CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Jeni Cemburu


__ADS_3

Seiring perjalanan waktu kedekatan antara aku dan Satria rupanya menjadi bahan perbincangan yang hangat di kampus ...


Kini aku tidak hanya di benci karena penampilanku, tetapi juga karena telah menarik perhatian dari Satria, cowok paling tampan dan tajir di kampus ini.


Setiap hari aku selalu mendengar mereka menyindirku tapi aku tidak menanggapinya secara serius.


"Dasar gadis miskin berani sekali dia dekat dengan Satria. Apa sudah ketinggian mimpinya ?"


"Dasar gadis kuper yang gatel"


"Gadis kampung tak tak tahu diri"

__ADS_1


Demikianlah cemoohan dari teman - teman sekampusku yang tidak menyukaiku. Tentunya mereka mengatakan itu ketika Satria bersama dengan ketiga sahabatnya di kantin . Mereka akan menghujaniku dengan berbagai umpatan dan ledekan yang luar biasa kepadaku .


"Ya Tuhan apa yang salahku bila dekat Satria? Aku terlihat seperti seorang pencuri fans mereka . Apa yang harus aku lakukan Tuhan? ",isakku dalam hati.


Karena jujur saja ini benar -benar di luar kendaliku. Aku bingung dengan keadaan ini.


Saat sedang melamun di perpustakaan , aku tiba- tiba di kejutkan oleh langkah kaki empat wanita .


Jeni menamparku dengan kuat dan menjambak rambutku .


"Kau ini benar - benar membuatku marah gadis kampung... berani sekali kau mendekati Satria. Kau pikir siapa dirimu?. Sering - sering mengacalah untuk melihat wajahmu . Jauhi Satria",bentaknya kepadaku

__ADS_1


Aku masih diam mematung karena ulah Jeni yang tiba - tiba.


Ketiga teman Jeni pun berusaha melepaskan aku dari cengkraman Jeni .


"Aku tidak akan melepasmu lagi bila kamu masih dekat dengan Satria !, teriaknya lagi yang kemudian mereka meninggalkanku sendirian di perpustakaan . Semua wajah yang ada di sana masih menatapku dengan sinis seolah - olah aku ini perebut kekasih orang .Tak terasa air mataku mengalir begitu deras . Dan di bibirku keluar darah segar . Saat darah itu jatuh kelantai , aku baru sadar kalau ada darah di wajahku karena tamparan Jeni yang sangat keras tadi . Aku segera melangkahkan kakiku untuk kekamar mandi .Baru dua kali kakiku melangkah ,aku melihat Satria berlari kearahku diikuti ketiga sahabatnya. Aku menundukkan wajahku karena malu . Namun tiba - tiba ,Satria merengkuh wajahku dan mendekatkan wajahku kearahnya sehingga jarak kami sangat dekat sekali. Dia menatapku dengan tatapan tajam . Kami beradu mata untuk waktu yang lumayan lama . Sampai kami mendengar teguran sahabat Satria.


"Di obati dulu Sat , kasihan lukanya", ujar Dion


"Kamu duduk dulu Aulia ,aku akan mengambil obat nya di mobil! . Dan kalian tolong jaga Aulia sebentar",ujar Satria kemudian dia lari menuju mobilnya untuk mengambil obat untukku .


Sementara di perpustakaan, aku duduk bersama ketiga sahabat Satria. Mereka mengenalkan dirinya masing - masing untuk menghindari keheningan diantara kami . Rupanya mereka juga ramah kepadaku sama seperti Satria. Mungkin Satria telah menceritakan diriku sebelumnya kepada mereka sehingga mereka bisa dengan mudah menerimaku menjadi temannya.

__ADS_1


Tak lama setelah perkenalan kami ,Satria datang dengan tergopoh - gopoh karena lelah ,karena jarak perpustakaan dengan tempat parkir mobil yang lumayan jauh. Aku melihat nafasnya tak teratur karena lari . Dengan cepat dia mendekatiku dan mengobati wajahku dengan telaten . Saat ini kami begitu dekat ,hatiku lagi - lagi bergetar hebat seperti gendang yang di tabuh - tabuh .Aku takut dia mendengarnya karena jarak yang terlalu dekat.Sementara ketiga sahabat Satria memperhatikan kami dengan senyum - senyum yang sulit untuk aku artikan.


__ADS_2