
Usai sudah pernikahan Siddarth dan Alia, setelah beberapa hari ibu Parwati mohon izin untuk kembali ke rumahnya.
" nyonya..trima kasih untuk segalanya.., " ucap ibu Parwati.
" jangan sungkan.., Alia bukan hanya menantu kami. ., tapi dia juga putri kami.." jawab Ibu Sumitra bijak.
" kalau begitu aku mohon diri.., salam.. " tak lupa Alia kembali memeluk ibunya dan mengucapkan salam perpisahan, Sidd juga meminta doa restunya. Ibu Parwati pun kembali pulang di antar oleh Kabir.
" daah.. daah.. ibu.. " ujar Alia melambaikan tangannya, tersenyum dan juga meneteskan air matanya. Mobil itu pun hilang keluar dari pekarangan keluarga Malhotra, semua orang pun kembali ke dalam.
Setelah di dalam.
" ayah.. ibu.., aku ingin mengatakan sesuatu " ucap Siddarth.
" ya.., katakan nak.. " jawab ayahnya
" ayah.., aku akan kembali juga ke ND "
" apa.. "? ayahnya terkejut dan juga semua orang. " apa yang kau katakan.., secepat itu "
" yaa.. cucuku.., pernikahan mu baru beberapa hari.., dan sekarang kau akan membawa cucu menantu ku dari rumahnya " sahut nenek sewot.
" lagian kalian kenapa mendadak begini.., baru beberapa hari..," tambah paman
" hhayyeeere...suamiku.., kau ini tidak mengerti sekali.., aku rasa mereka ingin berbulan madu.., benar kan..?" tebak bibi pula
Mereka semua tergelak, ibu geleng-geleng kepala.
" kenapa tidak bilang.., katakan kalian mau pergi kemana "? tanya nenek
Alia tersungut malu,
" nenek.., kami hanya ingin di ND saja., ke rumah kami disana " jawab Sidd
" haayyeeee..., kenapa kesana.., kenapa tidak keluar negeri saja.. seperti Paris, London, Italia..,hah. "
" heeii... kau pikir dirimu yng akan berbulan madu " timpal nenek.
" hayyeeeere... ibu.., aku hanya memberi tahu mereka.., sekalian aku kan bisa mengawasi mereka.., takut terjadi sesuatu disana hehe "
ujar bibi tertawa., paman meliriknya dengan tatapan menusuk. " apa.. ?" ucap bibi lagi membalas tatapan suaminya.
" ya sudah.., kalau kalian ingin kembali secepatnya.., tapi kembali kemari segera dengan kabar gembira.. " ujar ibu kemudian.
" kabar gembira apa..,? " Sidd mengernyitkan jidatnya.
" haayyeeerre ..itu saja kau tak mengerti.., bawa cucu pertama keluarga Malhotra
segera " sahut bibi dengan guyonannya.
Siddarth dan Alia pun tertawa.
Sidd dan istrinya kembali ke kediaman mereka di kota ND. Sebenarnya Tn. Alokh tak ingin mereka kembali kesana, karena tak ingin kembali jauh dari putra nya, tapi setelah diyakinkan oleh istrinya, Tn. Alokh pun terpaksa mengizinkan nya. Mereka sampai disana pukul 1 malam, karena kelelahan Alia langsung tertidur lelap, Sidd masih mengangkat beberapa barang, setelah selesai dia pun masuk. Alia sudah tepar tak sadar lagi, Sidd meluruskan kaki dan kemudian menyelimuti nya, tak lupa kecupan sebelum tidur dikening Alia. Setelah mencuci muka, dia pun menghempaskan tubuhnya disamping Alia, dan tak ingat apa-apa lagi.
Siddarth memgucek kedua matanya, tangan nya sebelah kanan tak merasakan keberadaan Alia, dia pun mencoba membuka kedua matanya, memang Alia sudah tak disampingnya lagi. Dipandangi jam sudah pukul 8, dia terbangun agak siang kali ini. Lalu dia pun melangkah keluar, langkah nya terhenti saat mendengar suara berisik dari dapur.
" pagi sayang..., " sapa Siddarth sambil memeluknya dari belakang.
" pagi.., kau sudah bangun.. " ucap Alia.
" hhmmm.., apa yang kau lakukan sepagi ini? " ujar Sidd sesekali mencium telinganya, membuat Alia agak geli.
" Sidd..., kau yang bangun kesiangan.., aku sedang membuatkan sarapan untuk mu "
Sidd pun mematikan kompor.
" hayyeee.. apa yang kau lakukan., ini hampir matang.. " ucap Alia dengan logat khas bibi Manorama.
" heei.. sejak kapan kau jadi seperti bibi? "
Alia pun berbalik.
" sejak aku terbiasa dirumah mu " jawab Alia tersenyum. " baik lah.. katakan apa yang kau inginkan? " tanya Alia melingkar kan tangannya ke pundak Siddarth.
" hhmmm.., kau ingin tahu "?
__ADS_1
" yaahh.. "
Tiba-tiba Sidd mengangkat tubuh Alia,
" heeii.. apa yang kau lakukan. " tanya Alia.
" bukankah ini acara bulan madu kita " jawab Sidd, Alia pun tersipu malu., mereka pun kembali menghabiskan waktu berdua.
Beberapa bulan setelah pernikahan
Varun juga telah menjalani pernikahan nya selama beberapa bulan. Namun berbeda dengan Siddarth yang hari-harinya selalu mesra bersama Alia. Varun masih belum bisa mengganggap Shradda bagian dari hidupnya. Bahkan belum menyentuh Shradda sama sekali, dia juga selalu menolak saat shradda ingin memeluk nya. Tapi semua keinginan Shradda dalam hal materi selalu dipenuhinya, kecuali soal hati.
" Varun..., sampai kapan kita akan seperti ini.., kau bahkan tidak pernah memberikan sedikit perhatian mu pada ku.," ucap Shradda mulai mengeluh dengan sikap Varun.
" Shradda memang aku kurang apa lagi, siapa bilang aku tidak memperhatikan mu, semua keinginan mu selalu aku berikan bukan.. " jawab Varun sambil mengenakan dasinya.
" tapi bukan itu yang aku ingin kan.., kita sudah menikah enam bulan lebih..tapi kita tidak berhubungan apa-apa.., kau masih belum menyentuhku sekali pun.., aku juga ingin menjadi istri yang sempurna Varun.., aku juga ingin mempunyai anak.. "tukas Shradda. Varun berbalik dan memandang nya.
" aku.. aku minta maaf.., aku hanya belum bisa untuk melupakan Alia " jawabnya pelan.
" kau memang tak kan bisa melupakannya selama kau menutup pintu hatimu untuk ku.., aku mencintaimu Varun..,sekarang dia sudah bahagia dengan orang lain.., sampai kapan kau akan terus memikirkan nya? "
Varun terdiam mendengar perkataan istrinya, Shradda perlahan mendekati dan memandang wajah dalam.
" kau selalu memikirkan nya disini tapi apa dia mempedulikan mu.., Alia sudah memiliki Siddarth.., mereka sudah bahagia.., aku selalu sabar menunggumu Varun..,tapi kesabaran ku juga ada batasnya.., selama kau tak membuka hatimu..,aku tak kan bisa masuk ke dalamnya.. " tambah shradda lalu pergi meninggalkan Varun yang masih terdiam.
Siddarth dan Alia keluar bersama, mereka pergi jalan-jalan keliling kota ND menggunakan motor gede. Saat berhenti dilampu merah motor mereka berpapasan dengan mobil Varun. Kebetulan Varun hendak bertemu klien di La Cafe, Sidd dan Alia tak mengenali mobil Varun, dan juga tak melihat nya karena kaca mobil nya yang gelap. Varun juga tak memerhatikan, saat seorang pengamen cilik datang menghampiri mobil nya, dia pun menoleh pada pengamen itu. Varun menurunkan kaca mobilnya sedikit dan memberikan selembar uang padanya. Saat anak itu pergi, pandangan Varun langsung tertuju pada motor gede yang ia kenal, dia pun melihat Siddarth dan Alia sedang bercanda sambil ngobrol apaan ga tau deh hehee 😁😁, Alia memeluk Sidd dari belakang, mereka begitu mesra dan begitu dekat, hingga menyalakan kembali api cemburu di dalam hati Varun. Dia mencengkram erat stir mobil melihat kemesraan mereka. Lampu telah berganti hijau, Sidd melajukan motornya dan berbelok ke arah kanan. Varun masih belum menjalankan mobilnya, tak menyadari kalau mobil dibelakangnya telah mengklakson beberapa kali.
" heeiii.. apa kau tidak akan jalan "? tegur seorang pengemudi mengetuk kaca mobilnya. Tanpa membalas Varun langsung tancap gas ,menuju La Cafe. Diperjalanan masih terbayang dbenaknya kedekatan Alia dan Siddarth tadi, dan juga terlintas dipikirannya ucapan Shradda waktu itu. Saat sampai, ternyata klien nya telah menunggu Varun.
" selamat siang tuan.., " sapanya.
" siang.., " jawab Varun.
" silahkan duduk..,"
" terima kasih.. "
Mereka tampak mulai membicarakan soal bisnis dan kerja sama, Varun dengan seksama mencoba fakus mendengarkan presentasi klien nya itu, melupakan apa yang dilihatnya hari ini. Tapi saat hendak memanggil pelayan memesan sesuatu, Varun kembali melihat Siddarth dan Alia duduk paling pojok. Konsentrasi Varun kembali terganggu melihat kedekatan mereka. Terlihat Siddarth sedang membersihkan noda cream cappucino di puncak hidung Alia, hatinya semakin panas.
" maaf..., aku..aku ke toilet dulu " ucapnya, lalu pergi.
" shiitt.. shiittt...,kenapa mereka selalu muncul dihadapanku..,apa mereka sengaja.., " maki Varun, lalu membasuh mukanya. " mungkin Shradda benar.., Alia memang tidak peduli, mereka terlihat bahagia..., aaarrgghh...tapi kenapa aku tidak bisa melupakan dia juga..," gerutunya lagi, lalu kembali membasuh mukanya. Saat hendak keluar, tak sengaja Varun menabrak Siddarth yang mau ke toilet juga.
" Varun..,hai.. " sapa Sidd ramah.
" Sidd.., ng.. ng.. hai.. " balasnya.
" kau disini..,"
" yaa.., aku sedang ada pertemuan dengan klien.., kau juga disini..sendiri ? " tanya Varun pura-pura tak mengetahui.
" tidak.., aku bersama Alia..,meja kami di ujung sana.., kau kesana.., nanti aku menyusul " ujar Sidd, lalu berjalan ke toilet. Varun dengan ragu melangkah menuju meja Alia. Alia sedang asyik memainkan ponselnya, pandangan nya teruju saat bayangab seseorang berdiri disampingnya, dia berbalik.
" haii.. " sapa Varun
" Varun.., hai.. ,kau disini.., " jawab Alia
" yaah.. aku sedang bertemu klien disini.., itu disana. " ujar Varun
" aku bersama Siddarth.., dia sedang ke toilet"
" yahh.., tadi aku bertemu dengannya.."
Tak lama Siddarth kembali.
" kalau begitu.. aku kesana dulu "
" lho.. kenapa cepat sekali, kenapa tidak bergabung bersama kami " tanya sidd
" tidak apa.., aku juga sedang bertemu seseorang.., lain kali saja., sampai jumpa " Varun pun pergi. Siddarth dan Alia kembali ngobrol bersama.
" lho ..tuan.., anda akan pergi.,lalu bagaimana kerja sama kita "
" tidak apa.., sekretaris ku akan menghubungi mu nanti.., sekarang aku permisi dulu.., " Varun pun pergi dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
*****
Pada malam harinya, Siddarth sedang bermain game di ponsel sambil setengah berbaring ditempat tidurnya. Alia keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka dan gosok gigi. Sidd masih asyik dengan game nya tak memperhatikan Alia, dengan wajah jengkel melemparkan handuk ke sofa, kemudian dia duduk di meja rias dan mengoleskan krim malam ke wajahnya, sambil terus memperhatikan bayangan Sidd dicermin. Alia pun berpikir sejenak.
" aaauuuuhhc.. " rintih Alia, mengalihkan perhatian Siddarth.
" sayang.., ada apa? " tanya Sidd panik, dan melemparkan ponselnya.
" uufft..kaki ku sakit sekali.,sepertinya terkilir "
" apa " Sidd menghampiri. " bagaimana bisa "
" aku tidak tahu.., " jawab Alia . Sidd lalu membopongnya ke atas tempat tidur, dan kemudian mengambil minyak. " yang mana " tanya nya mulai khawatir. Alia menahan tawa melihat wajah suaminya.
" yang ini.., "
" ini..,? " tanya Sidd perlahan mulai mengurut.
" bukan.., itu.. " ujar Alia mulai merasa geli.
" yang ini..?"
" yaa.. ya..ke atas sedikit " tambah Alia, Sidd mulai menyadari kalau Alia mengerjai nya.
" baiklah.. tutup matamu.., aku akan mengobatinya "
Alia menutup kedua matanya, perlahan Sidd mendekati. Ciuman hangat melekat dipipi kiri Alia,
" apa sekarang sudah sembuh? " tanya Sidd tersenyum. Alia membuka mata sambil memegang pipinya, merasa malu dengan yang dilakukan Sidd barusan. " sayang.., apa masih sakit.., kalau masih sakit aku akan menyembuhkan nya lagi..,"
Alia semakin malu, lalu sedikit mendorong tubuh suaminya. Sidd pun tertawa, kemudian merentangkan tangannya, Alia tersenyum dan langsung menjatuhkan dirinya ke pelukan Siddarth.
Dikediaman Khanna
Jam menunjuk kan pukul 2 dini hari, Varun pulang dalam keadaan mabuk. Shradda terbangun saat mendengar bunyi benda jatuh, dan pergi melihat nya.
" Shradda.. cepat bawa suami mu ke atas " tegas Ny. Tara kesal. Shradda merangkul Varun dan memapah ny ke kamar. Varun terus meracau dengan menyebut nama Alia. Shradda membaringkan Varun, saat hendak mengambilkan handuk untuk membersihkan Varun, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Varun.
" Alia..., kau mau kemana "
Shradda merasa sakit hati mendengar nya, dalam penglihatan Varun seolah-olah sedang Shradda adalah Alia. Shradda mencoba menarik tangannya, tapi dengan cepat Varun menariknya lebih kuat hingga jatuh ke pelukannya. Perlahan Varun menyibakkan rambut Shradda (seolah-olah Alia) , dan mengelus pipinya. Varun semakin mendekati wajah Shradda dan mengecup bibirnya. Shradda terhanyut dengan sentuhan Varun, membiarkan Varun menyentuh tubuhnya. Akhirnya malam itu mereka menghabiskan malam bersama.
Keesokkan harinya, Varun tersentak saat mendapati Shradda berada dekat dengannya. Yang lebih mengejutkan, saat dirinya dan Shradda tidak berpakaian apa-apa, tubuh mereka hanya ditutupi selimut saja. Varun mencoba mengingat kembali kejadian semalam, tapi kepala nya masih terasa berat. Kembali memandangi Shradda yang masih terlelap disisinya. Saat dia hendak bangun, Shradda pun terbangun juga.
" pagi.. " sapa nya tersenyum.
" Shradda.. apa yang terjadi semalam.., kita lupakan saja.., aku benar-benar tidak sadar "
" apa.., apa maksudmu..., "?
" Shradda..., aku sudah bilang lupakan kejadian semalam..anggap saja tidak terjadi apa-apa "
" Varunnn..., kau pikir aku ini apa.., aku bukan wanita panggilan yang bisa melupakan semuanya..,aku istri mu., kau menghabiskan malam dengan ku tapi dalam ingatan mu hanya Alia., semalaman kau hanya memanggil Alia.. Alia.., kau pikir aku mau menyerahkan tubuhku begitu saja..disaat kau memanggil-manggil gadis lain..,"
" Shradda... "
" lain kali.. jangan pulang dalam keadaan mabuk.., " sahut Shradda lagi, lalu pergi ke kamar mandi. Dia pun menutup pintu kamar mandi dan menghidupan shower nya, dibawah guyuran air dia terduduk dan menangis meratapi nasibnya.
" kenapa Varun.., kenapa..,. kenapa kau begitu kejam., aku mencintaimu dengan tulus tapi kau..,kenapa seperti ini pada ku..hiks.. hiks.. hiks.. , aku lah yang salah dengan menikahi mu.., " Shradda terus menangis. Sayup-sayup terdengar oleh Varun.
tok tok tok
"Shradda..buka pintunya..,aa.. aaku minta maaf ..Shradda " panggil Varun.
Shradda tak mendengarkannya.
" Shraddaa... " panggil Varun lagi.
Karena tak kunjung dibuka Varun pun mencoba mendobraknya.
pprraaakkkkk
Varun melihat Shradda terduduk dibawah guyuran air sambil menangis terisak. Melihatnya seperti itu, dia pun merasa iba dan memeluknya erat.
" maafkan aku.., " ucap Varun. Tubuhnya pun ikut basah, perlahan Shradda pun membalas pelukan Varun, " aku akan mencoba mencintai mu.. aku janji " ucapnya dan mencium kening Shradda.
__ADS_1