Cintai Aku Sepenuhnya

Cintai Aku Sepenuhnya
Episode 43


__ADS_3

Varun dan Shradda menuju bandara untuk berangkat ke Swiss, seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Mereka ingin menghabis waktu untuk berlibur dan berbulan madu, karena sebelumnya Varun tidak pernah mengajaknya, dan bahkan tidak terpikirkan untuk bulan madu. Tapi kali ini Shradda benar-benar bahagia karena Varun telah berubah dan menerima dirinya. Lagipula ibu nya Ny. Tara juga selalu mendesak agar mereka segera memiliki keturunan.


Saat itu Alia sedang keluar untuk berbelanja, karena stok makanan dirumah sudah hampir habis. Sidd ingin mengantar nya tapi Alia menolak, dia ingin sekalian ke kuil dulu untuk berdoa katanya. Sesampai dikuil Alia meletakkan tas nya dan mengambil perlengkapan untuk pemujaan, seorang pendeta mengambil nampan pemujaan nya, Alia melipat tangan dan mulai berdoa. Setelah beberapa saat, dia meninggalkan kuil dan menuju pasar tradisional untuk membeli bahan-bahan makanan.


" pak tolong ambil kan kentang nya 2 kilo ya, cabe, bawang dan tomat nya juga., " ujarny pada salah seorang pedagang. Sementara pedagang itu mengambilkan pesanan nya, Alia terlihat memilih sayur lainnya.


" ini nona.., semua jadi 1.200 rupee "


Alia merogoh tasnya, dia mulai tampak khawatir karena tak menemukan dompet nya.


" ya Tuhan.. dimana dompet ku.., kenapa tidak ada, apa aku lupa membawanya " pikir Alia tampak cemas, dia mencoba untuk tenang.


" hei.., bukan kah kau Alia, istrinya Sidd " Sapa seorang wanita disampingnya. Alia menoleh dan seperti mengenal nya. " aku Pari " tambahnya lagi.


" ohh.. ya aku ingat " jawab Alia.


" kau berbelanja.., sendirian? " tanya Nya lagi.


" yaah.," jawab Alia singkat, dan mulai tampak tegang lagi.


" ada apa.., kau gelisah? " Alia hanya tersenyum kecil.


" pak aku lupa membawa uang ku.., nanti saja aku kembali..,oh iya Pari.. aku permisi dulu, sampai jumpa " ujar Alia.


" tunggu Alia."


Alia kembali menoleh. Pari tampak mengeluarkan beberapa lembar uang dan membayar belanjaannya.


" ini.., " ujar Pari dan memberikan belanjaan nya. Alia merasa tidak enak. " ambil lah.., "


" tapi Pari.. "


" sudahlah.., anggap saja kau meminjam nya "


" baiklah..," Alia terpaksa menerimanya. " aku akan mengembalikan secepatnya "


Pari juga mengantar Alia pulang, Sidd terkejut saat melihat istrinya bersama Pari.


" Sidd.., " ucap Alia


" kau bersama Pari " tanya nya mengerutkan kening.


" hai.., " sapa Pari menghampiri. Sidd membalas dengan senyuman.


" yaah.., aku lupa membawa uang ku tapi Pari datang dan menolong ku.," ucap Alia pelan. " Pari ayo silahkan masuk., " ucap Alia dan mengajaknya masuk ke rumah. Perlahan Sidd juga menyusulnya.


Pari melihat-lihat sekelilingnya, menatap lama pada sebuah foto berukuran lebih dari 10 R, foto pernikahan Sidd dan Alia. Tatapan tajam bak silet kembali terlihat diwajahnya. Di kamar Alia sibuk mengotak atik laci, tas dan lemarinya, tapi tetap tak menemukan dompetnya.


" apa yang kau cari " tegur Sidd melihatnya tampak mondar mandir.


" Sidd.. aku tidak menemukan dompet ku., aku benar-benar lupa., apa kau melihatnya? " tanya Alia. Sidd menggelengkan kepala. Alia kembali membuka laci.


" Alia..,dompet itu tidak ada disini, kau sudah membawa nya, aku melihatmu telah memasukkan nya ke dalam tas mu tadi " ucap Sidd, Alia kemudian mencoba mengingatnya lagi. " ya sudah biar kan saja.,aku akan kembali " ucap Sidd lagi,


Pari masih duduk diruang tamu,


" Pari.., ini.., terima kasih telah membantu istri ku tadi " ujar Sidd dan memberikan beberapa lembaran uang. Pari berdiri dan menatap uang itu, lalu mengambilnya.


" baiklah..,kalau begitu aku permisi dulu "


Lalu Pari pun meninggalkan kediaman Siddarth. Sidd kembali ke kamarnya, Alia masih duduk mengingat kembali dompetnya.


" ada apa " tanya Sidd menghampiri sembari mengelus pucuk kepala istrinya.


" Sayang.., aku hanya heran., kalau benar aku telah membawanya, kenapa tidak ada dalam tas ku? " tanya Alia. Sidd duduk disampingnya.


" mungkin seseorang telah mengambilnya.,ya sudah lain kali aku akan mengantar mu " ucap Sidd. Alia kemudian meraih tangan suaminya, dan menyandarkan kepalanya dipundak Sidd.


" maaf ya..,seharusnya aku mendengar kan mu tadi " jawabnya pelan.


" hhmm.,apa masih ada yang kurang? "


Alia mengangguk kepalanya.


" ayo.., " ajak Sidd. Alia sumringah dan memeluk suaminya, mereka kembali pergi ke pasar. Sebenarnya masih ada yang belum dibeli Alia tadi, karena tidak enak merepotkan Pari,terpaksa dia belanja hanya sedikit.


Diperjalanan Pari tersenyum licik, mengingat kembali kejadian di pasar tadi. Pari telah mengawasi kediaman Siddarth dari jauh, lalu tak berapa lama melihat Alia keluar dan naik bajai. Pari mengikutinya hingga ke kuil. Pada saat Alia melakukan pemujaan, dia juga menyuruh seseorang untuk mengambil dompet nya dalam tas yang diletakkan di dekat pojok kuil. Jadi pada saat Alia kehilangan dan terdesak dia datang sebagai seorang dewi penolong.


" ini baru awal nya saja, kita lihat saja nanti " gumamnya tersenyum licik dan terus menyetir mobilnya dengan kencang.


Keesokkan harinya.

__ADS_1


Sidd bangun lebih awal, Alia masih tertidur pulas. Sidd sedang mandi sambil bersiul. Alia terbangun dan tak melihat suaminya, hanya mendengar suara percikan air dari kamar mandi, itu artinya Sidd bangun lebih awal, pikirnya. Dia pun bangkit dan membuka tirai jendela, membiarkan tubuhnya disinari oleh mentari pagi. Tiba-tiba merasa ada sesuatu dan cepat berlari ke kamar mandi.


praakk praakkk prakkk


" Siiiddd.., cepat lah.., " teriak nya sambil mengetuk pintu agak keras.


" iyaaaa... tunggu sebentar..," jawab Sidd agak terkejut, dan terus membilas kepala nya yang masih berbusa.


" Siiiiddd... apa yang kau lakukan.., kenapa lama sekali " panggil Alia lagi tak sabaran dan mulai gelisah.


" aku sedang mandi.., kenapa kau terburu-buru sekali " jawabnya dan terus mandi.


" cepat buka pintunya.., aku sudah tak tahan " gerutu Alia. Sidd kemudian meraih handuk dan melingkarkan ke pinggangnya, lalu membukakan pintu. Alia langsung menerobos masuk dengan cepat, Sidd menatapnya heran.


uuwweeeeakk.. uwweeeaakkk... uwweeeakkk


" sayangg.. kau baik-baik saja? " tanya Sidd agak cemas. Alia melambaikan tangan menandakan tidak apa-apa. Setelah beberapa saat, Alia berdiri dan merasa agak lega. Sidd masih memandang nya heran.


" apaa.., kenapa kau menatap ku seperti itu" tanya Alia heran. Sidd mendekati nya.


" apa kau sakit? " tanya nya kemudian sambil meraba kening istrinya.


" tidak.., aku baik-baik saja " jawab Alia tersenyum.


" tapi tadi.., "


" entahlah.. mungkin hanya masuk angin.., ya sudah kau bisa mandi lagi sana " ujar Alia lalu berlalu meninggalkan Sidd yang masih tak habis pikir. Dia pun kembali membersihkan tubuhnya.


Dikediaman Khanna


Siang itu ayah Shradda, Tn. Mahesh datang berkunjung ke rumah besan nya, untuk membicarakan soal bisnis. Tn. Mahesh memberikan beberapa lembar berkas pada Ny. Tara, Sekretaris pribadinya Sam, memeriksa kemudian berbisik pada majikannya.


" baiklah Tn. Mahesh aku akan mengabarimu nanti., " ucap nya sambil tersenyum.


" terima kasih nyonya.., aku tahu kita bukan hanya menjalin hubungan antar rekan kerja tapi kita juga punya hubungan keluarga " ujarnya.


" aku tidak suka menghubungkan hubungan pribadi dengan pekerjaan Tn. Mahesh " jawab Ny. Tara dengan nada tidak suka. Ayah Shradda merasa agak canggung setelahnya.


" baiklah nyonya., maafkan saya.., " jawab nya kecut. Ny. Tara memeriksa ukang berkas itu.


" oh iya nyonya., kapan putri dan menantu ku kembali " tanya nya kemudian mengalihkan pembicaraan.


" aku tidak tahu pasti.., tapi yang jelas secepatnya.." jawab Ny. Tara. Setelah semua selesai Tn. Mahesh pamit untuk pergi.


"kenapa.., apa kau tidak yakin? "


" yaah.., kita harus tahu dulu bagaimana kinerja nya nyonya, lagi pula sepertinya Tn. Mahesh memanfaatkan status hubungan anda dengan dia " ujar Sam lagi. Nyonya memainkan pulpen nya sambil berpikir sejenak.


" kau benar.., aku harus berpikir matang-matang dulu., walau pun dia sahabat dekat suami ku bukan tidak mungkin dia akan menipu ku juga " ucap Ny. Tara sambil berjalan pelan.


*****


Alia kembali berkunjung ke tempat ibunya, kali ini bukan karena sakit tapi untuk melakukan pemujaan, peringatan hari kematian ayahnya. Bukan hanya Alia saja tapi Sidd juga ikut. Siddarth dirumah sedang menelpon seseorang, sedangkan Alia dan ibunya masih berbelanja untuk keperluan pemujaan.


" Alia apa masih ada yang kurang., coba perhatikan dulu " ucap ibunya.


" iya bu.., kelapa nya belum., disana.. ayo bu " ucap Alia lalu membimbing ibunya, tiba-tiba ponselnya berdering. " ibu sebentar., Sidd menelpon ku " ucapnya sambil tersenyum.


" ya sudah.., kau angkat saja., biar ibu yang membelinya.. " Alia mengangguk, dan kemudian mengangkat telponnya. Ibu Parwati berjalan untuk menyeberangi jalan, namun tiba-tiba sebuah truk menuju ke arah nya dengan kencang.


" aawaassss.. " teriak seseorang dan menariknya hingga terjatuh, ibu Parwati tersungkur, hanya jidatnya lecet sedikit. Sedangkan yang menolongnya tadi cedera pada kakinya, hingga tak sadarkan diri. Alia terkejut saat melihat ibunya terjatuh.


" ibuuuu.. " teriak Alia panik, lalu cepat berlari menghampiri. " ibu.., kau baik-baik saja., ibuu " panggil Alia cemas lalu membantu ibuny berdiri. Ibu Parwati merasa agak pusing, lalu menghampiri orang yang menolongnya tadi. Semua orang berkerumun untuk membantu.


" dia yang telah menolong ibu " ucapnya pelan.


" Parrii... " Alia kaget saat melihatnya tak sadarkan diri, cepat-cepat dia memapah dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Alia mondar mandir di depan icu, tampak begitu khawatir. Tak lama Sidd datang menemuinya, yang sebelumnya telah dikabari oleh nya.


" sayang..,"


" Sidd.. "


Alia langsung memeluknya.


" apa yang terjadi " tanya Sidd khawatir


" aku tidak tahu.., waktu itu aku sedang menelepon dan ibu menyebrang., " ujar Alia terbata-bata, lalu menghapus air matanya


" sekarang bagaimana keadaan ibu "?


" ibu baik-baik saja " jawab ibu mertuanya dari belakang. " hanya lecet sedikit saja " jawabnya.

__ADS_1


" ibu.., syukurlah ibu tidak apa-apa., aku sangat khawatir " ucap Alia memeluk erat ibunya.


" bagaimana bisa terjadi bu "? tanya Sidd.


" tadi ada seorang wanita yang menolong ibu., kalau terlambat sedikit saja mungkin ibu bisa mati tadi " ujar ibu Parwati sambil duduk.


" wanita.? " tanya Sidd


" yaah.. sayang., tadi Pari yang menolong ibu., tapi dia terluka, sekarang sedang diperiksa oleh dokter " Alia menambahkan.


" Pari. "? tanya Sidd agak heran dan merasa aneh, kenapa Pari selalu muncul disaat salah satu keluarga nya dalam kesulitan. Tak lama kemudian dokter keluar.


" dokter bagaimana keadaan gadis itu " tanya Ibu Parwati.


" tidak apa-apa nyonya, hanya cedera pada kakinya saja., yang dia butuhkan hanya istirahat, tidak boleh berjalan dulu " jawab dokter.


" syukurlah.., apa kami bisa melihatnya? " tanya ibu Parwati lagi.


" silahkan "


" terima kasih dokter "


Kemudian mereka masuk ke dalam ruangan, terlihat Pari sedang terbaring, kaki nya diperban sebelah kanan. Ibu Parwati tersenyum padanya.


" bagaimana keadaanmu nak? "


" baik bibi.. "


" aku sangat berterima kasih padamu karena telah menolon ku " ucap ibu Parwati mengenggam tangan wanita itu.


" yaa.. Pari., sekali lagi kau datang disaat yang tepat untuk menolong kami " ucap Alia ramah.


" tidak apa-apa,.aku senang melakukannya.,mungkin karena kebetulan aku ada disana " jawab Pari senang. Sidd menatapnya agak aneh.


" ya sudah bu.., kita akan memperingati hari kematian ayah, sebaiknya kita segera pulang " ucap Sidd.


" iyaa., tapi bagaimana dengan Pari " tanya Alia bingung.


" nanti kita kembali., bukankah ini acara yang penting., Pari tidak apa-apa kan? " tanya Sidd, Pari hanya membalas dengan senyuman.


" ya sudah.., nak nanti kami kembali lagi., kau istirahat ya.,"


" ya bibi., terima kasih "


Sidd, Alia dan ibunya pamit meninggalkan Pari yang masih terbaring.


" Alia.. sebentar.., ada yang ketinggalan " ucap Sidd, lalu berbalik kembali ke kamar Parineeta.


" maaf.. kunci mobil ku ketinggalan " ujar Sidd. Pari hanya memandang nya, Sidd kembali berbalik. " oh iya..aku merasa agak aneh.., bagaimana kau tahu aku ada di kota ini, kau mengikuti ku? " tanya Sidd, Pari agak heran dengan nada bicara nya, sepertinya dia tahu gerak gerik ku, pikirnya.


" apa maksud mu.,"


" yahh.. secara kebetulan kau menolong keluarga ku 2 kali, entah itu memang kebetulan atau itu suatu kesengajaan " ujar Sidd, wajah Pari mulai terlihat tegang. " tapi jika memang itu kebetulan aku akan sangat berterima kasih pada mu " tambah nya lagi, lalu beranjak meninggalkan Pari yang masih terpaku. Pari menggerutu dalam hati, Sidd tidak sebodoh yang dia pikirkan, bagaimana dia bisa membaca jalan pikiran nya. Pari kembali diam sejenak memikirkan langkah selanjutnya.


Ibu Parwati melaksanakan pemujaan dan doa pada hari kematian suaminya. Dipimpin oleh seorang pendeta, Sidd dan Alia duduk disampingnya. Setelah pemujaan selesai, ibu Parwati kembali ingin menjenguk Pari ke rumah sakit, tapi Alia mencegahnya. Karena kondisi ibu nya sudah terlihat sangat lelah.


" bu besok saja., lagi pula kondisi ibu juga sangat lelah., aku tidak ingin terjadi apa-apa pada ibu " ujarnya.


" iya bu nanti aku dan Alia yang akan kesana " sahut menantunya. Ibu Parwati agak lega mendengar nya. Karena itu semua terjadi karena gadis itu menolongnya juga.


Beberapa hari kemudian, kondisi kesehatan kaki Pari sudah membaik, hanya saja dia berjalan memakai tongkat. Alia mencoba membantunya berdiri. Pari pura-pura bingung bagaimana cara dia kembali ke apartemen nya dalam kondisi seperti ini.


" ya sudah.., Pari untuk sementara kau bisa tinggal bersama ibu ku sampai kaki mu sembuh " ujar Alia.


" ya nak.., lagi pula ibu tinggal sendiri., kau bisa tinghal beberapa hari dulu sampai kesehatan mu benar-benar pulih "


" tidak usah bibi., terima kasih., aku masih ada beberapa urusan yang belum selesai, tapi aku berharap Sidd bisa mengantar ku nanti, lagi pula kami tinggal dikota yang sama..benar kan Sidd? " tanya Pari mengalihkan pandangan nya pada Sidd. Ibu Pareati dan Alia saling berpandangan.


" ya tentu saja " jawab Sidd singkat.


" ya sudah., kalau begitu kau bisa kembali ikut bersama Alia dan suaminya " jawab Ibu Parwati.


Sidd dan Alia berpamitan untuk kembali ke rumahnya. Pari juga ikut bersama mereka. Pari merasa sangat senang bisa berada dekat dengan Siddarth, sesekali dia mencuri pandangan dikaca spion. Sidd cepat-cepat mengalihkan pandangannya pada Alia saat Pari menatapnya. Alia duduk disampingnya sambil tersenyum ke arahnya. Tiba-tiba Alia menyuruh Sidd untuk menghentikan mobilnya, Alia membuka pintu mobil dengan cepat dan mengeluarkan sebagian tubuhnya.


uuwweeeakk.. uuweeaakkk.. uweeakkk


Sidd merasa agak cemas karena kondisi istrinya akhir-akhir ini. Setelah beberapa saat, Alia menutup pintu mobil kembali dengan nafas agak sesak.


" sayang.. kau tidak apa-apa " tanya Sidd sambil mengelus kepala istrinya.


" hhmm.., aku hanya mabuk perjalanan saja"

__ADS_1


Sidd kemudian mengambilkan minyak angin dan mengoleskannya pada Alia. Pari yang duduk dibelakang menatap dan mengepalkaan tangannya dengan geram, menahan rasa ketidaksukaanya melihat perhatian Sidd pada Alia.


__ADS_2