Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 47


__ADS_3

Ny. Tara telah mendengar berita kematian Siddarth. Hatinya kembali gelisah karena saat ini hubungan Varun dan Shradda telah berakhir karenanya. Dia takut Varun kembali bersama Alia, ditambah lagi Shradda yang tak bisa memiliki anak. Ny. Tara kembali memata-matai kehidupan Alia dan juga Shradda. Dia tak ingin Varun memiliki hubungan dengan kedua wanita itu. Varun masih bolak balik ke rumah Shradda, hingga Ny. Tara bosan dan menarik semua dana dari perusahaan ayahnya dan juga membatalkan semua kontrak kerja sama yang sudah dia setujui.


Tn. Mahesh shock dengan keputusannya itu, karena dia telah mempertaruhkan semua uangnya untuk proyek penting itu. Tapi sekarang Ny. Tara memutuskan secara sepihak. Dia pulang dengan perasaan kecewa dan kesal, pas sampai dirumah langsung membanting vas bunga, membuat istri dan anaknya terkejut.


" suamiku., apa yang terjadi., kenapa kau terlihat sangat marah? ". Istrinya bertanya kebingungan. Shradda juga menghampirinya.


" kitaa.. kita bangkrut., heeaaahhh.. kurang ajar " . Teriak suaminya kesal. Ny. Bindu makin kebingungan.


" apa maksud ayah? ". Tanya Shradda pula.


" aku mempertaruhkan semuanya untuk proyek itu, tapi sekarang aku kehilangan semuanya huu..huu..huu... " .Ucapnya mulai menangis. Ny. Bindu terkejut dan merasakan sesak didadanya, kemudian tak sadarkan diri, untungnya disambut oleh Shradda. Mereka langsung membawa Ny. Bindu kerumah sakit.


Malam harinya Varun kembali ke rumah Shradda, suasana tampak sepi, mertuanya sedang dirumah sakit. Ny. Bindu mengalami koma dan suaminya menjaga disampingnya. Shradda kembali pulang untuk membereskan keeprluan ayah dan ibunya dirumah sakit. Varun melihatnya dan langsung masuk ke dalam.


" Shradda " sapanya. Shradda menoleh dan kembali membelakanginya. " Shradda sampai kapan kita seperti ini., aku bingung apa salahku, kenapa sekarang kau berubah.,aku benar-benar tidak mengerti..". Ucap Varun bingung dengan perubahan Shradda. Saat hendak pergi Varun meraih tangannya dan menariknya. " Shradda katakan apa salahku? "


" Varun lepaskan tanganku " . Varun melepaskannya. " aku sudah tak tahan dengan sikap ibumu, aku sudah cukup bersabar dengan hinaannya., aku memang wanita yang mandul., tapi aku masih punya harga diri.,aku tidak mengharapkan harta., tapi apa pantas aku diberlakukan seperti itu " . Jawab Shradda yang sudah tak tahan menahan kekecewaan yang ia pendam. Varun terdiam mendengar ucapan istrinya. " ibumu menginginkan seorang cucu dan aku tidak bisa memberikannya, jadi aku minta tinggalkan aku dan pergilah ". tambah Shradda lagi dan mulai menangis.


" Shradda kenapa kau memikirkan hal itu, aku sudah bilang, aku sudah bahagia bersamamu, untuk apa kau memikirkan perkataan ibuku "


" karena ibumu yang berkuasa, kau lihat karena ulah dirimu, ayah ku sekarang bangkrut, ibuku sakit, kami sudah tidak punya apa-apa lagi.,kenapa kau selalu datang kemari, keluargaku akan selalu mendapat masalah karena mu ". Shradda menangis tersedu. Varun tak menyangka ibunya kembali berulah dikehidupannya. Pertama telah memisahkannya dengan Alia, dan sekarang Shradda.


" Shradda aku mohon., jangan tinggalkan aku., aa-aku mencintaimu ". Ucap Varun mendekat dan memeluknya. Shradda mendorong Varun, lalu menghapus airmatanya.


" aku tidak bisa., maafkan aku " . Lalu pergi meninggalkan Varun. Dia mencoba mengejar tapi keburu pergi. Shradda kembali ke rumah sakit. Disana Shradda menceritakan semua pada ayahnya,dia pun kecewa dan juga terkejut saat mendengar penjelasan Shradda, selama ini dia mengira kalau putrinya bahagia tinggal bersama keluarga Khanna. Tapi setelah tahu dia merasa menyesal, dan minta maaf pada putrinya. Ny Tara benar-benar kejam, katanya. Keadaan istrinya masih kritis, penyakit jantung yang dideritanya semakin parah, dan belum sadarkan diri hingga saat ini.


******


Setelah beberapa hari kemudian, Tn. Alokh kembali menerima telpon dari kantor polisi, mengabari terkait perkembangan kasus penyelidikan kecelakaan yang menimpa putranya. Sebagian anggota keluarga yang lain telah kembali ke rumah besar,seperti paman dan bibi, karena beberapa pekerjaan yang mendesak. Ananya masih tinggal untuk menjaga dan membantu Alia. Setelah menemui titik terang nanti, mereka juga akan kembali ke rumah keluarga besar di kota M.


Tn. Alokh,ibu dan Alia sampai dikantor polisi.


" kami telah menangkap pelaku yang mencelakai saudara Siddarth ". Ucap opsir polisi itu. Mereka terperanjat mendengarnya dan saling berpandangan.


" benarkah.., lalu siapa pelakunya pak? ". Tanya Alia tak sabar untuk melihat pelaku yang tega mencelakai suaminya itu. Salah seorang polisi mengajak mereka ke sebuah ruangan untuk bertemu pelakunya. Disana mereka menunggu dengan perasaan tegang. Tak berapa lama dua polisi wanita datang menggandeng membawa pelaku yang memborgol kedua tangannya. Alia menoleh dan terkejut saat melihat pelakunya itu, seakan tak percaya.


" Pari.. " . ucapnya memandang Pari dengan tatapan kemarahan.


" kauu ". Ayah juga terkejut saat melihat sosok wanita itu. " bukankah kau putrinya Chopra? ". Pikir ayah lagi mencoba mengingat kembali. Alia mendekatinya menahan amarah, dan mengingat kebaikannya yang ternyata palsu belaka.


plaaaaakkk


Alia menampar keras pipi wanita itu. Ayah dan ibu menenangkan Alia.


" kenapa kau tega mencelakai suamiku, apa salah kami..kau benar-benar wanita ******, kau kejam ". Alia berteriak dan menjambak rambut Pari. Kedua polisi wanita penjaga mencoba melerai, Ayah dan ibu memegang Alia yang sudah tak terkendali.


" kenapa kau tidak menanyakan hal itu pada ayah mertuamu haah ". Ucap Pari dengan mendongakkan kepala setelah terlepas dari cengkraman Alia. " dia telah menghancurkan hidupku, dan juga menjadi penyebab kematian ayahku ". Hardik Pari lagi, membuat Alia tak mengerti.

__ADS_1


" apa maksudmu? " ,tanya ayah tak mengerti.


" cih.. ,kaulah yang bertanggung jawab atas penderitaanku "


" ayah siapa dia, apa ayah dan ibu sudah mengenalnya ?". tanya Alia berpaling pada mertuanya. Ayah dan ibu mertuanya terdiam.


" aku adalah calon istri Siddarth, mereka telah membatalkan pertunanganku secara sepihak, huh.. kau terkejut, karena ulah mereka aku kehilangan ayahku, dan sekarang aku senang sekali.. aku bisa menyingkirkan putranya hahahaa... ".


plaaaakkkk


Sebuah tamparan keras kembali diterima Pari, kali ini ibu tak tahan mendengar pernyataannya.


" aku bahkan bersyukur kau tidak menjadi menantu dikeluarga kami, beginilah dirimu yang sebenarnya, sifat aslimu ". bentak ibu dengan marah. " setelah semua ini kau akan membusuk dipenjara ". ucapnya lagi sambil mencengkram leher wanita itu. Tn. Alokh melerai dan menenangkan istrinya.


" hahaaaa.. sekarang kau tenang saja nyonya, aku tidak akan menjadi menantu dirumahmu, tapi aku berhasil telah mengirim putramu ke alam lain.,jadi aku bisa tenang dipenjara.,nikmatilah hidup dengan menantumu yang telah menjadi janda itu hahahaa.. ". ujar Pari pelan tanpa rasa bersalah dan langsung pergi meninggalkan ruangan. Alia terduduk lesu mendengarnya. Benarkah Sidd telah meninggalkannya selamanya. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan kembali menangis. Mereka kembali kerumah dengan rasa kecewa.


Malam harinya Alia mencoba membaringkan tubuhnya diranjang. Pandangannya kembali sedih saat menoleh kesampingnya tak melihat lagi sosok suami yang selalu memanjakannya setiap malam. Kini yang tinggal hanya bantal kosong tanpa penghuni, Alia meraba ranjang kosong disampingnya, dan mulai menangis.


" Sidd.. dimana kau, kenapa kau meninggalkanku sendirian hiks.. hiks..hiks ". tangisnya pelan. Masih terbayang dipelupuk matanya saat Sidd bertingkah manja malam itu, yang memeluk calon anak mereka yang masih berada didalam perut Alia.


Dikamar lainnya, ayah masih shock dengan kenyataan bahwa gadis yang pernah dijodohkan dengan putranya itu, malah tega membunuh putranya. Ada rasa penyesalan yang tersimpan dilubuk hatinya.


" suamiku., ada apa? " tanya Ibu memegang bahunya.


" aku merasa sangat menyesal karena telah membawa masuk keluarga Chopra ke dalam kehidupan keluarga kita " . Lirihnya pelan.


" sudahlah., ini namanya takdir, "


" jangan berkata seperti itu, tugas kita masih ada., saat ini Alia sedang mengandung anaknya Siddarth, sudah menjadi tugas kita untuk menjaganya ". ujar ibu dan menghapus airmata suaminya. Ayah lalu memeluk ibu.


" aku juga merasa sangat kehilangannya ". tambah ibu lagi menelan tangisnya.


*****


Shradda sedang berada diruang perawatan menjaga ibunya, ayahnya duduk diluar menunggu. Tak berapa lama beberapa petugas dan polisi mendatanginya. Tn. Mahesh terperanjat melihat kedatangan mereka.


" Tn. Mahesh kami datang untuk membawa anda, ini surat perintahnya " . Ayah Shradda melihat suratnya lalu terdiam, Shradda mendengar suara langsung keluar untuk melihat.


" ayah.. ada apa? ". tanya Shradda cemas. " pak polisi ada apa ini? ". Shradda kembali bertanya.


" kami ditugaskan untuk membawa Tn. Mahesh atas dugaan penggelapan uang " .


" apa "?. Shradda terkejut dan memandang ayahnya tak percaya. Tn. Mahesh hanya tertunduk lesu. Tanpa perlawanan dia langsung dibawa dengan tangan dibelakang. Shradda menangis tak bisa berbuat apa-apa, bingung harus minta pertolongan siapa lagi. Tanpa berpikir panjang dia mengambil ponsel dan menelpon Varun.


" kau tidak usah khawatir, aku akan urus semuanya ". jawab Varun. Shradda menutup telponnya dengan perasaan lega.


Varun langsung pergi ke kantor polisi untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Tn. Mahesh tak hanya tersandung kasus korupsi, ternyata juga terkuak kasus 20 tahun yang lalu yang melibatkan Tn. Mukesh, ayah dari Alia. Dibalik peristiwa yang dialami oleh ayah Alia didalangi oleh ayah Shradda. Semua terbongkar karena banyaknya aliran dana ke rekeningnya. Ayahnya Shradda telah mengkambing hitamkan Tn. Mukesh dalam tindakannya. Belum lagi hutangnya pada bank yang belum dikembalikan.

__ADS_1


Varun menjadi pusing bagaimana mengeluarkan mertuanya itu dari penjara. Seorang pengacara datang mengunjungi ibu Parwati memberi kabar bahwa orang yang memfitnah suaminya telah tertangkap. Dia merasa bersyukur untuk itu.


" terima kasih tuan telah memberitahukan informasi ini, aku senang akhirnya orang itu tertangkap "


" sama-sama nyonya, jika nyonya mau saya akan membantu untuk menuntut balik dia, walau bagaimana pun dia telah membuat keluarga nyonya menderita ". ucap pengacara itu. Ibu Parwati mengangguk.


" baiklah nyonya, kita akan bertemu dipengadilan nanti, saya akan mengajukan tuntutannya nanti ". Setelah mengatakan hal itu, pengacara itu pergi meninggalkan kediaman Ibu Parwati.


Dirumah sakit, Shradda dan Varun membicarakan perihal ayahnya. Shradda pasrah dengan keadaan. Kondisi ibunya juga belum pulih, Shradda terpaksa berbohong saat ibunya siuman, kalau ayahnya sedang mengurus beberapa pekerjaan.


" Kasus yang melibatkan ayah sangat berat, ada kasus 20 tahun lalu dan sekarang orang itu juga menuntut kita ". ucap Varun


" adakah cara untuk meringankannya? ". tanya Shradda berharap. Varun memegang tangannya.


" kita akan temui dia, aku sangat mengenalnya ". jawab Varun tersenyum.


Malam harinya Shradda dan Varun berkunjung kerumah ibu Parwati. Mereka mengucapkan salam saat bertemu. Shradda terperangah saat mengetahui orang yang akan menuntut ayahnya. Varun mengatakan maksud kedatangannya pada ibu yang hampir menjadi mertuanya itu.


" jadi dia adalah ayahmu? " tanya ibu Parwati terkejut. Shradda mengangguk pelan.


" aku mohon maaf atas nama ayahku yang telah membuat keluarga bibi menderita " , ujar Shradda mulai berlinang airmata.


" kalian pikir hanya dengan kata maaf bisa mengembalikan waktu seperti semula, Ciih.. siapapun yang bersalah harus menerima hukumannya ". jawab Ibu Parwati tegas. Varun dan Shradda berpandangan hampir putus asa. Shradda berdiri dihadapan ibu Alia dan melipat tangannya bermohon.


" aku mohon padamu bibi, saat ini ibuku berada dirumah sakit, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika dia tahu semua ini, aku sebagai anak hanya membantu meringankan bebannya saja., aku mohon padamu untuk mencabut tuntutanmu ". ujar Shradda memohon sambil menangis. Ibu Parwati mengalihkan pandangannya dan tak menjawab apapun. Setelah cukup lama Varun pun berdiri dan mengajaknya keluar meninggalkan kediaman ibu Parwati. Dengan perasaan kecewa mereka terpaksa pergi.


Ibu Parwati tak dapat tidur mengingat pertemuannya dengan Shradda tadi. Dia membayangkan gadis itu seperti Alia putrinya. Dalam hati dia kasihan juga. Dia kembali berpikir sejenak, hingga akhirnya tertidur.


Pada esok harinya, Varun dan Shradda berada dirumah sakit, melihat sebentar kondisi ibunya. Saat hendak meninggalkan ruang inap ibunya, mereka berhadapan dengan ibu Parwati yang telah beridiri didepan mereka. Mereka saling mendekati satu sama lain.


" aku akan mencabut tuntutanku ". Ucap ibu Parwati pelan. Varun dan Shradda saling tersenyum mendengarnya. " tapi dengan satu syarat ". Mereka mulai tegang.


" aku ingin nama suami ku bersih dari sebutan seorang koruptor, katakan pada semua orang bahwa dia tidak bersalah ". pintanya dengan lirih. Varun dan Shradda menyetujuinya.


Berita tentang kasus korupsi yang melibatkan Tn. Mukesh 20 tahun lalu kemudian dicetak di surat kabar, dituliskan disana yang bertnggung jawab atas semua itu adalah Tn. Mahesh, ayah Shradda. Mertua dari Varun Khanna dari keluarga Khanna Industries. Ny. Tara membaca berita itu menahan amarah. Kabar berita itu telah mencoreng nama baik keluarganya. Belum lagi rasa malu terhadap keluarga Alia yang telah dia hina dulu, kini malah berbalik padanya.


" Varun.. tunggu.., kau mau kemana ". tanya ibunya saat melihat Varun mengemas pakaiannya.


" aku akan tinggal bersama Shradda ibu ".


" apaaa., tidak.., tidak bisa ".


" kenapa tidak bisa, dia masih istriku ". jawab Varun dan perlahan berjalan. Ny. Tara menahan tangannya.


" mereka telah menipu kita, mereka keluarga kriminal, dan lagi pula Shradda tidak bisa memberimu keturunan "


" apa bedanya ibu dengannya, bukankah ibu juga seorang kriminal, berkali-kali ibu mencoba mencelakai Alia dulu, apa itu bukan kejahatan juga? ". Ny Tara terdiam.

__ADS_1


" dulu ibu menuduh keluarga Alia, dan sekarang ibu lihat kenyataannya, yang sebenarnya mereka tidak bersalah.,sampai kapan ibu ingin menghancurkan hidupku huhuuhuu.. ". Varun mulai menangis. Ny. Tara terdiam membisu. Varun kemudian bangkit dan langsung pergi meninggalkan rumahnya.


Alia dan keluarga mertuanya mendengar kabar itu dari ibu Parwati merasa lega dan senang, akhirnya kebenaran terungkap. Tn. Mahesh mendapat hukuman yang sesuai dengan perbutannya.


__ADS_2