejut Zoya dan Nikhil dengan pernyataan Alia. Suasana menjadi hening sejenak. Acara pernikahan yang diimpikan Zoya hancur seketika.


" kau Alia ". tanya Zoya pelan karena pernah mendengar nama itu saat Abhi pingsan waktu itu.


" Sidd.. kau masih ingat aku kan., kau ingat anak kita ". ucap Alia memegang kedua pipi Sidd, lalu meraih tangan Sidd dan mengeluskannya keperutnya yang buncit. Sidd tak kuasa menahan perasaan dan rasa rindunya, dia pun tersenyum.


" yaa.. aku ingat.,". balas Sidd. Alia bahagia mendengarnya lalu kembali memeluknya. Zoya semakin terbakar api cemburu. Bagaimana mungkin Abhi mengingat kembali masa lalunya. Dokter telah mengatakan kalau ingatanya sulit untuk kembali. Zoya mengingat kembali saat menemukan Sidd hanyut disungai dan tersangkut akar pohon. Kondisinya saat itu sangat parah, benturan dikepalanya mengakibatkan dia kehilangan ingatannya. Sejak saat itu dia mengajak Sidd tinggal bersamanya, dan dijadikan kaki tangan oleh kakaknya.


Zoya menumpahkan airmatanya, karena tak tahan melihat kesedihan dimata adiknya Nikhil lalu dengan cepat menyerang Sidd dan menerima beberapa pukulan.


" beraninya kau membuat adikku menangis ". teriak Nikhil memukul Sidd membabi buta. Varun mencoba membantu Sidd, namun dengan cepat Nikhil menembaknya dan mengenai bahunya sebelah kanan.


" Varuunn ". teriak Alia terkejut. Nikhil kembali menghajar Sidd, namun Alia mencoba menghalangi. Kali serangan Nikhil mengenai Alia, dia terjerembab.


" aaaggggghhh ". ringis Alia menahan sakit pada perutnya. Tiba-tiba disela-sela kaki Alia keluar darah. Sidd terkejut melihatnya. Varun mencoba menghampirinya untuk membantu dengan menahan sakit.


Murka melihat keadaan Alia, Sidd bangkit dan menyerang balik Nikhil. Sidd membalasnya pukulan demi pukulan. hingga membuat Nikhil jatuh tak berdaya. Sidd dengan cepat menghampiri Alia.


" Alia.. kau ok., jawab aku ". tanya Sidd dengan nafas terengah-engah, lalu menyandarkan kepala Alia kedadanya. Alia tersenyum padanya walau masih meringis.


" aaaghh.. ".


" Alia.. ".


Nikhil mencoba bangkit dan mengambil senjata, lalu memgarahkannya pada Sidd yang sedang lengah.


Duuuarrr


Sidd terkejut mendengar letupan senjata, dan seketika tubuhnya bergetar saat melihat tubuh Zoya ambruk didepannya. Nikhil terperangah saat tubuh Zoya yang menerima tembakan senjatanya.


" Zoyaaaa ". teriak Nikhil dan menjatuhkan senjatanya.


" Zoyaaa ". panggil Sidd pula.


Nikhil meletakkan kepala Zoya dipangkuannya.


" Zoyaa.. adikku.., apa yang kau lakukan ". Nikhil histeris melihat adiknya sekarat. Sidd menghampirinya.


" jangan sakiti dia kakak., aku mencintainya ". jawab Zoya dengan nafas tersengal-sengal. Sidd merasa bersalah.


" Zoya.. " ucap Sidd pelan. Zoya meraih tangan Sidd yang duduk disampingnya. " aku mencintaimu ". ucap Zoya pelan

__ADS_1


" aaaghhhh. " Alia kembali merintih kesakitan.


" Sidd ". panggil Varun khawatir.


Zoya melepaskan genggamannya.


" pergilah.., " ucap Zoya, tak berapa lama Zoya menghembuskan nafasnya yang terakhir kali. Sidd mundur perlahan, lalu mengangkat tubuh Alia kepelukannya dan meninggalkan kediaman Nikhil. Beberapa polisi langsung membawa Nikhil untuk ditahan karena kejahatannya selama ini.


Sesampai dirumah sakit Alia langsung dibawa menuju ruang bersalin. Sedangkan Varun juga langsung ditangani diruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang dibahunya. Sidd mondar mandir menunggu diluar dengan perasaan cemas. Tak berapa lama seorang perawat keluar.


" Tn. Siddarth Malhotra " panggil suster itu.


" iya.. ".


" Ny. Alia ingin bertemu dengan anda, silahkan masuk ". lalu Sidd mengikuti suster memasuki ruang bersalin itu. Tampak Alia terbaring tak berdaya, keringat mengucuri wajah hingga lehernya. Sesekali merintih kesakitan.


" Alia ". panggil Sidd pelan, lalu menggenggam tangan Alia dan menciumnya. Alia tersenyum melihat Sidd berada disisinya lagi. " sayang.. kau baik-baik saja? ". bisik Sidd perlahan. Alia mengangguk pelan.


" istri anda ingin anda berada disini tuan ". ucap dokter yang menangani Alia.


Alia menatap suaminya dalam.


" tetaplah disisiku.., jangan tinggalkan aku lagi.. ". ucap Alia pelan tanpa terasa airmatanya berlinang. Sidd mengusap kepala Alia dan mencium keningnya.


" yaa.. aku berjanji, kita akan selalu bersama.. kau, aku dan anak kita ". balas Sidd membelai perut Alia. Alia bahagia mendengarnya. Tiba-tiba kontraksi Alia semakin kuat, membuatnya meremas erat jemari Sidd.


" eeeaaagghh... " Alia mengerang.


Sidd menjadi semakin panik melihat keadaan Alia. Dia terus mengerang dan mengejan agar anaknya keluar.


" eeeaagghhhhh... ". erangan terakhir. Suara tangisan bayinya menggema ruangan. Suster langsung membersihkan dan memberi perawatan pada bayinya. Alia yang kehabisan tenaga, tak sadarkan diri setelah proses kelahiran anaknya.


" Tn. Malhotra jangan khawatir, silahkan tunggu diluar.. kami akan menanganinya ". ujar dokter. Sidd keluar tapi pikirannya masih belum tenang.


Setelah beberapa lama, dokter keluar. Sidd langsung berdiri dan menghampirinya.


" dokter.. istriku bagaimana? "


" tidak apa-apa tuan., istri anda hanya kelelahan setelah proses persalinan, kami akan memindahkannya ke ruang perawatan.,anda bisa kesana untuk menjaganya ". ujar dokter. Sidd merasa lega mendengarnya.


" terima kasih dokter ". jawabnya tersenyum.


" kalau begitu permisi ".


Diruang perawatan Alia masih terbaring belum sadarkan diri. Sidd duduk disampingnya, menggenggam erat tangannya dan mempelai kepala Alia dengan tangan satunya. Perlahan Alia membuka matanya


" sayang..kau sudah sadar " .panggil Sidd pelan. Lalu mencium kening Alia.


" Sidd.. ".


Tak terasa air mata Siddarth mengalir dipipi, terharu melihat perjuangan Alia untuk melahirkan anaknya.


" kau tahu.. kita punya anak laki-laki ". bisik Sidd pelan. Alia tersenyum bahagia. Dia mencoba bangkit dan langsung memeluk suaminya. Tak berapa suster membawa bayi Alia dan menyerahkannya pada mereka. Alia menggendong bayinya. Dia kembali tersenyum, begitu juga Sidd.


" Alia.. ". tiba-tiba seseorang membuka pintu memanggil Alia. Alia dan Sidd menoleh. Disana telh berdiri ibu Sumitra, Tn. Alokh, paman, bibi dan Ananya. Mereka semua terperangah saat melihat Sidd dihadapan mereka. Terutama ibu sumitra. Sidd berdiri dan menghampiri mereka.


" Sidd... kau kah itu nak "? tanya Ibu Sumitra pelan. Sidd mengangguk pelan. Tanpa berpikir panjang dia langsung berlari menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat. " hu.. hu.. hu.. kau kemana saja nak, kenapa kau pergi terlalu lama "? tangis ibu dan mencium kening putranya itu.


" ibu.. "

__ADS_1


Tn. Alokh ayahnya juga tampak bahagia melihat kehadiran Sidd yang dikiranya telah meninggalkan dunia ini. Sidd kemudian memeluk ayahnya, paman dan bibi sangat terharu, tak sanggup menahan airmata mereka.


" hayyyeeee.. sudah-sudah..sekarang bukan waktunya menangis lagi, kita harus melihat cucu keluarga Malhotra.. ayo.. ayo ". ucap bibi lalu menghampiri Alia. " Alia.. bagaimana keadaanmu., sukurlah kau terbebas dari penculik itu.. kami sangat khawatir.. hayyyeee.. berikan padaku ". Karena bibi ngerocos terus Alia bahkan tidak diberi kesempatan untuk menjawabnya, lalu dia memberikan bayinya pada bibi. " hayyeee.. lihatlah..dia sangat tampan ". ucap bibi lagi. Kemudian ibu mendekatinya. Lalu bibi memberikan bayi mungil itu pada ibu Sumitra, sambil tersenyum bahagia.


" dia sama sepertimu ". ujar ibu memandang Sidd. " benarkan? ". tanya ibu pada ayah disampingnya. Ayah mengangguk pelan.


" bibi.. ayo berikan padaku., aku juga ingin menggendongnya ". ucap Ananya manja. Mereka terlihat sangat bahagia.


" ayah.. dimana nenek, apa dia tidak ikut ". tanya Sidd membuat mereka terdiam dan saling berpandangan. " ada apa "? tanya Sidd heran.


" Sidd.. nenek.., sudah meninggal ". jawab paman dengan wajah sedih.


" apa..,tapi sejak kapan? ". tanya Sidd lagi.


" sejak kau menghilang.., " sahut ayah. Sidd terhenyak dikursi.


" nenek mendapat serangan jantung mendadak saat mendengar kecelakaanmu waktu itu.,dia syok..nyawanya tidak tertolong "


Sidd semakin sedih mendengarnya. Ayah memegang pundak Sidd menghiburnya.


" Tapi ibu yakin.. nenekmu pasti bahagia saat ini karena kau sudah kembali, dan lihat kita mempunyai anggota keluarga baru sekarang" jawab ibu mencoba menghibur.


" ya..ya.. ya.. dan gadis jahat itu sudah mendapatkan hukumannya ". timpal bibi.


Diruangan lain


Varun terbaring, peluru yang bersarang dibahunya telah dikeluarkan. Hanya butuh istirahat beberapa hari setelah itu lukanya akan sembuh.


" Varun.. ". Shradda masuk dan shock melihat kondisi Varun. Saat mendapatkan telpon dia langsung berangkat untuk menemuinya.


" sayang.. ". Varun tersengum meliht istrinya.


" bagaimana keadaanmu., apa yang terjadi.,kenapa bisa kau tertembak? ". tanya Shradda panjang lebar.


" baby.. tenanglah.. aku baik-baik saja " balas Varun. Lalu memeluk Shradda agar tidak panik lagi. " bisa antar aku ". tanya Varun.


" kemana ". tany Shradda balik. Varun tersenyum lagi.


Disaat keluarga Malhotra sedang merayakan kebahagiaan mereka, Varun dan Shradda mengetuk pintu, lalu mereka masuk.


" Varun ". ucap Sidd pelan. Dia pun menghampiri dan saling memeluk satu sam lain. " bagaimana lukamu..". tanya Sidd.


" aku baik..,yah.. lumayan sakit hehehe "


" terima kasih atas bantuanmu.,aku.. "


" heii.. kita ini sahabat., aku sangat bahagia kau telah kembali ". jawab Varun memotong perkataan Sidd. Sidd tersenyum untuk itu. "apa kau hanya akan berdiri saja, kau tidak memperkenalkan anakmu padaku? ". tanya Varun sedikit bercanda. Mereka pun tertawa. Sidd mengajak Varun dan Shradda bergabung dengan keluarganya. Ananya memberikan sikecil pada Shradda dan Varun. Shradda menggendongnya dan Varun memeluk dari dari samping sambil tersenyum melihat bayi Alia dan Sidd.


" dia sangat lucu., benarkan? ". tanya Shradda bahagia menggendong bayi itu. Varun mengangguk.


Pada akhirnya mereka dipertemukan kembali dengan cinta sejati mereka. Cerita ini berakhir setelah kelahiran anak pertama Siddarth dan Alia. Mereka hidup bahagia setelahnya. Varun dan Shradda juga bahagia walau mereka masih belum memiliki anak. Sidd, Varun,dan Alia kembali berteman baik seperti dulu.


End


Makasih buat teman-teman yang udah baca., yang belom baca buruan gih.. baca dulu 😁😁😁moga suka dengan karya ku. Maaf kalau ada kesalahan dalam pengetikan, tanda baca atau yang kurang menyenangkan. Mohon kritik dan sarannya. Jangan lupa buat follow aku.., kasih like kamu dan vote juga ya..


Ntar aku reply balik kamu πŸ˜„πŸ˜„


Masih suasana lebaran, mohon maaf lahir bathin buat semua readers dan authorπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2